PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH viewJasa Telekomunikasi adalah layanan telekomunikasi untuk memenuhi kebutuhan bertelekomunikasi dengan menggunakan jaringan telekomunikasi; 8. Jaringan Telekomunikasi adalah rangkaian perangkat telekomunikasi dan

  • Published on
    22-May-2018

  • View
    214

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

<p>PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II PASIR</p> <p>PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASER</p> <p>NOMOR 10 TAHUN 2011</p> <p>TENTANG</p> <p> PEMBANGUNAN DAN PENGOPERASIAN MENARA BERSAMA</p> <p>DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA</p> <p>BUPATI PASER,</p> <p> Menimbang a.bahwa dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap penggunaan fasilitas telekomunikasi mendorong pula peningkatan pembangunan menara Telekomunikasi di Wilayah Kabupaten Paser;</p> <p>b. bahwa guna menjamin kenyamanan, keselamatan, efesiensi, kelestarian lingkungan dan estetika sesuai dengan kaidah tata ruang, perlu adanya penggunaan Menara Telekomunikasi secara bersama oleh beberapa operator;</p> <p>c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Paser tentang Pembangunan, dan Pengoperasian Menara Bersama.</p> <p> Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Otonom Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 65; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1106);</p> <p>2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209);</p> <p>3. Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3817);</p> <p>4. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3833);</p> <p>5. Undang-Undang Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3881);</p> <p>6. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Penajam Paser Utara di Provinsi Kalimantan Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4182);</p> <p>7. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247);</p> <p>8. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);</p> <p>9. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4724);</p> <p>10. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);</p> <p>11. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5043);</p> <p>12. Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3980);</p> <p>13. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2000 tentang Pembangunan Spektrum Frekwensi Radio dan Orbit Satelit (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3981);</p> <p>14. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 45320;</p> <p>15. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);</p> <p>16. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4838);</p> <p>17. Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur;</p> <p>18. Peraturan Daerah Kabupaten Paser Nomor 10 Tahun 1987 tentang Izin Mendirikan Bangunan (Lembaran Daerah Kabupaten Paser Nomor 10);</p> <p>19. Peraturan Daerah Kabupaten Paser Nomor 13 Tahun 1999 tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (Lembaran Daerah Kabupaten Paser Nomor 13);</p> <p>20. Peraturan Daerah Kabupaten Paser Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Paser (Lembaran Daerah Kabupaten Paser Nomor 3);</p> <p>21. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM.21 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi;</p> <p>22. Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Komunikasi dan Informatika dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor:18 Tahun 2009, Nomor:07/PRT/M/2009, Nomor: 9/PER/M.KOMINFO/03/2009 dan Nomor: 3/P/2009 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Bersama Menara Telekomunikasi;</p> <p>Dengan Persetujuan Bersama</p> <p>DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN PASER</p> <p>dan</p> <p>BUPATI PASER .</p> <p>MEMUTUSKAN :</p> <p>Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PEMBANGUNAN DAN PENGOPERASIAN MENARA TELEKOMUNIKASI BERSAMA.</p> <p>BAB I</p> <p>KETENTUAN UMUM</p> <p>Pasal 1</p> <p>Dalam Peraturan daerah ini yang dimaksud dengan :</p> <p>1.Daerah adalah Kabupaten Paser;</p> <p>2.Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.</p> <p>3.Bupati adalah Bupati Paser.</p> <p>4.Dinas adalah Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Paser;</p> <p>5. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika yang diberi tanggung jawab untuk menangani urusan bidang Pos dan Telekomunikasi di Kabupaten Paser;</p> <p>6. Telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman dan/atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio atau sistem elektromagnetik lainnya;</p> <p>7. Jasa Telekomunikasi adalah layanan telekomunikasi untuk memenuhi kebutuhan bertelekomunikasi dengan menggunakan jaringan telekomunikasi;</p> <p>8. Jaringan Telekomunikasi adalah rangkaian perangkat telekomunikasi dan kelengkapannya yang digunakan dalam rangka bertelekomunikasi;</p> <p>9. Perangkat Telekomunikasi adalah sekelompok alat telekomunikasi yang memungkinkan bertelekomunikasi;</p> <p>10.Alat telekomunikasi adalah setiap alat perlengkapan yang digunakan dalam bertelekomunikasi;</p> <p>11. Penyelenggara Telekomunikasi adalah perorangan, koperasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Swasta, Instansi Pemerintah, Instansi Keamanan Negara;</p> <p>12. Penyelenggaraan Telekomunikasi adalah kegiatan penyediaan dan pelayanan telekomunikasi sehingga memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi;</p> <p>13. Menara telekomunikasi, yang selanjutnya disebut menara, adalah bangun-bangun untuk kepentingan umum yang didirikan di atas tanah, atau bangunan yang merupakan satu kesatuan konstruksi dengan bangunan gedung yang dipergunakan untuk kepentingan umum yang struktur fisiknya dapat berupa rangka baja yang diikat oleh berbagai simpul atau berupa bentuk tunggal tanpa simpul, di mana fungsi, desain dan konstruksinya disesuaikan sebagai sarana penunjang menempatkan perangkat telekomunikasi;</p> <p>14. Tinggi menara adalah tinggi konstruksi menara yang dihitung dari peletakkannya;</p> <p>15. Menara Telekomunikasi Bersama yang selanjutnya disebut menara bersama adalah menara telekomunikasi yang dipergunakan secara bersama oleh beberapa penyedia layanan telekomunikasi (operator) untuk menempatkan dan mengoperasikan peralatan telekomunikasi berbasis radio (Base Transceiver Station) berdasarkan celluler planning yang diselaraskan dengan Rencana Induk Menara;</p> <p>16. Menara kamuflase adalah Menara Telekomunikasi yang desain dan bentuknya diselaraskan dengan lingkungan dimana menara tersebut berada;</p> <p>17. Penyedia menara adalah perseorangan, koperasi, Badan Usaha Milik Daerah, Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Swasta yang memiliki menara telekomunikasi untuk digunakan bersama oleh penyelenggara telekomunikasi;</p> <p>18. Badan Lain adalah badan hukum Indonesia yang usahanya bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi;</p> <p>19. Pengelola menara adalah badan usaha yang mengelola dan/atau mengoperasikan Menara yang dimiliki oleh pihak lain;</p> <p>20. Jaringan utama adalah bagian dari jaringan infrastruktur telekomunikasi yang menghubungkan berbagai elemen jaringan telekomunikasi yang dapat berfungsi sebagai central trunk. Mobile Switching Center (MSC), Base Station Controller (BSQ/Radio Network Controller (RNC), dan jaringan transmisi utama (backbone transmission);</p> <p>21.Perusahaan nasional adalah badan usaha yang berbentuk badan hukum atau tidak berbadan hukum yang seluruh modalnya adalah modal dalam negeri dan berkedudukan di Indonesia serta tunduk pada peraturan perundang-undangan Indonesia;</p> <p>22. Selubung bangunan adalah bidang maya yang merupakan batas terluar secara tiga dimensi yang membatasi besaran maksimum bangunan menara yang diizinkan, dimaksudkan agar bangunan menara berinteraksi dengan lingkungannya untuk mewujudkan keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan harmonisasi;</p> <p>23. Standar Nasional Indonesia, yang selanjutnya disebut SNI, adalah Standar yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional dan berlaku secara nasional;</p> <p>24. Perjanjian Kerjasama adalah kesepakatan kerjasama secara tertulis antara Penyedia Menara dengan Pengelola Menara atau kesepakatan kerjasama secara tertulis antara Pengelola Menara dengan Penyelenggara Telekomunikasi;</p> <p>25. Izin Mendirikan Bangunan Menara adalah izin mendirikan bangunan yang diberikan oleh Dinas kepada pemohon pembangunan menara bersama untuk membangun baru atau mengubah menara yang sudah ada agar sesuai dengan persyaratan administrasi dan persyaratan teknis menara bersama;</p> <p>26. Zona Menara adalah cakupan wilayah atau area yang dapat didirikan Menara Tepadu berdasarkan potensi serta tata ruang yang tersedia;</p> <p>27. Zona Larangan Menara adalah cakupan wilayah atau area yang berdasarkan potensi serta tata ruang tidak boleh dibangun Menara.</p> <p>28. Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan yang selanjutnya disingkat KKOP adalah kawasan disekitar bandar udara yang dipergunakan untuk kegiatan operasi penerbangan;</p> <p>29. Koefisien Dasar Bangunan yang selanjutnya disingkat KDB adalah angka presentasi berdasarkan perbandingan antara seluruh luas lantai dasar bangunan dengan luas lahan/tanah perpetakan/daerah perencanaan yang dikuasai sesuai dengan rencana Daerah;</p> <p>30. Corporate Social Responsibility yang selanjutnya disingkat CSR adalah partisipasi dan peran serta dalam akselerasi kegiatan pembangunan daerah;</p> <p>31. Base Transiver Station yang selanjutnya disingkat BTS adalah perangkat mobile telephone untuk melayani wilayah cakupan (sel);</p> <p>32. Retribusi Daerah, yang selanjutnya disebut Retribusi, adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan;</p> <p>33. Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan yang baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi Perseroan Terbatas, Perseroan Komanditer, Perseroan Lainnya Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi yang sejenis, lembaga, bentuk, organisasi sosial politik, atau organisasi yang sejenis, lembaga, bentuk usaha tetap, dan bentuk badan lainnya;</p> <p>34. Perizinan tertentu adalah kegiatan tertentu Pemerintah Daerah dalam rangka pemberian izin kepada orang atau pribadi atau badan yang dimaksudkan untuk pembinaan, pengaturan, pengendalian dan pengawasan atas kegiatan, pemanfaatan ruang, penggunaan sumber daya alam, barang, prasarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan;</p> <p>35. Surat Ketetapan Retribusi Daerah yang selanjutnya Disingkat SKRD adalah Surat Keputusan yang menetukan besarannya jumlah retribusi yang tertuang;</p> <p>36. Surat Tagihan Retrubusi Daerah yang selanjutnya disingkat STRD adalah surat untuk melakukan tagihan retribusi dan/atau sanksi administrasi berupa bunga dan/atau denda;</p> <p>37. Micro Cell adalah sub sistem BTS yang memiliki cakupan layanan (Coverage) dengan area/radius yang lebih digunakan untuk mengcover area yang tidak terjangkau oleh BTS utama atau bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas pada area yang padat trafiknya;</p> <p>38. Serat Optik adalah sejenis media dengan karakteristik khusus yang mampu menhantarkan data melalui gelombang frekuensi dengan kapasitas yang sangat besar;</p> <p>39. Rencana Induk Menara adalah kajian yang disusun oleh tim teknis terpadu guna menentukan wilayah yang merupakan zona menara dan zona larangan menara di Kabupaten Paser;</p> <p>40. Tim Penataan dan Pengawasan Pembangunan Menara Telekomunikasi Kabupaten Paser yang selanjutnya disebut TP3MT adalah Tim yang dibentuk dan ditetapkan dengan Keputusan Bupati yang bertugas melaksanakan kegiatan pengawasan dan penataan pembangunan menara di Kabupaten Paser dan memberikan masukan kepada Bupati mengenai hasil monitoring dan kajian lapangan terhadap menara yang ada atau sedang dibangun di Kabupaten Paser.</p> <p>BAB II</p> <p>ASAS-ASAS, TUJUAN DAN PRINSIP PENYELENGGARAAN MENARA</p> <p>Bagian I</p> <p>Asas-Asas Penyelenggaraan Menara</p> <p>Pasal 2</p> <p>Penyelenggaraan menara berlandaskan asas keselamatan, keamanan, kemanfaatan, keindahan dan keserasian dengan lingkungannya, serta kejelasan informasi dan identitas menara.</p> <p> Bagian II</p> <p>Maksud dan Tujuan Penyelenggaraan Menara</p> <p>Pasal 3</p> <p>(1) Pembangunan dan pengoperasian menara bersama dimaksudkan untuk menjadi pedoman dan acuan dalam pembangunan Menara telekomunikasi di wilayah Kabupaten Paser agar memenuhi persyaratan administratif, teknis, fungsi, tata bangunan, rencana tata ruang wilayah, lingkungan dan aspek yuridis. </p> <p>(2) Penyelenggaraan Menara bertujuan untuk:</p> <p>a. Mewujudkan menara yang fungsional dan handal sesuai dengan fungsinya;</p> <p>b. Mewujudkan ketertiban dalam penyelenggaraan menara;</p> <p>c. Mewujudkan kepastian hukum dalam penyelenggaraan menara; dan</p> <p>d. Pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Paser agar tetap men...</p>

Recommended

View more >