PENGARUH IKLAN DAN CITRA MEREK TERHADAP ?· Honda Scoopy oleh konsumen, maka dari itu Honda Scoopy harus…

  • View
    219

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

eJournal Administrasi Bisnis, 2017, 5 (4): 1509-1522 ISSN 2355-5408 , ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id Copyright 2017

PENGARUH IKLAN DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR HONDA

SCOOPY (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu

Politik Universitas Mulawarman)

Hermawan Effendi 1

Ringkasan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengetahui pengaruh iklan dan citra merek terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda Scoopy. Sampel penelitan berjumlah 100 responden. Untuk mengolah data dalam bentuk statistik menggunakan software SPSS versi 23. Hasil pengolahan data diperoleh koefisien Y = 3.752 + 0.354 X1 + 0.576 X2, menunjukkan variabel Iklan (b1 = 0.354) dan variabel Citra Merek (b2 = 0.576). Nilai koefisien korelasi diperoleh sebesar 0.790 dan korelasi determinan sebesar 68,7 %. Pengujian hipotesis Uji F (Uji Simultan) menunjukkan nilai signifikansi 0.000 < 0.05, yang berarti variabel X1 dan X2 secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel Y Keputusan Pembelian sepeda motor Honda Scoopy. Sehingga dapat dinyatakan H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil pengujian hipotesis Uji t diketahui variabel Citra Merek merupakan variabel yang paling berpengaruh dominan terhadap Keputusan Pembelian.

Kata Kunci: Iklan, Citra merek, Keputusan Pembelian Pendahuluan

Saat ini kebutuhan akan transportasi lebih mudah didapatkan dan jenisnya pun sangat bervariasi. Masyarakat seolah dimanjakan oleh berbagai jenis alat transportasi yang dapat dipilih dalam mendukung aktifitas kehidupan. Dalam hal ini ada segmen masyarakat tertentu yang cenderung memilih memiliki kendaraan pribadi baik itu kendaraan roda empat maupun roda dua di bandingkan dengan menggunakan alat transportasi masal karena dipandang lebih nyaman, bebas, cepat dan efisien.

Di Indonesia sendiri ada berbagai macam merek sepeda motor seperti Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, Piaggio dan banyak lagi lainnya. Salah satu merek terbesar adalah Honda. Pabrikan Honda dari awal kemunculannya di Indonesia hingga saat ini telah banyak sepeda motor yang diciptakannya dengan berbagai macam bentuk dan model serta kelebihannya. Salah satu sepeda motor besutan Honda adalah Honda Scoopy yang hadir di Indonesia 1 Mahasiswa Program S1 Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman. Email: Effendyhermawan26@gmail.com

eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 4, 2017: 1509-1522

1510

pada tahun 2010, dengan tipe skuter matic yang bergaya retro. Honda Scoopy dikeluarkan oleh Honda adalah sebagai hasil inovasi untuk menjawab tantangan pasar dimana sepeda motor tipe skuter matic sedang sangat digandrungi oleh masayarakat. Namun para kompetitor seperti Yamaha, Suzuki, Kawasaki juga mengikuti jejak Honda dengan mengeluarkan sepeda motor matic andalan mereka.

Berikut data penjualan sepeda motor matic di Indonesia menurut Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI) tahun 2012-2015.

Data Penjualan Sepeda Motor Matic di Indonesia Tahun 2012-2015 (Per Unit)

Periode Beat Vario Mio Series Scoopy 2012 1.466.185 1.085.137 1.085.137 155.512 2013 1.856.637 1.314.685 1.139.217 200.421 2014 2.062.745 1.149.706 390.154 285.830 2015 1.970.220 1.122.697 556.458 282.328

Sumber: (www.aisi.com, 2016) Dari data dapat dilihat bahwa terjadi penurunan keputusan pembelian

Honda Scoopy oleh konsumen, maka dari itu Honda Scoopy harus melakukan inovasi dalam strategi pemasarannya. Salah satu strategi pemasaran adalah iklan dan citra merek.

Pabrikan Honda mengungkapkan bahwa Honda Scoopy dihadirkan untuk target pasar remaja direntang usia 17 sampai 25 tahun (www.okezone.com,2014). Melihat target pasar Honda Scoopy maka penulis memutuskan melakukan penelitian pada mahasiswa pengguna sepeda motor Honda Scoopy di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Berdasarkan data tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Pengaruh Iklan dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda Scoopy (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman). Kerangka Dasar Teori Pengertian Pemasaran

Kotler dan Amstrong (2012:1), pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan, lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. Pengertian Iklan

Jefkins (207:11), iklan merupakan suatu proses komunikasi yang bertujuan untuk membujuk dan menggiring orang untuk mengambil tindakan yang menguntungkan bagi pihak pembuat iklan.

Pengaruh Iklan & Citra Merek Keputusan pembelian Honda Scoopy, (Hermawan)

1511

Pengertian Citra Merek Kotler (2009:346), citra merek ialah persepsi dan keyakinan yang

dilakukan oleh konsumen, seperti tercermin dalam asosiasi yang terjadi dalam memori konsumen. Keputusan Pembelian

Sofjan Assauri (2008:141)Keputusan pembelian merupakan suatu proses pengambilan keputusan akan pembelian yang mencakup penentuan apa yang akan dibeli atau tidak melakukan pembelian dan keputusan itu diperoleh dari kegiatan-kegiatan sebelumnya. Indikator Iklan

Agar iklan berhasil merangsang tindakan pembeli, menurut Djayakusumah dalam Arifin (2012:14) setidaknya harus memenuhi kriteria AIDA yaitu: 1. Attention (perhatian), bahwa attention daya tarik iklan mempunyai tiga

aspek meliputi, isi pesan yang disampaikan dalam iklan, frekuensi penayangan iklan, dan visualisasi iklan.

2. Interest (minat), yaitu munculnya minat beli konsumen tertarik terhadap objek yang dikenalkan oleh suatu pemasar. Hal tersebut meliputi efektivitas media yang digunakan, persepsi konsumen mengenai produk setelah iklan ditampilkan, dan kejelasan pesan (positioning statement).

3. Desire (keinginan) yaitu setelah merasa tertarik, timbul hasrat atau keinginan untuk memiliki objek tersebut. Dalam tahap ini khalayak telah mempunyai motivasi untuk memiliki produk iklan. Hal tersebut meliputi perolehan informasi yang berkaitan dengan iklan, minat konsumen akan iklan, kepercayaan konsumen akan produk.

4. Action (tindakan), tindakan merupakan tujuan akhir dari produsen untuk menarik konsumen agar membeli atau menggunakan produk dan jasanya.

Indikator Citra Merek Kotler dan Keller dalam Prabowo (2013:30) pengukuran citra merek

adalah subjektif, artinya tidak ada ketentuan baku untuk pengukuran citra merek (brand image). Bahwa pengukuran citra merek dapat dilakukan berdasarkan pada aspek sebuah merek yaitu Strengthness, Uniqueness, Favourable. a. Strengthness (Kekuatan)

Strengthness (kekuatan) dalam hal ini adalah keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh merek yang bersifat fisik dan tidak ditemukan pada merek lainnya. Keunggulan merek ini mengacu pada atribut-atribut fisik atas merek tersebut sehingga biasa dianggap sebagai sebuah kelebihan dibandingkan dengan merek lain, yang termasuk pada kelompok strength ini antara lain: fisik produk, keberfungsian semua fasilitas produk, harga produk, maupun penampilan fasilitas pendukung dari produk tersebut.

eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 4, 2017: 1509-1522

1512

b. Uniqueness (Keunikan) Uniqueness (keunikan) adalah kemampuan untuk membedakan sebuah merek di antara merek-merek lainnya. Kesan unik ini muncul dari atribut produk, menjadi kesan unik berarti terdapat diferensiasi antara produk satu dengan produk lainnya. Termasuk dalam kelompok unik ini antara lain: variasi layanan yang biasa diberikan sebuah produk, variasi harga dari produk-produk yang bersangkutan maupun diferensiasi dari penampilan fisik sebuah produk.

c. Favorable (Keunggulan) Favorable (keunggulan) mengarah pada kemampuan merek tersebut agar mudah diingat oleh konsumen, yang termasuk dalam kelompok favorable ini antara lain: kemudahan merek tersebut diucapkan, kemampuan merek untuk tetap diingat oleh pelanggan, maupun kesesuaian antara kesan merek di benak pelanggan dengan citra yang diinginkan perusahaan atas merek yang bersangkutan.

Indikator Keputusan Pembelian Kotler (2009:183) ada lima tahap pendekatan proses pengambilan

keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen 1. Pengenalan masalah, proses pembelian dimulai mengenali sebuah masalah

atau kebutuhan. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan aktualnya dengan keadaan yang diinginkannya.

2. Pencarian informasi, konsumen telah tergugah minatnya terhadap suatu produk dalam memenuhi keinginannya. Pada tahap ini terbagi dalam dua tingkat yaitu: pertama situasi pencari informasi yang lebih ringan atau perhatian konsumen yang menguat. Pada tingkat kedua pencarian informasi aktif baik melalui kenalan, membaca iklan, media massa, melakukan pengkajian untuk mencari informasi yang dibutuhkan tentang suatu produk.

3. Evaluasi alternatif, bagaimana konsumen memproses informasi alternatif merek yang kompetitif dan membuat penilaian akhir.

4. Keputusan pembelian, diawali dengan penilaian terhadap berbagai alternatif yang dapat dilihat dari atribut-atribut yang melekat pada produk itu. Dengan indikasi itu maka konsumen membentuk pilihan diantara produk yang tergabung dalam perangkat pilihan. Dalam tahap ini konsumen dapat juga membentuk suatu maksud untuk memilih produk yang disukai.

5. Perilaku pasca pembelian, setelah membeli produk konsumen akan mengalami tingkat kepuasan atau ketidakpuasan tertentu tergantung pada tingkat pemenuhan pengharapannya. Jika harapan konsumen terpenuhi maka konsumen akan merasa puas dan jika terjadi sebaliknya maka konsumen akan merasa tidak puas.

Hipotesis Penelitian Berdasarkan uraian yang penulis kemukakan pada latar belakang

penelitian ini,