Pesta Terakhir

  • Published on
    16-Jul-2015

  • View
    27

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

PESTA TERAKHIRKarya Ratna Sarumpaet

PENGANTAR Sudah puluhan tahun BAPAK SEPUH dikenal sebagai pemimpin yang sukses di sebuah wilayah. Isterinya, yang meninggal beberapa tahun lalu, dikenal sebagai salah satu kunci keberhasilan Bapak Sepuh. Sebagai Pemimpin, Pak SEPUH terkenal sangat murah senyum. Budi bahasanya lembut dan manis dalam menghadapi siapapun. Ia dikenal berhasil memimpin wilayahnya menjadi wilayah yang makmur. Namun dalam perjalanan kemakmuran itulah kemudian ia terus berubah menjadi seorang pemimpin yang tamak, kejam dan tidak adil. Kelembutan dan senyumnya dinilai orang sebagai tameng yang ditata untuk menutupi kebusukan2 serta siasat yang tersimpan dalam dirinya. Sebagai penentu kebijakan ia dikenal sangat otoriter, bahkan absolut. Tidak ada satu alasanpun yang boleh menggagalkan pikiran atau gagasan yang menjadi obsesinya. Semua cita-citanya harus jadi kenyataan dan dia mendapatkan semua dengan menghalalkan segala cara. Drama satu babak ini terjadi pada hari BAPAK SEPUH menghembuskan nafas terahirnya. Kematian Bapak SEPUH, membuat membuat anak-cucunya yang selama ini sangat manja dan sangat bergantung pada kekuasaannya, mendadak terguncang. Mereka panik dan merasa tidak aman. Sebagian besar memutuskan melarikan diri, kecuali HARYATI. Haryati adalah satu-satunya putri Pak SEPUH yang setia dan bertahan. Ia dengan penuh tanggung jawab mempersiapkan segala sesuatu untuk upacara penghormatan terakhrir pada Bapak SEPUH. Meski hampir semua orang, pelayan, penjaga, tetangga, kerabat telah meninggalkannya, ditemani seekor anjing peliharaannya, (DOMKY), seorang sahabat (SURTI), seorang pelayan (MANDOR), dan empat orang kenalan (KIMIN, POHAN, THAMRIN, HARUN), Haryarti dengan teguh mempersiapkan sebuah penghormatan terakhir yang benar-benar baik dan sepadan dengan kebesaran nama Ayahnya. yang sebenarnya tidak pernah menjadi sahabat keluarga Bapak SEPUH.

Dramatic PersonaeHARUN THAMRIN POHAN KIMIN HARYATI SURTI

1 |Lakon Pesta Terakhir karya Ratna Sarumpaet Following published : http://banknaskah-fs.blogspot.com/

SATUDI SEBUAH PENDOPO, DIKEDIAMAN BAPAK SEPUH. SAYUP SAYUP, DARI KEJAUHAN TERDENGAR SUARA ORANG-ORANG MEMBACAKAN LA ILAH HA ILLALLAH. DI PENDOPO INI TERJADI PERSIAPAN SEBUAH HAJATAN. DUA ORANG LAKILAKI (HARUN & THAMRIN) TAMPAK MEMASUKI PENDOPO, DENGAN MENGUSUNG SEBUAH KERANDA JENAZAH YANG SUDAH DIDANDANI DAN SIAP UNTUK SISEMAYAMKAN. SETELAH MEMASUKI HAMPIR SEPARUH RUANGAN, THAMRIN TIBA-TIBA MEMUTUSKAN UNTUK BERHENTI, TANPA MEMINTA PERTIMBANGAN ATAU MEMBERI ABA-ABA PADA HARUN. IA SEENAKNYA SAJA MENURUNKAN KERANDA YANG DIPANGGULNYA DI LANTAI, KEMUDIAN DUDUK SAMBIL MENGIPAS-NGIPAS WAJAHNYA DENGAN TOPINYA, MEMBUAT HARUN BENGONG DAN BETUL-BETUL JENGKEL. HARUN Hei THAMRIN ... Kalau sekali dua menit kau mogok begitu, kapan nyampenya? THAMRIN MENJAWAB ACUH THAMRIN Berat. HARUN Mana ada mayat yang nggak berat? THAMRIN Duduk aja dulu RUN. Kita mau ngejar apa sih? MESKI JENGKEL, SETELAH MEMERIKSA KERANDA SESAAT, HARUN AKHIRNYA MENGIKUTI JUGA SARAN THAMRIN. IA DUDUK DAN MULAI BICARA, MASIH DENGAN NADA DONGKOL. HARUN Aku kadang bersyukur betul jadi orang kecil. Segala sesuatu bisa dihadapi dengan sederhana. Hidup kita sederhana, kebutuhan kita sederhana, mati kitapun sederhana. PADA SAAT YANG SAMA, KIMIN DAN POHAN MEMASUKI PENDOPO. MEREKA DITUGASKAN MENYIAPKAN PENDOPO SEBAGAI TEMPAT DIMANA JEBAZAH PAK SEPUH AKAN DISEMAYAMKAN, SEGALIGUS DIMANA MASYARAKAT DAPAT MELIHAT DAN MEMBERINYA PENGHORMATAN TERAKHIR. SAMBIL MENGUSUNG KURSI-KURSI KIMIN DAN POHAN MEMPERHATIKAN DAN MENYIMAK PERCAKAPAN ANTARA HARUSN DAN POHAN. POHAN MENANGGAPI HARUN DENGAN SEDIKIT SINIS. POHAN Tinggi kali falsafahmu itu RUN. Tapi kalau perut anak-anakmu menjerit kelaparan.

Merengek pengen ini itu. Apa falsafah seperti itu bisa bikin mereka tentram? HARUN Memang nggak sih ... Tapi kalau aku lihat adikku. Kawin sama orang kaya. Kerjanya ribuuut nggak habis-habis ... Aku tetap milih jadi orang kecil. Tidak ada hari tanpa ribut. Padahal yang diributin cuma satu yang lebih besar Rumah yang lebih besar, tipi yang lebih besar, giwang yang lebih besar .... THAMRIN, MENANGGAPI DENGAN BERSEMANGAT. THAMRIN Gua setuju. Ipar gua, yang kayanya masih nanggung aja, hidupnya udah kalang kabut nggak karuan. Mau beli ini, mau beli itu, mau punya yang ini, punya yang itu. Sekarang lihat Pak Sepuh ini ... Apa yang dia kagak punya? Uang, kekuasaan ------ Udah mati begini, mati aja ... Semua harta dan kekuasaan yang dia punya dulu tetap aja nggak mampu bikin dia hidup lagi .... POHAN Lupa pada mati itu sudah kodrat manusia. Itu makanya Agama dikirim. Mau yang lebih, itu juga kodrat. Sudah kaya, mau lebih kaya. Sudah punya kuasa, mau lebih berkuasa. Ambil contoh kecil sajalah si Jumi yang manis itu. Sudah cantik dia. Tapi masih juga mau lebih cantik. Dia ganjallah hidungnya dengan pelastik. Sekarang? Hidungnya malah mancung kekiri ... SEMUA TERTAWA DAN SEMUA TATAPAN TERTUJU KE KIMIN. TAHU SASARAN UCAPAN POHAN ADALAH DIRINYA, KIMIN TAMPAK MENGHINDAR. THAMRIN Jangan gitulah Bang ... Ada yang tersinggung nih ... POHAN Siapa yang tersinggung? YANG LAIN Adalah .... POHAN MENGHAMPIRI KIMIN. POHAN Yang nggak mau lebih itu kan cuma orang kayak kita ini. Nggak ada orang susah yang mau lebih susah .... KIMIN MENERUSKAN MENGANGKATI KURSI YANG MASIH TERSISA, SAMBIL MEMBERIKAN TANGGAPAN DENGAN SIKAP TENANG. KIMIN Yang aku ndak ngerti, orang makin kaya, kok makin serem. THAMRIN Serem gimane Pak KIMIN?3 |Lakon Pesta Terakhir karya Ratna Sarumpaet Following published : http://banknaskah-fs.blogspot.com/

KIMIN Ya serem .... Pelit iya, sombong iya, sok kuasa iya .... POHAN Itu karena uang dan kekuasaan , selalu saling merangkul. Kalau kamu kaya, kamu akan otomatis jadi penguasa. Hepeng do mangatur portibion. SEMUA BENGONG TIDAK PAHAM APA ARTI KALIMAT TERAKHIR YANG DIUCAPKAN POHAN. THAMRIN Apa maksudnya tuh Bang ? POHAN Bah --- Masa itu aja kau tidak tahu. Sudah pepatah dunia itu Thamrin ----THAMRIN Iya apa Bang ? POHAN Uang Thamrin. Di muka bumi ini, uangnya yang mengatur segalanya. Sebaliknya, begitu kamu punya kekuasaan, kamu akan dengan mudah jadi kaya raya. Kenapa ? Karena kuasaan bisa mengubah segalanya. Dan yang lebih sakit lagi, kalau kamu kaya raya, atau jadi Penguasa, kamu tidak akan pernah salah. THAMRIN TIBA-TIBA-BANGKIT. THAMRIH Ayo ah, lanjut .... Pusing gua. MALAS-MALASAN, THAMRIN MELANGKAH KE KERANDA DI BAGIAN KAKI, BAGIANNYA HARUN. HARUN MELONGO, PROTES. HARUN Lho ? THAMRIN Gantian! HARUN Kenapa? THAMRIN Di depan situ, bagian perut dan kepala. Berat. Dia ini kan makannya beda dari kita .... HARUN Beda apanya? THAMRIN

Dia banyak makan hati orang. SEMUA MENOLEH KE THAMRIN, PROTES YANG LAIN Hus!! THAMRIN Kita, makan hati ikan teri aja kagak mampu beli. YANG LAIN Mulut Jaga! Ah, sampek bareng .... THAMRIN BERSAMA HARUN KEMBALI MENGANGKAT KERANDA, SAMBIL TETAP MENGGERUTU. THAMRIN Protes aja .... Protes itu boleh ... Yang penting jangan kedengaran. YANG LAIN SEMAKIN GEMAS. MEREKA PROTES DENGAN SUARA MENINGGI. YANG LAIN Hei!! KIMIN Ngawur!! THAMRIN Kenapa? Itu ajaran dia dulu ... (MENUNJUK PADA KERANDA) KIMIN Ini orang, sembarangan .... MASING-MASING KEMBALI KE TUGASNYA. BEBERAPA SAAT HENING. TIBA-TIBA KIMIN BICARA SEPERTI PADA DIRINYA, MEMECAH KESUNYIAN KIMIN Kalau nanti aku mati ... Aku ndak butuh upacara besar-besaran kayak gini. Yang penting Anak-anakku ... Anak-anakku harus ada disana. POHAN Siapa pula yang mau berangkatkan Pak Kimin dalam upacara besar? Kita ini cuma orang kecil, Pak Kimin ... Kalau orang besar seperti Pak Sepuh ini layaklah mendapatkan upacara besar-besaran. KIMIN Ngerti --- Aku ki cuma gelo ---- Wong sugeh koyo Pak Sepuh iki kok ditinggal mabur anak-anake5 |Lakon Pesta Terakhir karya Ratna Sarumpaet Following published : http://banknaskah-fs.blogspot.com/

POHAN MENDEKATI KIMIN, MENASEHATINYA. SUARA DIPELANKAN. THAMRIN Tapi pak Kimin, anak-anak Pak Sepuh ini minggat, bukan karena upacaranya gede. Dosanya gede-gede ... YANG LAIN Hus !! POHAN Berani kau mempertanggung jawabkan ucapanmu itu Thamrin? THAMRIN Kata orang-orang, Bang ... POHAN Bah ---- Kata orang-orang ---- Kau sendiri bagaimana ? Apa kata kau? THAMRIN Kalau menurutku sih ... Dosa apa kagak tuh bukan kita yang nentuin. Tapi siapa yang nggak tahu kelakuan anak-anak Pak Sepuh? KIMIN Walah Thamrin ... THAMRIN Kenapa Mas Kimin ? KIMIN Mulutmu itu lho ... THAMRIN BERTANYA PADA HARUN THAMRIN Kenapa mulut gua RUN? TIDAK INGIN IKUT CAMPUR, HARUN ANGKAT BAHU. KIMIN Bahaya. THAMRIN Ya Allah Pak KIMIN ....Kalau semua orang seperti Mas Kimin. Hidup ini kagak seru Mas KIMIN .... Sepi ... KIMIN AKHIRNYA MEMUTUSKAN UNTUK DIAM. DIA DUDUK DISUDUT PERMADANI. IA MENYULUT PIPANYA, MENGISAPNYA DALAM-DALAM DAN TAMPAK BERPIKIR KERAS. YANG LAIN JUGA KEMBALI KE TUGAS MASINGMASING. SELANG BEBERAPA SAAT, KIMIN TIBA-TIBA MEMANGGIL POHAN,

MEMECAH KEHENINGAN DI PENDOPO ITU. KIMIN Pohan! Sini! POHAN MENDEKATI PAK KIMIN. SELANJUTNYA POHAN TAMPAK BICARA, KASAK-KUSUK DENGAN PAK KIMIN. POHAN Ada apa Pak Kimin ? KIMIN Aku dengar orang-orang nggak bakal datang kesini ... THAMRIN DAN HARUN IKUT MENDEKAT, INGIN TAHU. MEREKA JONGKOK DISEKITAR KIMIN. THAMRIN Ada apa? KIMIN Aku dengar, upacara ini bakal diboikot. SEMUA BANGKIT TERKEJUT. THAMRIN Ooo Kagak mungkin. Kagak mungkin. (YAKIN) KIMIN Orang-orang akan diarahkan menghadiri pelantikan Pimpinan yang baru itu. THAMRIN TERTAWA NYARING. SUARANYA MELECEHKAN BERITA YANG DISAMPAIKAN PAK KIMIN. THAMRIN Yaaa, itu sih sudah pasti Mas KIMIN .... Ini kan hanya soal giliran. Kalau yang kemarin semangatnya kuning keputih-putihan, yang sekarang ini putih kekuning-kuningan .... Boikot memboikot juga soal giliran. Tapi untuk kasus Pak Sepuh, gua kagak yakin. Pak Sepuh ini memang terkenal kejam. Tapi kejamnya juga cerdas. Pake strategi. Ada banyak orang yang berhutang budi ame die . Banyak orang yang jadi senang, yang jadi makmur ... Masa mereka itu kagak ada terimakasihnya ... KIMIN Ngomong opo kowe ki Thamrin ---THAMR