PENGUJIAN HIPOTESIS (3) - Debrina's Blog as Industrial ... ?· Langkah-langkah pengujian hipotesis:…

  • Published on
    09-Apr-2019

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>PENGUJIAN HIPOTESIS (3) </p> <p>4 Debrina Puspita Andriani </p> <p>www.debrina.lecture.ub.ac.id E-mail : debrina.ub@gmail.com / debrina@ub.ac.id </p> <p>Outline </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p> <p>2 </p> <p>Uji Hipotesis untuk Variansi/ </p> <p>Standard Deviasi </p> <p>3 </p> <p>Uji Hipotesis untuk Variansi (1) 4 </p> <p>Data statistik sampel: - = Variansi sampel - = Variansi populasi - Statistik uji </p> <p> ~ </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p> <p>Langkah-langkah pengujian : a. Uji hipotesis </p> <p> H0 : = 0 H1 : 0 </p> <p> Tingkat signifikansi : </p> <p> Statistik Uji: </p> <p> Daerah kritis (Daerah penolakan H0) </p> <p> Daerah penerimaan H0 </p> <p>5 Uji Hipotesis untuk Variansi (2) </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p> <p>c. Uji hipotesis H0 : = 0 </p> <p>H1 : &lt; 0 Tingkat signifikansi : Daerah kritis </p> <p>(Daerah penolakan H0) </p> <p> Daerah penerimaan H0 </p> <p>6 </p> <p>b. Uji hipotesis H0 : = 0 </p> <p>H1 : &gt; 0 Tingkat signifikansi : Daerah kritis </p> <p>(Daerah penolakan H0) </p> <p> Daerah penerimaan H0 </p> <p>Uji Hipotesis untuk Variansi (3) </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p> <p>Penyelesaian: </p> <p> Data sampel n = 20 s = 0,32 ons </p> <p> Uji hipotesis H0 : = 0,25 H1 : &gt; 0,25 </p> <p> Tingkat signifikansi : =0,05 </p> <p> Statistik uji : </p> <p> Daerah kritis (Daerah penolakan H0) </p> <p> Kesimpulan: karena maka H0 ditolak artinya mesin sudah tidak bekerja dalam kondisi normal </p> <p>Dalam kondisi normal, standard deviasi dari paket-paket produk dengan berat 40 ons yang dihasilkan suatu mesin adalah maksimum 0,25 ons. Setelah mesin berjalan beberapa waktu, diambil sampel produk sejumlah 20 paket, </p> <p>dari sampel tersebut diketahui standard deviasi beratnya adalah 0,32 ons. Apakah mesin tersebut masih bisa dikatakan bekerja dalam keadaan normal? Gunakan = 0,05. </p> <p>7 Latihan Soal Uji Hipotesis untuk Variansi </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p> <p>Uji Hipotesis untuk Rasio Dua </p> <p>Variansi/Standard Deviasi </p> <p>8 </p> <p>Uji Hipotesis untuk Rasio Dua Variansi/ Standard Deviasi(1) </p> <p>9 </p> <p>Data statistik sampel: - = Variansi sampel 1 - = Variansi sampel 2 - = Variansi populasi 1 - = Variansi populasi 2 </p> <p>- Statistik uji </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p> <p>Langkah-langkah pengujian : a. Uji hipotesis </p> <p> H0 : 1 = 2 H1 : 1 2 </p> <p> Tingkat signifikansi : </p> <p> Statistik Uji: karena H0: 1 = 2 maka </p> <p> Daerah kritis (Daerah penolakan H0) </p> <p> Daerah penerimaan H0 </p> <p>10 Uji Hipotesis untuk Rasio Dua Variansi/ Standard Deviasi(2) </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p> <p>c. Uji hipotesis H0 : 1 = 2 </p> <p> H1 : 1 &lt; 2 Tingkat signifikansi : Daerah kritis </p> <p>(Daerah penolakan H0) </p> <p> Daerah penerimaan H0 </p> <p>11 </p> <p>b. Uji hipotesis H0 : 1 = 2 </p> <p> H1 : 1 &gt; 2 Tingkat signifikansi : Daerah kritis </p> <p>(Daerah penolakan H0) </p> <p> Daerah penerimaan H0 </p> <p>Uji Hipotesis untuk Rasio Dua Variansi/ Standard Deviasi(3) </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p> <p>Penyelesaian: </p> <p> Data sampel n1=16 s1 = 9 n2 = 25 s2 = 12 </p> <p> Uji hipotesis H0 : 1 = 2 H1 : 1 2 </p> <p> Tingkat signifikansi : =0,1 </p> <p> Statistik uji : </p> <p> Daerah kritis (Daerah penolakan H0) </p> <p> Kesimpulan: karena maka terima H0 artinya kawat yang dihasilkan kedua pabrik tersebut relatif sama </p> <p>Untuk menguji keseragaman (homogenitas) panjang kawat yang dihasilkan oleh dua pabrik yang berbeda dilakukan uji ratio variansi. Dari pabrik pertama diambil sampel sejumlah 16 produk, dan diperoleh standard </p> <p>deviasi 9 cm. Dari pabrik kedua diambil sejumlah 25, diperoleh standard deviasi 12 cm. apakah kawat yang dihasilkan kedua pabrik tersebut cukup seragam? Gunakan = 0,1 </p> <p>12 Latihan Soal Uji Hipotesis untuk Rasio Dua Variansi/Standard Deviasi </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p> <p>PENGUJIAN HIPOTESIS (3) </p> <p>5 Debrina Puspita Andriani </p> <p>www.debrina.lecture.ub.ac.id E-mail : debrina.ub@gmail.com / debrina@ub.ac.id </p> <p>Outline </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p> <p>14 </p> <p>Uji Hipotesis untuk Kesamaan </p> <p>Beberapa Proporsi (Uji Independensi) </p> <p>15 </p> <p>Uji Hipotesis untuk Kesamaan Beberapa Proporsi (Uji Independensi) (1) </p> <p>Langkah-langkah pengujian hipotesis: H0 : </p> <p> H1 : tidak semua sama (paling tidak ada satu yang tidak sama) </p> <p> Tingkat signifikansi : </p> <p> Data sampel : </p> <p>16 </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p> <p> Statistik uji </p> <p> Daerah kritis (Daerah penolakan H0) </p> <p>17 Uji Hipotesis untuk Kesamaan Beberapa Proporsi (Uji Independensi) (2) </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p> <p>Tabel berikut menunjukkan dampak yang terjadi akibat perubahan temperatur terhadap 3 jenis material </p> <p> Gunakan tingkat signifikansi 0,05 untuk menguji </p> <p>apakah probabilitas akan terjadi keretakan pada ketiga material akibat temperatur tersebut sama. </p> <p>18 Latihan Soal Uji Hipotesis untuk Kesamaan Beberapa Proporsi (Uji Independensi) </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p> <p> H0 : H1 : tidak semua sama (paling tidak ada satu yang tidak sama) </p> <p> Tingkat signifikansi 0,05 Data sampel </p> <p>Penyelesaian(1) Uji Hipotesis untuk Kesamaan Beberapa Proporsi (Uji Independensi) </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p> <p>19 </p> <p>e11=120 X 90 / 300 </p> <p>e21=120 X 210 / 300 </p> <p> Statistik uji </p> <p> Daerah kritis (Daerah penolakan H0) </p> <p> Kesimpulan: karena maka terima H0 artinya kemungkinan terjadinya keretakan akibat perubahan temperatur pada ketiga jenis material sama </p> <p>20 Penyelesaian(2) Uji Hipotesis untuk Kesamaan Beberapa Proporsi (Uji Independensi) </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p> <p>Uji Independensi Untuk Tabel </p> <p>Contingency (r x c) </p> <p>21 </p> <p>Langkah-langkah pengujian hipotesis: </p> <p> H0 : H1 : tidak semua sama (paling tidak ada satu yang tidak </p> <p> sama) </p> <p> Tingkat signifikansi : Data sampel : </p> <p>22 Uji Independensi Untuk Tabel Contingency (r x c) (1) </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p> <p> Statistik uji </p> <p> dengan : </p> <p> Daerah kritis (Daerah penolakan H0) : </p> <p>23 Uji Independensi Untuk Tabel Contingency (r x c) (2) </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p> <p>Untuk menentukan apakah terdapat hubungan antara </p> <p>performansi karyawan dalam program training yang </p> <p>diadakan perusahaan terhadap keberhasilan </p> <p>perusahaan mereka dalam tugas-tugas pekerjaannya, </p> <p>diambil sampel sebanyak 400 karyawan. Hasilnya </p> <p>disajikan dalam tabel berikut: Gunakan = 0,01 untuk menguji hal tersebut </p> <p>24 Latihan Soal Uji Independensi Untuk Tabel Contingency (r x c) </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p> <p> H0 : performansi dalam program training &amp; keberhasilan dalam pekerjaan saling independen H1 : tidak semua sama (paling tidak ada satu yang </p> <p>tidak sama) </p> <p> Tingkat signifikansi : = 0,01 Data sampel </p> <p>25 Penyelesaian (1) Uji Independensi Untuk Tabel Contingency (r x c) </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p> <p>e11=60 X 112 / 400 </p> <p> Statistik uji </p> <p> Daerah kritis (Daerah penolakan H0) : </p> <p> Kesimpulan : karena maka tolak H0 artinya performansi dalam program training dan keberhasilan dalam pekerjaan saling dependen </p> <p>26 Penyelesaian (2) Uji Independensi Untuk Tabel Contingency (r x c) </p> <p>23/09/2014 www.debrina.lecture.ub.ac.id </p>

Recommended

View more >