Pengaruh Independensi Studi Thd Kualitas Pemeriksaan

  • Published on
    26-Nov-2015

  • View
    253

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

jurnal

Transcript

  • 1PENGARUH INDEPENDENSI, OBJEKTIVITAS, PENGALAMAN KERJA,PENGETAHUAN, INTEGRITAS, AKUNTABILITAS, DAN SKEPTISISMEPROFESIONAL PEMERIKSA TERHADAP KUALITAS PEMERIKSAAN

    (Studi Pada BPK Perwakilan Jawa Timur)

    FaizahBambang HaryadiRahmat ZuhdiProgram Studi Akuntansi Universitas Trunojoyo MaduraJL. Raya Telang PO.BOX 2 Kamal, Bangkalan Maduracece.yarofa@gmail.comABSTRACT

    This research was aimed to find out any influencing factors to the quality ofinvestigation. The research was conducted at BPK Perwakilan Jawa Timur. Thesamples taken in this research were 45 respondents. Sample taken was done byapplying random sampling methods. The research applied quantitativeapproach, which means the research emphasized on hypothesis testing. Theresearch used several data quality test, classic assumption test, and t test. Dataprocessing was tabulated using SPSS 17.0 version for Windows. The result ofthe research was that partial (t test) the independence and integrity influencedsignificantly to the investigation quality. While objectivity, working experience,knowledge, accountability, and professional skepticism not influencedsignificantly to the investigation quality . The results of doubled determinationcoefficient was 0.597 or 59.7%. This value showed that 59.7% of investigationresult quality was influenced by independent variables while the rest (40.3%)was influenced by other factors out this research.Keywords: Investigation Quality, Independence, Objectivity, WorkingExperience, Knowledge, Integrity, Accountability, Professional Skepticism

  • 2ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yangmempengaruhi kualitas pemeriksaan. Penelitian ini dilakukan pada BadanPemeriksa Keuangan Perwakilan Jawa Timur. Jumlah sampel dalampenelitian ini adalah 45 responden. Penetapan sampel dengan menggunakanmetode sampel acak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif,yaitu penelitian yang menitikberatkan pada pengujian hipotesis. Penelitiandilakukan dengan menggunakan uji kualitas data, uji asumsi klasik, dan uji t.Pengolahan data dengan program SPSS versi 17.0 for windows. Hasil daripenelitian ini yaitu secara parsial (uji t) independensi dan integritasberpengaruh signifikan terhadap kualitas pemeriksaan. Sedangkanobjektivitas, pengalaman kerja, pengetahuan, akuntabilitas, dan skeptisismeprofesional tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas pemeriksaan.Hasil perhitungan nilai koefisien determinasi berganda adalah 0,597 atau59,7%. Nilai ini menunjukkan bahwa 59,7% kualitas hasil pemeriksaandipengaruhi oleh variabel independen sedangkan sisanya diketahui sebesar40,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.Kata Kunci: Kualitas Pemeriksaan, Independensi, Obyektifitas, PengalamanKerja, Pengetahuan, Integritas, Akuntabilitas, Skeptisisme ProfesionalPENDAHULUANOtonomi daerah telahdilaksanakan sejak pemerintahanorde baru yaitu sejakdiberlakukannya Undang UndangNomor 5 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Daerah. NamunUndang Undang tersebut dalamprakteknya yang terjadi adalahsentralisasi yaitu masih dominannyakontrol dari pemerintah pusat. Olehkarena itu terjadi beberapapergantian Undang Undang sampaiakhirnya disempurnakan denganUndang Undang Nomor 32 tahun2004 tentang Pemerintahan Daerahdan Undang Undang Nomor 33tahun 2004 tentang PerimbanganKeuangan antara Pemerintah Pusatdan Pemerintah Daerah.

    Berdasarkan Undang UndangNomor 32 tahun 2004 dan UndangUndang Nomor 33 tahun 2004,otonomi daerah memberikankewenangan dan tanggung jawabyang lebih besar kepada pemerintahdaerah untuk mengelola rumahtangganya sendiri. Pemerintahdaerah bertanggung jawab untukmengelola keuangan daerahnya danmelaksanakan pembangunan didaerahnya. Selain itu pemerintahdaerah memiliki wewenang dalammembuat kebijakan-kebijakan dalammelaksanakan pemerintahan.Terkait dengan besarnyawewenang dan tanggung jawab yangditerima pemerintah daerah, makaperlu adanya pengawasan,pengendalian dan pemeriksaan.

  • 3Seperti yang dikemukakanMardiasmo (2005) dalamAyuningtyas (2012:1) terdapat tigaaspek utama yang mendukungterciptanya kepemerintahan yangbaik (good governance) yaitupengawasan, pengendalian danpemeriksaan. Fungsi pengawasandan pengendalian dilakukan olehdewan legislatif (DPR/DPRD) danAparat Pengawas Intern Pemerintah(APIP). Sedangkan berdasarkanUndang Undang Nomor 15 tahun2004 tentang PemeriksaanPengelolaan dan Tanggung Jawabdan Keuangan Negara, BPK sebagaiauditor pemerintah eksternalmelaksanakan pemeriksaan ataspengelolaan dan tanggung jawabkeuangan negara.Dalam melakukan pemeriksaan,BPK mengacu pada StandarPemeriksaan Keuangan Negara(SPKN) yang ditetapkan denganPeraturan BPK-RI No. 01 tahun 2007.Hasil pemeriksaan yang dilakukanBPK dituangkan dalam Laporan HasilPemeriksaan (LHP). Laporan HasilPemeriksaan memuat opini, temuan,kesimpulan, dan rekomendasipemeriksa.Hasil pemeriksaan sangatpenting perannya bagi pemerintahdaerah atau instansi yang diperiksa.Hasil pemeriksaan dapat membantupemerintah dalam pengambilankeputusan selanjutnya. Selain itu,hasil pemeriksaan yang baik akanmeningkatkan kepercayaanmasyarakat terhadap kinerjapemerintah dalam melaksanakanpemerintahan. Oleh karena itu,pentingnya hasil pemeriksaanmenuntut adanya kualitaspemeriksaan yang baik sehingga

    hasil pemeriksaan dapat dijadikanacuan dan pedoman bagi pihak-pihak yang berkepentingan.Pemeriksaan yang berkualitas adalahpemeriksaan yang sesuai denganstandar pemeriksaan mulai dariperencanaan, pelaksanaan, sampaipada pelaporan pemeriksaan.Kualitas pemeriksaanbergantung pada karakteristikauditor sebagai pemeriksa.Pemeriksa dituntut untuk memilikiindependensi dalam melakukanpemeriksaan. Pemeriksa yangmemiliki sikap independen akanterbebas dari berbagai kepentingandari pihak luar sehingga akanberpengaruh terhadap kualitaspemeriksaan. Dalam penelitian yangdilakukan Ahmad et al., (2011:71)ditemukan bahwa independensiaparat inspektorat berpengaruhpositif dan signifikan terhadapkualitas audit pada taraf signifikansi5%. Demikian pula penelitian yangdilakukan oleh Wati et al., (2010:15)bahwa independensi berpengaruhpositif dan signifikan terhadapkinerja auditor pemerintah. Namunpenelitian-penelitian tersebutbertentangan dengan penelitian yangdilakukan Sukriah et al., (2009:19)serta Mabruri dan Winarna(2010:16) yang menghasilkan bahwaindependensi tidak berpengaruhterhadap kualitas hasil pemeriksaan.Objektivitas pemeriksa jugadapat mempengaruhi kualitaspemeriksaan. Cara berfikirpemeriksa yang tidak memihak dantidak terpengaruh oleh pihak ketigaakan menghasilkan pemeriksaanyang bersih. Penelitian yangdilakukan Sukriah et al., (2009:20)serta Mabruri dan Winarna

  • 4(2010:17) menghasilkan bahwaobjektivitas berpengaruh positifsignifikan terhadap kualitas hasilaudit/pemeriksaan.Pengalaman pemeriksa dalammelakukan pemeriksaanmemberikan dampak pada setiapkeputusan yang diambil. Pemeriksadiharapkan memberikan keputusanyang tepat berdasarkan pengalamanyang dimilikinya. Pada penelitianyang dilakukan Sukriah et al.,(2009:18) serta Mabruri danWinarna (2010:18), pengalamankerja berpengaruh positif signifikanterhadap kualitas hasilaudit/pemeriksaan. Namunbertentangan dengan penelitian yangdilakukan Singgih dan Bawono(2010:19), penelitian tersebutmenghasilkan bahwa pengalamankerja tidak berpengaruh terhadapkualitas audit.Pengetahuan pemeriksa tentangentitas yang diperiksa maupunpengetahuan umum akanmempengaruhi keputusan yang akandiambil dalam melakukanpemeriksaan sehingga juga akanberpengaruh terhadap kualitaspemeriksaan yang dilakukan. Sepertihalnya penelitian yang dilakukanMabruri dan Winarna (2010:18)serta Asrori (2011:44) menghasilkanbahwa pengetahuan auditorberpengaruh secara signifikanterhadap kualitas hasil audit.Integritas pemeriksa jugamempengaruhi kualitas audit.Semakin tinggi integritas pemeriksasemakin baik pula audit yangdilakukan. Seperti penelitian yangdilakukan Mabruri dan Winarna(2010:18) bahwa integritasberpengaruh secara signifikan

    terhadap kualitas hasil audit. Namunkali ini berbeda dengan penelitianyang dilakukan Sukriah et al.,(2009:20) bahwa integritas tidakberpengaruh terhadap kualitas hasilpemeriksaan.Sikap akuntabilitas pemeriksadalam melakukan pemeriksaan jugaberpengaruh terhadap kualitaspemeriksaan. Semakin pemeriksamampu mempertanggungjawabkansemua tindakan yang diambilnya,semakin baik kualitas pemeriksaanyang dilakukan. Penelitian yangdilakukan Singgih dan Bawono(2010:19) menunjukkan bahwaakuntabilitas secara parsialberpengaruh terhadap variabelkualitas audit. Sedangkan penelitianyang dilakukan Mardisar dan Sari(2007:17) menghasilkan bahwaakuntabilitas memiliki hubunganpositif dengan kualitas hasil kerjadengan kompleksitas tugas yangrendah namun tidak memilikipengaruh signifikan untukkompleksitas pekerjaan yang tinggi.Dan yang terakhir adalah sikapskeptis yang dimiliki pemeriksa jugadapat mempengaruhi kualitas hasilpemeriksaan. Semakin skeptisseorang pemeriksa maka akansemakin mengurangi tingkatkesalahan dalam melakukan audit(Januarti dan Faisal, 2010:4). Dalampenelitian yang dilakukan Januartidan Faisal (2010:20) menunjukkanskeptisisme profesional auditormempunyai pengaruh yang positifterhadap kualitas hasil audit.Adanya beberapaketidakkonsistenan dari hasilpenelitian terdahulu tersebut makadirasa perlu untuk melakukanpenelitian kembali mengenai

  • 5pengaruh independensi, objektifitas,pengalaman kerja, pengetahuan,integritas, akuntabilitas danskeptisisme profesional pemeriksaterhadap kualitas pemeriksaan.Penelitian ini merupakanpengembangan dari penelitian yangdilakukan Mabruri dan Winarna(2010. Selain itu juga terdapatpenelitian yang dilakukan Sukriah etal., (2009), Ahmad et al., (2011),Wati et al., (2010), Singgih danBawono (2010), Januarti dan Faisal(2010), serta Mardisar dan Sari(2007). Perbedaan penelitian inidengan penelitian yang dilakukanMabruri dan Winarna (2010) adalahpenambahan dua variabel yaituakuntabilitas dan skeptisismeprofesional. Dua var

Recommended

View more >