Planning Tools and Techniques

  • Published on
    16-Jul-2015

  • View
    38

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

<p>PLANNING TOOLS AND TECHNIQUESBeberapa alat dan teknik dasar perencanaan yang dapat digunakan oleh manajer terbagi dalam 3 bagian. Teknik Untuk Menilai Lingkungan Terdapat 3 teknik yang digunakan dalam menilai lingkungan 1. Pengamatan Lingkungan Para manajer dalam organisasi besar maupun kecil menggunakan pengamatan lingkungan, yang menyaring banyak informasi untuk mengantisipasi dan menafsirkan berbagai perubahan dalam lingkungan mereka. Pengamatan lingkungan yang luas cenderung mengungkap permasalahan dan perhatian yang dapat mempengaruhi kegiatan organisasi yang sekarang atau yang direncanakan. Salah satu bidang pengamatan lingkungan yang cepat berkembang adalah intelijen pesaing. Intelijen pesaing adalah proses yang digunakan oleh organisasi untuk mengumpulkan informasi tentang pesaing dan mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan seperti: Siapa mereka? Apa yang mereka kerjakan? Bagaimana mereka mempengaruhi kita? 2. Peramalan Peramalan merupakan bagian penting dari perencanaan organisasi untuk memperkirakan kejadian di masa depan secara efektif dan tepat waktu. 3. Penilaian diri berdasar standar pihak lain Adalah pencarian praktek-praktek terbaik sejumlah pesaing atau bukan pesaing yang menghasilkan keunggulan kinerja mereka. Teknik Pengalokasian Sumber Daya Pengalokasian sumber daya dapat dilakukan dengan 4 teknik. 1. Penganggaran Anggaran adalah rencana numerik untuk mengalokasikan sumber daya ke kegiatan-kegiatan tertentu. Biasanya para manajer mempersiapkan anggaran pendapatan,pengeluaran,dan pengeluaran modal yang besar seperti mesin dan peralatan Anggaran keuangan menjadi alat yang bermanfaat untuk mengalokasikan sumber daya dan mengarahkan kegiatan-kegiatan dalam berbagai departemen yang berbeda. 2. Penjadwalan Penjadwalan mengalokasikan sumber daya dengan merinci kegiatan yang dilaksanakan,urutan penyelesaian,siapa yang mengerjakanndan kapan kegiatan itu dilakukan. Alat yang biasa digunakan dalam penjadwalan ini adalah grafik Gannt, grafik beban dan analisis jaringan PERT. 3. Analisis Titik Impas Analisis titik impas merupakan teknik yang dipergunakan secara luas untuk membantu manajer menentukna titik impas. Organisasi mencapai titik impas saat pendapatan totalnya sama dengan biaya total. 4. Pemrograman linier Pemrograman linier tidak dapat diterapkan pada semua masallah alokasi sumber daya karena pemrograman tersebut mensyaratkan bahwa sumber daya nya terbatas,sasarannya adalah optimalisasi hasil,dan harus ada hubungan linier antara variabelnya.</p> <p>Teknik Perencanaan Kontemporer Untuk lingkungan yang dinamis dan rumit terdapat dua teknik perencanaan yang bisa dilakukan 1. Manajemen Proyek Proyek dilakukan oleh tim proyek yang terdiri dari anggota yang ditugaskan dari masing masing bidang kerja. Manajer proyek mengkoordinasi kegiatan proyek bersama departemen departemen lain. 2. Perencanaan skenario Skenario adalah pandangan yang konsisten tentang akan seperti apa masa depan organisasi. Membuat scenario dapat juga digambarkan sebagai perencanaan kontingensi, yaitu jika ini terjadi maka hal ini yang akan diambil.</p> <p>STRUKTUR DAN DESAIN ORGANISASIPerancangan struktur dan desain organisasi ini berguna bagi manajer mencapai sasaran dan tujuan organisasi. Menetapkan Struktur Dan Desain Organisasi Struktur organisasi adalah kerangka kerja formal organisasi yang membagi bagi tugas tugas pekerjaan,mengelompokkan,dan mengkoordinasikannya. Terdapat 6 unsur penting dalam struktur organisasi. 1. Spesialisasi kerja Menggambarkan sejauh mana tugas tugas dalam organisasi dibagi menjadi sejumlah pekerjaantersendiri,atau disebut juga pembagian kerja 2. Departementalisasi Merupakan dasar yang digunakan untuk mengelompokkan sejumlah pekerjaan menjadi satu kelompok atau satu grup. 3. Rantai komando Adalah garis wewenang yang tidak terputus membentang dari tingkatan atas organisasi hingga tingkatan paling bawah. 4. Rentang kendali Menjelaskan jumlah karyawan yang dapat dikelola oleh seorang manajer. 5. Sentralisasi dan Desentralisasi Menjelaskan sejauh mana pengambilan keputusan terpusat atau tidak dalam organisasi. 6. Formalisasi Menggambarkan sejauh mana pekerjaan dalam organisasi itu terstandarisasi dan sejauh mana perilaku karyawan diatur oleh peraturan dan prosedur Keputusan Desain Organisasi Setiap organisasi tidak mempunyai struktur yang sama walaupun perusahan perusahaan itu mempunyai ukuran yang nyaris sama. Terdapat dua model desain yaitu organisasi mekanistik dan organisasi organik. Organisasi Mekanistik Yaitu desain organisasi yang dikendalikan secara kaku dan ketat. Struktur ini mempunyai ciritingginya spesialisasi, departementalisasi yang kaku, sempitnya rentang kendali, tingginya formalisasi, terbatasnya jaringan informasi, sedikitnya partisipasi karyawan tingkat bawah dalam pangambilan keputusan. Organisasi Organik Yaitu desain organisasi yang fleksibel dan mudah diubah. Mempunyai ciri pembagian kerja yang baik tetapi pekerjaan tersebut tidak terstandarisasi. Karyawan amat terlatih dan mampu mengambil keputusan dalam situasi yang berbeda beda. Desain Organisasi Yang Umum Desain Organisasi Tradisional Dalam desain tradisional terdiri atas 3 yaitu struktur sederhana, struktur fungsional dan struktur divisional. Masing masing struktur tersebut mempunyai kekuatan dan kelemahan masing masingnya .</p> <p>Desain Organisasi Kontemporer Dalam menghadapi lingkungan yang semakin dinamis, hirarki desain tradisional tidak lagi dapat digunakan untuk menjawab perubahan yang terjadi. Untuk itu dapat digunakan beberapa desain yang lebih kontemporer, 1. Struktur berbasis tim Keseluruhan organisasi tersusun oleh sejumlah kelompok kerja yang menjalankan pekerjaan organisasi tersebut. 2. Struktur Matriks dan Struktur Proyek Struktur matriks menugaskan para spesialis dari departemen fungsional yang berbeda beda untuk nekerja pada satu atau lebih proyek. Struktur proyek adalah struktur organisasi dimana para karyawan selalu bekerja disejumlah proyek. 3. Unit internal mandiri Yaitu unit bisnis terdesentralisasi masing masing dengan produk, klien, pesaing dan sasaran laba sendiri sendiri. 4. Organisasi tanpa batas Struktur organisasi yang tidak terbatas oleh batas bats horizontal dan vertical. 5. Organisasi pembelajar Organisasi yang telah mengembangkan kemampuan untuk beradaptasi dan berubah karena peran aktif anggota dalam identifikasi masalah dan pemecahan masalah yang dihadapi dalam pekerjaan.</p>

Recommended

View more >