Penyusunan Hipotesis Pengujian METODE+ILMIAH.pdf · Metode Ilmiah dan Langkah-Langkah Operasionalnya…

  • Published on
    13-Jun-2019

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>helen.staff.gunadarma.ac.id </p> <p>02 METODE ILMIAH </p> <p>1. Syarat Ilmu Pengetahuan </p> <p>Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu pengetahuan dapat disebut ilmu </p> <p>atau ilmiah, adalah: </p> <p>a. Obyektif, artinya pengetahuan itu sesuai dengan obyeknya, atau didukung </p> <p>metodik fakta empiris. </p> <p>b. Metodik, artinya pengetahuan itu diperoleh dengan menggunakan </p> <p>metode/cara-cara tertentu yang teratur dan terkontrol. </p> <p>c. Sistematik, artinya pengetahuan itu tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri </p> <p>sendiri, dengan satu sama lain saling berkaitan, saling menjelaskan, sehingga </p> <p>seluruhnya merupakan satu kesatuan yang utuh. </p> <p>d. Berlaku umum/universal, artinya pengetahuan itu tidak hanya berlaku atau </p> <p>dapat diamati oleh seseorang atau beberapa orang saja, tetapi semua orang </p> <p>dengan cara eksperimentasi yang sama akan memperoleh hasil yang </p> <p>sama/konsisten. </p> <p>2. Metode Ilmiah dan Langkah-Langkah Operasionalnya </p> <p>Metode ilmiah adalah cara/prosedur untuk memperoleh pengetahuan secara </p> <p>ilmiah. </p> <p>Langkah-langkah metode ilmiah: </p> <p>Perumusan Masalah </p> <p>Penyusunan Hipotesis </p> <p>Pengujian Hipotesis </p> <p>Benar</p> <p>? </p> <p>Teori Ilmiah </p> <p>Ya </p> <p>Tidak </p> <p>helen.staff.gunadarma.ac.id </p> <p>Penjelasan langkah-langkah metode ilmiah: </p> <p>1. Perumusan masalah </p> <p>Merupakan pertanyaan apa, mengapa, atau bagaimana tentang suatu obyek </p> <p>yang diteliti. Masalah ini harus jelas batas-batasnya serta dikenal faktor-faktor </p> <p>yang mempengaruhinya. </p> <p>2. Penyusunan hipotesis </p> <p>Merupakan jawaban sementara atau dugaan pertanyaan yang diajukan, </p> <p>materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan. </p> <p>3. Pengujian hipotesis </p> <p>Merupakan pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah </p> <p>diajukan untuk dapat memperlihatkan apakah fakta-fakta tersebut mendukung </p> <p>hipotesis atau tidak. </p> <p>4. Penarikan kesimpulan </p> <p>Didasarkan atas penilaian melalui analisis dari fakta untuk melihat apakah </p> <p>hipotesis yang diajukan diterima atau tidak. Hipotesis diterima bila fakta yang </p> <p>terkumpul itu mendukung hipotesis tersebut. </p> <p>Hipotesis yang telah diuji kebenarannya dianggap sebagai pengetahuan baru dan </p> <p>diterima sebagai ilmu atau bagian dari teori ilmiah.Secara luas, teori ilmiah dapat </p> <p>diartikan sebagai suatu penjelasan teoritas mengenai suatu gejala alam tertentu. </p> <p>Pengetahuan ini kemudian dapat digunakan untuk penelaahan masalah lain, yaitu </p> <p>data digunakan sebagai premis dalam usaha kita untuk menjelaskan berbagai gejala </p> <p>yang lain. Dengan demikian, maka proses kegiatan ilmiah mulai berputar lagi. </p>