proposal problem solving

  • Published on
    28-Dec-2015

  • View
    90

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

proposal yang berkaitan dengan bidang pendidikan dalam usaha meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.

Transcript

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING PADA KONSEP KEANEKARAGAMAN HAYATI KELAS X SMAN 4 BANJARMASIN

UsulanUntuk Memenuhi Persyaratan Melakukan Penelitian Dalam Rangka Penyusunan Skripsi

OlehLaili MunawarahNIM A1C211015

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGIJURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPAFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURATBANJARMASIN JUNI2014BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang PenelitianDalam Proses Belajar Mengajar (PBM) sangat memerlukan peran aktif guru dalam memberikan pengetahuan bagi para muridnya, sehingga menghasilkan peserta didik yang berhasil guna dan siap untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Di samping itu, materi/ bahan ajar yang diberikan harus memperhatikan keadaan masyarakat setempat. Sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (2) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.Perubahan paradigma dalam proses pembelajaran yang tadinya berpusat pada guru (teacher centered) menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa (learner centered) diharapkan dapat mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam membangun pengetahuan, sikap dan perilaku. Dalam proses pembelajaran yang berpusat pada siswa , siswa memperoleh kesempatan dan fasilitas untuk membangun sendiri pengetahuannya sehingga mereka akan memperoleh pemahaman yang mendalam (deep learning) dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Pembelajaran yang inovatif dengan pendekatan berpusat pada siswa (student centered learning) memiliki keragaman metode pembelajaran yang menuntut partisipasi aktif dari siswa. Metode- metode tersebut antara lain adalah: a) berbagi informasi ; (b) belajar dari pengalaman (experience Based); (c) pembelajaran melalui pemecahan masalah (problem solving based). Problem Solving dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Terdapat 3 ciri utama dari problem solving: 1. Problem solving merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran, artinya dalam implementasi Problem Solving ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa. Problem Solving tidak mengharapkan siswa hanya sekedar mendengarkan, mencatat, kemudian menghafal materi pelajaran, akan tetapi melalui problem solving siswa aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data, dan akhirnya menyimpulkan.2. Aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah. problem solving menempatkan masalah sebagai kata kunci dari proses pembelajaran. Artinya, tanpa masalah maka tidak mungkin ada proses pembelajaran.3. Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan berpikir secara ilmiah. Berpikir dengan menggunakan metode ilmiah adalah proses berpikir deduktif dan induktif. Proses berpikir ini dilakukan secara secara sistematis dan empiris. Sistematis artinya berpikir ilmiah dilakukan melalui tahapan-tahapan tertentu; sedangkan empiris artinya proses penyelesaian masalah didasarkan pada data dan fakta yang jelas.Dalam implemantasinya di lapangan sampai saat ini proses pembelajaran yang berpusat pada siswa masih mengalami banyak kendala. Salah satu kendalanya adalah rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah yang ditandai dengan (1) rendahnya kemampuan siswa dalam menganalisis masalah, (2) rendahnya kemampuan siswa dalam merancang rencana penyelesaian masalah, dan (3) rendahnya kemampuan siswa dalam melaksanakan perhitungan terutama yang berkaitan dengan materi apersepsi yang mendukung proses pemecahan masalah. Mengacu pada berbagai teori diatas maka metode problem solving sangat tepat untuk diterapkan sebagai solusi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah biologi. Keanekaragaman hayati adalah salah satu materi pelajaran dalam pembelajaran biologi. Keanekaragaman hayati terdiri dari kata keanekaragaman dalam bahasa Inggris diversity yang berarti beraneka macam dan hayati dalam bahasa Inggris dapat diartikan sebagai bio yaitu makhluk hidup. Jadi secara luas keanekaragaman hayati berarti beraneka macamnya makhluk hidup yang ada di bumi ini. Keanekaragaman hayati dapat terjadi pada berbagai tingkat kehidupan mulai dari organisme tingkat rendah sampai organisme tingkat tinggi. Misalnya dari makhluk hidup bersel satu hingga makhluk hidup yang bersel banyak; dan tingkat organisasi kehidupan individu sampai tingkat interaksi kompleks misalnya dari spesies sampai ekosistem. Banyaknya keanekaragaman makhluk hidup ini menyebabkan diperlukannya pengenalan lebih dini kepada siswa untuk menyadarinya melalui pembelajaran di sekolah.Selain itu, pentingnya pembelajaran keanekaragaman hayati di sekolah yaitu semakin besar keanekaragaman hayati tersebut, maka makin banyak sumber daya genetik dan makin besar pula peluang pemanfaatannya. Hal ini berdasarkan hasil yang didapatkan pada Convention on Biological Diversity (CBD) pada tahun 1992 di Rio de Janeiro, Brazil, yang menyatakan tujuannya untuk melestarikan keanekaragaman hayati, memanfaatkan sumber daya genetik secara berkelanjutan dan memastikan pembagian keuntungan secara adil dan merata dari pemanfaatan tersebut.Banyak cara yang dilakukan oleh guru untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang materi ini. Namun, siswa masih diajarkan dengan monoton atau membosankan. Selama ini guru sudah menggunakan berbagai media seperti gambar dan video untuk mempermudah pemahaman tentang materi keanekaragaman hayati. Namun usaha ini dirasa masih kurang untuk memberikan pemahaman.Berdasarkan pertimbangan ini maka judul penelitian ini adalah Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Problem Solving pada konsep keanekaragaman hayati kelas X SMAN 4 Banjarmasin.

1.2 Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang penelitian di atas, penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut :Apakah model pembelajaran Problem Solving pada konsep keanekaragaman hayati dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar siswa kelas X SMAN 4 Banjarmasin?1. Bagaimana penggunaan model pembelajaran Problem Solving dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas X pada konsep keanekaragaman hayati di SMAN 4 Banjarmasin?2. Bagaimana penggunaan model pembelajaran Problem Solving dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada konsep keanekaragaman hayati di SMAN 4 Banjarmasin?3. Bagaimana penggunaan model pembelajaran Problem Solving terhadap respon siswa kelas X dalam proses pembelajaran pada konsep kenekaragaman hayati di SMAN 4 Banjarmasin?

1.3 Tujuan PenelitianBerdasarkan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:1. Untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran Problem Solving dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas X pada konsep keanekaragaman hayati di SMAN 4 Banjarmasin.2. Untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran Problem Solving dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada konsep keanekaragaman hayati di SMAN 4 Banjarmasin.3. Untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran Problem Solving terhadap respon siswa kelas X dalam proses pembelajaran pada konsep kenekaragaman hayati di SMAN 4 Banjarmasin.

1.4 Manfaat PenelitianSedangkan manfaat penelitian ini adalah:1. Bagi peneliti yang bersangkutan dapat memperoleh pengalaman yang berharga untuk menerapkan ilmu pengetahuan tentang model pembelajaran pemecahan masalah (Problem Solving).2. Bagi guru, dapat memberikan wawasan pengetahuan dalam menggunakan metode pembelajaran untuk pelaksanaan proses belajar mengajar terutama pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah (Problem Solving).3. Bagi siswa, dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, hasil belajar dan hasil selama proses pembelajaran khususnya pada konsep keanekaragaman hayati.4. Bagi sekolah, dapat memperoleh kesempatan mengembangkan ragam penelitian dan dapat memberikan kontribusi terhadap perbaikan dan mutu proses pembelajaran, khususnya pada konsep keanekaragaman hayati.5. Sebagai bahan informasi bagi mahasiswa Biologi terutama pengikut Mata Kuliah PPL I dan II, Strategi Belajar Mengajar dan bagi penelitian selanjutnya.

BAB IIKAJIAN PUSTAKA

2.1 Kajian Pustaka2.1.1 Pengertian Model Pembelajaran Problem SolvingNewell dan Simon(1972) menulis bahwa, "seseorang dihadapkan dengan masalah ketika ia menginginkan sesuatu dantidak tahu dengan serangkaian tindakan apa yang harus dia lakukanuntuk mendapatkannya ".Demikian pula, Martinez (1998) menyatakan bahwa,"problem solvingadalah proses bergerak menuju tujuan bila jalan menujutujuan tidak pasti".Plya (1980) mendefinisikan problem solvingsebagai "pencarian beberapa tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan yang jelas dipahami, tetapi tidak segera dicapai. Dimanatidak ada kesulitan, maka tidak ada masalah".Menurut Michaelis(1962) yaitu aktivitas/ proses yang dilakukanoleh individu untuk mencari solusi akan suatu masalah. Adapun menurut Fisher(2009) problem solvingadalah suatu proses dimana anak dapat belajar untuk menggunakan pengetahuan mereka, berdasarkan konsep proses keterampilanyang ada pada diri anak.Keterampilan yang harus dimiliki adalah kritis, kreatif proses strategis seperti mengamati, perancangan, pengambilan keputusan, kerjasama kelompok, pengungkapan pendapat, menerapkan proses, mengevaluasi solusi, dan seterusnya.Menurut Polya (dalam Hudojo, 2003:150), terdapat dua macam masalah:(1)Masalah untuk menemukan, dapat teoritis atau praktis, abstrak atau konkret, termasuk teka-teki. Kita harus mencari variabel masalah tersebut, kemudian mencoba untuk mendapatkan, menghasilkan atau mengkonstruksi semua jenis objek yang dapat dipergunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. (2)Masalah untuk membuktikanadalah untuk menunjukkan bahwa suatu