Possesive & trust

  • Published on
    17-Aug-2015

  • View
    12

  • Download
    2

Embed Size (px)

Transcript

<ol><li> 1. Possesive &amp; Trust Auliana Riztianti (1353010001) Ninda Puspa Sary (1353010002) Agrifina Amanda N. (1353010011) MATA KULIAH : LINTAS BUDAYA S1 Hospitalitas &amp; Pariwisata </li><li> 2. Arti posesif dalam kamus bahasa Inggris adalah : Possessive: Having or showing a desire to control or dominate. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia secara umum berarti Posesif adalah suatu sikap yang dipunyai atau ditunjukkan untuk mengontrol atau mendominasi sesuatu atau seseorang. </li><li> 3. Atau bisa juga diartikan sebagai sebuah sikap membatasi ruang gerak seseorang dan juga merasa bahwa seseorang adalah "miliknya" sendiri, mencintai seseorang terlalu berlebihan sehingga sehingga memiliki perasaan takut kehilangan. </li><li> 4. Banyak yang menilai sikap posesif adalah suatu sikap yang negatif, cenderung merugikan orang lain dan bahkan diri sendiri. Jika bersikap posesif pada orang lain, maka dalam hati akan terpendam rasa tidak percaya diri, kecurigaan, berprasangka buruk, membenci, dan rasa yang lain yang akan mengotori hati kita </li><li> 5. Bagi orang yang diposesifi (korban), dia akan merasa tidak nyaman, terkungkung, pelanggaran privasi, dan lainnya. Namun, orang yang diposesifi (korban) dan yang memposesifi (pelaku) punya kadar dan ukuran sendiri dalam menilai dan melihat dari sudut pandang tertentu. </li><li> 6. Walau menurut mereka ada yang mengatakan itu baik (sebenarnya yang mereka maksud itu adalah sikap memberikan perhatian dan bukannya posesif), sikap perhatian yang berlebihan (posesif) bagi yang merasakan prilaku tersebut sangat tidak nyaman atau menentang dan terkesan mengekang. </li><li> 7. Contoh dari sikap posesif itu diantaranya; terlalu banyak mengatur, banyak bertanya hingga detail serta cenderung mengintrogasi, dan kuatnya unsur kecurigaan dalam diri, cemburu yang berlebihan dan tidak kenal situasi, selalu ingin dimengerti tapi tidak pernah ingin mengerti. </li><li> 8. Hal itu dilakukan karena adanya sikap tidak merasa percaya diri pada diri sendiri, takut kehilangan, dan keinginan untuk memiliki yang terlalu kuat dan bahkan keinginan untuk mengekang. Lalu, apa hubungannya posesif dengan hubungan Cinta antar manusia? Biasanya sikap posesif itu timbul dari hubungan antar manusia karena adanya rasa cinta yang sangat terlalu kuat. </li><li> 9. Sikap posesif yang diperbolehkan (menurut ilmu hubungan antar manusia) adalah hanya dalam konteks Menasehati. Menasehati sepanjang apa yang dilakukan pasangan kita itu tidak menyalahi aturan yang ada dalam norma susila dan agama serta saling menghormati. Tapi setiap manusia punya hak asasi untuk menentukan bagaimana cara dia untuk bertindak. </li><li> 10. Mengapa Seseorang Jadi Posesif ??? 1. Takut Kehilangan 2. Pernah gagal dalam menjalin hubungan 3. Pernah dikhianati 4. Kehilangan figur yang disayangi 5. Merasa memiliki </li><li> 11. Das dan Teng (1998) memberikan definisi atau pengertian kepercayaan (trust) sebagai derajat di mana seseorang yang percaya menaruh sikap positif terhadap keinginan baik dan keandalan orang lain yang dipercayanya di dalam situasi yang berubah ubah dan beresiko. </li><li> 12. Rousseau et al, (1998) memberikan definisi atau pengertian kepercayaan sebagai bagian psikologis yang terdiri dari keadaan pasrah untuk menerima kekurangan berdasarkan harapan positif dari niat atau perilaku orang lain. </li><li> 13. Mayer (1995) ialah dinyatakan sebagai keinginan suatu pihak untuk menjadi pasrah/menerima tindakan dari pihak lain berdasarkan pengharapan bahwa pihak lain tersebut akan melakukan sesuatu tindakan tertentu yang penting bagi pihak yang memberikan kepercayaan, terhadap kemampuan memonitor atau mengendalikan pihak lain. </li><li> 14. Kepercayaan Kepercayaan itu datangnya dari orang lain tetapi alasannya dari kita. Artinya, ada dua pihak yang terlibat di sini. Karena itu sangat mungkin terjadi kasus penyimpangan. </li><li> 15. Kebanyakan orang sudah mengetahui apa saja yang perlu dilakukan untuk membangun kepercayaan dan mengetahui apa saja yang perlu dihindari karena akan merusak kepercayaan orang. Tetapi sayangnya hanya sedikit orang yang mau dan mampu melakukannya. Padahal, pada akhirnya kepercayaan itu butuh pembuktian, bukan pernyataan. </li><li> 16. Malas, setengah-setengah, ogah-ogahan (low commitment), Biasanya, sebelum kita berani melanggar berbagai komitmen dengan orang lain, awalnya kita melakukan pelanggaran itu pada komitmen pribadi. Perusak Kepercayaan </li><li> 17. Keahlian atau kapasitas yang tidak memadai, bahwa yang membuat kita menjadi orang yang tidak jujur, bukan saja persoalan komitmen moral, tetapi juga keahlian atau kapasitas personal. Kebiasaan Melanggar Kebenaran, Punya kebiasaan melanggar kebenaran yang disepakati agama-agama, norma-norma dan lain-lain serta punya kebiasaan mendewakan kebenaran-sendiri yang melawan kebenaran itu, juga bisa merusak kepercayaan. </li><li> 18. 1. Transparan 2. Tulus 3. Fokus Pada Menambah Nilai 4. Hadirlah Dengan Seluruh Jiwa Raga Anda 5. Perlakukanlah Selalu Orang Dengan Hormat 6. Ambillah Tanggung Jawab 7. Fokus Pada Umpan Balik 8. Terimalah Kritikan Dengan Baik 9. Berbudi Bahasa yang Baik 10.Memegang Janji 11.Konsisten Meningkatkan Tingkat Kepercayaan </li></ol>