PENGARUH CITRA MEREK, SIKAP MEREK DAN ILMIAH.pdfpengaruh citra merek, sikap merek dan preferensi merek…

  • Published on
    07-Mar-2019

  • View
    226

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

PENGARUH CITRA MEREK, SIKAP MEREK DAN PREFERENSI MEREK TERHADAP NIAT BELI

SEREAL SARAPAN PAGI MEREK ENERGEN DI SURABAYA

ARTIKEL ILMIAH

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Penyelesaian Program Pendidikan Sarjana

Program Studi Manajemen

Oleh:

MOH FAHMI KHANIFUDDIN NIM : 2013210513

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS SURABAYA

2018

PENGESAHAN ARTIKEL ILMIAH

1

THE EFFECT OF BRAND IMAGE, BRAND ATTITUDE AND BRAND PREFERENCES TOWARD PURCHASE INTENTION

OF BRAND OF ENERGEN IN SURABAYA

Moh Fahmi Khanifuddin Email 2013210513@students.perbanas.ac.id

ABSTRACT

Purpose of this study is to determine the effect of brand image, brand attitudes and brand preference toward purchase intentions. This research is a quantitative research with questionnaires survey distributed to as many as 104 respondents. Data analysis techniques used to prove the hypothesis is multiple linear regression. The result of the research shows that Brand image has significant influence to purchase intention. Brand attitude has a significant effect on purchase intention. Brand preference has significant effect on purchase intention.

Keywords: brand image, brand attitude, brand preference, purchase intent. PENDAHULUAN

Sarapan pagi merupakan makanan yang dimakan pada pagi hari. Waktu sarapan dimulai dari pukul enam pagi sampai dengan pukul sepuluh pagi. Sarapan pagi mempunyai peranan penting bagi anak. Anak yang terbiasa sarapan pagi akan mempunyai kemampuan yang lebih baik dari pada anak yang tidak terbiasa sarapan pagi. Sarapan pagi anak akan memacu pertumbuhan dan memaksimalkan kemampuan di sekolah. Sarapan pagi sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan kinerja otak dalam mengawali aktivitas sepanjang hari. (http://www.digilib.unimus.ac.id) diakses pada tanggal 9 Januari 2018.

Peningkatan konsentrasi dapat dicapai dengan makan pagi atau biasa disebut dengan sarapan pagi. Menurut Depkes RI (2008) dalam Leo dan Junaidi (2015:204) makan pagi atau sarapan mempunyai peranan penting bagi anak sekolah usia 6-14 tahun, yaitu untuk pemenuhan gizi di pagi hari, dimana anak-anak berangkat kesekolah dan mempunyai aktivitas yang sangat padat di sekolah. Anak-anak jika

terbiasa sarapan pagi, maka akan berpengaruh terhadap kecerdasan otak, terutama daya ingat anak sehingga dapat mendukung prestasi belajar anak ke arah yang lebih baik. Sarapan pagi merupakan pasokan energi untuk otak yang paling baik agar dapat berkonsentrasi di sekolah. Banyak orang tua yang bekerja yang tak memiliki waktu untuk menyiapkan sarapan pagi untuk anaknya ke sekolah sehingga banyak anak sekolah yang tak terbiasa makan pagi. Kebiasaan sarapan pagi bisa membantu memenuhi kecukupan gizinya sehari-hari. Jenis hidangan untuk sarapan pagi bisa dipilih dan disusun sesuai keadaan. Hal tersebut akan lebih baik bila terdiri dari makanan sumber zat tenaga, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur.

Menurut (Sumadi Suryabrata, 23) dalam Leo dan Junaidi (2015:204) keadaan jasmani yang segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar, keadaan jasmani yang lelah akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang tidak lelah. Hal tersebut, nutrisi harus cukup karena kekurangan kadar makanan

2

ini akan mengakibatkan kurangnya tonus jasmani, yang pengaruhnya dapat berupa kelesuan, lekas mengantuk, lekas lelah dan sebagainya. Sumadi Suryabrata (2010:23) dalam Leo dan Junaidi (2015:204) terlebih-lebih bagi anak yang masih sangat muda, pengaruhnya besar sekali. Menurut Khomsah Ali dalam Devi Nirmala (2012) dalam Leo dan Junaidi (2015:204) pada usia sekolah anak sudah mulai lepas dari pengawasan orang tua dan bergaul dengan teman sekolahnya. Masa ini juga sangat memerlukan perhatian terutama dalam hal membiasakan anak sarapan pagi sebelum sekolah, kewajiban sebagai orang tua adalah menjamin hak anak-anak untuk memperoleh makanan secara cukup dan berkualitas. Disertai pola asuh yang baik, maka anak-anak akan tumbuh dan berkembang secara optimal menjadi SDM yang tangguh.

Kebiasaan sarapan pagi khususnya pada anak perlu dukungan dari orang tua guna meningkatkan daya konsentrasi dan prestasi belajar anak-anak, sehubungan dengan hal itu orang tua berkewajiban untuk selalu mengingatkan pada anaknya agar selalu melaksanakan sarapan pagi secara teratur sebelum berangkat ke sekolah. Hal tersebut, sereal sarapan pagi yang praktis, disukai dan mampu memenuhi kebutuhan energi di pagi hari adalah solusi yang diperlukan. Sereal sarapan pagi ini berbentuk serbuk susu dengan ukuran dan bentuk yang sangat simpel dan praktis, serta mudah disajikan yaitu hanya dengan penambahan seduhan air hangat. Kombinasi penyajian yang mudah, rasa yang enak dan varian rasa yang banyak untuk pemenuhan energi yang tepat di pagi hari menjadikan sereal sarapan pagi salah satu solusi yang baik untuk pemenuhan sarapan masyarakat di daerah perkotaan dan sekitarnya. Kebutuhan untuk memenuhi ini, masyarakat Indonesia tidak mengerti pentingnya sarapan pagi dengan tidak mempertimbangkan apa jenis sarapan paginya tersebut. Sarapan dengan makan makanan bergizi seperti telur, susu, sereal,

sigmavit dan juga pilih sarapan pagi yang mudah dalam penyajiannya serta higienis. Seperti produk sereal sarapan pagi milik PT. Mayora Indah Tbk yaitu Energen.

PT. Mayora Indah Tbk. didirikan pada tahun 1977. PT. Mayora Indah Tbk ini memproduksi berbagai jenis makanan yang ada di Indonesia diantaranya seperti biskuit, wafer, permen, coklat, dll. Upaya memenuhi angsa pasar yang ada di Indonesia PT. Mayora Indah Tbk ini menjadi go public melalui initial public offering (IPO) yakni pada tahun 1990. Kerja keras yang nyata dari PT. Mayora Indah Tbk. PT. Mayora Indah Tbk. memiliki beberapa pabrik yang terletak di Indonesia diantaranya ada di Tangerang, Surabaya, Bekasi dan sudah 5300 kurang lebih pegawai yang bekerja di PT. Mayora Indah Tbk.

Energen adalah minuman serbuk susu dan sereal yang di dalamnya terkandung beberapa macam vitamin (A, B1, B2, B6, B9, B12, D, E serta Kalsium yang baik untuk tulang) Energen memiliki nutrisi yang mengandung 4 sehat 5 sempurna yang enak serta praktis. Energen merupakan sereal dan susu yang penuh dengan nutrisi, berserat alami yang sesuai untuk dikonsumsi untuk sarapan pagi. Energen memilik 4 macam varian rasa diantaranya ada rasa coklat, rasa vanilla, rasa kacang hijau serta rasa jahe dan memiliki harga yang terjangkau bagi seluruh kalangan masyarakat di Indonesia cukup dengan harga Rp. 9.000,00 dapat menikmati 5 sachet Energen. Produk Energen ini sudah disertifikasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan produk sereal sarapan pagi ini dikatakan HALAL dan layak untuk dikonsumsi. Berdasarkan dari sumber TOP Brand Indonesia yang di dapat dari tahun 2015 sampai 2017 Energen menjadi pelopor utama dalam Top Brand Indonesia dalam kategori sereal sarapan pagi dari tahun ke tahun, berikut merupakan hasilnya :

3

Tabel 1 Survey Top Brand Index

Merek Tahun 2015

Tahun 2016

Tahun 2017

Energen 74.9% 79.7% 80.1% Koko Krunch 14.1% 14.4% 12.8% Milo Sereal 3.9% 2.3% 2.4% Sumber : (www.topbrand-award.com)

Berdasarkan dari tabel diatas, PT. Mayora Indah Tbk. bukanlah satu-satunya penyedia sereal sarapan di Indonesia. Persaingan ketat antar penyedia sereal pagi di Indonesia, PT. Mayora Indah Tbk. harus menimbulkan citra merek yang positif bagi konsumen. Mengubah persepsi risiko terhadap konsumen, perusahaan harus memberikan kredibilitas merek untuk menimbulkan rasa percaya bagi konsumen dalam memberikan informasi yang terpercaya dan memberikan sikap merek bagi konsumen. Sikap merek dimana konsumen melalui pengamatan, pengalaman dan kesimpulan terhadap produk tersebut untuk mengevaluasi secara menyeluruh terhadap merek dan membentuk dasar yang digunakan konsumen untuk niat beli pada merek tersebut. Citra merek adalah keyakinan dan persepsi yang dimiliki oleh konsumen seperti yang terjadi di dalam memori seorang konsumen, citra merek juga bisa dianggap sebagai asosiasi yang muncul dibenak seorang konsumen ketika mengingat sebuah merek produk tertentu. Asosiasi tersebut dapat muncul secara sederhana seperti muncul dalam citra tertentu atau dalam bentuk pemikiran yang dikaitkan oleh sebuah merek produk tertentu.

Semakin kuat citra merek dibenak konsumen maka semakin kuat pula rasa percaya diri pelanggan untuk tetap loyal atau setia terhadap produk yang dibelinya sehingga hal tersebut dapat mengantar sebuah perusahaan untuk tetap mendapatkan keuntungan dari waktu-waktu. Citra merek adalah aspek kunci bagi keberhasilan suatu produk. Citra merek memainkan peran utama dalam

pengambilan keputusan dalam pembelian, mengingat bahwa nama merek ialah syarat utama di dalam penilaian sebuah kualitas Ku,Wang dan Kuo (2012) dalam Yi, Feng dan Chris (2014:813).

Selain citra merek, perusahaan juga perlu menanamkan sikap merek pada konsumen. Keller (1993) dalam Shwu-Ing dan Jiun-Yi (2014:414) sikap merek mendefinisikan sebagai evaluasi keseluruhan konsumen dari sebuah merek dan dasar perilaku konsumen terhadap merek. MacKenzie, Lutz (1986) dalam Shwu-Ing dan Jiun-Yi (2014:414) mendefinisikan sikap merek sebagai preferensi dan kecenderungan konsumen untuk memilih produk sebagai hasil dari iklan tertentu dan stimulasi paparan.

Preferensi merek adalah konsumen menunjukkan ketika memilih merek tertentu di antara alternatif berdasarkan manfaat atau nilai menyediakan Chang & Liu (2009) dalam Tran dan Le (2016:76). Preferensi merek diukur oleh sejauh mana konsumen memandang merek fokus sebagai lebih baik untuk merek rujukan Tolba & Hassan (2009) dalam Tran dan Le (2016:76).

Niat Beli adalah jenis niat perilaku, atau hanya niat yang mengacu pada penilaian subyektif konsumen tentang apa yang konsumen akan lakukan di masa depan Blackwell, Miniard, & Engel (2001) dalam Shwu-Ing dan Jiun- Yi (2014:415). Kecenderungan konsumen untuk terlibat dalam aktivitas tertentu atau perilaku terhadap suatu obyek perilaku konsumen praktis termasuk dalam niat Smith & Swinyard (1982) dalam Shwu-Ing dan Jiun-Yi (2014:415). Tindakan tertentu dapat diadopsi oleh konsumen terhadap obyek Engel, Blackwell, & Miniard (1995) dalam Shwu-Ing dan Jiun-Yi (2014:415). Keller (1993) dalam Tran dan Le (2016:76) niat beli menekankan tanggapan konsumen sebagai salah satu dimensi yang berhubungan dengan konsumen utama citra merek.

Berdasarkan fenomena dan uraian diatas, peneliti merujuk pada produk sereal

4

sarapan pagi milik PT. Mayora Indah Tbk. yang memiliki produk merek Energen. Menurut peneliti, Energen ini adalah sereal sarapan pagi yang baik dan sehat untuk dikonsumsi semua kalangan masyarakat yang ada di Indonesia dan juga Energen ini praktis untuk dikonsumsi. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Pengaruh Citra Merek, Sikap Merek dan Preferensi Merek Terhadap Niat Beli Sereal Sarapan Pagi Merek Energen di Surabaya.

RERANGKA TEORITIS YANG DIPAKAI DAN HIPOTESIS Citra Merek

Menurut Tatik Suryani (2013:86) citra merek bisa didefinisikan segala hal yang berkaitan dengan merek yang ada di benak konsumen. Citra merek mempresentasikan semua presepsi konsumen terhadap merek yang terbentuk karena informasi dan pengalaman konsumen terhadap sauatu merek. Citra merek berperan penting karena mempengaruhi perilaku pembelian sehingga konsumen mempunyai citra postif dalam memilih merek tersebut dalam pembeliannya Tatik Suryani (2013:86).

Merek adalah produk yang mampu memberikan dimensi tambahan yang secara unik membedakannya dari produk-produk lain yang dirancang untuk memuaskan kebutuhan serupa. Perbedaan tersebut bisa bersifat rasional dan tangibel (terkait dengan kinerja produk dari merek bersangkutan) maupun simbolik, emosional dan intangible (berkenan dengan representasi merek). Citra merek mempersentasikan keseluruhan persepsi terhadap merek dan dibentuk dari informasi dan pengalaman masa lalu terhadap merek itu menurut Nugroho J. Setiadi (2013:110).

Cara membangun citra merek yang positif yang dapat tercapai dengan progam marketing yang kuat tehadap produk tersebut dan produk yang unik memiliki

kelebihan yang ditonjolkan serta ada pembeda dengan produk lain. Kombinasi yang baik dapat menimbulkan elemen-elemen yang mendukung citra merek yang kuat bagi konsumen. Berikut ini adalah beberapa indikator mengacu pada penelitian dari Shwu-Ing Wu dan Jiun-Yi Jang (2014:420) sebagai berikut : a. Keyakinan konsumen terhadap produk. b. Produk memberikan label dan deskripsi

yang jujur. c. Produk memberikan jaminan kualitas

yang baik. Sikap Merek

Sikap merek adalah evaluasi konsumen secara menyeluruh terhadap merek dan memebentuk dasar yang digunakan konsumen dalam keputusan dan perilakunya. Jika dianalogikan dengan sikap konsumen terhadap suatu merek berarti sikap terhadap merek yang dimana mempelajari kecenderungan konsumen untuk mengevaluasi merek, baik disenangi maupun tidak disenangi secara konsisten. Konsumen dapat mengevaluasi merek tertentu secara keseluruhan dari yang paling jelek sampai yang paling baik menurut Nugroho J. Setiadi (2013:144). Fungsi sikap mengklasifikasikan empat macam yaitu : a) Fungsi Utilitarian

Adalah fungsi yang berhubungan dengan prinsip-prinsip dasar imbalan dan hukuman. Konsumen mengembangkan beberapa sikap terhadap produk atas dasar apakah suatu produk memberikan kepuasan atau kekecewaan.

b) Fungsi Ekspresi Nilai Konsumen mengembangkan sikap terhadap suatu merek produk bukan didasarkan atas manfaat produk itu, tetapi lebih didasarkan atas kemampuan merek produk itu dengan mengekspresikan nilai-nilai yang ada pada dirinya.

c) Fungsi Mempertahankan Ego Sikap yang dikembangkan oleh konsumen cenderung untuk melindunginya dari

5

tantangan eksternal maupun perasaan internal, sehingga membentuk fungsi mempertahankan ego.

d) Fungsi Pengetahuan Sikap yang membantu konsumen mengorganisasikan informasi yang begitu banyak yang setiap hari dipaparkan pada dirinya. Fungsi pengetahuan dapat membantu konsumen mengurangi ketidak pastian dan kebingungan dalam memilah-milah informasi yang relavan dan yang tidak relavan dengan kebutuhannya. Berikut ini adalah beberapa indikator

mengacu pada penelitian dari Shwu-Ing Wu dan Jiun-Yi Jang (2014:421) sebagai berikut : a) Menariknya sebuah iklan produk bagi konsumen; b) Keyakinan konsumen terhadap kualitas produk; c) Manfaat yang didapat konsumen setelah mengkonsumsi produk; d) Konsumen tertarik karena produk; e) Konsumen berpendapat bahwa produk ini positif. Preferensi Merek

Preferensi merek dapat mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan pembelian, perilaku dan loyalitas Oliver (1999) dalam Shwu-Ing dan Jiun-Yi (2014:415). Preferensi merek adalah bias konsumen menunjukkan ketika memilih merek tertentu di antara alternatif berdasarkan manfaat atau menyediakan nilai Chang&Liu (2009) dalam Tran dan Le (2016:76).

Preferensi merek diukur oleh sejauh mana konsumen memandang merek...

Recommended

View more >