Proper2007 - Press Release

  • Published on
    06-Jun-2015

  • View
    1.521

  • Download
    37

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Press Release KLH 1-Aug-2008

Transcript

<p>HASIL PENILAIAN</p> <p>LAPORAN</p> <p>PROPERPERIODE 2006 - 2007</p> <p>Kementerian Negara Lingkungan Hidup 31 Juli 2008</p> <p>DAFTAR ISI</p> <p>DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR BAB I PENDAHULUAN A. UMUM B. RINGKASAN PELAKSANAAN PROPER PERIODE 2002 - 2007 B.1. Jumlah Perusahaan Peserta PROPER B.2. Hasil Evaluasi PROPER 2002 - 2007 BAB II HASIL PENILAIAN PROPER 2006 - 2007 A. PERINGKAT UMUM B. PERINGKAT KINERJA BERDASARKAN JENIS PERMODALAN C. PERINGKAT KINERJA BERDASARKAN SEKTOR INDUSTRI C.1. Sektor Manufaktur C.2. Sektor Agroindustri C.3. Sektor Pertambangan, Energi dan Migas C.4. Sektor Kawasan dan Jasa BAB III KONSISTENSI KINERJA PERUSAHAAN PROPER PERIODE 2002 2007 A. KONSISTENSI KINERJA A.1. PERUSAHAAN EMAS A.2. PERUSAHAAN HIJAU A.3. PERUSAHAAN HITAM BAB IV PENUTUP LAMPIRAN</p> <p>i ii iii 1 1 3 3 4 5 5 6 9 10 10 11 11 12 12 12 12 15 17</p> <p>i</p> <p>DAFTAR TABEL</p> <p>Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8</p> <p>Kriteria Peringkat PROPER Periode 2006 2007 Distribusi Peserta PROPER 2006 2007 Berdasar Jenis Industri Distribusi Peserta PROPER Berdasarkan Status Permodalan Distribusi Peringkat PROPER 2006 2007 Berdasarkan Kepemilikan Permodalan Distribusi Per Sektor Industri PROPER 2006 2007 Daftar Perusahaan Yang Mendapatkan Peringkat Emas Daftar Perusahaan Yang Mendapatkan Peringkat Hijau Daftar Perusahaan Yang Mendapatkan Peringkat Hitam</p> <p>2 5 6 7 9 12 13 15</p> <p>ii</p> <p>DAFTAR GAMBAR</p> <p>Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 Gambar 6 Gambar 7 Gambar 8 Gambar 9 Gambar 10</p> <p>Peningkatan Jumlah Perusahaan Peserta PROPER Perkembangan Peringkat Kinerja Perusahaan PROPER Distribusi Peringkat Kinerja Perusahaan PROPER 2006 - 2007 Distribusi Persentase Peringkat Perusahaan PMA dalam PROPER 2006 - 2007 Distribusi Persentase Peringkat Perusahaan PMDN dalam PROPER 2006 2007 Distribusi Persentase Peringkat Perusahaan BUMN dalam PROPER 2006 2007 PROPER 2006 2007 Sektor Manufaktur PROPER 2006 2007 Sektor Agroindustri PROPER 2006 2007 Sektor Pertambangan, Energi dan Migas PROPER 2006 2007 Sektor Kawasan dan Jasa</p> <p>3 4 6 7 8 8 10 10 11 11</p> <p>iii</p> <p>Laporan PROPER Periode 2006-2007</p> <p>BAB I PENDAHULUANA. UMUM Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) adalah salah satu instrumen kebijakan yang dikembangkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk mendorong penaatan dan kepedulian perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Mekanisme kerja instrumen PROPER adalah dengan penyebaran informasi tingkat kinerja penaatan perusahaan kepada masyarakat dan stakeholder (public information disclosure), maka diharapkan masyarakat dan stakeholder dapat menyikapi kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan peserta PROPER sesuai dengan kapasitasnya. Para stakeholder diharapkan memberikan apresiasi kepada perusahaan yang berkinerja baik, dan mendorong perusahaan yang belum berkinerja baik untuk lebih meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungannya. Pelaksanaan PROPER merupakan upaya terpadu untuk melaksanakan kebijakan yang diamanatkan oleh Undang-undang No. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. PROPER merupakan pengawasan pemerintah1 terhadap upaya perusahaan dalam melaksanakan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam peraturan perundang-undangan bidang lingkungan hidup yang berlaku. Sekaligus PROPER merupakan perwujudan transparansi dan pelibatan masyarakat 2 dalam pengelolaan lingkungan. Dimana hasil pengawasan melalui PROPER ini disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Perlu diketahui bahwa PROPER bukanlah pengganti instrumen penaatan lingkungan lainnya, akan tetapi komplementer dari instrumen penaatan yang ada. Pelaksanaan PROPER akan mendukung penerapan instrumen penegakan hukum lingkungan dan instrumen ekonomi lainnya. Untuk memudahkan masyarakat dan para stakeholder memahami tingkat kinerja penaatan masing-masing perusahaan dan guna membuka lebih besar lagi ruang apresiasi bagi perusahaan yang telah meningkatkan kinerja penaatannya, maka saat ini kinerja perusahaan tersebut dikategorikan lima peringkat warna dengan tujuh kategori.</p> <p>1</p> <p>2</p> <p>Pasal 22 (1) UU No. 23 Tahun 1997 Menteri melakukan pengawasan terhadap penaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan atas ketentuan yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup Pasal 5 (2) &amp; (3) UU No. 23 tahun 1997: Ayat 2, setiap orang mempunyai hak atas informasi lingkungan hidup yang berkaitan dengan peran dalam pengelolaan lingkungan hidup Ayat 3, setiap orang mempunyai hak untuk berperan dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku</p> <p>1</p> <p>Laporan PROPER Periode 2006-2007</p> <p>Perluasan kategori peringkat PROPER merupakan masukan dari Dewan Pertimbangan PROPER3 untuk lebih memacu perusahaan meningkatkan kinerjanya. Peringkat warna ini menggambarkan kinerja penaatan dan tingkat kepedulian perusahaan dalam pelestarian lingkungan.Tabel 1. Kriteria Peringkat PROPER Periode 2006 2007</p> <p>Peringkat</p> <p>Keterangan Telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dan telah melakukan upaya 3R (Reuse, Recycle dan Recovery), menerapkan sistem pengelolaan lingkungan yang berkesinambungan, serta melakukan upaya-upaya yang berguna bagi kepentingan masyarakat pada jangka panjang; Telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan, telah mempunyai sistem pengelolaan lingkungan, mempunyai hubungan yang baik dengan masyarakat, termasuk melakukan upaya 3R (Reuse, Recycle dan Recovery); Telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku; Melakukan upaya pengelolaan lingkungan, akan tetapi beberapa upaya belum mencapai hasil yang sesuai dengan persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan; Melakukan upaya pengelolaan lingkungan, akan tetapi baru sebagian mencapai hasil yang sesuai dengan persyaratan sebagaimana diatur dengan peraturan perundang-undangan; Melakukan upaya pengelolaan lingkungan, akan tetapi baru sebagian kecil mencapai hasil yang sesuai dengan persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan; Belum melakukan upaya lingkungan berarti, secara sengaja tidak melakukan upaya pengelolaan lingkungan sebagaimana yang dipersyaratkan, serta berpotensi mencemari lingkungan.</p> <p>Emas</p> <p>Hijau</p> <p>Biru</p> <p>Biru Minus</p> <p>Merah</p> <p>Merah Minus</p> <p>Hitam</p> <p>3</p> <p>Berdasarkan Surat Keputusan Menteri LH No 278 tahun 2008 tentang Dewan Pertimbangan PROPER, susunan Dewan Pertimbangan PROPER adalah sebagai berikut: Ketua: Prof.Dr. Surna Tjahja Djajadiningrat, Sekretaris: Drs. Yanuardi Rasudin, Anggota: Prof. Dr. Muladi SH, Ir. Usman Hasan, Djismun Kasri, Prof.Dr. J.B. Kristiadi, Agnes Aristiarini, Tini Hadad, Goenarni Soeworo SE.</p> <p>2</p> <p>Laporan PROPER Periode 2006-2007</p> <p>B. RINGKASAN PELAKSANAAN PROPER PERIODE 2002-2007 B.1. Jumlah Perusahaan Peserta PROPER Jumlah perusahaan PROPER sangat menentukan tingkat keberhasilan PROPER sebagai instrumen penaatan. Semakin besar jumlah perusahaan maka efektifitas instrumen ini semakin meningkat. Untuk mencapai jumlah yang tepat (critical mass) dari perusahaan peserta PROPER, secara bertahap jumlah perusahaan yang diikutsertakan dalam PROPER dari tahun ke tahun semakin bertambah. Namun, besarnya jumlah perusahaan yang dapat diikutsertakan dalam PROPER sangat tergantung kepada sumber daya yang ada, baik sumber daya manusia maupun pendanaan yang tersedia di tingkat pusat maupun daerah. Pada saat ini jumlah perusahaan peserta PROPER masih sangat kecil dibandingkan target perusahaan yang efektif untuk dapat ditingkatkan kinerja penaatannya melalui PROPER 4 yaitu baru mencapai sekitar 6 % dari 8.000 - 10.000 perusahaan. Peningkatan jumlah perusahaan yang diikutsertakan dalam PROPER selama tahun 2002 2007 dapat dilihat pada Gambar 1 berikut:</p> <p>Gambar 1. Peningkatan Jumlah Perusahaan Peserta PROPER</p> <p>4</p> <p>Perusahaan yang berdampak besar dan penting bagi lingkungan, terdaftar dipasar modal, dan berorientasi ekspor</p> <p>3</p> <p>Laporan PROPER Periode 2006-2007</p> <p>B.2. Hasil Evaluasi PROPER 2002-2007 Dari pelaksanaan PROPER selama periode 2002 2007 terlihat bahwa telah terjadi peningkatan kinerja penaatan perusahaan. Sebagaimana yang terlihat pada Gambar di bawah, jumlah perusahaan yang taat yaitu Hijau dan Biru meningkat selama periode 2002 2007. Peningkatan jumlah perusahaan yang taat selama periode ini terjadi karena adanya peningkatan jumlah perusahaan dan perbaikan kinerja penaatan perusahaan peserta PROPER.</p> <p>Gambar 2. Perkembangan Peringkat Kinerja Perusahan PROPER</p> <p>Penilaian PROPER periode 2005-2006 sempat tertunda oleh karena adanya kegiatan Revitalisasi PROPER. Langkah Revitalisasi ini dilakukan agar instrumen PROPER dapat lebih efektif lagi untuk meningkatkan kinerja penaatan perusahaan. Walaupun tidak diumumkan kepada masyarakat hasil pengawasan yang dilakukan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup telah disampaikan kepada perusahaan.</p> <p>4</p> <p>Laporan PROPER Periode 2006-2007</p> <p>BAB II HASIL PENILAIAN PROPER 2006-2007A. PERINGKAT UMUM Jumlah perusahaan yang telah dinilai peringkatnya melalui PROPER selama periode 2006 2007 mencapai 516 perusahaan dari 521 perusahaan yang dilakukan pengawasan oleh Tim PROPER Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota. 5 (lima) perusahaan dikeluarkan dari daftar penilaian karena tutup dan tidak memenuhi kriteria peserta PROPER. Dari 516 perusahaan peserta PROPER, perusahaan yang paling banyak berasal dari sektor industri manufaktur (48.64%), kemudian diikuti PEM (28.68%), Agro Industri (19.77%), dan Sektor Kawasan industri dan Jasa Pengelolaan Limbah (2.91%). Distribusi jumlah peserta PROPER periode 2006-2007 berdasarkan jenis sektor industri adalah sebagai berikut:Tabel 2. Distribusi Peserta PROPER 2006-2007 Berdasar Jenis Industri</p> <p>No1 2 3 4</p> <p>Sektor IndustriPertambangan, Energi, &amp; Migas (PEM) Manufaktur Agro Kawasan Industri dan Jasa Pengelola Limbah TOTAL</p> <p>Jumlah Perusahaan Angka Persentase148 251 102 15 516 28.68 48.64 19.77 2.91 100</p> <p>Hasil penilaian PROPER 2006 2007 menunjukkan bahwa secara umum terjadi perbaikan tingkat penaatan perusahaan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebagian besar perusahaan telah memenuhi persyaratan dalam pengelolaan lingkungan. Sebagaimana yang terlihat dari Gambar di bawah ini, dalam tahun 2006-2007 jumlah perusahaan yang taat atau yang berperingkat Emas, Hijau, Biru, dan Biru Minus mencapai 75,2% dari total 516 perusahaan. Jumlah ini meningkat dari periode penilaian sebelumnya. Jumlah perusahaan Hijau pada periode 2006-2007 meningkat dua kali dibandingkan periode sebelumnya yaitu mencapai 46 perusahaan atau 8.91 %. Pada periode penilaian PROPER 2006-2007, peringkat Emas untuk pertama kalinya diberikan kepada perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi.</p> <p>5</p> <p>Laporan PROPER Periode 2006-2007</p> <p>Merahminus 39(7.56% ) Merah 46(8.91% )</p> <p>E mas H itam 1(0.19% ) 43(8.33% )</p> <p>H ijau 46(8.91% )</p> <p>B iruminus 161(31.20% )</p> <p>B iru 180(34.88% )</p> <p>Gambar 3: Distribusi Peringkat Kinerja Perusahaan PROPER 2006-2007</p> <p>Peringkat masing-masing perusahaan PROPER dapat dilihat pada Lampiran.</p> <p>B. PERINGKAT KINERJA BERDASARKAN JENIS PERMODALAN Berdasarkan kepemilikan atau Permodalan peserta PROPER periode 2006-2007 dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu: Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Distribusi peserta PROPER 2006-2007 berdasarkan jenis permodalan dapat dilihat pada Tabel 3 dibawah ini. Dari Tabel 3 terlihat peserta PROPER terbanyak berasal dari perusahaan PMDN 40,8% (211 perusahaan), lalu diikuti PMA 32,8% (169 perusahaan) dan terakhir BUMN 26,4% (136 perusahaan).Tabel 3 : Distribusi peserta PROPER berdasarkan status permodalan.</p> <p>No1 2 3</p> <p>Sektor IndustriPenanaman Modal Asing Penanaman Modal Dalam Negeri Badan Usaha Milik Negara</p> <p>Jumlah Perusahaan Angka Persentase169 211 136 32.75 % 40.89 % 26.36 %</p> <p>Total</p> <p>516</p> <p>100 %</p> <p>Untuk melihat sejauhmana kinerja perusahaan PROPER berdasarkan jenis permodalan dapat dilihat pada Tabel 4 di bawah ini. Dari tabel 4 dapat terlihat</p> <p>6</p> <p>Laporan PROPER Periode 2006-2007</p> <p>bahwa perusahaan PMA mempunyai kinerja penaatan yang lebih baik dibandingkan PMDN dan BUMN. Tingkat penaatan perusahaan PMA mencapai 87 %. Sementara itu tingkat penaatan perusahaan PMDN 64 % dan BUMN 50,2 %.Tabel 4: Distribusi Peringkat PROPER 2006 2007 berdasarkan kepemilikan permodalan Status Permodalan PMA PMDN BUMN TOTAL PeringkatPROPER BIRU BIRU MERAH 69 48 11 65 62 24 46 51 11 180 161 46 Jumlah 169 211 136 516</p> <p>EMAS 1 1</p> <p>HIJAU 30 7 9 46</p> <p>MERAH 7 17 15 39</p> <p>HITAM 4 35 4 43</p> <p>Jumlah PMA yang berperingkat Hijau mencapai 30 perusahaan dari total 46 perusahaan yang berperingkat Hijau dalam periode penilaian PROPER 2006-2007. Jumlah ini mencapai 65,2% dari total perusahaan yang berperingkat Hijau. Sedangkan dari keseluruhan perusahaan PMA yang dinilai, persentase peringkat kinerjanya seperti terlihat pada Gambar 4 di bawah ini.</p> <p>Gambar 4. Distribusi Persentase Peringkat Perusahaan PMA dalam PROPER 2006-2007</p> <p>Walaupun jumlah perusahaan PMDN dan BUMN lebih sedikit yang mempunyai peringkat Hijau namun jumlah perusahaan PMDN dan BUMN yang mendapatkan peringkat Hijau pada periode ini meningkat dibandingkan PROPER periode sebelumnya. Perusahaan PMDN yang mendapatkan peringkat Hijau 7 perusahaan dan perusahaan BUMN yang mendapatkan peringkat Hijau 9 perusahaan. Bahkan satu perusahaan PMDN yaitu PLTP Wayang Windu, Magma Nusantara, Ltd. mendapatkan peringkat Emas. Distribusi persentase untuk peringkat bagi perusahaan PMDN dan BUMN seperti terlihat di Gambar 5 dan Gambar 6.</p> <p>7</p> <p>Laporan PROPER Periode 2006-2007</p> <p>Gambar 5. Distribusi Persentase Peringkat Perusahaan PMDN Dalam PROPER 2006-2007</p> <p>Gambar 6. Distribusi Persentase Peringkat Perusahaan BUMN Dalam PROPER 2006-2007</p> <p>8</p> <p>Laporan PROPER Periode 2006-2007</p> <p>C. PERINGKAT KINERJA BERDASARKAN SEKTOR INDUSTRI Dalam penilaian PROPER, perusahaan dikelompokkan dalam 4 sektor industri utama yaitu : Sektor Manufaktur yang terdiri dari bermacam macam jenis industri mulai dari kertas termasuk pulp &amp; paper, petrokimia, pelapisan logam, tekstil, pewarna tekstil, elektronik, otomotif, farmasi, industri kimia. Sektor Agroindustri terdiri dari karet, sawit, tapioka, gula, plywood, minyak goreng. Sektor Pertambangan, Energi dan Migas yang terdiri dari pertambangan mineral, pertambangan batubara, PLTD, PLTG, PLTGU, PLTU berbahan bakar batubara, PLTP Geothermal, eksplorasi dan produksi migas, unit pengolahan migas, LNG/LPG, distribusi migas Kawasan dan Jasa terdiri dari kawasan industri dan jasa pengelola limbah B3.</p> <p>Untuk pelaksanaan PROPER 2006-2007, dari sektor Manufaktur terdapat 251 perusahaan (48,6%), dari sektor Agroindustri terdapat 102 perusahaan (19,8%), sektor Pertambangan Energi dan Migas 148 perusahaan (28,7%), dan Kawasan dan Jasa 15 perusahaan (2,9%).Tabel 5. Distri...</p>