Presentasi Seminar Samuel Koko

  • Published on
    26-Jul-2015

  • View
    67

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

Nama NPM

Penyusun : : Samuel Barita Parluhutan Sitompul : 3333071270

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON - BANTEN 2012

Definisi kemacetan dalam Buku Laporan Manajemen Lalu lintas Jawa Tengah tahun 2004 adalah terakumulasinya lalu lintas dengan penggunaan moda yang tidak efisien pada waktu yang sama, pada rute yang sama, pada tujuan yang sama, dan karena keinginan untuk melakukan perjalanan yang bersamaan.

Salah satu persoalan kemacetan yang terdapat di kota Cilegon terletak di persimpangan yang berada pada jalur yang menghubungkan kota Cilegon dengan kawasan industri Krakatau Steel dan kawasan perumahan pegawai Krakatau Steel. Setiap harinya banyak kendaraan yang mengalami kemacetan di persimpangan ini. Salah satu faktornya adalah tidak seimbangnya nilai waktu yang tertera pada traffic light yang mengatur persimpangan ini. Nilai waktu pada lampu merah cukup lama dan tidak sebanding dengan nilai waktu pada lampu hijau yang cukup sebentar yang mengakibatkan antrian dan kemacetan kendaraan yang panjang terutama pada jam jam sibuk seperti pada jam masuk kerja dan jam pulang kerja karyawan.

1. Bagaimana memetakan kendaraan yang melintasi persimpangan jalan Jendral Soedirman? 2. Bagaimana mengidentifikasi volume kendaraan yang melintasi jalan Jendral Soedirman? 3. Bagaimana menentukan waktu lampu lalu lintas yang sesuai di persimpangan jalan Jendral Soedirman? 4. Bagaimana usulan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas jika terjadi antrian kendaraan di persimpangan jalan Jendral Soedirman?

1. Memetakan kendaraan yang melintasi persimpangan jalan Jendral Soedirman 2. Mengidentifikasi volume kendaraan yang melintasi jalan Jendral Soedirman 3. Menentukan waktu lampu lalu lintas yang sesuai di persimpangan jalan Jendral Soedirman 4. Memberikan usulan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas jika terjadi antrian kendaraan di persimpangan jalan Jendral Soedirman

1. Pengambilan data dilakukan pada 3 pembagian waktu yaitu, pada pukul 06.30 08.30 WIB (di mana waktu ini merupakan waktu masuk kerja karyawan dan waktu masuk anak sekolah), pukul 12.00 13.00 WIB ( di mana waktu ini merupakan waktu istirahat siang), dan pukul 17.00 19.00 ( di mana waktu ini adalah waktu pulang kantor ) 2. Penghitungan kendaraan di bagi berdasarkan kelas kendaraan yaitu : kendaraan ringan ( mobil ), kendaraan berat ( bis dan truk ), dan sepeda motor.

ASUMSI1. Waktu yang digunakan di dalam ini bersifat deterministik.

2. Kecepatan kendaraan yang jalan Jendral Soedirman relatif sama.3. Kendaraan yang memilih untuk belok kiri tidak termasuk di dalam hitungan, karena belok kiri merupakan jalan langsung. 4. Lampu lalu lintas tidak dalam keadaan rusak atau sedang diperbaiki

5. Kemacetan hanya disebabkan oleh volume kendaraan yangmelintas.

Mulai

Studi Literatur

Observasi Lapangan

Latar Belakang

Perumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Pengumpulan Data : 1. Data Geometrik Jalan 2. Data Arus Lalu Lintas 3. Data Waktu Siklus Tiap Simpang

Pengolahan Data

Analisa

Simpulan dan Saran

Selesai

Mulai

Perhitungan Panjang Antrian dengan Metode MKJI 1997

DIAGRAM ALIR PENGOLAHAN DATA

Perhitungan Waktu Siklus dengan Metode MKJI 1997

Perhitungan Panjang Antrian dengan Metode Multiple Channel Single Fase

Analisis Diagram Fishbone dan Metode 5w + 1H

Selesai

Pendekat

Jalan A

Jalan B

Jalan C

Jalan D

Tipe Lingkungan Jalan

COM

RES

RES

COM

Hambatan Samping

Rendah

Rendah

Rendah

Rendah

Median

Ada

Ada

Ada

Ada

Lebar Median

2

2

2

2

Belok Kiri Jalan Terus

Tidak Ada

Tidak Ada

Ada

Ada

Keterangan :

Tipe Lingkungan Jalan Komersial (COM) Pemukiman (RES) Akses Terbatas (RA)

Hambatan Samping Tinggi / sedang / rendah Tinggi / sedang / rendah Tinggi/ sedang/ rendah

Adapun setiap kaki persimpangan diberi kode pendekat A, B, C, dan D dengan keterangan sebagai berikut : A adalah kaki persimpangan jalan yakni jalan dari ADB (Administration Department Building) menuju ke arah Krakatau Medica B adalah kaki persimpangan jalan yakni jalan dari Krakatau Junction menuju ke arah merak C adalah kaki persimpangan jalan yakni jalan dari Krakatau Medica menuju ke arah merak dan Cilegon melalui ADB (Administration Department Building) D adalah kaki persimpangan jalan yakni jalan dari Merak menuju ke arah Cilegon melalui Krakatau Junction dan ADB (Administration Department Building)

Lengan Persimpangan

Hari / Tanggal

Waktu (Jam)

Volume Lalu Lintas

A

Selasa / 1 November 2011

18.45 -19.00

735

B

Sabtu / 5 November 2011

18.45 19.00

1456

C

Selasa / 1 November 2011

18.45 -19.00

372

D

Sabtu / 5 November 2011

18.45 19.00

2522

Data Traffic Light Persimpangan Jl. Jendral SoedirmanPendekat Waktu Nyala (detik) Waktu Siklus Berada pada fase

Hijau

Kuning

Merah

All red

(detik)

A

14

3

98

4

115

I

B

19

3

93

4

115

II

C

15

3

98

4

116

III

D

43

3

67

4

113

IV

Siklus traffic light persimpangan jl. Jendral Soedirman sebelum penyesuaian

AB C D

14

98

19

93

98

15

67

43

Lengan Rasio Kendaraan Tidak Bermotor (UM) (kend/jam) Lebar Efektif (We) (m) Arus Jenuh Dasar (So)

A 0

B 0

C 0

D 0

6,50 3900

6,50 3900

6,50 3900

6,50 3900

Arus Jenuh (S) (smp/jam)Waktu Siklus (c) (detik) Waktu hijau (detik) Kapasitas Pendekat (C) Derajat Kejenuhan (DS) NQ1 NQ2 NQ Panjang Antrian (QL) (m)

3173115 14 454 0,42 0 22,12 22,12 69

3173115 19 649 0,56 2,83 59,61 62,44 193

3173116 15 487 0,201 0 11,466 11,466 36

3173113 43 2037 0,31 0 162,63 162,63 500

Waktu Siklus Masing Masing SimpangLengan Lost Time (Waktu Hilang) Waktu Siklus Sebelum A 101 196 B 96 187 C 101 196 D 70 138

Penyesuaian

Waktu Hijau (detik) Waktu Kuning (detik)

48 3

46 3

48 3

34 3

Waktu Merah (detik)

145

138

145

101

Siklus traffic light persimpangan jl. Jendral Soedirman setelah penyesuaian

AB C D

48

145

46

138

145

48

101

34

Perhitungan Antrian Sepeda Motor Dengan Metode MCSF Sebelum PenyesuaianSimpang TingkatKedatangan (kend/siklus)

TingkatPelayanan (kend/siklus)

TingkatKegunaan

Jumlah kendaraanrata rata dalam antrian2

Waktu rata ratakendaraan dalam antrian / siklus (detik)

Keterangan

= / 0,85

Lq = ( )

Wq = ( ) Tidak ada

A

12

14

5,14 B 25 19 1,31 C 7 15 0,46 0,40 D 41 43 0,95 19,54

0,42

antrian Ada

-

antrian Tidak ada

0,05

antrian Tidak ada

0,47

antrian

Perhitungan Antrian MobilDengan Metode MCSF Sebelum PenyesuaianSimpang TingkatKedatangan (kend/siklus)

Tingkat Pelayanan(kend/siklus)

TingkatKegunaan

Jumlah kendaraan rata rata dalam antrian

Waktu rata ratakendaraan dalam antrian / siklus (detik)

Keterangan

A 12

14

= / 0,85

Lq =

2 ( )

Wq =

( )Tidak ada antrian

5,14 B C 21 6 19 15 1,10 0,4

0,42 Ada antrian Tidak ada antrian

0,26 D 36 43 0,83

0,04 Tidak ada antrian

4,3

0,11

Perhitungan Antrian Sepeda Motor Dengan Metode MCSF Sesudah PenyesuaianSimpang TingkatKedatangan (kend/siklus)

Tingkat Pelayanan(kend/siklus)

TingkatKegunaan

Jumlah kendaraan rata rata dalam antrian

Waktu rata ratakendaraan dalam antrian / siklus (detik)

Keterangan

A 21

48

= / 0,43

Lq =

2 ( )

Wq =

( )Tidak ada antrian

0,34 B 41 46 0,89

0,016 Tidak ada antrian

7,3C 11 48 0,22

0,17Tidak ada antrian

0,06 D 50 34 1,47 -

0,006 Ada antrian -

Perhitungan Antrian Mobil Dengan Metode MCSF Sesudah PenyesuaianSimpang TingkatKedatangan (kend/siklus)

Tingkat Pelayanan(kend/siklus)

TingkatKegunaan

Jumlah kendaraan rata rata dalam antrian

Waktu rata ratakendaraan dalam antrian / siklus (detik)

Keterangan

A 20

48

= / 0,41

Lq =

2 ( )

Wq =

( )

Tidak ada antrian

0,29 B 35 46 0,76

0,014 Tidak ada antrian

2,42 C 10 48 0,2

0,06 Tidak ada antrian

0,05 D 43 34 1,26 -

0,005 Ada antrian -

Diagram Fishbone untuk Kemacetan Lalu Lintas

PengendaraTidak mampu Memenuhi kapasitas Jalan Kurang Memadai Pengemudi mengalami kecelakaan Kondisi jalan Yang rusak Pengendara mengurangi kecepatan

Kondisi JalanGangguan arus Lalu lintas Adanya pengemis Pengemudi kurang Mahir berkendara

Penumpukan kendaraan Waktu pulang kerja yang hampir bersamaan Potensi kecelakaan Ganggun arus Lalu lintas

Pengemudi Ugal - Ugalan

Tidak disiplin

Lampu lalu lintas mati dan rusak Kendaraan menumpuk Kurangnya Perawatan Orang menyeberang sembarangan Halte terlalu deka