Prinsip Menggambar Bentuk

  • Published on
    30-Oct-2015

  • View
    1.535

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>PRINSIP MENGGAMBAR BENTUK (PERSPEKTIF) </p> <p>Standart Kompetensi : Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa. Kompetensi Dasar : Menggambar bentuk dengan objek karya seni rupa terapan tiga dimensi denganmenggunakan perspektif.</p> <p> PERSPEKTIF Perspektif atau sudut pandang adalah teknik atau metode untuk menggambar objek-objek berupa benda, ruang (interior), dan lingkungan (eksterior) yang ukurannya lebih besar dari manusia.</p> <p> Teknik ini ada karena keterbatasan jarak pandang mata kita dalam melihat objek. Semakin jauh jarak mata dengan benda, semakin kecil penampakannya dan bahkan akan hilang dari pandangan jarak tertentu. Sebaliknya, semakin dekat jarak pandang mata kita, benda tersebut akan semakin terlihat besar. Dua hal yang harus dijadikan patokan dalam teknik menggambarperspektif sebagai berikut.</p> <p> Titik hilang yaitu titik terjauh dari jangkauan. Jarak pandang mata dan titik hilang selalu terletak di dalam garis horizon.</p> <p> Garis horizon yaitu garis khayal mata (tidak nyata). Di mana kita berada, di situlah garis horizon berada. </p> <p>A. Perspektif Satu Titik Hilang Pada dasarnya, perspektif satu titik hilang, dua titik hilang, dan tiga titik hilang bisa dibagi lagi menjadi berbagai sudut pandang berdasarkan posisi mata kita berada. Lebih sederhanya, sudut pandang bisa dibagi 3 macam sudut pandang, yaitu sudut pandang mata burung, sudut pandang normal, dan sudut pandang mata kucing.a. Sudut Pandang Mata Burung Pada sudut pandang mata burung ini, mata kita seolah-olah berada diatas dan melihat objek yang berada di bawah. Jadi, letak garis horiszon berada di atas bidang gambar. Sementara itu, letak letak titik hilang berada pada garis tersebut, bisa dibagian kiri, tengah, atau sebelah kanan. Bahkan bisa juga diletakkan di luar bidang gambar. Setiap objek yang digambar, garisnya bersumber dari titik hilang.</p> <p>Contoh gambar sederhana</p> <p>Contoh gambar benda</p> <p>Tahapan dalam menggambar : Buatlah garis horizon di bagian atas bidang gambar.</p> <p> Letakkan titik hilang di dalam garis horizon. Letak garis titik hilang bisa di manapun, di pinggir/ di tengah bidang gambar.</p> <p> Buatlah garis batas ruangan/ dinding dengan patokan garis berasal dari titik hilang tersebut.</p> <p> Gambarlah beberapa bangun dasar yang juga berpatokan pada garis dari titik hilang tersebut. Menggambarnya harus dengan perencanaan. Karena abngun dasar ini dijadikan gambar objek benda.</p> <p> Gambarlah seluruh detail benda dengan patokan komposisi pada bangun dasar.</p> <p> Gambarlah seluruh detail benda dengan patokan komposisi pada bangun dasar.</p> <p> Arsirlah seperlunya untuk memberikan kesan tiga dimensi, volume, dan karakter benda.</p> <p>b. Sudut Pandang Normal Pada sudut pandang normal, diri kita seolah-olah berdiri normal memandang lurus kedepan. Dengan demikian, bagian atas dan bagian bawah terlihat lebih seimbang. Letak garis horizon tepat di tengah-tengah bidang gambar dan titik hilang bisa diletakkan di mana saja pada garis tersebut. Semua objek yang digambar garisnya berasal dari titik hilang.- Contoh gambar bangun sederhana</p> <p>Contoh gambar benda</p> <p>c. Sudut Pandang Mata Kucing Pada sudut pandang mata kucing, seolah-olah kita berada di posisi tiarap dan melihat ke depan,sehingga objek bagian atas akan lebih dominan. Letak garis horizon di bagian bawah bidang gambar dan letak titik hilang pada garis horizon. Titik hilang ini dijadikan pusat untuk menarik garis dalam menggambarkan setiap objek benda.</p> <p>- Contoh bangun sederhana</p> <p>Contoh gambar benda</p> <p>B. Perspektif Dua Titik Hilang Secara teknis, perspektif dengan 2 titik lenyap hampir sama dengan teknik perspektif 1 titik lenyap. Pada teknik perspektif 2 titik hilang, pada garis horizon terdapat 2 titik fokus. Persimpangan garis yang berasal dari 2 titik hilang ini akan membentuk sebuah sudut. Biasanya, jika jarak antara 2 titik hilang ini terlalu dekat, penampakan objek gambar benda mengalami distorsi.</p> <p> Tahapan untuk menggambar teknik perspektif 2 titik hilang juga hampir sama dengan teknik perspektif 1 titik hilang, yaitu sebagai berikut :</p> <p> Buatlah garis horizon. Jika memakai sudut pandang mata burung, garis horizon berada di atas bidang gambar. Jika memakai sudut pandang normal, garis horizon berada di tengah-tengah bidang gambar. Jika memakai sudut pandang mata kucing, garis horizon berada dibagian bawah garis horizon. </p> <p> Letakkan 2 titik, masing-masing di bagian ujung kiri dan kanan bidang gambar.</p> <p> Jika menggambar ruangan, buatlah batas ruangan itu dengan menarik garis dari kedua titik tersebut.</p> <p> Gambarlah beberapa bangun dasar dengan patokan dari kedua titik hilangnya. Bangun dasar tersebut diletakkan dan dikomposisikan sesuai dengan perencanaan gambar yang dibuat.</p> <p> Gambarlah seluruh detail benda dengan berpatokan pada bangun dasar yang sudah dibuat. Perhatikan proporsi dan perbandingan antara benda yang satu dan benda yang lainnya.</p> <p> Arsirlah seperlunya untuk memberikan kesan tiga dimensi, volume, dan karakter benda. </p> <p>a. Sudut Pandang Mata Burung </p> <p>Contoh gambar bangun sederhana</p> <p>Contoh gambar benda</p> <p>b. Sudut Pandang NormalContoh gambar bangun sederhana</p> <p>Contoh gambar benda</p> <p>c. Sudut Pandang Mata KucingContoh gambar bangun sederhana</p> <p>Contoh gambar benda</p> <p>C. Perspektif Tiga Titik Hilang Perspektif dengan tiga titik hilang biasanya hanya bisa dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang sangat luas, besar, tinggi, dan secara visual mengalami distorsi yang sangat ekstrem. Biasanya teknik ini dipakai untuk menggambar outdoor dan sudut pandang dari udara, meskipun bisa juga dipakai untuk sudut pandang dari bawah atau sudut pandang mata kucing. Agar tidak mengalami distorsi yang berlebihan, sebaiknya titik hilang diletakkan jauh diluar bidang gambar.</p> <p>a. Sudut Pandang Mata Burung atau Penglihatan dari AtasContoh gambar sederhana</p> <p>Contoh gambar perspektif tiga titik hilang dengan sudut pandang dari udara</p> <p>b. Sudut Pandang Mata KucingContoh gambar bangun sederhana</p> <p>Contoh gambar perspektif tiga titik hilang dengan sudut pandang dari bawah/ mata kucing</p> <p> Contoh gambar perspektif suatu obyek di lapangan dan aplikasi rendering teknik warnaGambar berikut adalah contoh gambar perspektif ruang kerja/ruang belajar</p> <p>CONTOH LUKISAN PERSPEKTIFCONTOH-CONTOH PANDANGAN PERSPEKTIFLangkah-langkah pembentukan dan analisisnya.</p> <p>Perspektif Satu Titik :</p> <p>Perspektif Dua Titik :</p> <p>PRINSIP MENGGAMBAR KOMPOSISIDEFINISI KOMPOSISI :KOMPOSISI = SUSUNAN, dalam bahasan seni rupa dan fotografi komposisi berarti susunan gambar dalam batasan satu ruang (Soelarko, 1990:19).KOMPOSISI secara sederhana diartikan sebagai cara menata elemen-elemen dalam gambar, elemen-elemen ini mencakup garis, shape, form, warna, terang dan gelap (Sanyoto, 2004). </p> <p>Contoh gambar KOMPOSISI BIDANG DAN WARNA:</p> <p>Contoh Beberapa Komposisi BentukA. Unsur-Unsur Seni RupaUnsur-unsur seni rupa atau elemen-elemen seni rupa, ialahbagian-bagian yang sangat menentukan terwujudnya suatubentuk karya seni rupa karena pemahaman kerangka daripengertian unsur-unsur inilah maka seseorang akan mampumembuat karya seni rupa menjadi lebih sempurna, unsur-unsurseni rupa tersebut antara lain : 1. Titik, 2. Garis, 3. Bidang, 4.Bentuk, 5. texture 6. warna1. TitikSebuah bentuk disebut titik karena ukurannya relative kecil, titikakan tampak besar bila berada dalam bingkai yang kecil,namun sebaliknya titik akan nampak kecil bila berada padabingkai yang besar. Wujud titik dapat berupa bulatan, bujursangkar, segitiga, dan lain sebagainya. Sebuah titik relativebelum memiliki makna apa-apa sebelum disusun kedalamsebuah komposisi tertentu.Dibawah ini beberapa contoh komposisi titik.Gambar 32 Komposisi titik 1</p> <p>Gambar 33 Komposisi titik 2Pada komposisi titik pertama menggunakan alat pensil,sedangkan yang kedua menggunakan bahan tinta. Efek yangditimbulkan bahan pensil lebih berkesan lembut biladibandingkan dengan bahan tinta2. GarisGaris adalah suatu goresan yang memiliki demensi memanjanglurus, lengkung, ataupun berkelok-kelok. Garis juga dapatberupa suatu batas limit dari suatu bidang, ruang, warna dansebagainya.Garis memiliki beberapa fungsi antara lain kesan keselarasan,rerak, irama, sugesti, pesan simbolik, kode ilusi dan bersifatmaya.Gambar 34 komposisi garis lurus</p> <p>Contoh di atas adalah komposisi garis lurus yang digoreskansecara acak, sepontan, ritmis dan teratur, yang dirangkai dalamsatu kesatuan komposisi.Gambar 35 Komposisi garis lengkungContoh di atas menunjukkan sebuah komposisi garis lengkungyang disusun secara teratur membentuk rangkaianbergelombang.3. BidangBidang adalah keluasan dari segala bentuk pipih yang bukantitik dan garis, bidang dikelilingi garis sebagai pembatas.Bentuk bidang dapat dibedakan menjadi beberapa bentukantara lain geometris, organis, bersudut, tak teratur dansebagainya.Gambar 36 Contoh Bidang Geometris</p> <p>Unsur Seni RupaTambahkan ke Koleksi</p> <p>Contoh-contoh warna:a). Komposisi warna primerGambar komposisi warna primer</p> <p>b). Komposisi warna sekunderGambar Komposisi warna sekunder</p> <p>c). Komposisi warna tersierGambar 42 Komposisi warna tersier6. TeksturTekstur adalah nilai raba dari suatu pemukaan sebuah benda,misalnya kayu, batu, logam, kain dan sebagainya, masing-masing memiliki tekstur yang berbeda-beda. Bahkan dari jenislogam yang sama dapat memiliki tekstur yang berbeda apabiladalam pengerjaannya menggunakan bahan dan alat yangberbeda, misalnya mengunakan cat berbeda dengan disepuh.Ditempaberbeda dengan dituang dan sebagainya, sehinggaterjadilah permukaan itu menjadi kasar dan licin.</p> <p>Komposisi Pengulangan Teratur</p> <p>PRINSIP PROPORSI</p> <p>Proporsi adalah suatu prinsip, tidak hanya dari arsitek tetapi dari kehidupan sehari-hari, misalnya: hukum proporsi alam bahwa bintang bersinar di malam hari, air sungai mengalir ke laut, dan sebagainya.</p> <p>Dari kenyataan ini bahwa arsitektur adalah sesuatu yang berkualitas baik seni dan proporsi. Dalam arsitektur, proporsi dijelaskan sebagai berikut:[12]1.Menurut Vitruvius (1486), proporsi adalah sesuatu yang berhubungan dengan ukuran dengan ukuran dari seluruh aspek pekerjaan dan bagian tertentu yang dijadikan standar.</p> <p>2.Menurut Alberti, proporsi berasal dari kataconcinnities, yang artinya suatu keberhasilan kombinasi dari angka dan ukuran.</p> <p>Jadi proporsi merupakan hubungan antar bagian dari suatu desain atau hubungan antara bagian dengan keseluruhan. Oleh karena itu suatu perbandingan akan merupakan dasar dari setiap sistem proporsi yaitu suatu nilai yang memiliki harga tetap, dapat digunakan sebagai pembanding yang lain. Bahwa, suatu proporsi yang baik terletak pada hubungan antara bagian-bagian suatu bangunan atau antara bagian bangunan dengan bangunan secara keseluruhan. Hal ini menumbuhkan satu sistem proporsi yang menarik untuk dikembangkan yaitugolden section. Dalam sistem ini mempunyai dua arti, secara matematis dan geometris. Secara matematis,golden sectionmerupakan sistem proporsi yang berasal dari konsep Pythagoras dimana semua ukuran adalah angka. Dan merupakan kepercayaan keharmonisan bagi seluruh struktur bangunan. Secara geometris,golden sectiondapat diartikan sebagai sebuah garis yang dibagi-bagi sedemikian rupa sehingga bagian yang lebih pendek dibanding dengan bagian yang panjang adalah sama dengan bagian yang panjang berbanding dengan panjang keseluruhan atau dapat dijabarkan dalam persamaan A : B = B : (A + B)[13]Halaman buku "Morte`d Arthur"- Aubrey Desain grafis adalah suatu bentukkomunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin</p> <p> Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art.</p> <p> Desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain).Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi (proportion) dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas</p> <p>1. Kesatuan (Unity) </p> <p>Kesatuan merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang sangat penting. Tidak adanya kesatuan dalam sebuah karya rupa akan membuat karya tersebut terlihat cerai-berai, kacau-balau yang mengakibatkan karya tersebut tidak nyaman dipandang. Prinsip ini sesungguhnya adalah prinsip hubungan. Jika salah satu atau beberapa unsur rupa mempunyai hubungan (warna, raut, arah, dll), maka kesatuan telah tercapai.</p> <p>2. Keseimbangan (Balance)Karya seni dan desain harus memiliki keseimbangan agar nyaman dipandang dan tidak membuat gelisah. Seperti halnya jika kita melihat pohon atau bangunan yang akan roboh, kita measa tidak nyaman dan cenderung gelisah. Keseimbangan adalah keadaan yang dialami oleh suatu benda jika semua dayan yang bekerja saling meniadakan. Dalam bidang seni keseimbangan ini tidak dapat diukur tapi dapat dirasakan, yaitu suatu keadaan dimana semua bagian dalam sebuah karya tidak ada yang saling membebani.</p> <p>3. Proporsi (Proportion)Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi Agung (The Golden Mean) adalah proporsi yang paling populer dan dipakai hingga saat ini dalam karya seni rupa hingga karya arsitektur. Proporsi ini menggunakan deret bilangan Fibonacci yang mempunyai perbandingan 1:1,618, sering juga dipakai 8 : 13. Konon proporsi ini adalah perbandingan yang ditemukan di benda-benda alam termasuk struktur ukuran tubuh manusia sehingga dianggap proporsi yang diturunkan oleh Tuhan sendiri. Dalam bidang desain proporsi ini dapat kita lihat dalam perbandingan ukuran kertas dan layout halaman.</p> <p>5. Irama (Rhythm) </p> <p>Irama adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus menerus. Dalam bentuk bentuk alam bisa kita ambil contoh pengulangan gerak pada ombak laut, barisan semut, gerak dedaunan, dan lain-lain. Prinsip irama sesungguhnya adalah hubungan pengulangan dari bentuk bentuk unsur rupa.</p> <p>6. Dominasi (Domination)Dominasi merupakan salah satu prinsip dasar tatarupa yang harus ada dalam karya seni dan deisan. Dominasi berasal dari kata Dominance yang berarti keunggulan . Sifat unggul dan istimewa ini akan menjadikan suatu unsure sebagai penarik dan pusat perhatian. Dalam dunia desain, dominasi sering juga disebut Center of Interest, Focal Point dan Eye Catcher. Dominasi mempunyai bebrapa tujuan yaitu untuk menarik perhatian, menghilangkan kebosanan dan untuk memecah keberaturan.</p> <p>Prinsip-prinsipdesain</p> <p>Posted on August 12, 2010 </p> <p>HARMONI</p> <p>Gambar diatas mempunyai nilai harmoni anatar perpaduan warna yang begitu harmoni hingga menghasilkan perpaduan warna yang...</p>