perencanaan pelabuhan khusus

  • Published on
    06-Aug-2015

  • View
    375

  • Download
    3

Embed Size (px)

Transcript

6BAB II STUDI PUSTAKA 2.1TINJAUAN UMUM Padababinidibahasmengenailandasanteoriperencanaandan perhitunganyangakandipakaipadaperencanaanPelabuhanBatubaraPLTU Rembang.Studipustakamerupakansuatupembahasanmateriberdasarkan sumberdarireferensi-referensiyangdijadikansebagaidasaracuanuntuk perhitunganperencanaanagardapatterwujudbangunanyangsesuaidengan ketentuanumumyangberlaku.Untukmendapatkanhasilyangterbaikdalam pelaksanaansuatupekerjaandituntutadanyaperencanaanyangmatangdengan dasar-dasar perencanaan yang baik. 2.2PELABUHAN BATUBARA Pelabuhanbatubaratermasukpelabuhanbarangcurahhasiltambang,di manapelabuhaninimerupakanpelabuhankhususyanghanyamelayanikegiatan pemuatanataupembongkaranbatubara.HalinisesuaidenganUUNo.69tahun 2001tentangKepelabuhan,BabIPasal1,ayat5,yangmenyebutkanbahwa pelabuhan khusus adalah pelabuhan yang dikelola untuk kepentingan sendiri guna menunjangkegiatantertentu.Olehkarenaitu,pelabuhaninimempunyaifasilitas khusus yang dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu fasilitas pelabuhan hanya untuk pemuatan dan fasilitas pelabuhan hanya untuk pembongkaran.Dalammelakukankegiatanpembongkaranmaupunpemuatanbatubara dari dan atau ke kapal, dapat dilakukan dengan dua macam cara, yaitu: 1.Pembongkaranmuatansendiri(self-unloadingvessel),yaitupembongkaran muatanbatubarayangdilakukansendiriolehkapalpengangkutbatubara denganmenggunakanbeltconveyorpadakapal.Self-unloadingvessel ditunjukkan pada gambar 2.1 berikut ini. (Sumber: www.glmtf.org/self_unloading_vessels.html, 2007) 2 2.Pemuatanmenjadi da.Fix-loFix-lobatubamelakupemualoaderhilir SGambar 2.2Pemnmaupunpdua macam cader/unloadader/unloadaradimanaukankegiaatanbersifatr pada terminungai Missi2 Fixed Loadmindahan PeGambar 2.1pembongkarcara berdasader deradalahsadiperlukanatannya.Dattetapataunal pemindassippi. (Gamder dan ConengangkutanBelt conve Self-unloadranolehsuaarkan sifat gesuatucarapnpergerakanalamhaliutidakbisa ahan pengangmbar 2.2) ntinuous Bucn Batubara deyor ding Vessel atumenara erakannya, ypembongkarnkapalsepainialatpebergerak.Cgkutan (trancket Ladder di Hilir Sungyangbisa yaitu: ranmaupunanjangdermembongkaranContohnya nsshipment) bUnloader diai Mississipp7dibedakan npemuatan magadalam nmaupun adalahfix-batubara di Terminal pi 8b.Moving-loader/ unloader Movingloader/unloaderadalahsalahsatucarapembongkaranmaupun pemuatanmuatandimanaalatpembongkaranmaupunpemuatanakan bergerakdarisatupalka(hold)kepalkayanglainnyadengankapaltetap tinggal pada suatu posisi yang tetap. (Tsinker, 2004) 2.2.1Pelabuhan Muat/ Loading Pelabuhanmuatbiasanyadilengkapidenganalatpemuatyangberadadi tepipantaiuntukmenuangkanmuatanyangdibawanyadenganbeltconveyorke badankapal.Untukmenjagakeseimbangankapalsaatmuatataupunbongkar, harusditentukanpalkamanayangdimuatataudibongkarterlebihdahulu.Palka (hold)merupakansemacamlubangpadaruangkapalyang berfungsimenyimpan barang-barang, termasuk batubara. Misal pada kapal tersebut ada sembilan palka, makapemuatanataupembongkaranharusdilakukansedemikianrupasehingga keseimbangan kapal tetap terjaga.Adatigametodeloadingyangdigunakanpadapemuatanbatubara,yaitu: pemuatanhomogen(homogeneousloading),pemuatanmetodepalkabergantian (alternate hold loading), dan pemuatan blok (block loading).(Sumber: www.shipstructure.org, 2008) a.Metode homogeneous loading ditunjukkan pada gambar 2.3 adalah salah satu caradimanajumlahyangsamadarimuatandiisiseragampadamasing-masing hold. Metode ini adalah yang paling sering digunakan pada pemuatan batubara. Hal yang perlu diperhatikan adalah pada perencanaan muatan yang homogen untuk mengurangi resiko muatan bergeser. Gambar 2.3 Metode Pemuatan Homogen (homogeneous loading) 9b.Metode alternate hold loading ditunjukkan pada gambar 2.4 digunakan ketika muatandengankepadatantinggidiangkutuntukmenaikkantitikpusat gravitasi. Yang perlu diperhatikan pada metode alternate hold loading adalah padatahapandesain.Strukturlokal,dindingpemisahkapal(bulkheads), puncaktangki(tanktop),dancorongtuang(hopper)harusberukurancukup untukmenerimapenambahanberat.Supayaketinggiandindingbajaaman dantidakdibangunberlebihanpadasemuahold,hanyaholdiniyangakan diisi dan diperkuat. Sebagai tambahan pada struktur lokal, pemuataninibisa mempengaruhi tinggi dan kekuatan pada dinding pemisah kapal (bulkheads). Gambar 2.4 Metode Palka Bergantian (alternate hold loading) c.Metodeblockloadingditunjukkanpadagambar2.5adalahserupadengan metode alternate hold loading kecuali pada hold yang bersebelahan bisa diisi pada blok rencana. Dengan kata lain, dua pasang dari hold yang bersebelahan akandiisidengansatuholdkosongdiantaramereka.Skemapemuatanini digunakanketikasebuahkapalterisisebagian.Ketikamerencanakanblock loading,halinisangatpenting,mengingatakanberatdandistribusidaya apung pada blok kargo. Gambar 2.5 Metode Pemuatan Blok (block loading) Padaprosespemuatanbatubarasendiridapatdilakukandenganduacara, yaitu:a.fix-loader, yaitu cara pemuatan batubaradimana diperlukanpergerakan kapal sepanjangdermagadalammelakukankegiatannya.Dalamhalinialat pembongkaran maupun pemuatan bersifat tetap atau tidak bisa bergerak. 10b.moving-loader,yaitucarapemuatanbatubaradimanaalatpemuatanakan bergerakdarisatupalka(hold)kepalkayanglainnyadengankapaltetap tinggal pada suatu posisi yang tetap.Padacaramoving-loaderinidapatdikelompokanlagimenjaditravelingloader, radialloader,danlinierloader,denganbanyakvariasidaritiap-tiapjenisnya. (Tsinker, 2004) 1.Sebuahtravelingloaderbergerakpadarelsepanjangdermagayangparalel denganposisikapal,yangdipasanguntukmemindahkanmuatandarimain conveyorpadadermagakeconveyorpadalengantravelingloader.Sebuah travelingloaderuntukpemuatanbatubarakedalamkapalyangberkapasitas 150.000 DWT ditunjukkankan pada gambar 2.6. Gambar 2.6 Traveling Ship Loader di Terminal Pemindahan Muatan Hilir Sungai Mississippi (Tsinker, 2004) 2.Sebuah radial loader berputar pada titik di mana main conveyor memindahkan muatankelenganpemuat.Loaderbergerakpadasuatujaluryangmelingkar, danlenganpemuattetapkeluarmasukuntukmenjangkaukapalketikaloader bergerak sepanjang jalur lingkar itu. Radial ship loader berporos padabagian pangkal dan memungkinkan ship loader untuk mengakses keseluruhan panjang kapal.Untukmelayanikapalyangsangatbesar,radialloaderdigunakan berpasangan. Radial loader ditunjukkan pada gambar 2.7 dan 2.8. LenganTravelling Loader Belt Conveyor 11 Gambar xxx Loader kapal dual radial Gambar 2.7 Dual Radial Ship Loader (Tsinker, 2004) Pemuatan tipe radial loader ini telah diterapkan pada Port Hedland. Gambar 2.8 Radial Ship Loader pada Port Hedland (Sumber: www.austman.net.au, 2009) 3.Sedangkanlinierloaderjugabergerakdarimainconveyorpadasatutitik, tetapiloaderberjalansepanjangjaluryangluruspadageladakdermaga, dengansebuahpintalanconveyoryangterhubungdenganmainconveyor. Prinsip kerja dari sebuah linier loader ditunjukkan pada gambar 2.9. Gambar 2.9 Loader Kapal Linear (Tsinker, 2004) 12PemuatantipelinearloaderinitelahditerapkanpadapelabuhandiTeluk Sepetiba, Brazil yang ditunjukan pada gambar 2.10. Gambar 2.10 Shiploader Dual Linear di Teluk Sepetiba, Brazil (Sumber: www.elginindustries.com, 2009) Berikut ini adalah contoh-contoh pelabuhan muat batubara di Indonesia : a.PelabuhanKhususBatubaraSungaiPuttingKabupatenTapinKalimantan Selatan.Pelabuhaninidilengkapidengan4(empat)buahconveyorsehingga memungkinkan 4 tongkang (dengan panjang 300 feet 320 feet) bersandar dipelabuhaninisecarabersamaandengankecepatanangkutterpasangrata-rata300MT/jamuntukmasing-masingconveyor.Pelabuhankhusus batubara Sungai Putting Kalimantan Selatan dapat dilihat pada gambar 2.11. 13 Gambar 2.11 Pelabuhan Khusus Batubara Sungai Putting Kalimantan Selatan (Sumber: tambangkalimantan.blogspot.com, 2008) b.PelabuhanPelindo,Trisakti,Banjarmasin,KalimantanSelatandengan panjang300feetdapatdilihatpadagambar2.12.Pelabuhaninidilengkapi dengan2buahconveyordengankecepatanangkutterpasangmasing-masing 300 MT /jam. Gambar 2.12 Pelabuhan Muat Batubara Pelindo, Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Sumber: www.banjarmasinpost.co.id, 2009) c.PelabuhanMandiri,KecamatanKintap,KabupatenTanahLaut,Kalimantan Selatandenganpanjang300feet.Pelabuhaninidilengkapidengan2buah conveyor dengan kecepatan angkut terpasang masing-masing 300 MT /jam. 14d.PelabuhanSamuderadiMuaraSabak,KabupatenTanjungJabungTimur, Jambi. Pelabuhan ini dapat dilihat pada gambar 2.13 berikut ini. Gambar 2.13 PelabuhanSamudera di Muara Sabak,Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi (Sumber: rosenmanmanihuruk.blogspot.com, 2010) 2.2.2Pelabuhan Bongkar/ Unloading Pelabuhanpembongkarandilengkapidengankranyangdapatbergerakdi sepanjangdermagadenganmenggunakanrel.Padakrantersebutdigantungkan ember(bucket)yangdapatditurunkandikapaluntukmengerukmuatan. Kemudianemberdanisinyabergerakuntukmenuangkanisinyadilapangan penimbunan,ataulangsungkealatpengangkutdidaratsepertitruk,keretaapi, ataubeltconveyor.Meskipunmuatanbisalangsungdipindahdarikapalkealat pengangkutdidarat,namunsebaiknyajugatetapdisediakanlapangan penimbunan sementara di belakang dermaga supaya pembongkaran di kapal tidak terganggu apabila terjadi keterlambatan/ kerusakan alat.Berikutiniadalahcontohaktivitaspembongkaranbatubarapada Pelabuhan Batubara PLTU Tanjung Jati yang dapat dilihat pada gambar 2.14. 15 Gambar 2.14 Pembongkaran Batubara di Pelabuhan Batubara PLTU Tanjung Jati (Sumber: www.plntjb.co.id, 2007) Beberapa cara pembongkaran batubara antara lain, (Tsinker, 2004): a.Pembongkaranmuatansendiri(Self-unloader),yaitukapalyangbisa membongkarmautansendiriuntukdikeluarkankepantai(Gambar2.1).Self-unloadershipdapatmemindahkanbatubarapadasuatudoktanpabantuan peralatandaritepipantai.Panjangself-unloadershipberkisardari500kaki sampai1,000kaki,dapatmengangkutkemanapundari5,700sampai70,000 tontiapperjalanan,dandapatself-dischargemuatanrata-ratahingga10,000 tonperjam.Salahsatucontohdariself-unloadervesseladalahkapalEnergy Enterpriseyangspesifikasinyaakandijelaskanpadasub-babkapal-kapal pengangkut batubara. b.Clamshell unlo