Program Pemulihan Diabetes (Reversed Diabetes)

  • Published on
    30-Jul-2015

  • View
    49

  • Download
    4

Embed Size (px)

Transcript

PENDAHULUANRUBAHLAH ARAH GAYA HIDUP ANDA Kadang kita perlu membelokkan arah kendaraan kita bukan untuk kembali dari awal tapi untuk menghidari agar kita tidak terus menuju arah yang salah, pada saat kita menyadari arah yang kita ambil ternyata arah yang salah. Karena diabetes adalah penyakit degeneratif, maka ia merupakan rangkaian dari sebuah proses yang panjang dari gaya hidup kita (makanan, kebiasaan, aktifitas, riwayat keluarga dan pemakaian obat-obatan) yang kita harus yakin bahwa proses perjalanan itu masih bisa kita rubah agar kita bisa mengarah pada kondisi yang prima dan sehat agar terhindar dan jika kita sudah divonis diabetes maka kitapun bisa melakukan pengaturan tertentu agar penyakit itu bisa pulih. Program Pemulihan Diabetes (Reversed Diabetic) ini rangkuman dari program yang dikeluarkan oleh Barton Publishing yang didasarkan pada penelitian dan riset yang ada yang bisa menjadi navigasi kita untuk hidup lebih sehat yang akan mampu mengurangi penggunaan obat farmasi sesedikit mungkin. Kita akan belajar praktik-praktik terbaik dalam bentuk diet, membentuk gaya hidup dan pengobatan natural melalui bahan-bahan herbal. Percayalah bahwa diabetes itu bisa dikendalikan bahkan Diabetes itu bisa dipulihkan. Program ini berdasarkan pada riset mutakhir dari para ilmuwan yang melakukan studi tentang diabetes. Banyak dari studi tersebut yang menemukan bahwa perubahan gaya hidup dan pola makan, latihan dan istirahat yang berkualitas dapat membuat dampak yang besar pada proses pemulihan diabetes. Diet tidak hanya sekedar 4 kata yang berkonotasi menyulitkan, namun makanan yang baik (toyyiban) dan pemulihan diabetes merupakan hal yang harus berjalan secara berdampingan. Kita akan menemukan bagaimana latihan yang hanya dilakukan 12 menit yang

totalnya berjumlah hanya setengah jam tiap pekan mampu memberikan dampak yang sangat baik pada penderita diabetes menuju pada pemulihan. Kita juga diberikan tip-tip bagaimana mengenai makanan dan herbal tertentu yang merupakan hasil temuan yang menakjubkan dari para praktisi yang telah berhasil diterapkan pada pasiennya, termasuk temuan penting dari para ilmuwan hingga kita bisa mengambil manfaat yang sebesarbesarnya dari hal-hal yang sangat logis serta dari kisah-kisah nyata tentang keberhasilan melakukan pemulihan. Kenali Istilah-Istilahnya dan Siapkan Diri untuk Melakukan Pemulihan Pada saat kita dihadapkan pada penyakit, kebanyakan dari kita benar-benar tidak tahu hal apa yang membuat kita sakit atau bahkan bagaimana kita bisa sampai menderita sakit tersebut. Yang sering kita lakukan adalah cepatcepat pergi ke dokter untuk meminta resep obat agar kita bisa segera sembuh, kemudian menjadi heran mengapa obat tersebut justru membuat kita malah bingung karena justru makin parah. Ternyata banyak diantara kita yang menderita Diabetes tidak mengetahui banyak tentang apa yang terjadi didalam tubuhnya. Di Amerika saja yang sudah sangat maju, diperkirakan seperempat dari penderita diabetes tidak mengetahui kalau dirinya sedang menderita penyakit ini. Dan diantara penderita Diabetes Tipe 2 usia dewasa, umumnya baru melakukan program pengendalian diabetesnya secara intensif setelah 9 12 tahun sejak ia menderita penyakit ini. Sangatlah sulit bahkan mustahil untuk melakukan pengendalian jika kita tidak sadar tentang Diabetes. Pengetahuan yang baik mengenai diabetes dan kondisi pre-diabetes adalah penting untuk membuat perubahan positif dan mendasar pada kehidupan kita selanjutnya. Ada beberapa istilah penting dan konsep dasar yang bisa mengarahkan kita pada pemulihan diabetes. Berikut ini beberapa hal penting tentang diabetes:

Tubuh kita memerlukan bahan bakar untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Kita memperoleh bahan bakar dari glukosa yang sering disebut gula. Ketika kita makan, semua makanan yang kita makan seperti karbohidrat dan protein, akan dirubah menjadi glukosa. Glukosa tersebut kemudian mengalir melalui saluran darah kita menuju otak dan bagian tubuh lainnya, khususnya otot dan hati. Oleh karena itu disebut dengan istlilah gula darah. Agar otot bisa menerima glukosa dari makanan yang kita makan, diperlukan keberadaan insulin. Insulin adalah hormon yang dihasilkan secara alami oleh pankreas. Kita akan membahas banyak mengenai insulin ini tapi untuk saat ini cukup diingat bahwa insulin adalah hormon alamiah di dalam tubuh, namun dalam kondisi tertentu insulin buatan juga banyak digunakan sebagai obat yang digunakan untuk penderita Diabetes Type 1. Jadi insulin itu mengatur glukosa (gula darah) agar bisa digunakan oleh selsel otot untuk melakukan aktifitasnya dan oleh hati dalam melakukan kerja vitalnya menghilangkan racun dalam tubuh yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Banyak dari kita tidak tahu bahkan kebanyakan penderita diabetes bahwa insulin juga berfungsi untuk mengirim nutrisi seperti vitamin C, magnesium, potassium dan sodium, dan lain-lain ke dalam sel-sel tubuh. Selain itu, insulin memegang peranan penting dalam proses bagaimana asam amino digunakan untuk membuat protein dan membangun sel otot. Glukosa maupun insulin jelas-jelas berperan sangat penting, dimana diperlukan glukosa yang langsung dikirim untuk memberikan nutrisi kepada otak kita tanpa keterlibatan insulin dan diperlukan baik glukosa dan insulin agar bisa masuk ke dalam sel-sel otot. Pada masalah Diabetes, ada 2 hal yang bisa menjadi bermasalah dengan glukosa atau insulin atau keduaduanya. DIABETES TIPE 1 Pada Diabetes Tipe 1, pankreas tidak memproduksi insulin atau insulin tidak cukup tersedia untuk bisa memasok sel dengan glukosa. Hal ini bisa terjadi melalui sebuah proses yang disebut dengan respon autoimmune

(autoimmune response) yang mana sistem imunitas tubuh melakukan penyerangan dan menghancurkan sel-sel sehat pankreas penghasil insulin yang telah disalah sangkakan sebagai sel penyusup atau asing. Dalam hal ini, sistem imunitas menyerang sel-sel beta pada organ pankreas yang bertugas memproduksi insulin. Program ini juga memberikan kiat dan cara bagaimana agar kita bisa membantu dan mempertahankan sel-sel beta pada pankreas ini agar bisa hidup dan berfungsi normal kembali. DIABETES TIPE 2 Pada Diabetes Tipe 2, sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Bagaimana hal ini bisa terjadi masih terus dilakukan studi, namun seperti halnya penyakit jantung, para peneliti meyakini bahwa kegemukan (obesitas) merupakan salah satu penyebab utama. Sebuah teori yang sedang berkembang saat ini menyatakan bahwa peradangan (inflammation) pada sel yang disebabkan oleh makanan-makanan yang tidak sehat dapat memicu adanya resistensi insulin ini. Apa yang perlu kita ketahui tentang Diabetes Tipe 2 ini secara singkat adalah bahwa sel-sel tubuh menolak kedatangan insulin sehingga glukosa tidak mampu masuk ke dalam sel otot dan hati, sehingga glukosa tetap berada di aliran darah yang mengakibatkan gula darah kita menjadi tinggi pada penderita Diabetes Tipe 2 ini. PRE-DIABETES Diabetes sebenarnya bukanlah penyakit gula darah. Gula darah atau pembacaan tingkat glukosa mungkin mengindikasikan bahwa orang tersebut menderita Diabetes Tipe 2 atau orang tersebut berada pada kondisi pre-diabetes, tapi hal ini bukan menjadi akar permasalahan apakah ada hal yang salah di dalam tubuh kita. Insulin menjadi sangat sentral dalam hal memberikan pasokan glukosa yang cukup pada otot, namun para peneliti menemukan bahwa kekurangan produksi insulin pada penderita Diabetes Tipe 1 atau insulin resisten pada

Diabetes Tipe 2 bisa membuat masalah tambahan seperti terhambatnya proses pembentukan otot, menurunnya proses perbaikan sel dan terhambatnya pengiriman vitamin dan mineral ke dalam sel-sel tubuh.

GEJALA DAN TANDA-TANDA DIABETES Orang dengan Diabetes Tipe 2 perlu mencari cara bagaimana agar sel-sel beta pada pankreas tidak mengalami kelelahan yang sangat (overload). Satu langkah vital adalah dengan membuat tingkat gula darah selalu normal atau pada rentang ideal. Semakin lama sel-sel beta dihadapkan pada tingkat gula darah tinggi, maka kemungkinan sel-sel tersebut menjadi rusak permanen akan sangat tinggi. Oleh karena itu sangatlah penting untuk mengetahui apakah kita menderita diabetes sementara kita masih belum mengetahuinya. Meskipun obesitas menjadi risiko tertinggi, riwayat anggota keluarga yang pernah menderita diabetes juga menjadi salah satu penyebab, oleh karena itu pemeriksaan secara rutin perlu dilakukan. Berikut ini tanda-tanda dan gejala-gejala Diabetes (Tipe 1 or 2) yang perlu diwaspadai jika kita mengalami tanda-tanda berikut: Sering Kencing Haus yang berlebihan Kelelahan yang sangat Penurunan berat badan yang tidak biasa dan tidak ada sebab yang jelas Serung mengalami iritasi Penglihatan yang buram Infeksi yang sering pada kulit, saluran kencing atau daerah vagina Proses pemulihan luka yang lambat Kesemutan pada tangan dan kaki Perlu diingat bahwa masing-masing gejala tersebut adalah sangat tergantung pada karakteristik tubuh kita. Kita adalah satu-satunya orang

yang paling tahu apakah kita mengalami haus yang berlebih dibanding dengan kondisi sebelumnya atau jika kita mengalami iritasi walaupun tanpa adanya stress dalam hidup kita. Di Amerika, ada sekitar 24 juta orang penderita Diabetes Tipe 1 dan 2, data pada tahun 2007 menunjukkan bahwa diperkirakan 57 juta orang mengalami pre-diabetes, sebuah kondisi yang jika tidak ditangani segera akan mengakibatkan diabetes Type 2 dalam waktu 10 tahun. Di Indonesia diperkirakan ada sekitar 18 juta penderita diabetes dan 800 diantaranya adalah anak-anak. Dokter masih menggunakan istilah Garis Batas Diabetes untuk mengidentifikasi orang-orang yang mengalami pre-diabetes. Istilah lain yang juga digunakan adalah untuk mereka yang mengalami prediabetes adalah toleransi glukosa yang terganggu. Apapun istilahnya hal itu merupakan tanda bagi kita untuk melakukan pencegahan agar tidak keterusan. Berikut ini tantangannya: Jika 25% dari 8 juta orang Amerika saja tidak tahu bahwa mereka menderita Diabetes Type 2, berapa perc