Pertemuan 3. Teori Stakeholder

  • Published on
    04-Oct-2015

  • View
    226

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

teori yang menjelaskan bagaimana kerja stakeholder perusahaan terdiri dari teori bagaimana menjadi stakeholder yang baik dan di bimbing pleh dosen Supriono jurusan Faculty of Bussines

Transcript

TEORI STAKEHOLDERS Oleh: Ika Ruhana

TEORI STAKEHOLDERSOleh: supriono

MATERITEORI STAKEHOLDERSMenjelaskan: pengertian stakeholder dalam organisasi bisnis (stakeholder internal dan eksternal);Mendeskripsikan fungsi stakeholder dalam organisasi bisnis (stakeholder internal dan eksternal) Menjelaskan pola kehidupan saling ketergantungan antar stakeholder;Menjelaskan pertentangan kepentingan dari para stakeholder: perusahaan sebagai sebuah bentuk organisasi stakeholderPENGERTIAN Stakeholder :merupakan individu, sekelompok manusia, komunitas atau masyarakat baik secara keseluruhan maupun secara parsial yang memiliki hubungan serta kepentingan terhadap perusahaan. Individu, kelompok, maupun komunitas dan masyarakat dapat dikatakan sebagai stakeholder jika memiliki karakteristik seperti yang diungkapkan oleh Budimanta dkk, 2008 yaitu mempunyai :kekuasaan, legitimasi, kepentingan terhadap perusahaan. Menurut tingkat kepentingannya dibedakan;Stakeholder primer adalah pihak-pihak yang mempunyai kepentingan terhadap perusahaan dan menanggung resiko. Contohnya adalah pemegang saham, investor, konsumen, pemasok, karyawan, juga pemerintah dan komunitas lokal. Stakeholder sekunder adalah pihak yang mem-pengaruhi atau dipengaruhi oleh perusahaan, tapi mereka tidak terlibat dalam transaksi dengan per-usahaan dan tidak begitu penting bagi kelangsungan hidup perusahaan. Contohnya adalah media dan berbagai kelompok kepentingan tertentu (LSM, SP)JENIS STAKEHOLDERStakeholder theory dimulai dengan asumsi bahwa nilai (value) secara eksplisit dan tak dipungkiri merupakan bagian dari kegiatan usaha.Teori stakeholder adalah kumpulan konsep yang berkaitan dengan cara-cara yang digunakan perusahaan untuk memanage stakeholdernya. Cara-cara yang dilakukan perusahaan untuk memanage stakeholdernya tergantung pada strategi yang diadopsi perusahaan

TEORI STAKEHOLDERTerdapat dua macam strategi pengelolaan stakeholder, yaitu;Strategi aktif, apabila perusahaan berusaha mempengaruhi hubungan organisasinya dengan stakeholderyang dipandang berpengaruh/penting. Strategi pasif, jika perusahaan cenderung tidak terus menerus memonitor aktivitas stakeholder dan secara sengaja tidak mencari strategi optimal untuk menarik perhatian stakeholderSTRATEGI PENGELOLAAN STAKEHOLDERPerkembangan teori stakeholder diawali dengan berubahnya bentuk pendekatan perusahaan dalam melakukan aktifitas usaha. Ada dua bentuk dalam pendekatan stakehoder menurut Budimanta dkk, 2008 yaitu;old-corporate relation dan new-corporate relation. Perkembangan teori stakeholder Pendekatan ini menekankan pada bentuk pelaksanaan aktifitas perusahaan secara terpisah dimana setiap fungsi dalam sebuah perusahaan melakukan pekerjaannya tanpa adanya kesatuan diantara fungsi-fungsi tersebut. Hubungan antara bagian tanpa koordinai. Bagian produksi hanya berkutat bagaimana memproduksi barang sesuai dengan target, dan bagian pemasaran hanya bekerja berkaitan dg konsumenya tanpa mengadakan koordinasi satu dengan yang lainya. Hubungan antara pemimpin dengan karyawan dan pemasok pun berjalan satu arah. Hubungan dengan pihak di luar perusahaan bersifat jangka pendek dan hanya sebatas hubungan transaksional saja tanpa ada kerjasama untuk menciptakan kebermanfaatan bersama.Perkembangan Teori Stakeholder Old Corporate Relation ApproachPendekatan New-corporate relation menekankan kolaborasi antara perusahaan dengan seluruh stakeholder-nya.Hubungan perusahaan dengan internal stakeholders dibangun berdasarkan konsep kebermanfaatan yang membangun kerjasama untuk bisa menciptakan kesinambungan usaha perusahaanHubungan dengan stakeholder di luar perusahaan bukan hanya bersifat transaksional dan jangka pendek namun lebih kepada hubungan yang bersifat fungsional yang bertumpu pada kemitraan. Perusahaan tidak lagi menempatkan dirinya diposisis paling atas sehingga perusahaa mengeksklusifkan dirinya dari para stakeholder . Arah dan tujuan pola hubungan selain untuk menghimpun keuntungan juga berusaha untuk bersama-sama membangun kualitas kehidupan external stakholdersPerkembangan Teori Stakeholder New corporate relation approach Perkembangan teori stakeholders membawa perubahan terhadap indikator kesusuksesan perusahaan. Hal tersebut tercermin dengan munculnya paradigma Triple Bottom Line (TBL)TBL adalah Konsep pengukuran kinerja perusahaan secara holistik dengan memasukkan tiga ukuran kinerja sekaligus yaitu: economic, environmental, social (EES) . Ekonomic, berupa perolehan profit,Environmental berupa pelestarian lingkungan, dan Sosial berupa kepedulian sosial Jelasnya, perusahaan tak hanya menjadi economic animal, tapi juga entitas yang socially and environmetally responsible. Triple Bottom Line Ide di balik TBL ini tak lain adalah adanya pergeseran paradigma pengelolaan bisnis dari shareholders-focused ke stakeholders-focused. Dari fokus perolehan laba secara membabi-buta menjadi perhatian pada kepentingan pihak-pihak yang terkait (stakeholder interest) baik langsung maupun tidak langsung dengan perusahaan. Konsekuensinya, peran dunia bisnis semakin signifikan sebagai alat pemberdaya masyarakat dan pelestari lingkungan. Ide TBL sekaligus mencoba menempatkan upaya pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan pada titik sentral dari keseluruhan strategi perusahaanbukan periferal, bukan tempelan, bukan kosmetik.Pergeseran Paradigma Pengelolaan BisnisKONFLIK KEPENTINGANPotensi konflik antara pemilik perusahaan dan kreditor. Hal yang paling besar kemungkinan terjadi yakni masalah kepercayaan (trust). Potensi konflik antara pemilik dan pegawai.Konflik antara pemilik modal dengan pengelola ( management)