Pillar Bulletin - ?· keluarga kerajaan Allah yang Tuhan Yesus nyatakan seakan-akan hanyalah impian…

  • Published on
    03-Mar-2019

  • View
    215

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

Pillar No.11/Juni/04 1

Bulletini aRPemuda Gereja Reformed Injili Indonesia, Singapura

P Pillar JUNI 2004

Dari Meja RedaksiDewasa ini kehidupan pemuda

dalam era globalisasi, khususnya diSingapura (2nd most globalised nationin the world*), menjadikan kitadisibukkan oleh tuntutan kehidupan yangsemakin kompleks. Akhirnya banyak yangmenjadikan kehidupan bergereja hanyapada hari Sabtu/Minggu saja.

Gereja pun lantas menjadi tempatmenimba Firman untuk dijadikan teoridalam kehidupan. Gereja juga tampildingin dan acuh. Hubungan sesamaterjadi secara superficial dan gereja tidaklagi menjadi tempat untuk berbagi hidup.Hal inilah yang menjadi kerinduan kamiuntuk mengangkat tema KelompokTumbuh Bersama (KTB) dalam edisi kaliini.

Bersyukur jika kita boleh belajarFirman yang ketat & berbobot di gerejaini! Sudah seharusnya kita sebagai gerejayang terus mereformasi diri menujukesempurnaan tubuh Kristus mulaimenggarap dengan serius KTB. AgarKTB bisa menjadi tempat yang efektifuntuk saling membangun,mengaplikasikan Firman, menginjili,memuridkan, dan berbagi beban hidup.Biarlah setiap kita baik pengurus, aktivisataupun jemaat bisa berbagianmengerjakan ladang pelayanan ini.

*Source: 4th annual AT Kearney andForeign Policy magazine globalisationindex, 2004

Persekutuan PemudaSetiap Sabtu 16.30420 North Bridge Road #05-05North Bridge Center, S(188727)Tel: 6334 6725 Fax: 6334 6774

Email: pillarbulletin@yahoo.com.sgWebsite: www.grii-singapore.org

Advisor: Pdt. Budy Setiawan.Redaksi:Coordinator: Soegianto T.Designer: Rally S., Adhya K.Editor: Emil J., Sherly K.S., Mildred S.Contributors: Adi K., Dharmawan T.

Dari zaman ke zaman, gereja selalumengalami tantangan. Tantangan iniberasal baik dari dalam maupun luargereja. Seringkali tantangan yangdatang dari luar gereja membawadampak yang positif, misalnyapenganiayaan dan penderitaan yangdialami oleh para jemaat dan hambaTuhan, walaupun seringkali berat untukkita terima, justru semakinmemurnikan dan menguatkan imankita. Tantangan dari dalamlah yangperlu kita waspadai karena seringkalitantangan ini membuat gereja lumpuhdan tak berdaya.

Pada pertengahan abad ke-20,tantangan ini berupa munculnya aliran-aliran liberalisme yang mengutamakanperbuatan tetapi mengabaikanteologi. Bermunculan pulagerakan yang mengutamakanmujizat dan pengalaman-pengalaman rohani namun tidakmemiliki doktrin yang konsistendan setia kepada Firman Tuhan.Aliran-aliran tersebutberkembang dengan cepat danmempengaruhi banyakgereja. Akibatnya banyakorang memiliki iman yangsalah dan kebenaranFirman Tuhandipermainkan. Untukmewakili kekristenanyang sejati danmenjawab tantangan-tantangan inilah,gerakan reformed injiliada. Walaupundemikian, gereja yangmemiliki semangatreformed

injili tidaklah selalu kebal dari tantanganyang berasal dari dalam gereja sendiri.Seringkali kita dengar tantangantersebut sebagai penyebab tutupnyagereja, perpecahan gereja, kekristenandicemooh, dan terutama sebagaipenyebab kekristenan yang tidakberbuah. Oleh karena itu, marilah kitadengan berjiwa besar berani untukmengkoreksi diri dan mereformasikeadaan gereja kita sesuai semangatreformed injili.2

Berikut adalah beberapa problema yangklasik; yang dulu, sedang, atau mungkinakan dihadapi oleh gereja:

1. Persekutuan yang keringManusia adalah gambar dan rupa Allahyang diciptakan untuk hidup dalam

persekutuan, seperti halnya Allah.Allah sendiri berkata bahwa tidakbaik bagi manusia untuk hidup

menyendiri (Kej 2:18). Namunkehidupan di perkotaan yang serbacepat dan padat, dan budayaindividualistis yang secara sadar atautidak tertanam dalam masyarakatmembuat kita menjadidepersonalized dan sekaligus hausakan perhatian dari orang lain.Manusia akhirnya hanya memilikihubungan basa-basi yang dangkalkemudian menderita. Di sinilahterjadi dilema; di satu sisi adakerinduan untuk menerima kasih,perhatian, dan sebagainya,

namun tidak ada kerelaan untukmemberi di sisi lainnya. Apakahartinya bila hal ini terjadi didalam kehidupan bergereja?

Iman Kristen menjadi suatuhal yang dingin dan

kehangatan cintakasih dalam

Kelompok Keci l :Kelompok Keci l :Kelompok Keci l :Kelompok Keci l :Kelompok Keci l :Jawaban Problema GerejaJawaban Problema GerejaJawaban Problema GerejaJawaban Problema GerejaJawaban Problema Gereja11111

Pillar No.11/Juni/042

keluarga kerajaan Allah yang Tuhan Yesus nyatakan seakan-akan hanyalah impian belaka.

2. Jemaat beriman tanpa perbuatanDi dalam zaman yang semakin sekuler dan result-orientedini, semakin sulit untuk menjalani hidup sebagai muridKristus. Kehidupan kita di hari Minggu adalah kehidupan yangberbeda dibandingkan kehidupan hari-hari lainnya. Kitasering terdesak untuk mengkompromikan integritas kita atauberbuat dosa demi mencapai nafsu atau target tertentu.Ditambah lagi, sajian media yang kita konsumsi seringkalitidak sesuai dengan kehendak Tuhan.Jadi, ajaran Tuhan semakin jauh danajaran dunia semakin dekat.Tingkah laku perbuatan kita tidaklagi lebih baik daripada orang-orangdunia. Lambat laun, kitapun menjadibosan dengan kekristenan seakan-akan yang dikhotbahkan itu hanyaomong kosong karena tidak relevandan tidak sesuai dengan kehidupannyata. Mengapa demikian? Hal inisering terjadi karena banyak orangKristen yang berjuang sendiriandalam menghadapi arus dunia. Danketika tidak ada orang yang menjadipendukung dan penolong, banyakorang menjadi lelah dan kemudianmenyerah.

3. Jemaat dengan mental bayiBudaya konsumerisme dan serbainstant semakin membuat orang menjadi malas. Kita sudahterbiasa dengan layanan delivery atau layanan-layanan laindengan slogan-slogan seperti one-click-away danpelanggan adalah raja. Untuk batasan tertentu hal-hal iniadalah baik. Tapi celakalah ketika slogan ini masuk ke dalamgereja. Mimbar menjadi tempat untuk memenuhi preferencejemaat. Keinginan ini beragam, bisa berupa hiburan musik,khotbah-khotbah yang lucu, bahkan khotbah-khotbah yanghanya memuaskan aspek intelektual manusia. Apa Saudaraingat iklan di TV yang menganjurkan ibu-ibu agar tidak usahrepot-repot memasak tapi untuk langsung saja memesandengan layanan delivery? Bagaimana jadinya apabila mentalini ada di dalam diri jemaat? Hasilnya antara lain adalahpara jemaat yang malas mempelajari Alkitab secara pribadidan lebih senang mendengarkan saja. Atau jemaat yanghanya mau mendengarkan Firman dari pengkhotbah tertentusaja tapi menghindari pengkotbah lainnya. Apakah jadinyakalau gereja di seluruh dunia ditutup dan setiap pertemuanrohani dilarang? Jemaat seperti ini akan seperti bayi yangkehilangan penyusunya dan lambat laun dia akan mati.

4. Semangat misi dan penginjilan rendahBanyak kemungkinan yang menjadi penyebab akan hal initetapi salah satunya adalah keegoisan. Keegoisan munculkarena kita menempatkan diri kita sebagai pusat dan yangterutama. Manusia berdosa pertama kali karena inginmenjadi seperti Allah, dengan kata lain, ingin menjadi yangterutama (Kejadian 3:4-6). Dan sekalipun Tuhan Yesus telah

menyelamatkan kita atas dasar anugerah (Efesus 2:8),keegoisan ini begitu tinggi sampai-sampai kita tidak peduliakan keselamatan orang-orang yang belum percaya. Kitamungkin rela dan giat melayani di gereja tempat kita berada,namun kita tidak sampai rela untuk bersusah payah dan ditolakkarena mengabarkan Injil. Keegoisan adalah natur manusiasesudah kejatuhan dalam dosa. Keegoisan ini hanya dapatdilawan dengan penyangkalan diri dan mengutamakan oranglain (Filipi 2:3-8).

Sesudah kita meneliti beberapa problema ini, kita dapatmelihat bahwa kita membutuhkan komunitas kecil

yang memiliki persekutuan sebagai cirinyadan yang berisikan orang-orang yang men-Tuhan-kan Kristus. Komunitas ini pun akanmenopang anggotanya untuk hidup men-Tuhan-kan Kristus. Komunitas seperti ini bukanlahhanya impian belaka karena Alkitab pernahmencatatnya.

Acts 2:41-47 (ESV)41So those who received his word werebaptized, and there were added that dayabout three thousand souls.42And theydevoted themselves to the apostlesteaching and fellowship, to the breaking ofbread and the prayers. 43And awe came uponevery soul, and many wonders and signs werebeing done through the apostles. 44And allwho believed were together and had allthings in common. 45And they were selling

their possessions and belongings and distributingthe proceeds to all, as any had need. 46And day by day,attending the temple together and breaking bread in theirhomes, they received their food with glad and generoushearts, 47praising God and having favor with all the people.And the Lord added to their number day by day those whowere being saved.

Kisah Para Rasul 2:41-47 sering dibaca untuk mempelajarikehidupan gereja mula-mula. Tercatat 3000 orang bertobatdalam hari Pentakosta itu (ayat 41). Suatu jumlah yang sangatbesar! Dan sungguh mengherankan karena walaupun merekaberasal dari daerah yang berbeda-beda dan tidak salingmengenal, namun mereka akhirnya membentuk sebuahkomunitas Kristen yang indah dan mengagumkan. Merekadengan tekun mempelajari ajaran rasul, memilikipersekutuan yang hidup, serta giat beribadah dan berdoa(ayat 42). Kemudian hasilnya adalah terjadi perubahan hidupdalam komunitas mereka (ayat 43-45). Mereka pun disukaioleh semua orang dan jumlah mereka bertambah banyak(ayat 47) yang menandakan bahwa mereka tidak eksklusifdan tidak egois.

Para rasul berhasil menjalankan program pemuridan danpenjangkauan gereja baru mereka. Bukankah ini keadaangereja yang kita dambakan? Tapi apakah yang menjadi kuncikeberhasilan ini? Jawabannya ada di ayat 46. Di sini dicatatbahwa mereka memiliki pertemuan yang berskala kecil dirumah-rumah di samping pertemuan besar di Bait Allah. Hal

Kelompok Keci l : Jawaban Problema GerejaKelompok Keci l : Jawaban Problema GerejaKelompok Keci l : Jawaban Problema GerejaKelompok Keci l : Jawaban Problema GerejaKelompok Keci l : Jawaban Problema Gere