Power Point Nurse History

  • Published on
    19-Jul-2015

  • View
    80

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>Dosen Pengampu : Puji Purwaningsih,S.Kep.,Ns</p> <p>PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NGUDI WALUYO UNGARAN 2011</p> <p>Lalu</p> <p>Suhaeri W. Risti Nurhidayati Rizal Marzuki Rizki Yulaeni Saiman Jayadi Sri Wahyuningsih Wahyu Rindiantika</p> <p>(010111a066) (010111a098) (010111a099) (010111a100) (010111a101) (010111a109) (010111a123)</p> <p>Sejarah Keperawatan di Luar Indonesia</p> <p>Zaman Purba Orang orang yang hidup pada zaman ini menganut kepercayaan animisme, dimana sakitnya seseorang disebabkan oleh kekuatan alam atau pengaruh kekuatan gaib seperti batu besar, gunung tinggi, pohon besar, sungai besar. Pada zaman ini, tabib berperan menyembuhkan dengan jalan melantunkan nyanyian, memberi semangat dari ketakutan atau membuka otak untuk menghilangkan jiwa yang jahat . Dan perawat merawat familinya sewaktu sakit dengan memberikan perawatan fisik dan memberikan obat dari tumbuh-tumbuhan. Zaman Keagamaan Pada zaman ini, kuil menjadi pusat perawatan medis sebab orang percaya bahwa penyakit disebabkan oleh dosa dan kutukan Tuhan.</p> <p>Permulaan Masehi Pada masa ini keperawatan mengalami kemajuan yang berarti seiring dengan kepesatan perkembangan agama Kristen. Pada perang salib perawat laki-laki dan perempuan bertugas merawat orang-orang yang luka dalam peperangan tersebut. Kemajuan profesi keperawatan pada masa ini juga terlihat jelas dengan berdirinya rumah sakit terkenal di Roma yang bernama Monastik hospital. Seperti halnya di Eropa, pada pertengahan abad VI masehi keperawatan juga berkembang di benua Asia. Tepatnya di timur tengah seiring dengan perkembangan agama Islam. Tokoh keperawatan yang terkenal di dunia Arab pada masa ini adalah Rafidah. Permulaan Abad XVI Di abad ini, untuk memenuhi kebutuhan perawat, wanita yang pernah melakukan kejahatan dan telah bertobat dapat diterima bekerja sebagai perawat.</p> <p>a. b. c.</p> <p>Masa Sebelum Perang Dunia II Florence Nightingale (1820-1910) merupakan tokoh pembaharu keperawatan /Ibu keperawatan. Beliau menetapkan struktur dasar sebagai prasyarat dalam pendidikan perawat : Mendirikan sekolah perawat Menentukan tujuan pendidikan perawat Menetapkan pengetahuan yang harus dimiliki para calon perawat sebagai dasar keperawatan Dikarenakan hampir tidak ada perubahan, masa ini sering disebut sebagai masa pemeliharaan. Masa Selama Perang Dunia II Selama perang, banyak kejadian yang merupakan tekanan bagi setiap bangsa di dunia dan mendorong manusia mengadakan perubahan-perubahan. Penerapan teknologi modern dalam bidang pelayanan orang sakit telah mulai diperkenalkan waktu itu sebagai jawaban atas kebutuhan pelayanan kesehatan akibat penderitaan sakit selama perang.</p> <p>Masa Pasca Perang Dunia II Akibat Perang dunia II, banyak penderitaan penduduk dunia dan menggugah semua pihak untuk memperbaiki keadaan dunia. Dasar pemikiran semula, the nurse must give total patient care dalam arti sempit telah berkembang, dalam arti luas perawat lebih menyadari atas makna totality of the individual client dari sebelumnya. Oleh karena itu terjadi perubahan dari perawat bekerja sendiri menjadi bekerja team. Sejak Tahun 1950 Pada saat ini proses keperawatan belum dipahami dan juga belum bisa diterima, tetapi sudah dilakukan seharihari. Baru pada tahun 1955 Lydia Hall memberikan presentasinya tentang Perawatan adalah suatu proses. Pada hakikatnya keperawatan menyangkut empat hal pokok yaitu : Nursing at the patient Nursing to the patient Nursing for the patient Nursing with the patient</p> <p>Masa Sebelum Kemerdekaan Pada tahun 1819 di Jakarta didirikan beberapa rumah sakit, salah satunya Rumah Sakit Stadverband atau Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). RSCM tahun 1912 menyelenggarakan pendidikan juru rawat. Itulah sekolah perawat pertama yang berdiri di Indonesia meskipun baru pendidikan okupasional.</p> <p>Masa Setelah Kemerdekaan Periode tahun 1945-1962 Tahun 1945-1950 merupakan masa transisi NKRI. Pendidikan tenaga keperawatan masih meneruskan sistem pendidikan yang telah ada (lulusan pendidikan Perawat Pemerintah Belanda). Tahun 1950 yang ada adalah pendidikan tenaga keperawatan dengan dasar pendidikan umum Mulo +3 tahun untuk ijazah A (perawat umum) dan ijazah B (perawat jiwa). Ada juga pendidikan perawat dengan dasar sekolah rakyat +4 tahun pendidikan yang lulusannya disebut mantri juru rawat. Tahun 1953 dibuka sekolah pengatur rawat di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.</p> <p>Tahun 1955 di buka Sekolah Djuru Kesehatan (SDK) yaitu pendidikan dasar umum sekolah rakyat ditambah pendidikan satu tahun dan Sekolah Pengamat Kesehatan yaitu sebagai pengembangan SDK ditambah pendidikan satu tahun. Tahun 1962 dibuka pendidikan tenaga keperawatan dengan dasar pendidikan umum SMA di Jakarta, di RSUP Cipto Mangunkusumo yang sekarang kita kenal sebagai Poltekkes Jurusan Keperawatan Jakarta .</p> <p>Periode tahun 1963-1982Pada masa tahun 1963 hingga 1982 tenaga lulusan Akademi Keperawatan banyak diminati oleh rumah - rumah sakit, khususnya rumah sakit besar.</p> <p>Periode tahun 1983-sekarangTahun 1983 merupakan tahun kebangkitan profesi keperawatan di Indonesia, sebagai perwujudan lokakarya tersebut di atas pada tahun 1984 diberlakukan kurikulum nasional untuk Diploma III Keperawatan</p> <p>Tahun 1985 dibuka Program Studi Ilmu Keperawatan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan kurikulum pendidikan tenaga keperawatan jenjang S1 juga disahkan. Tahun 1992 secara hukum keberadaan tenaga keperawatan sebagai profesi diakui dalam undang-undang yaitu yang dikenal dengan Undang-Undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Tahun 1995 dibuka lagi Program Studi Keperawatan di Indonesia, yaitu di Universitas Padjajaran Bandung dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia berubah menjadi Fakultas Keperawatan. Tahun 1998 dibuka kembali program Keperawatan yang ketiga yaitu Program Studi Ilmu Keperawatan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Kurikulum Ners disahkan, digunakannya kurikulum ini merupakan hasil pembaharuan kurikulum S1 Keperawatan tahun 1985.</p> <p>Tahun 1999 Program S1 kembali dibuka, yaitu Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) di Universitas Airlangga Surabaya, PSIK di Universitas Brawijaya Malang, PSIK di Universitas Hasanuddin Ujung Pandang, PSIK di Universitas Sumatera Utara, PSIK di Universitas Diponegoro Jawa Tengah, PSIK di Universitas Andalas, dan dengan SK Mendikbud No. 129/D/0/1999 dibuka juga Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK) di St. Carolus Jakarta. Pada tahun ini juga (1999) kurikulum DIII Keperwatan selesai diperbaharui dan mulai didesiminasikan serta diberlakukan secara nasional. Tahun 2000 diterbitkan SK Menkes No. 647 tentang Registrasi dan Praktik Perawat sebagai regulasi praktik keperawatan sekaligus kekuatan hukum bagi tenaga perawat dalam menjalankan praktik keperawatan secara professional.</p> <p>Keperawatan merupakan sebuah ilmu dan profesi yang memberikan pelayanan kesehatan guna meningkatkan kesehatan masyarakat dan sudah ada sejak manusia ada. Pendidikan keperawatan memberi pengaruh yang besar terhadap kualitas layanan keperawatan.Karenanya,perawat harus terus meningkatkan kompetensi dirinya,salah satunya melalui pendidikan keperawatan yang berkelanjutan.</p> <p>SEMUANYA</p>