Presentasi Seminar Hasil

  • Published on
    20-Oct-2015

  • View
    34

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Olivia dan Grant

Transcript

<ul><li><p>OLEH :</p><p>VICDY THELESSY(06 34 003)VERDY(06 34 004)</p></li><li><p>Latar Belakang PenulisanSeiring dengan berkembangnya teknologi khususnya dalam bidang rekayasa konstruksi, banyak ditemukan inovasi penggunaan material yang mempunyaiberat jenis lebih ringan, salah satunya adalah Beton Ringan Aerasi (Aerated Lightweight Concrete / ACL) atau dikenal juga dengan Autoclaved Aerated Concrete (AAC).Salah satu keunggulan dari material tersebut adalah berat jenisnya yang ringan dengan kekuatan material yang memadai. Material ini jika digunakan sebagai elemen nonstruktural seperti dinding/partisi maupun sebagai elemen struktural seperti pelat maka dapat mengurangi total massa struktur sehingga menjadi lebih ringan.</p></li><li><p>Konstruksi gedung yang menggunakan panel lantai AAC.</p><p>Besarnya pengurangan material pada balok dan kolom akibat penggunaan panel lantai AAC.</p></li><li><p>MAKSUD DAN TUJUAN PENULISANMaksud Penulisan :untuk memberikan gambaran mengenai perbandingan antara pelat lantai konvensional dengan panel lantai beton ringan aerasi dari segi struktur dan anggaran biaya.Tujuan Penulisan :Memperoleh dimensi elemen struktur balok dan kolom setelah menggunakan panel lantai AAC sebagai elemen struktur pelat yang dibandingkan dengan pelat konvensional.Mengetahui tingkat ekonomis yang terjadi dengan menggunakan panel lantai beton ringan aerasi sebagai struktur lantai pada gedung.</p></li><li><p>BATASAN MASALAH PENULISANPerbandingan elemen struktur berdasarkan hasil rencana balok dan kolom;Batasan terhadap tinjauan untuk penggunaan bentangan maksimum panel lantai beton ringan aerasi (AAC);Standar perencanaan yang digunakan adalah SNI 03 2847 2002 untuk struktur beton dan peraturan-peraturan lainnya yang mendukung;Metode analisis penulangan pelat konvensional menggunakan direct design method;</p></li><li><p>BATASAN MASALAH PENULISANData beton ringan aerasi berdasarkan pabrikasi PT. Hebel.Mutu beton dan baja pada kedua perencanaan adalah sama.Waktu pelaksanaan pekerjaan tidak diperhitungkan.Metode perhitungan struktur dibantu oleh program SAP v.11.Analisis tulangan torsi tidak diperhitungkan.</p></li><li><p>Menurut Dradjat Hoedajanto dan Iswandi Imran melalui karya ilmiahnya yang berjudul kajian eksperimental kinerja panel lantai dan panel dinding hebel mengatakan bahwa dengan berat jenis yang ringan jika AAC digunakan sebagai elemen non struktural seperti dinding/partisi maka beban yang diterima oleh elemen struktur menjadi lebih ringan.</p><p>Begitupun jika digunakan sebagai elemen sruktural seperti pelat maka dapat mengurangi total massa struktur yang mengakibatkan beban gempa menjadi lebih kecil sehingga desain akan menjadi lebih ringan. </p></li><li><p>Perbandingan pelat sistem konvensional dengan sistem pracetak menurut M.Ali Affandi </p><p>ITEMKONVENSIONALPRACETAKDesainSederhanaMembutuhkan wawasan yang luas terutama yang ada kaitannya dengan sistem fabrikasi, transportasi serta pelaksanaan atau pemasangan komponen, sistem sambungan dan sebagainya.Bentuk dan ukurannyaEfisien untuk bentuk yang tidak teratur dan bentang yang tidak mengulang.Efisien untuk bentuk yang teratur/relatif besar dengan jumlah bentangyang berulang Waktu pelaksanaanLebih lama.Lebih cepat, karena dapat dilaksanakan secara pararel sehingga hemat waktu 20-25%</p></li><li><p>Teknologi pelaksanaanKonvensionalButuh tenaga yang mempunyai keahlianKoordinasi pelaksanaanKompleksLebih sederhana, karena semua pengecoran elemen struktur pracetak telah dilakukan di pabrik.Pengawasan/ kontrol kerjaBersifat kompleks, serta dilakukan dengan cara terus menerus.Sifatnya lebih mudah karena telah dilakukan pengawasan oleh kualitas kontrol di pabrik.Kondisi lahanButuh area yang relatif luas karena butuh adanya penimbunan material dan ruang gerak.Tidak memerlukan lahan yang luas untuk penyimpanan material selama proses pengerjaan konstruksi berlangsung, sehingga lebih bersih terhadap lingkungan.</p></li><li><p>Kondisi cuacaBanyak dipengaruhi oleh keadaan cuaca.Tidak dipengaruhi cuaca karena dibuat di pabrik.Ketepatan/akurasi ukuranSangat tergantung keahlian pelaksana.Karena dilaksanakan di pabrik, maka ketepatan ukuran lebih terjamin.KualitasSangat tergantung banyak faktor, terutama keahlian pekerja dan pengawasan.Lebih terjamin kualitasnya karena di kerjakan di pabrik dengan menggunakan sistem pengawasan pabrik.</p></li><li><p>Berbagai bentuk pelat yang dikerjakan secara konvensional, yaitu:Flat plateWaffle slabFlat slabpelat lantai dengan balokPelat Sistem konvensionalKuat perlu ditentukan berdasarkan SNI_03-2847-2002 Tata cara perencanaan struktur beton untuk bangunan gedung.Untuk menahan beban mati D:U = 1,4DUntuk menahan beban mati D, beban hidup L, dan beban atap A atau beban hujan R:U = 1,2D + 1,6L + 0,5(A atau R)Perencanaan awal</p></li><li><p>Apabila beban angin W harus diperhitungkan:U = 1,2D + 1,0L 1,6W + 0,5(A atau R)AtauU = 1,2D 1,6WApabila ketahanan struktur terhadap beban gempa (E) harus diperhatikan:U = 1,2D + 1,0L 1,0EatauU = 0,9D 1,0EPelat Sistem konvensionalPerencanaan tebal PelatSyarat pelat 1 arah: dengan Untuk tebal minimum pelat 2 arah direncanakan berdasarkan SNI 03 2847 2002 pasal 11.5.3.3 sedangkan untuk tebal minimum pelat 1 arah dapat dilihat pada tabel berikut</p></li><li><p>Berdasarkan SNI 03-2847-2002, tebal pelat minimum pelat 1 arah dan tinggi balok minimumPelat Sistem konvensional</p><p>Komponen strukturTebal minimum, hDua tumpuan sederhanaSatu ujung menerusKedua ujung menerusKantileverKomponen yang tidak menahan atau tidak disatukan dengan partisi atau konstruksi lain yang mungkin akan rusak oleh lendutan yang besarPelat masif satu arahL/20L/24L/28L/10Balok atau pelat rusuk satu arahL/16L/18,5L/21L/8CATATANPanjang bentang dalam mm.Nilai yang diberikan harus digunakan langsung untuk komponen struktur dengan beton normal (Wc = 2400 kg/m3) dan tulangan BJTD 40. Untuk kondisi lain, nilai harus dimodifikasikan sebagai berikut:Untuk struktur beton ringan dengan berat jenis di antara 1500 kg/m3 sampain 2000 kg/m3, nilai tadi harus dikalikan dengan [1,65 (0,0003)Wc] tetapi tidak kurang dari 1,09, dimana Wc adalah berat jenis dalam kg/m3.Untuk Fy selain 400MPa, nilainya harus dikalikan dengan (0,4 + fy/700).</p></li><li><p>Ada dua jenis pelat sistem pracetak menurut penggunaaan material yaitu beton ( = 2400 kg/m3) dan beton ringan aerasi atau Autoclaved Aerated Concrete ( = 780 kg/m3).Pelat Sistem PracetakSupercrete Hebel adalah beton aerasi diautoklaf, atau AAC. Ini adalah mineral bahan kepadatan rendah terbuat dari pasir silika dihancurkan, air, Semen Portland, gipsum dan kapur. campuran aerasi ini dengan penambahan sejumlah kecil pasta aluminium, yang memicu reaksi asam-alkali dengan kapur dan semen, melepaskan jutaan gelembung kecil </p></li><li><p>Karakteristik Material AAC HebelPanel Lantai Hebel Supercrete Struktural memiliki kadar air antara 20% dan 30% yang memberikan kerapatan maksimum kerja sekitar 790 kg/m3 (hanya sekitar sepertiga dari berat beton padat konvensional)Kuat tekan karakteristik dari AAC yang digunakan untuk membuat Supercrete Struktural Lantai Hebel Panel adalah 4,0 MPa. Kuat tekan rata-rata panel lantai adalah 6,2MPa. Kapasitas geser dari Hebel Supercrete adalah sekitar 1/8 dari kekuatan tekan, yaitu sebesar 0,5 Mpa dengan Modulus elastisitas(E) 1875MpaPelat Autoclaved Aerated Concrete</p></li><li><p>Pemilihan Tebal Panel Lantai AACPelat Autoclaved Aerated Concrete</p><p>Kode panelLtBeratBeban imposed*Jumlah per m3(mm)(mm)(kg)(kg/m2)BuahPF.150.A1.47012586,003559,07PF.175.A1.720125100,623557,75PF.200.A1.970125115,253556,77PF.225.A2.220125129,873556,01PF.250.A2.470125144,503555,40PF.275.A2.720125159,123554,90PF.300.A2.970125173,753554,49PF.325.A3.220125188,373554,14PF.300.B2.970150208,493553,74PF.325.B3.220150226,043553,45PF.350.B3.470150243,593553,20PF.375.B3.720150261,143552,99</p></li><li><p>METODE ANALISISSehubungan dengan maksud dan tujuan penulisan, metode analisis dilakukan dengan Merencanakan konstruksi gedung yang menggunakan pelat sistem konvensional Sebagai alternatif 1 terlebih dahulu untuk memperoleh penampang elemen struktur (balok dan kolom) dan anggaran biaya kemudian menganalisa dan membandingkannya dengan hasil yang diperoleh dari perencanaan konstruksi gedung yang menggunakan panel lantai beton ringan aerasi sebagai alternatif 2.</p></li><li><p>METODE ANALISISUrutan perencanaan untuk konstruksi gedung yang menggunakan pelat sistem konvensionalMenentukan dimensi minimum balokMenentukan tebal pelatMenentukan dimensi kolomMerencanakan penulangan pelat menggunakan metode Direct Design Method (DDM)Analisa pembebanan pada portalMencari Luas tulangan balok dan kolom dengan menginput data perencanaan pada Program SAP v.11</p></li><li><p>METODE ANALISISSecara garis besar urutan perencanaan antara alternatif 1 dan 2 sama, yang membedakan keduanya adalahPada alternatif 1 menggunakan panjang bentang bersih dan jenis perletakan sebagai data awal untuk menentukan tebal pelat sedangkan pada alternatif 2 menggunakan besarnya nilai super imposed death load dan beban hidup lantai gedung data awal untuk menentukan tebal pelatPada alternatif 2 tidak menganalisa penulangan pada panel lantai beton ringan aerasi, karena tulangan dan pelat telah dipabrikasi menjadi satu</p></li><li><p>Sistem struktur gedung adalah sistem rangka gedung (sistem yang pada dasarnya memiliki rangka ruang pemikul beban gravitasi secara lengkap).Struktur gedung portal beton bertulang yang direncanakan sebagai gedung perhotelan, di mana lokasinya berada sekitar pantai.Kondisi tanah di bawah bangunan adalah jenis tanah keras.Modulus elastisitas (E) = 4700 = 25742,9602 MPa.Kuat tekan beton (fc) = 30 MPa = 3.106 kgf/m2Kuat leleh baja (fy) = 400 MPa = 4.107 kgf/m2Berat jenis beton bertulang = 2400 kgf/m3Berat jenis beton ringan aerasi = 790 kgf/m3Kuat tekan beton ringan aerasi (fAAC) = 6,2 MPaModulus elastisitas beton ringan aerasi (EAAC) = 1875 MPaCONTOH PERHITUNGANSuatu gedung bertingkat lima (lihat gambar), dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :</p></li><li><p>DENAH BANGUNAN</p></li><li><p>Tampak Samping dan DepanTAMPAK SAMPINGTAMPAK DEPAN</p></li><li><p>Beban-Beban Yang Bekerja Pada StrukturBerat jenis beton (beton) =2400 kg/m3Berat jenis beton ringan aerasi (AAC)=790 kg/m3Berat jenis air=1000 kg/m3Beban mati untuk :Tembok bata batu=250 kg/m2Tembok bata 1 batu=450 kg/m2Spesi dari adukan semen per cm tebal=21 kg/m2Tegel/penutup lantai=24 kg/m2Plafon + penggantung=20 kg/m2Lapisan kedap air=15 kg/m2Berat volume air hujan=20 kg/m2Beban hidup untuk :Lantai atap=100 kg/m2Lantai gedung perhotelan=250 kg/m2Beban angin menurut SKBI 1.3.53.1987 pasal 2.1.3.2.(2) tekanan tiup di laut dan di tepi laut sampai sejauh 5 km dari pantai harus diambil minimum 40 kg/m2.Beban angin = 80 kgf/m2 (diasumsikan </p></li><li><p>Perencanaan Alternatif 1Dimensi BalokTebal pelindung/selimut beton menurut SNI 2003 Pasal 9.7.1,untuk balok = 40 mm </p><p>Sedangkan untuk perencanaan tinggi balok (hmin) berpatokan menurut SNI 2003 Pasal 11.5.(2(3)), untuk perhitungan lebar balok berdasarkan hubungannya dengan dmin yang ekonomis adalah </p></li><li><p>b1 dan b2 merupakan balok arah x, b3 dan b4 merupakan balok arah y, sedangkan b7 adalah balok anak arah y. Hasil perencanaan dimensi balok pada alternatif 1</p><p>Sheet1</p><p>No.Panjang (cm)hmin (cm)dmin (cm)b( b x h )( b x h )rekap</p><p>(cm)</p><p>b170038342323 x 3830 x 60</p><p>b270033292020 x 3330 x 60</p><p>b350027231515 x 2725 x 50</p><p>b450024201313 x 2425 x 50</p><p>b750027231515 x 2720 x 35</p></li><li><p>Tebal PelatA. Terhadap lendutan Pelat pada contoh soal termasuk dalam jenis pelat 2 arah. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan rumus dari SNI 03 2847 2002 pasal 11.5.3.3 mengenai tebal plat 2 arah diperoleh tebal plat 12 cm.B. Kontrol Terhadap Geser Beban-beban yang bekerja pada lantai :Beban mati (Berat sendiri, Tegel + spesi, Plafon + penggantung) qDL = 384,5 kg/m2Beban hidup (untuk hotel) qLL = 250 kg/m2 qu = 1,2 qDL + 1,6 qLL = 861,4 kg/m2Berdasarkan (SNI 03-2847-2002 pasal 13.3.1.1)Karena Vu &lt; Vc, maka tebal pelat 120 mm aman terhadap geser.</p></li><li><p>Dimensi Kolom5 m5 m7 m7 mDirencanakan Kolom tengah (50 x 50) cm</p></li><li><p>Dimensi KolomKarena dimensi kolom didesain sama dari tingkat 1 sampai tingkat 5 adalah sama, maka perencanaan didasarkan pada kolom yang menerima beban yang paling besar yaitu pada tingkat 1.Kolom 50x50cmBeban hidup (LL) terdiri dari:Beban hidup atapBeban air hujan pada atapBeban hidup lt. 5+4+3+2)Maka berat total beban hidup(LL)=38.600kgUntuk lantai dasar memikul beban lantai (2+3+4+5+atap) dengan koefisien reduksi beban hidup komulatif = 0,7 (memikul 5 lantai). Beban hidup total (LL) = 0,7 x 38.600 = 27.020 kg</p></li><li><p>Beban mati (DL) terdiri dari:Beban kolom (lt. 5 + 4 + 3 + 2 + 1)Beban pelat (atap + lt. 5+4+3+2)Beban balok (atap + lt. 5+4+3+2)Arah x (memanjang)Arah y (memendek)Balok indukBalok anakLapisan kedap air atapTegel + spesi = 2,5cm (atap + lt. 5+4+3+2)Plafon + penggantungan (atap + lt. 5+4+3+2)Dinding bataMaka berat total beban mati (DL)= 142.611 kgBerdasarkan SNI 2002 Pasal 11.2 kuat perlu (U) yang menahan beban mati (DL) dan beban hidup (LL) paling tidak harus sama dengan :U= 1,2DL + 1,6LL = 214.365,2 kgPu= 2.102.922,6 N</p></li><li><p>Berdasarkan SNI 2002 Pasal 12.3.(5.(2)) diperolehPn max= 3.485.397,5 NSyarat :Pn max&gt;Pu3.485.398 N&gt;2.102.923 N.(ok)Hasil Perencanaan Dimensi Kolom Pada Alternatif 1</p><p>PosisiDimensi (cm2)Pn max (N)Pu (N)Tengah50 x 503.485.3982.102.923Tepi40 x 402.230.654759.512Tepi tengah40 x 402.230.6541.293.409</p></li><li><p>PENULANGAN PELATUntuk perencanaan penulangan pelat perhitungan momen-momen pada pelat menggunakan direct design method atau metode perencanaan langsungMomen design (L1 = 500 cm; L2 = 350 cm)</p><p>LokasiJalur KolomJalur TengahBentang TepiM (-) Kiri1123,46 Kg.m171,41 Kg.mM (+) Lapangan3874,90 Kg.m738,08 Kg.mM (-) Kanan4768,65 Kg.m906,41 Kg.mBentang TengahM (-) Kiri4418,75 Kg.m841,67 Kg.mM (+) Lapangan2378,33 Kg.m453,21 Kg.mM (-) Kanan4418,75 Kg.m841,67 Kg.m</p></li><li><p>PENULANGAN PELATMomen design (L1 = 350 cm; L2 = 500 cm)Dari hasil momen-momen dapat direncanakan penulangan pelat lantai dengan menggunakan persamaan 23</p><p>LokasiJalur KolomJalur TengahBentang TepiM (-) Kiri779,27 Kg.m118,90 Kg.mM (+) Lapangan2687,76 Kg.m511,95 Kg.mM (-) Kanan3300,75 Kg.m628,71 Kg.mBentang TengahM (-) Kiri3064,98 Kg.m583,81 Kg.mM (+) Lapangan1650,38 Kg.m314,36 Kg.mM (-) Kanan3064,98 Kg.m583,81 Kg.m</p></li><li><p>PENULANGAN PELATRekapitulasi hasil perhitungan tulangan (L1 = 500 cm; L2 = 350 cm)Rekapitulasi hasil perhitungan tulangan (L1 = 350 cm; L2 = 500 cm)</p><p>LokasiJalur KolomJalur TengahBentang TepiM (-) Kirif 10 200f 10 200M (+) Lapanganf 10 100f 10 200M (-) Kananf 10 100f 10 200Bentang TengahM (-) Kirif 10 100f 10 200M (+) Lapanganf 10 200f 10 200M (-) Kananf 10 100f 10 200</p><p>LokasiJalur KolomJalur TengahBentang TepiM (-) Kirif 10 200f 10 200M (+) Lapanganf 10 150f 10 200M (-) Kananf 10 150f 10 200Bentang TengahM (-) Kirif 10 150f 10 200M (+) Lapanganf 10 200f 10 200M (-) Kananf 10 150f 10 200</p></li><li><p>Analisa Pembebanan PortalPerhitungan beban gravitasi yang bekerja pada balok :</p></li><li><p>Analisa Pembebanan PortalBalok induk bentang tengah arah Y (BI-BIV;CI-CIV)WLuas trapesium = 11,375Berat trapesium = 11,375 WW = berat persatuan luasReaksi tumpuan :11,375 W / 2 = 5,6875 WMomen maksimum terjadi tepat ditengah bentang, sebesar:Jika diubah menjadi beban merata, koefisiennya menjadi Qeq</p></li><li><p>Beban Gravitasi Pada Balok Induk Arah y Alternatif 1Beban Gravitasi Pada Balok...</p></li></ul>