Penyajian Hasil Penghitungan PDRB

  • Published on
    19-Jun-2015

  • View
    2.657

  • Download
    5

Transcript

Penyajian Hasil Penghitungan PDRB Tugas Sistem Neraca Nasional A. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Tabel 1. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Muara Enim Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku, Tahun 2004-2006 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha 2004 2005 2006 Pertanian 1430632 1677529 1996691 Pertambangan &Penggalian 4860418 6693053 8313846 Industri Pengolahan 638509 734240 869425 Listrik, Gas & Air Bersih 37474 42657 49192 Bangunan 324035 379097 446029 Perdagangan, Hotel & Restoran 475848 571563 695250 Pengangkutan & Komunikasi 146651 186484 238795 Keuangan, Persewaan & Js.Prshn 109198 123421 140175 Jasa-jasa 382812 410438 441691 Total 8405577 10818482 13191094 Sumber: BPS Kabupaten Muara Enim A.1 Distribusi Persentase Persentase ini mencerminkan besarnya besarnya peranan masing-masing sektor/sub sektor dalam perekonomian Kabupaten Muara Enim dan dapat digunakan pula untuk menunjukkan struktur perekonomian daerah tersebut. Dengan demikian dapat diketahui apakah perekonomian daerah bersifat agraris atau non agraris. Apabila pendapatan regional dikumpulkan dari waktu ke waktu, maka akan terlihat perubahan kontribusi masing-masing sektor serta perubahan struktur ekonominya.Rumus perhitungan diperoleh dengan cara membagi nilai subsector/sektor dengan nilai PDDRB dikalikan 100 %. Tabel 1a. Ditribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Muara Enim Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku, Tahun 2004-2006 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan &Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas & Air Bersih Bangunan Perdagangan, Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan, Persewaan & Js.Prshn Jasa-jasa PDRB Sumber: BPS Kabupaten Muara Enim 2004 17.02% 57.82% 7.60% 0.45% 3.86% 5.66% 1.74% 1.30% 4.55% 100 2005 15.51% 61.87% 6.79% 0.39% 3.50% 5.28% 1.72% 1.14% 3.79% 100 2006 15.14% 63.03% 6.59% 0.37% 3.38% 5.27% 1.81% 1.06% 3.35% 100 Dari data di atas diketahui bahwa 3 sektor yang memiliki persentase terbesar dalam menyumbangkan nilai PDRB adalah pada sector-sektor primer, yaitu pertanian, pertambangan dan penggalian, dan industri (pada perhitungan ini 2004 digunakan sebagai tahun dasar), Sedang proporsi terendah adalah pada sektor listrik, gas dan air bersih yang presentasenya terus menurun dari tahun 2004 sampai tahun 2006. A.2 Indeks Perkembangan Nilai indeks perkembangan diperoleh dari perhitungan pembagian subsector/sektor/PDRB tahun berjalan dengan nilai subsector/sektor/PDRB pada tahun dasar. Nilai indeks perkembangan pada tahun dasar (2004) bernilai 100% untuk semua sektor. Nilai pada indeks ini digunakan untuk melihat perkembangan persentase tiap sektor terhadap tahun dasar. Tabel 1b. Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto KabupatenMuara Enim Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku, Tahun 2004-2006 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan &Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas & Air Bersih 2004 100% 100% 100% 100% 2005 117.26% 137.71% 114.99% 113.83% 2006 139.57% 171.05% 136.16% 131.27% Bangunan Perdagangan, Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan, Persewaan & Js.Prshn Jasa-jasa PDRB Sumber: BPS Kabupaten Muara Enim 100% 100% 100% 100% 100% 100 116.99% 120.11% 127.16% 113.02% 107.22% 128.71% 137.65% 146.11% 162.83% 128.37% 115.38% 156.93% Dari data di atas diketahui bahwa 3 sektor yang memiliki indeks perkembangan tertinggi dalam menyumbangkan nilai PDRB adalah pada sektor pertambangan dan penggalian, Pengangkutan & Komunikasi, serta Perdagangan, Hotel & Restoran (pada perhitungan ini 2004 digunakan sebagai tahun dasar). Sedang indeks perkembangan terendah adalah pada jasa-jasa. A.3 Indeks Berantai Nilai indeks berantai diperoleh dari perhitungan pembagian subsector/sektor/PDRB tahun berjalan dengan nilai subsector/sektor/PDRB pada tahun sebelumnya. Nilai indeks berantai pada tahun dasar (2004) bernilai 100% untuk semua sektor. Nilai pada indeks ini digunakan untuk melihat perkembangan persentase tiap sektor secara berantai dari tahun ke tahun. Tabel 1c. Indeks Berantai Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten MuaraEnim Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku, Tahun 2004-2006 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha 2004 2005 2006 Pertanian _ 117.26% 119.03% Pertambangan &Penggalian _ 137.71% 124.22% Industri Pengolahan _ 114.99% 118.41% Listrik, Gas & Air Bersih _ 113.83% 115.32% Bangunan _ 116.99% 117.66% Perdagangan, Hotel & Restoran _ 120.11% 121.64% Pengangkutan & Komunikasi _ 127.16% 128.05% Keuangan, Persewaan & Js.Prshn _ 113.02% 113.57% Jasa-jasa _ 107.22% 107.61% PDRB _ 128.71% 121.93% Sumber: BPS Kabupaten Muara Enim Dari data di atas diketahui bahwa 3 sektor yang memiliki indeks berantai tertinggi dalam menyumbangkan nilai PDRB adalah pada sektor pertambangan dan penggalian Pengangkutan & Komunikasi, serta Perdagangan, Hotel & Restoran. Sebaliknya indeks berantai terendah tahun 2005 adalah pada sektor jasa-jasa, begitu pula pada tahun 2006, sektor jasa mememiliki indeks berentai sebasar 107,61% yang merupakan persentase terendah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. B. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Tabel 2. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Muara Enim Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan, Tahun 2004-2006 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha 2004 2005 2006 Pertanian 1059075 1154990 1272683 Pertambangan &Penggalian 3760172 3835739 3969223 Industri Pengolahan 471455 502825 538595 Listrik, Gas & Air Bersih 25186 26117 27418 Bangunan 228069 243852 261946 Perdagangan, Hotel & Restoran 307291 326938 351818 Pengangkutan & Komunikasi 83076 88332 94533 Keuangan, Persewaan & Js.Prshn 75096 78868 83032 Jasa-jasa 269933 282953 297468 Total 6279353 6540614 6896716 Sumber: BPS Kabupaten Muara Enim B.1 Distribusi Persentase Persentase ini mencerminkan besarnya besarnya peranan masing-masing sektor/sub sektor dalam perekonomian Kabupaten Muara Enim dan dapat digunakan pula untuk menunjukkan struktur perekonomian daerah tersebut. Dengan demikian dapat diketahui apakah perekonomian daerah bersifat agraris atau non agraris. Apabila pendapatan regiaonal dikumpulkan dari waktu ke waktu, maka akan terlihat perubahan kontribusi masing-masing sektor serta perubahan struktur ekonominya.Rumus perhitungan diperoleh dengan cara membagi nilai subsector/sektor dengan nilai PDDRB dikalikan 100 %. Tabel 2a. Ditribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Muara Enim Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan, Tahun 2004-2006 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan &Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas & Air Bersih Bangunan Perdagangan, Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan, Persewaan & Js.Prshn Jasa-jasa PDRB Sumber: BPS Kabupaten Muara Enim 2004 16.87% 59.88% 7.51% 0.40% 3.63% 4.89% 1.32% 1.20% 4.30% 100 2005 17.66% 58.64% 7.69% 0.40% 3.73% 5.00% 1.35% 1.21% 4.33% 100 2006 18.45% 57.55% 7.81% 0.40% 3.80% 5.10% 1.37% 1.20% 4.31% 100 Dari data di atas diketahui bahwa 3 sektor yang memiliki persentase terbesar dalam menyumbangkan nilai PDRB adalah pada sector-sektor primer, yaitu pertanian, pertambangan dan penggalian, serta industri (pada perhitungan ini 2004 digunakan sebagai tahun dasar). Sedang proporsi terendah adalah pada sektor listrik, gas dan air bersih. B.2 Indeks Perkembangan Nilai indeks perkembangan diperoleh dari perhitungan pembagian subsector/sektor/PDRB tahun berjalan dengan nilai subsector/sektor/PDRB pada tahun dasar. Nilai indeks perkembangan pada tahun dasar (2004) bernilai 100% untuk semua sektor. Nilai pada indeks ini digunakan untuk melihat perkembangan persentase tiap sektor terhadap tahun dasar. Tabel 2b. Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Muara Enim Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan, Tahun 2004-2006 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan &Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas & Air Bersih Bangunan Perdagangan, Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan, Persewaan & Js.Prshn 2004 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 2005 109.06% 102.01% 106.65% 103.70% 106.92% 106.39% 106.33% 105.02% 2006 120.17% 105.56% 114.24% 108.86% 114.85% 114.49% 113.79% 110.57% Jasa-jasa PDRB Sumber: BPS Kabupaten Muara Enim 100% 100 104.82% 104.16% 110.20% 109.83% Dari data di atas diketahui bahwa pada tahun 2005, 3 sektor yang memiliki indeks perkembangan tertinggi dalam menyumbangkan nilai PDRB adalah pada sektor pertanian, Bangunan, dan Listrik, Gas dan air bersih (pada perhitungan ini 2004 digunakan sebagai tahun dasar). Sedangkan pada tahun 2006, 3 sektor yang memiliki indeks perkembangan tertinggi dalam menyumbangkan nilai PDRB adalah pada sektor pertanian, Bangunan, dan Perdagangan, Hotel & Restoran. Sedang indeks perkembangan terendah adalah pada pertambangan dan penggalian. B.3 Indeks Berantai Nilai indeks berantai diperoleh dari perhitungan pembagian subsector/sektor/PDRB tahun berjalan dengan nilai subsector/sektor/PDRB pada tahun sebelumnya. Nilai indeks berantai pada tahun dasar (2004) bernilai 100% untuk semua sektor. Nilai pada indeks ini digunakan untuk melihat perkembangan persentase tiap sektor secara berantai dari tahun ke tahun. Tabel 2c. Indeks Berantai Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Muara Enim Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar HargaKonstan, Tahun 2004-2006 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha 2004 2005 2006 Pertanian _ 109.06% 110.19% Pertambangan &Penggalian _ 102.01% 103.48% Industri Pengolahan _ 106.65% 107.11% Listrik, Gas & Air Bersih _ 103.70% 104.98% Bangunan _ 106.92% 107.42% Perdagangan, Hotel & Restoran _ 106.39% 107.61% Pengangkutan & Komunikasi _ 106.33% 107.02% Keuangan, Persewaan & Js.Prshn _ 105.02% 105.28% Jasa-jasa _ 104.82% 105.13% PDRB _ 104.16% 105.44% Sumber: BPS Kabupaten Muara Enim Dari data di atas diketahui bahwa pada tahun 2005, 3 sektor yang memiliki indeks berantai tertinggi dalam menyumbangkan nilai PDRB adalah pada sektor pertanian, industri pengolahan dan Bangunan. Sedangkan pada tahun 2006. 3 sektor yang memiliki indeks berantai tertinggi dalam menyumbangkan nilai PDRB adalah pada sektor pertanian, Perdagangan, Hotel & Restoran, serta Bangunan C. Laju Pertumbuhan Laju pertumbuhan ekonomi ini diturunkan dari hasil perhitungan PDRB menurut penggunaan data atas harga konstan. Indikator ini menunjukkan adanya perubahan kuantum dari konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, pembentukan modal dan ekspor impr. Dari penyajiam inin dapat diketahui berapa persentase kenaikan pembentukan modal dan kenaikan ekspor serta impor pada tiap sektornya. Perhitungannya sama dengan perhitungan indeks berantai pada harga konstan dikurangi 100. Tabel 3. Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Muara Enim Menurut Lapangan Usaha, Tahun 2004-2006 (Tahun sebelumnya = 100) Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan &Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas & Air Bersih Bangunan Perdagangan, Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan, Persewaan & Js.Prshn Jasa-jasa PDRB Sumber: BPS Kabupaten Muara Enim 2004 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ 2005 9.06 2.01 6.65 3.70 6.92 6.39 6.33 5.02 4.82 4.16 2006 10.19 3.48 7.11 4.98 7.42 7.61 7.02 5.28 5.13 5.44 Dari data diatas diketahui bahwa 3 laju pertumbuhan tertinggi adalah pada sektor pertanian, Bangunan, serta Perdagangan, Hotel & Restoran. D. Indeks Harga Implisit Indeks ini menunjukkan tingkat inflasi untuk masing-masing subsector/sektor ataupun PDRB, setiap tahun. Pertumbuhan indeks harga implicit tersebut merupakan inflasi harga produsen setiap tiap subsector/sektor/PDRB tahun yang bersangkutan. Pada tahun dasar, indeks semua subsector/sektor/PDRB akan sama dengan 100. Perhitungan indeks ini dengan cara membagi masing-masing angka dalam table 1 (PDRB ADHB) dengan angka sejenis pada table 2 (PDRB ADHK) dikalikan dengan 100. Tabel 4. Indeks Harga Implisit Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Muara Enim Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku, Tahun 2004-2006 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan &Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas & Air Bersih Bangunan Perdagangan, Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan, Persewaan & Js.Prshn Jasa-jasa PDRB Sumber: BPS Kabupaten Muara Enim 2004 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 2005 135.08% 129.26% 135.43% 148.79% 142.08% 154.85% 176.53% 145.41% 141.82% 133.86% 2006 156.89% 209.46% 161.42% 179.41% 170.28% 197.62% 252.60% 168.82% 148.48% 191.27% Dari data diatas diketahui bahwa 3 indeks harga implicit tertinggi adalah pada sektor pengangkutan dan komunikasi, Pertambangan dan penggalian, serta Perdagangan, Hotel & Restoran.