Prese Pita Suara

  • Published on
    10-Aug-2015

  • View
    29

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

THT karawang

Transcript

KOAS THT TRISAKTI

Paralisis chorda vokalis adalah terganggunya kemampuan chorda vokalis untuk bergerak dan berfungsi, yang biasanya diakibatkan karena kerusakan saraf dimana salah satu atau kedua pita suara tidak dapat membuka ataupun menutup dengan semestinya

ANATOMI

Otot-otot laring dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu : 3,4 1. Otot-otot ekstrinsik Otot-otot ini terutama bekerja pada laring secara keseluruhan. Otot ekstrinsik dapat dibagi menurut fungsinya : a. Otot depresor atau otot-otot leher m.omohioideus, m.sternotiroideus, m.sternohioideus yang berasal dari bagian inferior. b. Otot-otot elevator m.milohioideus, m.geniohioideus, m.genioglosus, m.hioglosus, m.digastrikus, dan m.stilohioideus meluas dari os hioideum ke mandibula, lidah dan prosessus stiloideus pada kranium.

2. Otot-otot intrinsik Otot intrinsik laring paling baik dimengerti dengan mengaitkan fungsinya. Serat-serat otot interaritenoideus (aritenoideus) transversus dan oblikus meluas diantara kedua kartilago aritenoidea. Bila berkontraksi, kartilago aritenioidea akan bergeser ke arah garis tengah, mengaduksi korda vokalis. a. Pergerakan plika vokalis terdiri dari : Abductor : M. cricoarytenoidea posterior Adductor : M. cricoarytenoidea lateral, M. interarytenoidea, dan M. thyroarytenoidea Tensor : M. cricothyroidea, M. vokalis b. Pergerakan aditus laring terdiri dari : Membuka aditus laring : M. thyroepiglotik Menutup aditus laring : M. interarytenoidea (bagian oblik) M.aryepiglotik (bagian oblik posterior-interarytenoidea)

Laring berfungsi untuk proteksi, batuk, respirasi, sirkulasi, menelan, emosi serta fonasi 1. Fungsi laring uintuk proteksi ialah untuk mencegah makanan dan benda asing masuk kedalam trakea, dengan jalan nafas menutup aditus laring dan rima glotis secara bersamaan. 2. Selain itu dengan refleks batuk, benda asing yang telah masuk kedalam trakea dapat dibatukkan keluar. Demikian juga dengan bantuan batuk, sekret yang berasal dari paru dapat dikeluarkan. 3. Fungsi respirasi dan laring ialah dengan mengatur besar kecilnya rima glotis.

4. Dengan terjadinya perubahan tekanan udara di dalam traktus trakeo-bronkial akan dapat mempengaruhi sirkulasi darah dari alveolus, sehingga mempengaruhi sirkulasi darah tubuh5. Fungsi laring dalam membantu proses menelan adalah dengan 3 mekanisme, yaitu gerakan laring bagian bawah ke atas, menutup aditus laringeus dan mendorong bolus makanan turun ke hipofaring dan tidak mungkin masuk kedalam laring. 6. Laring juga mempunyai fungsi untuk mengekspresikan emosi, seperti berteriak, mengeluh, menangis dan lain-lain. 7. Fungsi laring yang lain ialah untuk fonasi, dengan membuat suara serta menentukan tinggi rendahnya nada. Tinggi rendahnya nada diatur oleh ketegangan plika vokalis.

Pada daerah laring, secara anatomis terdapat nervus vagus dan cabangnya yaitu nervus laringeus rekurens yang mempersarafi pita suara

Penekanan maupun kerusakan terhadap nervus

Salah satu / kedua pita suara tidak dapat beradduksi

Paralisis pita suara

Vibrasi yang dihasilkan oleh pita suara tidak maksimal

Trauma bedah iatrogenik Invasi malignan Pada kondisi neurologik tertentu seperti stroke, tumor otak, maupun multiple sclerosis

Kerusakan pada saraf yang mempersarafi daerah laring. Intubasi endotrakeal Idiopatik

Paralisis Pita Suara Unilateral Bermanifestasi klinis dengan adanya disfonia low-pitched, suara terasa berat dan lemah, yang terjadi secara tiba-tiba Dalam beberapa kasus, disfonia dapat high-pitched karena adanya kompensasi falsetto Seringkali, paralisis ini berhubungan dengan disfagia, khususnya dengan cairan, karena adanya ketidakmampuan glotis dapat menyebabkan aspirasi Kadang-kadang, perubahan suara akan disertai dengan batuk saat proses menelan, terutama ketika meminum cairan Seringkali memiliki gejala napas pendek atau perasaan kekurangan udara

Paralisis Pita Suara Bilateral Keluhan khas yang sering timbul adalah hilangnya suara secara tiba-tiba biasanya setelah operasi tiroidektomi total atau paratiroidektomi Suara menjadi lemah untuk beberapa bulan pada awalnya Lalu suara menjadi seperti Mickey Mouse untuk beberapa minggu Kemudian suara pun membaik hingga hampir normal atau suara mungkin menjadi sedikit tidak dapat diprediksi Terdapat episode dimana pasien tidak dapat bernapas, sering akibat spasme laring, suara dengan nada tinggi terdengar ketika sedang berusaha untuk bernapas

Posisi pita suara merupakan faktor tunggal yang paling penting gejala klinik kelumpuhan bervariasi tergantung pada posisi pita suara Pada pemeriksaan klinik terdapat 5 macam posisi pita suara : Median Paramedian Intermedian Abduksi sedikit Abduksi penuh

Kelumpuhan Median

Unilateral

Diposisi

Ditemukan pada paralisis nervus rekurens yang telah berlangsung lama Pita suara yang lumpuh tampak agak atrofi dan letaknya sedikit lebih rendah daripada pita suara yng normal Aritenoid pada sisi yang lumpuh condong kedepan Gejalanya biasanya tidak jelas, dan suara normal pada pembicaraan Tetapi, suara yang memerlukan perubahan tinggi nada yang luas, seperti pada waktu bernyanyi, akan terganggu Pada latihan jasmani yang berat, akan terdapat sesak nafas dan stridor

Kelumpuhan Unilateral Pada Posisi Paramedian Pada pemeriksaan laring tampak kelumpuhan pita suara pada posisi paramedian Gejala pada kasus yang tidak mengalami kompensasi pada paralisis paramedian antara lain suara mendesah, parau, waktu fonasi memendek, volume suara dan tingkat nada berkurang, serta diplofonia Bila terjadi kompensasi, maka gejalanya berkurang, dan beberapa kasus, suara akan menjadi normal kembali

Paralisis Bilateral Pada Posisi Paramedian Akibat yang biasa ditemukan pada paralisis nervus rekurens bilateral yang baru saja terjadi Gejalanya sangat bervariasi pada tiap individu dan berupa dispnea dan stridor

Paralisis Median

Bilateral

Pada

Posisi

Dapat terjadi segera setelah cedera pada keadaan nervus rekurens laringeus, atau dapat tertunda sampai 20 tahun Gejala yang jelas ialah dispnea dan adanya stridor inspirasi

Paralisis Pita Suara Pada Posisi Intermedian Biasanya disebabkan oleh paralisis nervus rekurens dan nervus laringeus superior pada satu sisi, yang disebut paralisis gabungan Yang paling sering menyebabkan kerusakan saraf ganda ini adalah cedera ketika melakukan tiroidektomi Gejalanya berupa ketidakmampuan glotis, suara lemah, mendesah, parau, waktu fonasi pendek, dan nafas pendek karena udara nafas banyak pada waktu berbicara

Paralisis Pita Suara Dalam Abduksi Jarang sekali ditemukan Kelumpuhan itu cenderung bilateral dan gejalanya sama dengan kelumpuhan pada posisi intermedian, tetapi lebih jelas

Anamnesa dan pemeriksaan fisik termasuk pendengaran terhadap suara dan jalan napas bergantung pada riwayat gejala yang ada Pemeriksaan penunjang : Pencitraan Endoskopi

Laringeal elektromiografi Dalam pemeriksaan ini dilakukan pemasukkan jarum kecil ke dalam otot pita suara dan digunakan untuk menemukan kelainan yang terjadi serta langkah terapi selanjutnya

Medikasi Terapi dengan medikasi biasanya dipakai saat ada kelainan penyerta seperti refluks gastroesofagus (antacid, proton pump inhibitor), sinonasal alergi (antihistamin)

Voice therapy Terapi dapat dilakukan sendiri atau dengan dikombinasikan dengan terapi pembedahan

Pembedahan

Komplikasi dari terapi pembedahan adalah suara yang kurang baik, kesulitan bernafas, dan migrasi dari implan Operasi harus dilakukan dengan tepat dan sangat hati-hati serta dengan pemberian kortikosteroid pre dan post-operatif Penyebab kualitas suara yang buruk setelah operasi adalah kesalahan penempatan implan, penempatannya terlalu kearah anterior/superior, implan terlalu kecil/besar

Hasil dari terapi pada paralisis pita suara adalah sangat baik. Kebanyakan pasien dapat kembali berbicara hampir normal dan bahkan normal dan dengan minimal atau tanpa limitasi dari fungsi berbicara untuk kebutuhan berbicara sehari-hari.

Terima Kasih