Proposal Kecepatan Kidz

  • View
    146

  • Download
    7

Embed Size (px)

Transcript

MENCARI HUBUNGAN PENGARUH KECEPATAN TERHADAP BESARNYA HARGA DRAFT SPESIFIK PEMBAJAKAN TANAH

Diajukan oleh : ANDIKA TRI YUDIAJI 06/196849/TP/08734

JURUSAN TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010

LEMBAR PENGESAHAN

PROPOSAL SKRIPSI MENCARI HUBUNGAN PENGARUH KECEPATAN TERHADAP BESARNYA HARGA DRAFT SPESIFIK PEMBAJAKAN TANAHDiajukan oleh : Nama NIM Program Studi Minat Studi : Andika Tri Yudiaji : 06/196849/TP/08734 : Teknik Pertanian : Energi dan Mesin Pertanian

Pembimbing Skripsi I

Pembimbing Skripsi II

Yogyakarta, 06 Oktober 2010 Mengetahui, Wakil Dekan Bidang Akademik FTP UGM

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Tanah merupakan media tumbuh bagi tanaman. Kondisi tanah yang dijadikan lahan pertanian sangat berpengaruh langsung pada hasil akhir suatu usaha budidaya pertanian, karena pada kondisi fisik, khemis, dan biologis tanah yang sesuai dengan kebutuhan tanaman akan dapat meningkatkan hasil produksi tanaman itu sendiri. Tanah harus memiliki kondisi yang sesuai dengan tanaman yang akan ditanam. Untuk memulai kegiatan budidaya pertanian, diawali dengan kegiatan pengolahan tanah untuk menciptakan tanah yang siap tanam yaitu media pertumbuhan yang baik untuik tanaman. Pengolahan tanah dapat dipandang sebagai suatu usaha menusia untuk mengubah sifat-sifat yang dimiliki oleh tanah sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki manusia. Di dalam usaha pertanian, pengolahan tanah dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan kondisi fisik, khemis, dan biologis tanah yang lebih baik sampai kedalaman tertentu agar sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Penggunaan alat mesin pertanian telah secara nyata memberikan sumbangan terhadap peningkatan produksi pertanian. Pengolahan tanah merupakan bagian proses terberat dari keseluruhan proses budidaya. Penggunaan alat mesin pertanian dapat menanggulangi keterbatasan waktu serta tenaga dalam kegiatan pengolahan tanah. Untuk itu, kegiatan pengolahan tanah membutuhkan alat pengolah tanah yang sesuai dengan kondisi tanah bersangkutan. Secara garis besarnya alat pengolah tanah dibedakan menjadi dua yaitu alat pengolah tanah pertama berupa bajak dan alat pengolah tanah kedua berupa garu. Alat pengolah tanah pertama (primary tillage) yang lazim digunakan di Indonesia adalah bajak singkal. Geometri bajak singkal yang digunakan pada suatu daerah berbeda dengan daerah lainnya. Perbedaan ini mengacu pada kondisi fisik daerah bersangkutan dan biasanya terjadi secara evolusi berdasarkan praktek/pengalaman

petani dan produsen bajak. Bajak singkal mampu membalik tanah secara optimal sehingga menciptakan pengolahan tanah yang merata dan baik untuk sirkulasi udara tanah. Tipe bajak singkal yang paling banyak digunakan petani di Indonesia adalah bajak singkal general purpose bottom atau biasa disebut bajak singkal standar. Draft pembajakan adalah gaya yang diterima oleh bajak terhadap tanah saat bajak melakukan pengolahan. Draft pembajakan tergantung dari kecepatan, sudut potong vertikal, lebar dan kedalaman kerja. Dapat dikatakan bahwa draft pembajakan ditentukan oleh interaksi ketiga komponen yaitu karakteristik alat, karakteristik tanah yang dibajak dan perlakuan yang diberikan dalam tindakan pengolahan. Kecepatan pembajakan sangat berpengaruh terhadap hasil olahan tanah. Untuk itu diperlukan suatu penelitian untuk menentukan hubungan kecepatan pembajakan dengan draft pembajakan. Penelitian ini diperlukan untuk mencari kecepatan yang tepat untuk melakukan pembajakan dengan bajak singkal agar pembajakan bisa lebih efektif. Untuk mengukur nilai draft pembajakan yang kaitannya dengan kecepatan kerja, dilakukan pengujian laboratorium dengan menggunakan alat bernama soil bin dan strain gauge. Dengan kondisi tanah yang sudah dikondisikan seperti aslinya di lahan, akan diuji pembajakan dengan bajak singkal general purpose bottom yang divariasikan kecepatannya.

I.2. Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah mencari hubungan antara besarnya kecepatan pembajakan terhadap harga draft spesifik pembajakan untuk jenis rancangan bajak singkal tipe general purpose bottom pada tanah dengan menggunakan alat Soil Bin.

I.3. Manfaat Penelitian ini dapat bermanfaat untuk mengetahui nilai draft spesifik pembajakan untuk jenis rancangan bajak singkal tipe general purpose bottom pada tanah yang dipengaruhi oleh besarnya kecepatan.

I.4. Batasan Masalah Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan harga draft spesifik pembajakan dengan menggunakan alat pengolah tanah jenis bajak singkal tipe general purpose bottom. Parameter yang digunakan adalah variasi kecepatan pada tanah tersebut.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1. Pengolahan Tanah Pengolahan tanah dapat didefinisikan sebagai suatu usaha yang dilakukan manusia untuk memperbaiki kondisi fisik, khemis, dan biologis tanahsampai kedalaman tertentu sehingga tanah tersebut sesuai untuk pertumbuhan tanaman (Ciptohadijoyo, 2003). Pengolahan tanah berdasarkan tahapan kegiatannya diklasifikasikan

menjadi dua, yaitu pengolahan tanah pertama dan pengolahan tanah kedua. Pengolahan tanah pertama merupakan proses pemotongan dan pembalikan tanah dengan kedalaman yang relative besar, yaitu berkisar antara 15 sampai 76 cm. Pada pengolahan tanah pertama, inti dari pengolahan tanah adalah

menghancurkan tanah pada daerah perakaran. Pengolahan tanah kedua dilakukan dengan kedalaman yang lebih rendah, berkisar antara 5 sampai 15 cm (Clinton,1983). Inti dari pengolahan tanah kedua adalah menghancurkan bongkahanbongkahan tanah yang telah dihancurkan pada pengolahan tanah pertama. Secara umum tujuan pengolahan tanah adalah (Mc Kibben, 1968): 1. Memperbaiki kondisi tanah Pengolahan tanah ditujukan untuk menciptakan kondisi tanah yang gembur, dan berstruktur lepas (granuler) dengan maksud untuk menciptakan kondisi tanah yang mendukung pertumbuhan tanaman. Tanah yang dipotong dan digemburkan juga memungkinkan kapasitas serta laju infiltrasi meningkat, serta air tanah 2. Mengontrol gulma, seresah, dan sisa-sisa tanaman Pengolahan tanah dapat digunakan untuk mengontrol pertumbuhan gulma. Selain itu dengan pengolahan tanah, seresah dan sisa-sisa tanaman akan dibalik dan dibenamkan kedalam tanah sehingga akan dapat diuraikan oleh mikroorganisme menjadi bahan organik. 3. Pembentukan kondisi tanah

Pada penanaman, pembuatan saluran irigasi dan drainase tanah seringkali diolah untuk mendapatkan suatu kondisi tanah serta permukaan tanah tertentu. Sebagai contohnya adalah perataan tanah untuk pembuatan saluran irigasi dan drainase. 4. Memasukkan material lain kedalam tanah Pupuk, amandement tanah, dan material-material lain dapat dimasukkan kedalam tanah melalui pengolahan tanah. Kadang-kadang material-material tersebut perlu dimasukkan kedalam tanah dengan variasi distribusi tertentu, sehingga desain alat pengolah tanah juga bervariasi. 5. Pemisahan material Pengolahan tanah dapat digunakan untuk mengubah keadaan tanah dari satu keadaan ke keadaan yang lain, serta memindahkan material tertentu dari suatu tempat ke tempat lain. Sebagai contohnya adalah membentuk gumpalangumpalan tanah dan menempatkan gumpalan-gumpalan tersebut diatas permukaan tanah dengan usaha mengurangi besarnya erosi angin.

Pembersihan beberapa material yang tidak diinginkan dari dalam tanah termasuk dalam kegiatan ini, misalnya mencukil batu dari dalam tanah. 6. Mencampur material tertentu dengan tanah Selain memasukkan material kedalam tanah, pengolahan tanah juga dapat digunakan untuk mencampur material yang dimasukkan tersebut dengan tanah. Pencampuran ini seringkali diperlukan. Misalnya mencampur lengas tanah, atau mendistribusikan amandement tanah misalnya conditioner tanah, pupuk, material penstabil tanah, dan lain sebagainya. 7. Pemadatan tanah Pada beberapa kasus, seperti pada pembuatan konstruksi pondasi, kekuatan tanah perlu ditingkatkan dengan jalan pemadatan.pemadatan dapat digunakan untuk mengurangi daya permeabilitas tanah terhadap air. Manipulasi tanah yang berupa pemadatan tanah dengan menggunakan roller atau tamper (cangkul) termasuk kegiatan pengolahan tanah.

Berdasarkan tahapan kegiatan pengolahan tanah, alat pengolah tanah diklasifikasikan menjadi dua, yaitu alat pengolaha tanah pertama (bajak) dan alat pengolah tanah kedua (garu) (Smith, 1965). Alat pengolah tanah merupakan perlengkapan mekanis untuk menerapkan gaya pada tanah yang mengakibatkan gejala seperti pemecahan, pemotongan, pembalikan atau gerakan tanah. Besarnya gaya berhubungan erat dengan sifat mekanis tanah (Koolen dan Kuipers, 1983). Reaksi tanah terhasap gaya yang diberikan alat pengolah tanah selama proses pengolahan dipengaruhi oleh tahanan tanah terhadap tekanan, tahan geser, tahan adhesi, dan tahan gesek. Cara gerakan tanah juga mempengaruhi gejala dinamik ini (Gill dan Vanden Berg, 1968).

II.2. Bajak Singkal Bajak singkal didesain untuk memotong, menghancurkan, dan membalik tanah dengan kedalaman 15 sampai 51 cm (Clinton,1983). Pemotongan dan pembalikan tanah tersebut akan membalik dan membenamkan seresah dan gulma kedalam tanah sehingga akan diurai oleh mikroorganisme menjadi bahan organik. Bagian yang berfungsi untuk membalik dan menghancurkan tanah dinamakan singkal. Secara lebih lengkap bagian-bagian utama bajak singkal terdiri dari: 1. Pisau bajak (Share), berfungsi untuk memotong tanah secara horizontal. 2. Singkal (moldboard), berfungsi untuk memotong, menghancurkan, dan membalik tanah. 3. Landside, berfungsi mempertahankan gerak maju bajak agar tetap lurus. Ketiga alat tersebut dirangkai menjadi satu pada bagian yang dinamakan dengan frog. Bagian frog ini juga berfungsi sebagai tempat pemasangan kerangka (beam) yang berfungsi sebagai alat penggandeng ke sumber daya penarik. Selain bagianbagian utama tersebut, bajak singkal juga dilengkapi dengan perlengkapan tambahan yang berfungsi untuk membantu meningkatkan kualitas hasil pembajakan. Bagia