PJOK. Kliping

  • View
    29

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

.

Transcript

PENDIDIKAN JASMANI OLAH RAGA DAN KESEHATANMAKALAH TENTANG BULU TANGKISPengampu :Erwan Subeki, S. Pd

Disusun Oleh :1. DWI PURNOMO(07 / XI TP 2 / 28231)2. DZAKI MUHAMMAD HISYAM(08 / XI TP 2 / 28232)3. ERWIN WAHYU RAHARJO(09 / XI TP 2 / 28233)4. FACHRIKA DHANDI REVANANTA(10 / XI TP 2 / 28234)5. FAJAR ADI SANTOSO(11 / XI TP 2 / 28235)6. FAJAR DWI ISTIANTO(12 / XI TP 2 / 28236)7. FAJAR SAMODRO(13 / XI TP 2 / 28237)SMK NEGERI 2 YOGYAKARTAJl. AM. Jalan AM. Sangaji 47 Yogyakarta, Telpon : (0274) 513490, Fax : (0274) 512639E-mail : info@smk2-yk.sch.id Website : www.smk2-yk.sch.idTahun Pelajaran 2015 / 20161

14

KATA PENGANTARPuji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan rahmat dan karunia-nya sehingga kami dapat menyusun kliping ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam kliping ini kami membahas mengenai BULU TANGKISKliping ini dibuat dengan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini yang merupakan salah satu tugas dari mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada kliping ini. Oleh karena itu, penulis berharap pembaca untuk memberikan saran serta yang dapat memberi semangat lebih bagi kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan kliping selanjutnya. Akhir kata semoga kliping ini dapat memberi manfaat bagi semua orang dan sebagai penunjang mata pelajaran matematika khususnya pada bab statistika.

Yogyakarta, 1 September 2015

Penyusun

DAFTAR ISIHalaman JuduliKata PengantariiDaftar IsiiiiBAB 1 PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang11.2 Rumusan Masalah11.3 Tujuan Penulisan1BAB 2 PEMBAHASAN3.1 Latar Belakang23.2 Sejarah Permainan Bulu Tangkis23.3 Peraturan Permainan Bulu Tangkis31. Ukuran Lapangan32. Tiang33. Jaring34. Kok atau Shuttlecock45. Pemain46. Pengundian47. Penilaian 48. Pertandingan Ganda59. Pertandingan Tunggal510. Kesalahan511. Umum612. Kontinuitas Pemain73.4 Macam Macam Keterampilan Gerak Permainan Bulu Tangkis71. Keterampilan Gerak Memegang Raket (Grip)7a. Pegangan Cara Inggris (English Grip)7b. Pegangan Backhand (Backhand Grip)8c. Pegangan Gebuk/Geblek Kasur atau Panci - Goreng (Frying Pan Grip)82. Keterampilan Gerak Langkah Kaki (Footwork)9a. Gerak Langkah Kaki (footwork)93. Keterampilan Gerak Servis9a. Gerak Servis Panjang10b. Keterampilan gerak servis pendek104. Keterampilan Gerak Pukulan11a. Gerak Pukulan Lob11b. Gerak Pukulan Choop115. Gerak Pukulan Smash12BAB III PENUTUP3.1 Kesimpulan133.2 Saran13DAFTAR PUSTAKA14

BAB 1PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangBulutangkis adalah suatu aktivitas permainan yang menggunakan sebuah raket dan shuttlecock yang dipukul melewati sebuah net. Permainan ini berlaku untuk putra dan putri dengan bentuk tunggal (single), ganda (double), dan ganda campuran (mixed double). Inti permainan ini adalah memukul cock (shutllecock) di lapangan lawan melalui atas net (jaring). Jaring ini membatasi kedua bagian lapangan dimana para pemain berdiri dan melakukan gerakan-gerakan tipuan. Permainan bulutangkis dapat dimainkan di dalam atau di luar ruangan, di atas lapangan yang dibatasi dengan garis-garis dalam ukuran panjang dan lebar tertentu. Lapangan dibagi dua sama besar dan dipisahkan oleh net yang teregang di tiang net yang ditanam di pinggir lapangan. Alat yang dipergunakan adalah raket sebagai alat pemukul dan shuttlecock sebagai bola yang dipukul. Keterampilan gerak dalam permainan bulutangkis, meliputi: keterampilan memegang raket (grip), keterampilan menempatkan posisi, langkah kaki (footwork) dan pukulan (strokes) yang meliputi: servis, pukulan forehand, pukulan backhand, pukulan lob, serta pukulan smash.1.2 Rumusan MasalahAdapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :1. Bagaimana sejarah permainan Bulu tangkis?2. Apa sajakah peraturan dalam permainan bulu tangkis?3. Apa saja Keterampilan Gerak Permainan Bulutangkis?1.3 Tujuan PenulisanTujuan penulisan makalah ini salah satunya yaitu untuk menyelesaikan tugas mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dan tentunya untuk menambah pengetahuan penulis dan pembaca tentang permainan bulu tangkis atau mungkin menumbukan minta dan bakat para pembaca dengan membaca makalah ini.

BAB IIPEMBAHASAN2.1 Latar BelakangBulutangkis adalah suatu aktivitas permainan yang menggunakan sebuah raket dan shuttlecock yang dipukul melewati sebuah net. Permainan ini berlaku untuk putra dan putri dengan bentuk tunggal (single), ganda (double), dan ganda campuran (mixed double). Inti permainan ini adalah memukul cock (shutllecock) di lapangan lawan melalui atas net (jaring). Jaring ini membatasi kedua bagian lapangan dimana para pemain berdiri dan melakukan gerakan-gerakan tipuan. Permainan bulutangkis dapat dimainkan di dalam atau di luar ruangan, di atas lapangan yang dibatasi dengan garis-garis dalam ukuran panjang dan lebar tertentu. Lapangan dibagi dua sama besar dan dipisahkan oleh net yang teregang di tiang net yang ditanam di pinggir lapangan. Alat yang dipergunakan adalah raket sebagai alat pemukul dan shuttlecock sebagai bola yang dipukul. Keterampilan gerak dalam permainan bulutangkis, meliputi: keterampilan memegang raket (grip), keterampilan menempatkan posisi, langkah kaki (footwork) dan pukulan (strokes) yang meliputi: servis, pukulan forehand, pukulan backhand, pukulan lob, serta pukulan smash.2.2 Sejarah Permainan Bulu TangkisNegara asal permainan bulutangkis sampai saat ini belum diketahui dengan pasti, dokumen-dokumen sejarah membuktikan bahwa permainan tersebut dijumpai di negara cina yang dimainkan dengan raket kayu dan sebuah bola yang berbulu. Ada dituliskan pula bahwa dalam abad ke 12 permainan bulutangkis dimainkan di puri-puri bangsawan di Inggris.Di India bulutangkis dimainkan di Poona dan karena itu permainan itu dinamakan permainan poona, sekitar tahun 1870. Jadi belum dapat ditentukan dengan pasti apakah perwira Inggris membawa permainan itu ke India atau sebaliknya. Nama badminton berasal dari nama kota badminton di wilayah Glousectershire, yang tidak jauh letaknya dari Bristol. Peraturan permainan bulutangkis pertama dibuat dalam tahun 1877, kemudian direvisi pada tahun 1887. Revisi berikutnya diadakan pada tahun 1890, selanjutnya revisi dilakukan hingga saat ini. Kejuaraan All England yang pertama diselenggarakan dalam tahun 1897 dan diselesaikan dalam satu hari. Pertandingan All England yang pertama ini merupakan sukses besar bagi perkembangan permainan bulutangkis di Inggeris. International Badminton Federation atau IBF didirikan pada tanggal 5 Juli tahun 1934 oleh negara-negara Inggeris, Kanada, Denmark, Perancis, Irlandia, Belanda, Selandia Baru, Skotlandia dan Wales. Semula IBF akan menyelenggarakan suatu kompetisi international pada tahun 1939, tetapi dengan pecahnya perang Dunia ke-II, kompetisi itu baru dapat dilaksanakan pada tahun 1948/1949. untuk juara kompetisi antar negara itu telah disediakan sebuah piala bergilir, dihadiahkan oleh sir George Thomas. Piala tersebut kemudian dikenal dengan nama Thomas Cup, yang sebetulnya bernama The International Badminton Championship Challenge Cup.

2.3 Peraturan Permainan Bulu TangkisPeraturan permainan bulutangkis ditetapkan oleh WBF (World Badminton Federation). Beberapa peraturan tersebut adalah :

Gambar 2.3.1 Lapangan permainan bulutangkis1. Ukuran Lapangana. Garis di dalam lapangan ditandai dengan warna putih, hitam, atau warna lainnya yang terlihat jelas, dengan tebal garis 3,8 cm (1 inci). Dalam menandai lapangan, lebar dari garis tengah lapangan harus dibagi dua, sama antara bidang servis kanan dan kiri. Ketebalan garis servis pendek dan garis servis panajng (masing-masing 3,8 cm atau (1 inci) harus berada di dalam ukuran 13 atau sama dengan 3,96 m yang dicantumkan sebagai panjang lapangan servis, dan ketebalan dari semua garis batasnya (masing-masing 3,8 cm atau 1 inci) harus berada dalam batas ukuran yang telah ditentukan.b. Jika ruang yang tersedia tidak memungkinkan pemberian tanda batas lapangan untuk permainan ganda, dapat dibuat tanda-tanda hanya untuk permainan tunggal. Garis batas belakang juga menjadi garis servis panjang, dan tiang-tiang atau garis batas pada jaring akan ditempatkan pada garis samping lapangan.2. Tiang Tinggi kedua tiang adalah 155 cm (5 kaki 1 inci) dari lantai. Tiang harus kuat, agar jaring tegang dan lurus dan ditempatkan pada garis batas samping lapangan.3. JaringJaring harus dibuat dari tali halus yang dimasak dan dijala dengan jaring 1,6 cm sampai dengan 2, 0 cm. Jaring harus terentang 76 cm. Ujung atas jaring harus berada 152 cm (5 kaki) dari lantai pada pertengahan lapangan dan 155 cm dari lantai pada tiang-tiangnya. Jaring harus mempunyai tepi dari pita putih selebar 3,8 cm, serta bagian tengah pita tersebut didukung oleh kawat atau tali, yang ditarik dan ditegangkan dari ujung-ujung tiang.

4. Kok atau ShuttlecockSebuah shuttlecock harus memiliki berat 4,8-5,6 gram dan mempunyai 14-16 helai bulu yang dilekatkan pada kepala dari gabus yang berdiameter 2,5-2,9 cm. Panjang bulu dari ujung bawah sampai ujung yang menempel pada dasar gabus kepalanya adalah 6,2 6,9 cm. Bulu-bulu ini menyebar menjauhi gabus dan berdiameter 5,5-6,3 cm pada ujung bawahnya, serta diikat dengan benang atau bahan lain cocok sehingga kuat.5. PemainPermainan harus dimainkan oleh masing-masing satu permainan di satu sisi lapangan (pada permainan tunggal) atau masing-masing dua pemain di satu sisi (pada permainan ganda). Sisi lapangan tempat tim yang mendapat giliran melakukan servis dinamakan sisi dalam (inside), sedangkan sisi yang timnya menerima servis dinamakan sisi luar (outside).6. PengundianSebelum pertandingan dimulai, wasit memanggil kedua tim/pemain yang berlawanan untuk mengundi pihak yang berhak melakukan servis pertama dan memilih sisi lapangan b