Pengertian, Konsep Dan Hakikat Profesi Guru (Finish)

  • Published on
    20-Nov-2015

  • View
    57

  • Download
    9

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pengertian, hakikat dan konsep dari profesi dan kependidikan

Transcript

<p>PENGERTIAN, KONSEP DAN HAKIKAT PROFESI GURU</p> <p>Pembimbing: Drs. Edy Wiyono, M.Pd</p> <p>Tujuan</p> <p>Makalah ini disusun sebagai Tugas Kelompok dan guna mengembangkan kemampuan dibidang akademis mata kuliah Profesi Kependidikan</p> <p>Disusun Oleh FKIP PMIPA Fisika 2013; Kelas A Semester IV:</p> <p>1. Azhar Umam- K23130122. Nanda Rizky Kumara- K23130483. Nur Intan Mahanani- K23130544. Ravena Nurul Huda A- K2313058</p> <p>Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas MaretSurakarta2014KATA PENGANTAR</p> <p>Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pengertian, Konsep dan Hakikat Profesi Guru tepat pada waktunya.Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drs. Edy Wiyono, M.Pd. sebagai dosen pengajar mata kuliah Profesi Kependidikan atas arahan dan bimbingannya. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang turutmembantu baik secara moril maupun meteril dalam proses penyelesaian makalah ini.Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat kekurangan. Sehubungan dengan hal tersebut, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna mewujudkan makalah yang lebih baik di masa mendatang.Akhir kata, penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan konstribusi positif kepada para pembaca.</p> <p>Surakarta, Februari 2015 </p> <p>Penyusun</p> <p>Daftar Isi</p> <p>HALAMAN JUDUL 1KATA PENGANTAR2DAFTAR ISI3BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang4B. Rumusan Masalah 5C. Tujuan 5D. Manfaat 5E. Metode Penulisan6</p> <p>BAB II PEMBAHASAN A. Hakekat Profesi Kependidikan7B. Konsep dan Pengertian Profesi dalam Pendidikan8C. Syarat-syarat Profesi Keguruan12D. Urgensi Profesionalisme dalam kehidupan14E. Cakupan Profesi Kependidikan17F. Profesi Kependidikan dan Ilmu Pendidikan18G. Perlindungan terhadap Profesi Kependidikan19</p> <p>BAB III PENUTUPA. Kesimpulan 21B. Saran 22</p> <p>DAFTAR PUSTAKA23</p> <p>BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangGuru sebagai salah satu tenaga kependidikan memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar. Tugas dan tanggung jawab tersebut lebih luas dari sekedar hanya membuat peserta didik menjadi tahu dan memahami bahan ajar yang diberikan, yaitu menjadikan peserta didik menjadi manusia terdidik yang memahami perannya sebagai manusia, sehingga bermanfaat bagi diri dan lingkungannya. Kinerja guru yang selama ini menjadi wacana dalam meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM), telah menjadikan guru sebagai salah satu isu sentral mengenai pendidikan secara nasional. Persoalan guru adalah persoalan pendidikan, dan persoalan pendidikan adalah persoalan bangsa. Begitulah kira-kira kalangan praktisi pendidikan menggiring isu tentang guru dalam upaya meningkatkan profesionalime guru.Guru merupakan unsur utama dalam keseluruhan proses pendidikan khususnya di tingkat institusional. Tanpa guru pendidikan hanya menjadi slogan muluk karena segala bentuk kebijakan dan program pada akhirnya akan ditentukan oleh kinerja pihak yang berada di garis terdepan yaitu guru (Surya, 2003:2). Karena itu, untuk menjadikan pendidikan sebagai sebuah sektor pembangunan yang efektif.Guru adalah faktor yang mutlak. Bukan saja jumlahnya yang harus mencukupi, melainkan mutunya juga harus baik, sebab jumlah dan mutu guru adalah unsur yang secara langsung ikut menentukan kekuatan sektor pendidikan. Dengan kata lain, kekuatan dan mutu pendidikan sesuatu negara dapat dinilai dengan mempergunakan faktor guru sebagai salah satu indeks utama. Itulah antara lain sebabnya mengapa guru faktor yang mutlak dalam pembangunan.Pengalaman-pengalaman inilah yang seharusnya menjadi perhatian kebijakan pengembangan guru di Indonesia. Sayangnya selama ini kita menjadikan guru hanya sebagai bagian dari aparat pemerintah, yang melakukan tugas harus sesuai dengan birokrasi yang cenderung hirarkis. Akibatnya guru terkooptasi oleh birokrasi sehingga menghilangkan jati diri guru sebagai pendidik dan pembimbing di persekolahan.Peran guru selama ini memang telah diperlakukan sebagai profesi tetapi perlakuan yang diberikan kepada guru tidak mencerminkan bahwa guru adalah profesi. Hal ini dapat dilihat dari berbagai penderitaan yang dialami guru dalam melaksanakan tugasnya. Profesi guru kurang dihargai sebagai tenaga profesional, padahal peran yang dimainkannya telah memenuhi syarat atau ciri-ciri sebagai tenaga professional.B. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas kita dapat menarik permasalahan yang ada antara lain:1. Apa hakikat profesi kependidikan?2. Apa konsep dan maksud dari profesi dan profesi keguruan?3. Bagaimana syarat-syarat dari profesi keguruan?4. Bagaimana urgensi keprofesionalan dalam suatu profesi?5. Apa saja cakupan dari profesi kependidikan?6. Bagaimana hubungan profesi kependidikan dan ilmu pendidikan? 7. Bagaimana perlindungan terhadap profesi kependidikan?C. Tujuan1. Untuk mengetahui hakikat profesi kependidikan;2. Untuk mengetahui konsep dan pengertian dari profesi dan profesi keguruan;3. Untuk mengetahui syarat-syatat dari profesi keguruan;4. Untuk mengetahui urgensi keprofesionalan dalam suatu profesi;5. Untuk mengetahui cakupan dari profesi kependidikan;6. Untuk mengetahui hubungan profesi kependidikan dan ilmu pendidikan;7. Untuk mengetahui perlindungan terhadap profesi kependidikan;D. Manfaat1. Untuk Peserta Didika. Sebagai acuan dalam meningkatkan eksistensinya dalam mengikuti kegiatan pembelajaran; danb. Membentuk karakter diri pribadi dengan berbagai keterampilan dan kecakapan khusus sebagai bekal dirinya dalam menghadapi tantangan zaman.2. Untuk Dosena. Meningkatkan eksistensinya agar dapat mendidik dan membina peserta didik; danb. Sebagai motifasi bagi Dosen untuk para mahasiswanya.3. Untuk Mahasiswaa. Mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan peningkatan mutu pendidikan; danb. Sebagai acuan yang baik untuk meningkatkan pengetahuannya.E. Metode Penulisan1. Subjek PenulisanSubjek Penulisan adalah pengertian, konsep dasar dan hakikat profesi guru, yang pengambilan datanya diambil dari berbagai literatur yang berisi tentang profesi kependidikan dan dari berbagai sumber lainnya.2. Prosedur PenulisanProsedur penulisan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:a. Menentukan sumber-sumber yang akan dijadikan referensi pembuatan makalah.b. Mengidentifikasi aspek apa saja yang diperlukan dalam penyusunan pengertian, konsep dasar dan hakikat profesi guruc. Menyusun semua informasi yang telah diperoleh untuk menjawab rumusan masalah yang telah dibuat.</p> <p>BAB IPEMBAHASANA. Hakekat Profesi KependidikanTenaga kependidikan secara umum adalah orang-orang yang peduli dengan masalah-masalah kependidikan dan memiliki tugas dan wewenang tertentu di bidang kependidikan. Peraturan pemerintah No. 38/1992 pasal 1 dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan tenaga kependidikan adalah:Ayat 1:Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdi diri secara langsung dalam penyelenggaraan pendidikan.Ayat 2:Tenaga pendidik adalah tenaga kependidikan yang bertugas membimbing, mengajar dan atau melatih peserta didik.Ayat 3:Tenaga pembimbing adalah yenaga pendidik yang bertugas membimbing peserta didik.Ayat 4:Tenaga pengajar adalah pendidik yang bertugas utama mengajar peserta didik.Ayat 5:Tenaga pengajar adalah tenaga pendidik yang bertugas utama melatih peserta didik.Peraturan pemerintah No. 38/1992 Pasal 3 menjelaskan tentang jenis tenaga kependidikan, terdiri atas :Ayat 1: Tenaga kependidikan terdiri atas tenaga pendidik,pengelola satuan pendidikan, penilik, pengawas, peneliti dan pengembnagan di bidang pendidikan, pustakawan, laboran, teknisi sumber belajar penguji.Ayat 2: Tenaga pendidik terdiri atas pembimbing, pengajar, dan pelatih.Ayat 3: Pengelola satuan pendidikan terdiri atas kepala sekolah direktur, rector.</p> <p>(Oemar Hamalik 1984:2) sampai pada suatu kesimpulan bahwa hakikat profesi adalah suatu pernyataan atau suatu janji yang terbuka. Suatu profesi mengandung unsur pengabdian (Oemar Hamalik, 1984:3) menurutnya, suatu profesi bukanlah dimaksudkan untuk mencari keuntungan materi belaka, melainkan untuk pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian seorang profesional menunjuk pada pengutamaan kepentingan orang banyak daripada kepentingan diri sendiriB. Konsep dan Pengertian Profesi dalam PendidikanIstilah profesi dalam kehidupan sehari-hari digunakan untuk menunjukkan tentang pekerjaan seseorang. Seseorang yang bekerja sebagai dokter, dikatakan profesinya sebagai dokter dan orang yang pekerjaannya mengajar dikatakan profesinya sebagai guru. Bahkan ada orang yang mengatakan bahwa profesinya sebagai tukang batu, tukang parkir, pengamen, penyanyi, pedagang, dan sebagainya. Jadi istilah profesi dalam konteks ini sama artinya dengan pekerjaan atau tugas yang dilakukan oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari.Keragaman dalam memahami istilah profesi dalam kehidupan sehari-hari mengidentifikasikan perlunya suatu pengertian yang dapat menegaskan kriteria suatu pekerjaan sehingga dapat disebut sebagai suatu profesi. Artinya, tidak semua pekerjaan atau tugas yang dilakukan dapat disebut sebagai profesi. Pekerjaan-pekerjaan yang memenuhi kriteria-kriteria tertentu yang disebut sebagai suatu profesi.Secara etimologi, istilah profesi berasal dari bahasa inggris yaitu profession, yang artinya pekerjaan, atau dalam bahasa Latin, profecus yang artinya mengakui, adanya pengakuan menyatakan mampu, atau ahli dalam melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan secara Terminologi, profesi berarti suatu pekerjaan yang mempersyaratkan pendidikan tinggi bagi pelakunya yang ditekankan pada pekerjaan mental yaitu adanya persyaratan pengetahuan teoritis sebagai instrumen untuk melakukan perbuatan praktis, bukan pekerjaan manual (Danin,2002). Jadi suatu profesi harus memiliki tiga pilar pokok yaitu pengetahuan, keahlian, dan persiapan akademik.Secara leksikal, perkataan profesi mengandung berbagai makna dan pengertian. Pertama, profesi menunjukkan suatu kepercayaan (to profess means to trust), bahkan suatu keyakinan (to belief in) atas suatu kebenaran (ajaran agama) atau kredibilitas seseorang (Hornby, 1962). Kedua, profesi dapat pula menunjukkan dan mengungkapkan suatu pekerjaan atau urusan tertentu (a particular business, Hornby, 1962).Websters New World Dictionary menunjukkan lebih lanjut bahwa profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pendidikan tinggi (kepada pengembannya) dalam liberal atrs atau science, dan biasanya meliputi pekerjaan mental dan bukan pekerjaan manual.Dari berbagai pengertian profesi tersebut, dapat disimpulkan bahwa profesi adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.Pada umumnya, masyarakat awam memaknai kata profesionalisme bukan hanya digunakan untuk pekerjaan yang telah diakui sebagai suatu profesi, melainkan pada hampir setiap pekerjaan. Muncul ungkapan, misalnya, penjahat profesional, sopir profesional, hingga tukang ojek profesional. Dalam bahasa awam pula, seseorang disebut profesional jika cara kerjanya baik, cekatan dan hasilnya memuaskan. Dengan hasil kerja itu, seseorang mendapatkan uang atau bentuk imbalan lainnya.Dapatkah disalahkan penggunaan istilah yang serampangan itu? Tidak, karena istilah profesi bukan monopoli kalangan tertentu. Namun, secara sosiologis ada aspek positifnya di belakang gejala itu, yaitu refleksi dari adanya tuntutan yang makin besar dari masyarakat akan proses dan hasil kerja yang bermutu, penuh tanggung jawab bukan sekadar asal dilaksanakan.Ada semacam common denominators antara berbagai profesi. suatu profesi umumnya berkembang dari perkerjaan (vocation) yang kemudian berkembang makin matang. Selain itu, dalam bidang apapun, profesionalisme seseorang ditunjang oleh tiga hal, yaitu keahlian, komitmen, dan keterampilan yang relevan yang membentuk sebuah segitiga sama sisi yang di tengahnya terletak profesionalisme. Ketiga hal itu pertama-tama dikembangkan melalui pendidikan prajabatan dan selanjutnya ditingkatkan melalui pengalaman dan pendidikan/latihan dalam jabatan. Karena keahliannya yang tinggi, maka seorang profesional dibayar tinggi. well educated, well trained, well paid, adalah salah satu prinsip profesionalisme.</p> <p>1. Pengertian profesi keguruanPersatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) telah merealisasikan pengertian profesi keguruan untuk pendidikan di Indonesia sebagai berikut:a. Profesi keguruan adalah suatu bidang pengabdian/dedikasi kepada kepentingan anak didik dalam perkembangannya menuju kesempurnaan manusiawi.b. Para anggota profesi keguruan terikat oleh pola sikap dan perilaku guru yang dirumuskan dalam kode etik guru Indonesia.c. Para anggota profesi keguruan dituntut untuk menyelesaikan suatu proses pendidikan persiapan jabatan yang relatif panjang.d. Para anggota profesi keguruan terpanggil untuk senantiasa menyegarkan serta menambah pengetahuannyae. Untuk dapat melaksanakan profesi keguruan dengan baik, para anggota harus memiliki kecakapan / keterampilan teknis.f. Para anggota profesi keguruan perlu memiliki sikap bahwa jaminan tentang hak-hak profesional harus seimbang dan merupakan imbalan dari profesi profesionalnya.</p> <p>2. Konsep-konsep yang berkaitan dengan profesiDiskusi tentang profesi melibatkan beberapa istilah yang berkaitan, yaitu profesi, profesional, profesionalisme, profesionalitas dan profesionalisasi. Sanusi, dkk (1991:19) menjelaskan kelima konsep tersebut sebagai berikut:a. Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (experties) dari para anggotanya. Keahlian diperolah melalui apa yang disebut profesionalisasi, yang dilakukan baik sebelum seseorang menjalani profesi itu (pendidikan/pelatihan prajabatan) maupun setelah menjalani suatu profesi (in service training).b. Profesional menunjuk pada dua hal. Pertama, orang yang menyandang suatu profesi. kedua, penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaannya yang sesuai dengan profesinya.c. Profesionalisme menunjuk pada komitmen/paham para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus-menerus mengembangkan strategi-strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya.d. Profesionalitas mengacu kepada sikap para anggota profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki dalam rangka melakukan pekerjaannya.e. Profesionalisasi menunjuk pada proses peningkatan kualifikasi maupun kemampuan para anggota profesi dalam mencapau kriteria yang standar dalam penampilannya sebagai anggota suatu profesiSurya dkk, (2000:4.5 4.90) memberikan penjelasan mengenai istilah-istilah tersebut diatas sebagai berikut.a. Profesional mempunyai dua makna. Pertama, mengacu kepada sebutan tentang orang yang menyandang suatu profesi. Kedua, mengacu kepada sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja sesuai dengan profesinya. Sebutan dan penampilan profesional ini telah mendapat pengakuan baik formal maupun informal....</p>