Peran Elemen Atap Arsitektur Toba pada Desain Arsitektur ... . Perancangan Arsitektur, Departemen Arsitektur,…

  • Published on
    31-Mar-2019

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, H 058-064 https://doi.org/10.32315/ti.7.h058

Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2018 | H 058 Fakultas Arsitektur & Desain, Unika Soegijapranata, Semarang ISBN xxx E-ISBN xxx

Peran Elemen Atap Arsitektur Toba pada Desain Arsitektur Meng-kini

Suwantoro, H1, Siahaan, N.M.2, Lindarto, D.3, Harisdani, D. D.4

1,2,3 Lab. Perancangan Arsitektur, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara 4 Lab. Sejarah, Teori dan Kritik Arsitektur, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara Korespondensi: dwi.lindarto@usu.ac.id

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengungkap potensi karakter bentuk dan ornamen atap arsitektur Toba sebagai elemen model transformasi arsitektur berjati diri. Pengungkapan dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil kajian akan mengungkap elemen khas arsitektur Toba yang tetap bertahan hingga kini dan model transformasi yang dimungkinkan bagi rancangan arsitektur meng-kini. Elemen atap rumah Toba yang berperan dalam pembentukan identitas Toba pada desain arsitektur yang meng-kini adalah UluPaung, Sihombing Ari, Sitindagi, Halang Gordang, Songsong Rak, Songsong Baltok, Singa Singa. Bentuk kerucut menjadi daya identitas sebagai bentukan khas Arsitektur Toba. Fungsi pemakaian ornamen atap lebih didominasi oleh sifat borrowing (peminjaman untuk tempelan) dan identification (penanda identitas). Hasil penelitian menjadi simpanan pengetahuan / database elemen atap arsitektur Toba yang dapat digunakan sebagai model transformasi bagi perencanaan arsitektur berjati diri yang meng-kini. Kata Kunci : Model Transformasi Arsitektur, Elemen Atap, Arsitektur Toba

Pendahuluan

Perkembangan arsitektur dunia masa kini diwarnai oleh usaha untuk memunculkan kembali kekhususan ciri lokalitas yang disebut dengan regionalisme arsitektur menampilkan keunikan jati diri tempat (Charles, 1978). Kehendak untuk memperlihatkan identitas lokal dan potensi olah rancang bangun yang berbeda antar tempat dianggap menjadi suatu keharusan dan populer sebagai pokok bahasan narasi maupun praksis di era abad XII (Frampton, 2005). Fenomena demikian berlangsung juga di Indonesia dengan munculnya berbagai upaya penghadiran kembali kekhasan elemen arsitektur Nusantara.

Ditengah ironi kemusnahan artefak arsitektur Nusantara, para arsitek Indonesia telah banyak menggarap arsitektur Nusantara dalam berbagai

kertas kerja mengungkap kecerdasan arsitektur Nusantara. Semangat yang melandasi adalah pemahaman bahwa pengetahuan arsitektur nusantara mempunyai ke-cerdas-an sebagai kemampuan otak/nalar; tapi juga mempunyai ke-cerdik-an sebagai kemampuan intuisi/ perasaan manusia Nusantara (Adijanto, 2011).

Upaya berarsitektur kiwari menjadi halal dengan melakukan penghadiran kembali segenap ungkapan dan komponen arsitektur klasik atau daerah atau tradisional guna melihatkan identitas atau jatidiri bangsa (arsitektur klasik=arsitektur nusantara). Metode olah pikir yang ditawarkan antara lain dengan menempatkan arsitektur tradisional sebagai rekaman pengetahuan Arsitektur Nusantara, kemudian membangun arsitektur Nusantara sebagai pengetahuan arsitektur yang dapat digunakan untuk membuat arsitektur yang

Peran Elemen Atap Arsitektur Toba pada Desain Arsitektur Meng-kini

H 059 | Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2018

menusantara disatu pihak dan menjadikan arsitektur Nusantara sebagai warga arsitektur dunia di pihak yang lain (Prijotomo, 1988).

Penelitian ini akan mengungkap rekaman pengetahuan arsitektur berupa detail elemen atap arsitektur Toba yang lazim digunakan sebagai olahan bagi pembentukan citra bangunan. Penelitian tentang kecerdasan arsitektur Nusantara ini merupakan pelengkapan mosaik-mosaik pengetahuan Tulisan ini ibarat pengungkapan selubung demi selubung lipatan pengetahuan arsitektur yang akan mengkayakan khasanah arsitektur di Nusantara dalam upaya perwujudan arsitektur di Indonesia yang berjati diri. Dengan memperhatikan kebertahanan arsitektur Toba maka menarik untuk diungkapkan unsur yang meneguhkan Elemen Atap Toba sehingga bentukannya tetap diminati dalam berbagai kreasi arsitektur meng-kini.

Metode

Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif naturalistik, menarik kesimpulan penelitian secara induktif dari tema-tema temuan lapangan, mengabstraksikan realitas ke dalam konstruksi konsepsual dan menggunakan peneliti sebagai instrumen utama penelitian (Creswell, 2017).

Data rekaman hasil observasi lapangan dianalisa dengan teori transformasi arsitektur (Lasseau, 1991) untuk justifikasi dan verifikasi dilakukan dengan metode interpretasi strukturalism (Ricoeur, 1985). Model transformasi ini akan menjadi tipologi model perencanaan berbasis kearifan lokal (genius locus).

Lokasi penelitian ini adalah bangunan Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara di Jalan H.M.Joni no. 15, Medan dan arsitektur Toba di Jangga Dolok, Toba Samosir dan arsitektur di Kota Medan yang menggunakan ornamentasi dan bentukan arsitektur Toba pada tatanan atapnya.

Gambar 2. Arsitektur Toba Jangga Dolok, Toba

Samosir.

Gambar 3. Hotel Danau Toba Internasional

Medan.

c Gambar 4. Gallery Ulos Sianipar Kota Medan.

Gambar 1. Obyek penelitian Museum Negeri

Medan.

Suwantoro, H

Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2018 | H 060

Hasil dan Pembahasan Pada bangunan Bank Sumut, Medan terdapat pengenaan bentuk atap dan dimensi rumah Toba. Teknik transformasi yang dipakai pada bangunan ini adalah transformasi geometri, yang terjadi adalah perubahan komponen bentuk yang dapat dilihat dari bentuk yang berbeda tetapi masih memiliki ciri khas sebagai rumah Toba.

Analisa Transformasi Elemen Atap Analisa komparasi elemen atap arsitektur Toba pada Kampung Rumah Toba di Desa Jangga Dolok, Kabupaten Toba Samosir dengan elemen atap Bangunan Museum Negeri Sumatera Utara dan Galeri Ulos Sianipar.Medan dilakukan, sbb: Ulu Paung Ulu paung merupakan ornamen yang sekilas mirip wajah manusia bertanduk kerbau.

Transformasi elemen ulu paung ini baik pada Museum Negeri Sumatera Utara maupun Galeri Ulos Sianipar adalah transformasi geometri karena terjadi perubahan komponen bentuk tetapi dengan fungsi yang sama. Transformasi ini adalah faktor identification dimana elemen ulu paung ditempatkan pada lokasi yang sama, tetapi dengan bentuk yang sedikit diubah untuk mempertahankan identitas rumah Toba pada Museum dan Galeri. Dilapaung Elemen dilapaung yang terdapat pada rumah Toba di Desa Jangga Dolok.

Gambar 9. Elemen Dilapaung pada rumah Toba Jangga Dolok. Baik pada Museum Negeri Sumatera Utara maupun Galeri Ulos Sianipar tidak ditemukan elemen dilapaung.

Gambar 5. Transformasi Geometri

pada Atap Entrance Kantor Pusat Bank Sumut, Medan.

Gambar 6. Elemen Ulu Paung pada rumah Toba di desa Jangga Dolok.

Gambar 7. Elemen Ulu Paung Pada

Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara.

Gambar 8. Elemen Ulu Paung Pada Galeri

Ulos Sianipar.

Peran Elemen Atap Arsitektur Toba pada Desain Arsitektur Meng-kini

H 061 | Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2018

Sihombong Ari Sihombong Ari merupakan Perisai atau kasau dalam bentuk struktur segitiga atap.

Gambar 10. Elemen Sihombong Ari pada rumah Toba Jangga Dolok.

Gambar 11. Elemen Sihombong Ari pada Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara.

Gambar 12. Elemen Sihombong Ari pada Galeri Ulos Sianipar.

Pada Museum Negeri Sumatera Utara maupun Galeri Ulos Sianipar tidak terjadi transformasi baik dalam bentuk peletakan maupun fungsi. Tetapi, hanya perubahan pada corak sihombang ari-nya saja.

Sitindagi Elemen sitindagi pada rumah Toba di Desa Jangga Dolok.

Gambar 13. Elemen Sitindagi rumah Toba Jangga Dolok.

Gambar 14. Elemen Sitindagi pada Galeri Ulos Sianipar.

Jenis transformasi yang terjadi adalah bersifat bentuk (geometri) karena terjadi perubahan komponen bentuk tetapi dengan fungsi yang sama. Merupakan transformasi identification karena baik pada Museum Negeri maupun Galeri Ulos Sianipar bentuknya telah berbeda, tetapi perletakannya masih sama. Halang Gordang Halang gordang merupakan pendukung gordang di balkon.

Gambar 15. Elemen Halang Gordang pada rumah Toba Jangga Dolok.

Pada Galeri Ulos Sianipar ditemukan elemen Halang Gordang dan tidak terjadi transformasi baik dalam bentuk peletakan maupun fungsi.

Songsong Rak Elemen Songsong rak pada rumah adat Batak Toba di Desa Jangga Dolok.

Suwantoro, H

Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2018 | H 062

Gambar 16. Elemen Songsong Rak pada rumah Toba Jangga Dolok

Pada Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara juga ditemukan elemen Songsong Rak

Gambar 17. Elemen Songsong Rak pada Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara.

Gambar 18. Elemen Songsong Rak pada Galeri Ulos Sianipar.

Transformasi yang terjadi pada elemen songsong rak baik pada Museum Negeri Sumatera Utara maupun pada Galeri Ulos Sianipar hanya bersifat sebagai ornamen atau hiasan dengan strategi peminjaman (borrowing) karena meminjam bentuk dan peletakan elemen songsong rak

Songsong Baltok Songsong boltok Juga disebut Pamoltoki merupakan bagian balok utama yang dilambangkan sebagai Perut.

Gambar 19. Elemen Songsong Baltok pada rumah

Toba Jangga Dolok.

Pada Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara juga ditemukan elemen Songsong Rak.

Gambar 20. Elemen Songsong Baltok pada Museum

Negeri Provinsi Sumatera Utara.

Jenis transformasi yang terjadi pada elemen Songsong boltok adalah hiasan (ornamental). Karena Songsong boltok disini tidak lagi berfungsi sebagai balok utama dengan strategi peminjaman (borrowing) karena hanya bersifat ornamental yang meminjam bentuk dasar elemen songsong baltok.

Peran Elemen Atap Arsitektur Toba pada Desain Arsitektur Meng-kini

H 063 | Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2018

Singasinga

Gambar 21. Elemen Singasinga pada rumah Toba Jangga Dolok.

Gambar 22. Elemen Singasinga pada Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara.

Pada elemen singa-singa baik pada museum ataupun pada galeri tidak terjadi transformasi dalam perletakan ataupun fungsi.

Parhongkom

Elemen parhongkom ini ditemukan pada Galeri Ulos Sianipar.

Gambar 24. Elemen Parhongkom pada Galeri Ulos Sianipar.

Pada elemen parhongkom tidak terjadi transformasi dalam perletakan ataupun fungsi, hanya pada ornamennya saja.

Tabel 1. Tabel Analisis Peran Elemen Atap Rumah Toba

Kesimpulan Elemen atap rumah Toba yang berperan dalam pembentukan identitas Toba pada desain arsitektur yang meng-kini adalah UluPaung, Sihombing Ari, Sitindagi, Halang Gordang, Songsong Rak, Songsong Baltok, Singa Singa. Bentuk kerucut rumah Toba menjadi andalan bagi pembentukan penanda entrance yang cukup kuat daya identitasnya sebagai bentukan khas Arsitektur Toba. Fungsi pemakaian ornamen atap lebih didominasi oleh sifat borrowing (peminjaman untuk tempelan) dan identification (penanda identitas). Ucapan terima kasih Terima kasih kepada Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara atas pendanaan penelitian ini dengan judul Transformasi Elemen Atap Arsitektur Batak Toba, sesuai dengan

elemen ornamentasi atap

tobaMuseum Gallery Fungsi terapan

Ulu Paung identificationDilapaung X X -Sihombong ari perubahan corakSitindagi geometris Halang Gordang X perubahan corakSongsongRak borrowingSongsong Baltok borrowingSinga Singa borrowingParhongkom borrowing

Gambar 23. Elemen Parhongkom pada rumah Toba di Desa Jangga Dolok.

Suwantoro, H

Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2018 | H 064

Kontrak Penelitian TALENTA USU, Nomor: 2590/UN5.1.R/PPM/2018, Tanggal 16 Maret 2018, Penelitian Dasar, Tahun Anggaran 2018. Daftar Pustaka

Adiyanto,J. (2011) Local Wisdom vs Genius Loci vs Cerlang Tara (kajian penggunaan istilah arsitektural dan konsekuensinya), 2011. Charles, J.A. (1978) The language of post-modern architecture. Academy Editions, 1978. Creswell J.W. (2017), Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications, 2017. Frampton, K (2005) Preface dalam Ten Shades of Green: Architecture and the Natural World eds, Buchanan, Peter 1st Ed. Archit. Leag. New York, 2005. Laseau, P and J. Tice, (1991) Frank Lloyd Wright: Between Principles and Form. John Wiley & Sons, 1991. Loebis, M. N. (2002) Architecture In Transformation The Case Of Batak Toba, 2002. Norberg-Schulz,C (1980) Genius loci, New York Rizzoli, 1980. Prijotomo. J.(1988), Pasang Surut Arsitektur Indonesia. Surabaya: Ardjun, 1988. Ricoeur, (1985) Time and Narrative. Vol. 2. 1984, Trans. Kathleen McLaughlin David Pellauer. Chicago U Chicago P, 1985. Simamora,T (1997) Rumah Batak Toba: Usaha Inkulturatif, Pematang Siantar, 1997.

PendahuluanUpaya berarsitektur kiwari menjadi halal dengan melakukan penghadiran kembali segenap ungkapan dan komponen arsitektur klasik atau daerah atau tradisional guna melihatkan identitas atau jatidiri bangsa (arsitektur klasik=arsitektur nusantara). Metode ...MetodeDaftar Pustaka

Recommended

View more >