Pengertian Reformasi

  • View
    9.988

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

Pengertian Reformasi Apakah reformasi itu? Reformasi berarti perubahan radikal untuk perbaikan dalam bidang sosial, politik atau agama di dalam suatu masyarakat atau negara. Orang-orang yang melakukan atau memikirkan reformasi itu disebut reformis yang tak lain adalah orang yang menganjurkan adanya usaha perbaikan tersebut tanpa kekerasan.

Reformasi berarti perubahan dengan melihat keperluan masa depan, menekankan kembali pada bentuk asal, berbuat lebih baik dengan menghentikan penyimpangan-penyimpangan dan praktik yang salah atau memperkenalkan prosedur yang lebih baik, suatu perombakan menyeluruh dari suatu sistem kehidupan dalam aspek politik, ekonomi, hukum, sosial dan tentu saja termasuk bidang pendidikan. Reformasi juga berarti memperbaiki, membetulkan, menyempurnakan dengan membuat sesuatu yang salah menjadi benar. Oleh karena itu reformasi berimplikasi pada merubah sesuatu untuk menghilangkan yang tidak sempurna menjadi lebih sempurna seperti melalui perubahan kebijakan institusional. Dengan demikian dapat dikemukakan beberapa karakteristik reformasi dalam suatu bidang tertentu yaitu adanya keadaan yang tidak memuaskan pada masa yang lalu, keinginan untuk memperbaikinya pada masa yang akan datang, adanya perubahan besar-besaran, adanya orang yang melakukan, adanya pemikiran atau ide-ide baru, adanya sistem dalam suatu institusi tertentu baik dalam skala kecil seperti sekolah maupun skala besar seperti negara sekalipun.

3. Reformasi Kebijakan Pendidikan Reformasi pendidikan adalah upaya perbaikan pada bidang penidikan. Reformasi pendidikan memiliki dua karakteristik dasar yaitu terprogram dan sistemik. Reformasi pendidikan yang terprogram menunjuk pada kurikulum atau program suatu institusi pendidikan. Yang termasuk ke dalam reformasi terprogram ini adalah inovasi. Inovasi adalah memperkenalkan ide baru, metode baru atau sarana baru untuk meningkatkan beberapa aspek dalam proses pendidikan agar terjadi perubahan secara kontras dari sebelumnya dengan maksud-maksud tertentu yang ditetapkan. Seorang reformer terprogram memperkenalkan lebih dari satu inovasi dan mengembangkan perencanaan yang terorganisir dengan maksud adanya perubahan dan perbaikan untuk mencapai tujuan baru. Biasanya inovasi pendidikan terjadi terlebih dahulu sebelum terjadinya reformasi pendidikan. Sementara itu reformasi sistemik berkaitan dengan adanya hubungan kewenangan dan distribusi serta alokasi sumber daya yang mengontrol sistem pendidikan secara keseluruhan. Hal ini sering kali terjadi di luar sekolah dan berada pada kekuatan sosial dan politik. Karakteristik reformasi sistemik ini sulit sekali diwujudkan karena menyankut struktur kekuasaan yang ada.

Reformasi pendidikan diibaratkan sebagai pohon yang terdiri dari empat bagian yaitu akar, batang, cabang dan daunnya. Akar reformasi yang merupakan landasan filosofis yang tak lain bersumber dari

cara hidup (way of life) masyarakatnya. Sebagai akarnya reformasi pendidikan adalah masalah sentralisasi-desentralisasi, masalah pemerataan-mutu dan siklus politik pemerintahan setempat. Sebagai batangnya adalah berupa mandat dari pemerintah dan standar-standarnya tentang struktur dan tujuannya. Dalam hal ini isu-isu yang muncul adalah masalah akuntabilitas dan prestasi sebagai prioritas utama. Cabang-cabang reformasi pendidikan adalah manajemen lokal (on-site management), pemberdayaan guru, perhatian pada daerah setempat. Sedangkan daun-daun reformasi pendidikan adalah keterlibatan orang tua peserta didik dan keterlibatan masyarakat untuk menentukan misi sekolah yang dapat diterima dan bernilai bagi masyarakat setempat. Terdapat tiga kondisi untuk terjadinya reformasi pendidikan yaitu adanya perubahan struktur organisasi, adanya mekanisme monitoring dari hasil yang diharapkan secara mudah yang biasa disebut akuntabilitas dan terciptanya kekuatan untuk terjadinya reformasi.

Sementara itu kebijakan adalah suatu ucapan atau tulisan yang memberikan petunjuk umum tentang penetapan ruang lingkup yang memberi batas dan arah umum kepada para manajer untuk bergerak. Kebijakan juga berarti suatu keputusan yang luas untuk menjadi patokan dasar bagi pelaksanaan manajemen. Kebijakan adalah keputusan yang dipikirkan secara matang dan hati-hati oleh pengambil keputusan puncak dan bukan kegiatan-kegiatan yang berulang dan rutin yang terprogram atau terkait dengan aturan-aturan keputusan.

Dengan demikian reformasi kebijakan pendidikan adalah upaya perbaikan dalam tataran konsep pendidikan, perundang-undangan, peraturan dan pelaksanaan pendidikan serta menghilangkan praktikpraktik pendidikan di masa lalu yang tidak sesuai atau kurang baik sehingga segala aspek pendidikan di masa mendatang menjadi lebih baik. Kata reform biasanya identik dengan pengertian improvement of what is bad or corrupt sedangkan reformation biasanya mengacu pada the act or reforming : the state of being reformed. Secara sosiologis konsep social reform didefinisikan sebagai kebijaksanaan politik dan sosial yang dijalankan dalam rangka mengatasi masalah sosial. Perubahan yang terjadi dalam proses ini sifatnya gradual. Tujuan reformasi adalah terciptanya kehidupan dalam bidang politik, ekonomi, hukum, dan sosial yang lebih baik dari masa sebelumnya. a. Tujuan Reformasi

1) Reformasi politik bertujuan tercapainya demokratisasi. 2) Reformasi ekonomi bertujuan meningkatkan tercapainya masyarakat. 3) Reformasi hukum bertujuan tercapainya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. 4) Reformasi sosial bertujuan terwujudkan integrasi bangsa Indonesia. b. Faktor Pendorong Terjadinya Reformasi 1) Faktor politik meliputi hal-hal berikut. a) Adanya KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) dalam kehidupan pemerintahan. b) Adanya rasa tidak percaya kepada pemerintah Orba yang penuh dengan nepotisme dan kronisme serta merajalelanya korupsi. c) Kekuasaan Orba di bawah Soeharto otoriter tertutup. d) Adanya keinginan demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. e) Mahasiswa menginginkan perubahan. 2) Faktor ekonomi, meliputi hal-hal berikut. a) Adanya krisis mata uang rupiah. b) Naiknya harga barang-barang kebutuhan masyarakat. c) Sulitnya mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok. 3) Faktor sosial masyarakat : adanya kerusuhan tanggal 13 dan 14 Mei 1998 yang melumpuhkan perekonomian rakyat. 4) Faktor hukum : belum adanya keadilan dalam perlakuan hukum yang sama di antara warga negara.

Sumber: reformasi/#ixzz1aND5xXjE

http://id.shvoong.com/humanities/history/2139322-sebab-sebab-terjadi-

Perencanaan sebagai reformasi sosial berfokus pada peranan negara dalam mengarahkan masyarakat secara komprehensif demi pencapaian visi bersama. Upaya pokoknya adalah penemuan cara untuk melembagakan perencanaan dan pelaksanaan tindakan oleh negara secara lebih efektif (Friedmann, 1987: 76). Secara filosofis, perencanaan dalam tradisi ini dipahami sebagai aplikasi pengetahuan ilmiah atas urusan publik. Perencanaan ini juga merupakan tanggung jawab profesional dan fungsi eksekutif dari para perencana yang terlibat didalamnya (Friedmann, 1987: 76). Dalam perencanaan ini, perencana adalah seorang teknokrat profesional yang bertugas memberi masukan kepada pengambil kebijakan dan keputusan politik. Setidaknya ada tiga bidang kehidupan yang memiliki basis ilmiah dan legitimasi untuk diintervensi negara yakni mendorong pertumbuhan ekonomi, memelihara pemenuhan kebutuhan lapangan kerja, dan distribusi pendapatan. Negara memberikan arahan komprehensif dan instrumen regulasi dalam mewujudkan target terkait dengan hal-hal tersebut. Arahan sosial dilakukan melalui perencanaan secara terpusat yang menjamin kesesuian tujuan dan cara pencapaiannya. Perencana dapat menetapkan target pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang ingin dicapai pada periode tertentu, serta menetapkan jumlah investasi yang dibutuhkan untuk mencapai target pertumbuhan tersebut. Arahan disusun melalui analisis ilmiah dan kuantitatif seperti akuntansi sosial, analisis input-output, analisis ICOR, model kebijakan ekonomi, analisis investasi, model distribusi pendapatan, serta analisis wilayah dan perkotaan. Perencanaan yang dihasilkan berskala nasional dan sentralistik; bersifat komprehensif dan rasional; diaplikasikan secara dari atas ke bawah; dengan kalkulasi dan kontrol yang kuat. Perencanaan sebagai reformasi sosial secara umum dikenal sebagai perencanaan rasionalkomprehensif. Pengertian rasional terletak pada logika kesesuaian tujuan (ends) dengan cara (means) dalam mencapai tujuan tersebut. Sedangkan pengertian komprehensif terletak pada perhatian atas seluruh aspek kehidupan untuk didorong berubah menuju visi melalui petunjuk yang jelas

Sebutir Pengantar(karnak)

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan hidayah serta inayahnya sehingga saya mampun menyelesakan tugas novel ini meski masih jauh dari yang diharapkan.

Sebagai praktek atas apa yang telah kami pelajari dalam bidang sastra, terlebih dalam metode serta, teknik penelitian sastra maka tugas ini dirasa penting untuk mengetahui sejauh mana kami mampu memahami mata kuliah Adab Arabi. Untuk itu, kami merasa sangat senang karena dengan tugas seperti

ini, kami dapat belajar untuk membedah suatu kaya sastra, melalui metode penelitian yang sudah diterapkan oleh para pakar ahli sastra.

Secara definitif strukturalisme adalah paham mengenai unsur-unsur, yaitu struktur itu sendiri dengan mekanisme antarhubungannya. Strukturalisme memberikan perhatian terhadap analisis unsur-unsur karya sastra. Dalam hal ini struktur prosa yang menjadi perhatian strukturalisme adalah: tema, tokoh (baik penokohan maupun perkembangan watak tokoh), sudut pandang, alur, latar serta gaya bahasa.

Akan tetapi, meski salah satu unsur seperti latar yang memiliki beberapa cabang seperti latar waktu, tempat, sosial serta latar spiritual adalah bagian-bagian dari latar itu sendiri, maka saya tidak memberikan perhatian terhadap latar sosial serta l