PERBANDINGAN KARAKTERISTIK IKAN PADA RUMPON ?· arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam…

  • Published on
    12-Mar-2019

  • View
    215

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>PERBANDINGAN KARAKTERISTIK IKAN PADA RUMPON </p> <p>DENGAN ATRAKTOR IJUK DAN ATRAKTOR DAUN </p> <p>KELAPA DI PERAIRAN PULAU TUNDA BANTEN </p> <p>LUTFI IMAM BAIHAQI </p> <p>DEPARTEMEN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN </p> <p>FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN </p> <p>INSTITUT PERTANIAN BOGOR </p> <p>BOGOR </p> <p>2014 </p> <p>PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN </p> <p>SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA* </p> <p>Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Perbandingan </p> <p>Karateristik Ikan pada Rumpon dengan Atraktor Ijuk dan Rumpon dengan </p> <p>Atraktor Daun Kelapa di Pulau Tunda Banten adalah benar karya saya dengan </p> <p>arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun </p> <p>kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip </p> <p>dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah </p> <p>disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir </p> <p>skripsi ini. </p> <p>Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut </p> <p>Pertanian Bogor. </p> <p>Bogor, Februari 2014 </p> <p>Lutfi Imam Baihaqi </p> <p>NIM C44090018 </p> <p>ii </p> <p>ABSTRAK </p> <p>LUTFI IMAM BAIHAQI. Perbandingan Karateristik Ikan pada Rumpon dengan </p> <p>Atraktor Ijuk dan Rumpon dengan Atraktor Daun Kelapa di Pulau Tunda Banten. </p> <p>Dibimbing oleh ROZA YUSFIANDAYANI dan DANIEL R MONINTJA. </p> <p> Penulis tertarik menggunakan bahan ijuk karena telah banyak bahan lain </p> <p>yang diujicobakan untuk atraktor, seperti tali rafia dan ban. Tujuan penelitian ini </p> <p>adalah membandingkan katrakteristik ikan pada atraktor ijuk dengan atraktor </p> <p>daun kelapa. Metode yang digunakan yaitu, analisis Tingkat Kematangan gonad </p> <p>(TKG), kelimpahan, keragaman, keseragaman, dan dominansi plankton. Hasil </p> <p>penelitian menunjukkan bahwa ikan yang tidak layak tangkap di sekitar rumpon </p> <p>ijuk dan daun kelapa masing-masing adalah 97% dan 96%. Komposisi plankton </p> <p>pada kedua rumpon didominasi oleh genus Rhizosolenia. Nilai indeks keragaman </p> <p>plankton pada ikan yang tertangkap di rumpon ijuk berkisar antara 0.18-1.35 dan </p> <p>pada rumpon daun kelapa 0.72-1.20. Nilai indeks keseragaman plankton pada ikan </p> <p>di rumpon ijuk berada pada kisaran 0.19-0.52 dan pada rumpon daun kelapa 0.33-</p> <p>0.52. Nilai indeks dominansi plankton pada ikan yang tertangkap di rumpon ijuk </p> <p>berkisar antara 0.39-0.91 dan pada rumpon daun kelapa 0.43-0.62. </p> <p>Kata kunci: daun kelapa, ijuk, rumpon </p> <p>ABSTRACT </p> <p>LUTFI IMAM BAIHAQI. Comparison of The Characteristic of Fish of The Use </p> <p>of Rumpon with Palm Fiber Atractor and Coconut Leaves Atractor in Tunda </p> <p>Island, Banten. Supervised by ROZA YUSFIANDAYANI and DANIEL R </p> <p>MONINTJA. </p> <p> Author is interested in using the material palm fiber because many </p> <p>materials have been used for attractor such as rope and tire. The purpose of this </p> <p>research was to compare the characteristic of fish rumpon with palm fiber atractor </p> <p>to coconut leaves atractor. Gonad Maturity Level, abundance, diversity, </p> <p>uniformity, and the dominance index of plankton were used as tool analysis. The </p> <p>results showed that 97% of the fish caught were immature on a rumpon with palm </p> <p>fiber atractor and 96% for rumpon with coconut leaves atractor. Mostly, plankton </p> <p>found in both rumpon was Rhizosolenia genus. Index value of diversity in rumpon </p> <p>with palm fiber ranged form 0.18 to 1.35 and in rumpon with coconut leaves </p> <p>atractor ranged from 0.72 to 1.20. Index value of uniformity in rumpon with palm </p> <p>fiber atractor ranged from 0.19 to 0.52 and in rumpon with coconut leaves atractor </p> <p>ranged from 0.33 to 0.52. Index value of dominance in rumpon with palm fiber </p> <p>atractor ranged from 0.39 to 0.91 and in rumpon with coconut leaves atractor </p> <p>ranged from 0.43 to 0.62. </p> <p>Keywords: coconut leaves, palm fiber, rumpon </p> <p>iv </p> <p>Skripsi </p> <p>sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar </p> <p>Sarjana Perikanan </p> <p>pada </p> <p>Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan </p> <p>PERBANDINGAN KARAKTERISTIK IKAN PADA RUMPON </p> <p>DENGAN ATRAKTOR IJUK DAN ATRAKTOR DAUN </p> <p>KELAPA DI PERAIRAN PULAU TUNDA BANTEN </p> <p>DEPARTEMEN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN </p> <p>FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN </p> <p>INSTITUT PERTANIAN BOGOR </p> <p>BOGOR </p> <p>2014 </p> <p>LUTFI IMAM BAIHAQI </p> <p>v </p> <p>vi </p> <p>Judul Skripsi : Perbandingan Karakteristik Ikan pada Rumpon dengan Atraktor </p> <p>Ijuk dan Rumpon dengan Atraktor Daun Kelapa di Pulau Tunda </p> <p>Banten </p> <p> Nama : Lutfi Imam Baihaqi </p> <p>NIM : C44090018 </p> <p>Program Studi : Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap </p> <p>Disetujui oleh </p> <p>Dr. Roza Yusfiandayani, S.Pi </p> <p>Pembimbing I </p> <p>Prof. Dr. Ir. Daniel R. Monintja </p> <p>Pembimbing II </p> <p>Diketahui oleh </p> <p>Dr. Ir. Budy Wiryawan, M.Sc </p> <p>Ketua Departemen </p> <p>Tanggal Lulus: </p> <p>Dr. Roza Yusfiandayani, S.Pi. Prof. Dr. Ir Daniel R. Monintja Pembimbing I Pembimbing II </p> <p>awan M. Sc. </p> <p>Judul Skripsi </p> <p>Nama NIM Program Studi </p> <p>: Perbandingan Karakteristik Ikan pada Rumpon dengan Atraktor Ijuk dan Rumpon dengan Atraktor Daun Kelapa di Pulau Tunda </p> <p>: Lutfi Imam Baihaqi : C44090018 : Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap </p> <p>Disetujui oleh </p> <p>Tanggal Lulus: .3 0 JAN ?01 </p> <p>vii </p> <p>PRAKATA </p> <p>Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa taala atas </p> <p>segala karunia-Nya sehingga skripsi ini berhasil diselesaikan. Judul yang dipilih </p> <p>dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Mei-Juli 2013 ini ialah </p> <p>Perbandingan Karaktreristik Ikan pada Rumpon dengan Atraktor Ijuk dan </p> <p>Atraktor Daun Kelapa di Perairan Pulau Tunda. </p> <p>Penulis tak lupa mengucapkan terimakasih kepada Dr. Roza </p> <p>Yusfiandayani, S.Pi dan Dr. Ir. Daniel R. Monintja, selaku pembimbing yang </p> <p>telah memberikan nasihat dan arahan, serta Dr. Ir. Zulkarnain, M.Si selaku dosen </p> <p>penguji tamu. Ucapan terimakasih juga penulis haturkan kepada orang tua dan </p> <p>teman-teman penulis khususnya PSP 46 (Cacat, Aguy, Upeh, Eka, Gun, Tibet, Iin, </p> <p>Lia, Bagus, Tyas, Idem, Apoy, Surini, dan Dwi Safitri) yang telah memberikan </p> <p>semangat kepada penulis. </p> <p>Semoga karya ilmiah ini bermanfaat. </p> <p>Bogor, Februari 2014 </p> <p>Lutfi Imam Baihaqi </p> <p>viii </p> <p>DAFTAR ISI </p> <p>DAFTAR TABEL vi </p> <p>DAFTAR GAMBAR vi </p> <p>DAFTAR LAMPIRAN vi </p> <p>PENDAHULUAN 1 </p> <p>Latar Belakang 1 </p> <p>Perumusan Masalah 2 </p> <p>Tujuan Penelitian 2 </p> <p>Manfaat 2 </p> <p>METODE 4 </p> <p>Waktu dan Tempat 4 </p> <p>Alat dan Bahan 4 </p> <p>Prosedur Penelitian 6 </p> <p>HASIL DAN PEMBAHASAN 11 </p> <p>Perbandingan Rumpon 11 </p> <p>Komposisi Hasil Tangkapan 11 </p> <p>Tingkat Kematangan Gonad 12 </p> <p>Nilai Kelimpahan Plankton di Perairan dan Isi Perut Ikan 14 </p> <p>Analisis Indeks Keragaman, Keseragaman dan Dominansi Plankton di Perairan </p> <p>dan Isi Perut Ikan 16 </p> <p>Komposisi Plankton di Dalam Perut Ikan 18 </p> <p>KESIMPULAN DAN SARAN 22 </p> <p>Kesimpulan 22 </p> <p>Saran 23 </p> <p>DAFTAR PUSTAKA 23 </p> <p>LAMPIRAN 24 </p> <p>RIWAYAT HIDUP 27 </p> <p>ix </p> <p>DAFTAR TABEL </p> <p> 1. Perbandingan kedua rumpon 11 2. Komposisi TKG hasil tangkapan pada rumpon ijuk 13 3. Komposisi tingkat kematangan gonad ikan pada rumpon daun </p> <p>kelapa 13 </p> <p>4. Komposisi Tingkat Kematangan Gonad Ikan 13 5. Komposisi Plankton pada isi perut ikan dan sampel air 20 6. Komposisi plankton pada isi perut ikan dan sampel air 21 </p> <p>DAFTAR GAMBAR </p> <p>1. Kerangka Pikir 3 2. Peta Pulau Tunda 4 3. Rumpon atraktor daun kelapa 5 4. Rumpon atraktor ijuk 5 5. Alat tangkap pancing ulur yang digunakan dalam penelitian. 6 6. Rumpon daun kelapa (a) dan rumpon ijuk (b) 7 7. Komposisi hasil tangkapan 12 8. Perbandingan tingkat kematangan gonad antar rumpon 14 9. Nilai kelimpahan plankton 15 10. Perbandingan nilai kelimpahan antar rumpon 15 11. Perbandingan nilai indeks keragaman plankton pada isi perut ikan 16 12. Perbandingan nilai indeks keragaman plankton 16 13. Perbandingan nilai indeks keseragaman plankton 17 14. Perbandingan indeks keseragaman plankton 17 15. Perbandingan nilai indeks dominansi plankton 18 16. Perbandingan nilai indeks dominansi plankton 18 17. Komposisi plankton dalam isi perut ikan di rumpon ijuk 19 18. Komposisi Planton pada Sampel Air Rumpon Ijuk 19 19. Komposisi plankton pada isi perut ikan yang tertangkap di rumpon </p> <p>daun kelapa 20 </p> <p>20. Komposisi Plankton pada sampel air rumpon daun kelapa 21 21. Komposisi plankton pada isi perut ikan hasil tangkapan dikedua </p> <p>rumpon 22 </p> <p>DAFTAR LAMPIRAN </p> <p>1. Alat dan bahan yang digunakan 24 2. Rumpon yang digunakan 24 3. Ikan hasil tangkapan 25 </p> <p>x </p> <p>4. Komposisi hasil tangkapan 25 5. Tabel panjang ikan dan TKG pada rumpon ijuk 25 6. Tabel panjang ikan dan TKG pada rumpon daun kelapa 26 7. Tabel perhitungan plankton pada isi perut ikan rumpon daun </p> <p>kelapa 26 </p> <p>8. Tabel perhitungan plankton pada isi perut ikan rumpon ijuk 26 </p> <p>1 </p> <p>PENDAHULUAN </p> <p>Latar Belakang </p> <p>Pulau Tunda merupakan salah satu kawasan yang terdapat di Provinsi Banten. </p> <p>Pulau Tunda memiliki perairan dengan potensi perikanan yang baik, ini ditunjang </p> <p>dengan beranekaragamnya terumbu karang dan biota lautnya, serta masih banyak </p> <p>pohon mangrove. Hal ini menyebabkan hampir sebagian besar penduduk Pulau </p> <p>Tunda memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Nelayan Pulau Tunda merupakan </p> <p>nelayan pancing. </p> <p>Alat tangkap pancing yang digunakan oleh nelayan Pulau Tunda adalah </p> <p>pancing ulur dan pancing layang-layang. Daerah penangkapan nelayan Pulau Tunda </p> <p>berjarak sekitar 23 mil dari Pulau Tunda. Hasil tangkapan dari alat tangkap ini </p> <p>beragam, mulai dari ikan karang sampai ikan pelagis kecil dan ikan pelagis besar. </p> <p>Nelayan Pulau Tunda sudah mengenal alat bantu penangkapan yang disebut </p> <p>rumpon. Alat bantu penangkapan ini sangat membantu nelayan untuk mengumpulkan </p> <p>ikan. Hal tersebut dapat memudahkan nelayan tanpa harus mengejar ikan untuk </p> <p>menangkapnya. Menurut Subani dan Barus (1989) menyatakan bahwa komponen </p> <p>utama terbentuknya rumpon yaitu, atraktor, tali temali, pelampung dan pemberat. </p> <p>Bagian atraktor merupakan bagian yang paling utama dari komponen rumpon, karena </p> <p>berfungsi sebagai pengumpul ikan. Ikan-ikan yang berkumpul di sekitar atraktor biasa </p> <p>ditangkap oleh nelayan. Menurut Tim Pengkajian Rumpon Fakultas Perikanan </p> <p>Institut Pertanian Bogor (1987), ada beberapa syarat umum dari terhadap atraktor, </p> <p>yaitu : </p> <p>1) Mempunyai daya tahan yang baik; 2) Tahan lama; 3) Mempunyai bentuk posisi potongan vertikal dengan arah ke bawah; 4) Melindungi ikan-ikan kecil; dan 5) Terbuat dari bahan yang kuat dan murah. </p> <p>Atraktor yang digunakan pada rumpon umumnya adalah daun kelapa, </p> <p>demikian juga yang digunakan oleh nelayan Pulau Tunda. Sejauh ini bahan-bahan </p> <p>lain yang telah diujicobakan sebagai atraktor yaitu tali rafia dan ban. Ramadan </p> <p>(2011), penggunaan ijuk sebagai penutup bubu tambun sebagai alternatif baru yang </p> <p>hasil tangkapannya tidak jauh berbeda dengan yang menggunakan tutupan dari </p> <p>terumbu karang. Selain itu, ijuk juga sering digunakan untuk tempat bertelurnya ikan </p> <p>pada kolam-kolam ikan. Hal tersebut yang menjadi alasan penulis tertarik </p> <p>menggunakan bahan ijuk. Kerangka pikir Gambar 1. </p> <p>2 </p> <p>Perumusan Masalah </p> <p>Penggunaan ijuk untuk bidang perikanan telah sering digunakan, sehingga </p> <p>penulis tertarik ingin mengujicobakan ijuk yang berasal dari pohon aren yang </p> <p>dibandingkan dengan daun kelapa. Hal ini dilakukan untuk melihat karakteristik ikan </p> <p>hasil tangkapan dari kedua rumpon tersebut dengan beberapa parameter. </p> <p>Tujuan Penelitian </p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk : </p> <p>1) Menganalisis tingkat kematangan gonad ikan yang berkumpul di sekitar rumpon ijuk dan daun kelapa; </p> <p>2) Menganalisis isi perut ikan yang tertangkap di sekitar rumpon; dan 3) Menghitung indeks keragaman, keseragaman dan dominansi plankton yang </p> <p>terdapat pada isi perut dan sampel air di sekitar rumpon. </p> <p>Manfaat </p> <p>Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada nelayan setempat </p> <p>dan dinas terkait tentang penggunaan rumpon dengan atraktor ijuk, serta dapat </p> <p>memberikan pengetahuan tentang ikan yang layak tangkap sehingga pemanfaatan </p> <p>sumberdaya perikanan dapat maksimal dan dapat menjaga kelestarian sumberdaya </p> <p>ikan. </p> <p>3 </p> <p>ar Belakang </p> <p> ------------------------------------------------------------------------------------- Latar Belakang </p> <p> ------------------------------------------------------------------------------------ Permasalahan </p> <p> ------------------------------------------------------------------------------------ Input </p> <p> -------------------------------------------------------------------------------------------- Proses </p> <p> -------------------------------------------------------------------------------------------- Output </p> <p> --------------------------------------------------------------------------------------------- Tujuan </p> <p>Gambar 1 Kerangka Pikir </p> <p>Perikanan Rumpon Laut Dangkal </p> <p>Alat Bantu </p> <p>Penangkapan </p> <p>Daerah </p> <p>Penangkapan Ikan </p> <p>Sumberdaya Ikan </p> <p>Pelagis Kecil </p> <p>Rumpon Atraktor </p> <p>Daun Kelapa </p> <p>Rumpon Atraktor </p> <p>Serabut Ijuk </p> <p>Ukuran dan Tingkat Kelayakan Hasil Tangkapan </p> <p>Aspek Biologi </p> <p>Pengamatan hasil </p> <p>tangkapan dan melihat </p> <p>panjang serta berat </p> <p>ikan </p> <p> Analisis Tingkat </p> <p>Kematangan Gonad </p> <p> Analisis isi perut </p> <p>ikan </p> <p>Ikan yang layak </p> <p>tangkap </p> <p>Karakteristik Hasil Tangkapan </p> <p>Ikan yang layak </p> <p>tangkap </p> <p>4 </p> <p>METODE </p> <p>Waktu dan Tempat </p> <p>Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei-Juli 2013. Penelitian ini meliputi </p> <p>pengambilan data (Gambar 2) dan analisis sampel di laboratorium. Analisis sampel </p> <p>dilakukan di laboratoriun Ekobiologi dan Konservasi Sumberdaya Perairan, </p> <p>Departeman Menejemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu </p> <p>Kelautan, Institut Pertanian Bogor </p> <p>. </p> <p>Gambar 2 Peta Pulau Tunda </p> <p>Alat dan Bahan </p> <p>Alat yang digunakan dalam melakukan penelitian (lihat Lampiran 1) antara </p> <p>lain: </p> <p>1) Alat tulis; 2) Kamera; 3) Alat bedah; 4) Timbangan; 5) Alat ukur; 6) Echosounder; 7) Botol film; 8) Mikroskop; 9) Kertas label; dan 10) Plankton net. </p> <p>5 </p> <p>Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : </p> <p>1. Rumpon </p> <p>Rumpon terbagi 3 jenis berdasarkan pemasangan dan pemanfaatannya, yaitu </p> <p>rumpon perairan dasar, rumpon perairan dangkal, dan rumpon perairan dalam. </p> <p>Rumpon yang digunakan dalam penelitian ini merupakan rumpon perairan dasar </p> <p>yang dibuat sebanyak 2 buah (lihat Lampiran 2). Rumpon ini berukuran 3 x 3 x 2,5 </p> <p>meter yang terbuat dari kerangka berbahan kayu. Rumpon ini menggunakan kayu </p> <p>sebanyak 22 buah kayu untuk dijadikan kerangka sebelum atraktor dipasangkan. Tiap </p> <p>ujung-ujung bawah dipasangkan pemberat yang beratnya sekitar 10 kg sebanyak 9 </p> <p>buah. Masing-masing rumpon berukuran sama hanya dibedakan atraktornya, yaitu </p> <p>daun kelapa dan ijuk (Gambar 3 dan 4). </p> <p>Gambar 3 Rumpon atraktor daun kelapa </p> <p>Gambar 4 Rumpon atraktor ijuk </p> <p>2. Pancing Ulur </p> <p>Alat tangkap ini akan dioperasikan untuk melihat hasil tangkapan yang ada </p> <p>pada tiap rumpo...</p>