Proposal Rokok

  • Published on
    22-Dec-2015

  • View
    13

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

keperawatan

Transcript

<p>BAB IPENDAHULUAN</p> <p>A. Latar Belakang</p> <p>Kesehatan adalah keadaan yang meliputi sehat fisik mental, dan sosial yang tidak hanya berarti suatu keadaan yang bebas dari penyakit dan kecacatan (WHO, 1948). Sudah tidak asing lagi, kehidupan masyarakat sekarang ini sangat erat kaitannya dengan gangguan kesehatan yang sangat beragam. Banyak penyakit yang diderita saat ini bukanlah hanya dari bakteri, virus, jamur, melainkan lebih disebabkan oleh pola penerapan hidup yang kurang sehat . Salah satu pola hidup yang kurang sehat yaitu merokok. Merokok, dapat memicu timbulnya masalah berbagai penyakit gangguan pernapasan berupa kanker paru, penyempitan pembuluh darah, emfisema, bronkitis, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan lain-lain yang dapat berunjung pada kematian. Selain merokok, aktifitas fisik dan tingkat kebugaran jasmani yang rendah serta kebiasaan merokok, dapat meningkatkan faktor resiko timbulnya masalah-masalah kesehatan (Diada.dkk,2006).</p> <p>Menurut World of Health Organization (WHO), rokok dapat membunuh hingga setengah dari penggunanya. Lebih dari lima juta kematian adalah hasil dari pengguna rokok secara langsung, sedangkan lebih dari 6000.000 adalah hasil dari non-perokok (perokok pasif) yang terpapar perokok aktif. Terdapat 215 miliar batang rokok dikonsumsi setiap tahun di Indonesia, yang menempatkan Indonesia sebagai negara konsumsi rokok peringkat lima teratas di dunia. Sekitar 60 % laki-laki di Indonesia dan kurang dari 5 % perempuan Indonesia adalah perokok. Secara keseluruhan, sekitar 30% dari seluruh penduduk Indonesia, yang lebih dari 60 juta penduduk Indonesia adalah perokok. Menurut data hasil Global Adulth Tobacco Survey (GATS) 2011, mengalami kenaikan perokok laki-laki dalam 6 tahun sebelumnya, berawal dari 53% menjadi 67% dari jumlah penduduk, untuk perempuan tetap yaitu sebesar 2,7%. Data Biro Pusat Statistik (SUSENAS) menunjukkan jumlah perokok pemula usia 5-9 tahun meningkat tajam dari 0,4 % (2001) menjadi 2,8% (2004). Trend perokok pemula pada usia 10-14 tahun pun meningkat tajam dari 9,5% menjadi 17,5%. Hal tersebut harus cepat ditangani sejak dini untuk menghindari penyakit akibat penggunaan rokok.</p> <p>Kandungan yang dapat memberikan dampak negatif bagi prnggunanya maupun orang di sekitarnya. Seperti senyawa alkaloid (nikotin), TSNA (tobacco spesific nitrosamine), B-a-P (benzo-a-pyrene), residu pupuk (klor), dan bahan plasstik.</p> <p>Pada kalangan remaja akibat dari kurang stabilnya untuk mengatur ego, didalam kondisi kebingungan untuk memilih, rasa ingin tahu yang tinggi dan sulit dimengerti oleh orang lain yang dapat menyebabkan tingkat derajat merokok pada remaja terutama laki-laki semakin meningkat terlihat dari hasil data diatas. Hal ini dapat mempengaruhi rendahnya volume dan/atau kecepatan aliran udara yang diinspirasi maupun diekspirasi dan juga lebih mudah mengidap penyakit, misalnya serangan jantung dan tekanan darah tinggi pada remaja. Hal-hal tersebut dapat mengakibatkan kualitas hidup menjadi rendah.</p> <p>Kemampuan paru normal (faal paru) terdiri dari ventilasi, difusi, dan perfusi. Untuk mengetahui kemampuan paru-paru maka diukur volume parun yang terdiri dari vital capacity (VC), Foerce expiratory (FEV1), expiratory reserve volume (ERV), inspiratory reserve volume (IRV). Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat spirometri.</p> <p>Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Perbedaan Pengaruh Jumlah Isapan Rokok, Lama Merokok Dan Jenis Isapan Rokok Yang Berfilter Dan Tidak Berfilter Perhari Terhadap Fungsi Paru (VC, FEV1, ERV, IRV) Pada Sma Padjajaran Bandung. Dari Data Tersebut, penelti dapat mengetahui bagaimana Fungsi Paru (VC, FEV1, ERV, IRV) Pada Remaja berdasarkan Jumlah, lama dan Jenis Isapan Rokok Yang Berfilter Dan Tidak Berfilter Perhari.</p> <p>B. Rumusan Masalah Penelitian </p> <p>Berdasarkan uraian dalam latar belakang tersebut diatas, maka rumusan masalah penelitian adalah:1. Apakah terdapat pengaruh jumlah isapan rokok perhari terhadap fungsi paru (VC, FEV1, ERV, IRV) pada sma padjajaran bandung?2. Apakah terdapat pengaruh lama merokok terhadap fungsi paru (VC, FEV1, ERV, IRV ) pada sma padjajaran bandung?3. Apakah terdapat pengaruh jenis isapan rokok yang berfilter perhari terhadap fungsi paru (VC, FEV1, ERV, IRV) pada sma padjajaran bandung?4. Apakah terdapat pengaruh tidak rokok yang berfilter perhari terhadap fungsi paru (VC, FEV1, ERV, IRV) pada sma padjajaran bandung?5. Apakah terdapat perbedaan pengaruh jumlah isapan rokok, lama merokok dan jenis isapan rokok yang berfilter dan tidak berfilter perhari terhadap fungsi paru (VC, FEV1, ERV, IRV) pada sma padjajaran bandung?C. Tujuan Penelitian</p> <p>1. Tujuan umum</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk: Pengaruh Jumlah Isapan Rokok, Lama Merokok Dan Jenis Isapan Rokok Yang Berfilter Dan Tidak Berfilter Perhari Terhadap Fungsi Paru (VC, FEV1, ERV, IRV) Pada Sma Padjajaran Bandung2. Tujuan khusus</p> <p>Tujuan khusus penelitian ini untuk mengetahui: a. Pengaruh jumlah isapan rokok perhari terhadap fungsi paru (VC, FEV1, ERV, IRV ) pada sma padjajaran bandung?b. Pengaruh lama merokok terhadap fungsi paru (VC, FEV1, ERV, IRV ) pada sma padjajaran bandung?c. Pengaruh jenis isapan rokok yang berfilter perhari terhadap fungsi paru (VC, FEV1, ERV, IRV ) pada sma padjajaran bandung? d. Pengaruh tidak rokok yang berfilter perhari terhadap fungsi paru (VC, FEV1, ERV, IRV ) pada sma padjajaran bandung?e. Perbedaan pengaruh jumlah isapan rokok, lama merokok dan jenis isapan rokok yang berfilter dan tidak berfilter perhari terhadap fungsi paru (VC, FEV1, ERV, IRV ) pada sma padjajaran bandung?</p> <p>D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat PraktisManfaat praktis penelitian ini adalah: hasil penelitian dapat memberikan informasi perbedaan pengaruh jumlah isapan rokok, lama merokok dan jenis isapan rokok dapat menurunkan fungsi paru seseorang.2. Manfaat TeoritisManfaat teoritis penelitian ini adalah: diharapkan dapat menjelaskan secara ilmiah tentang perbedaan pengaruh jumlah isapan rokok, lama merokok dan jenis isapan rokok yang berfilter dan tidak berfilter perhari terhadap fungsi paru (VC, FEV1, ERV, IRV ) pada SMA Padjajaran BandungE. DefinisiKonseptual1. Rokok Rokok menurut kamus bahasa Indonesia adalah gulungan tembakau (kira-kira sebesar kelingking) yang dibungkus (daun nimpah, kertas, dsb). Menurut Jaya rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah.2. RemajaMenurut Widyastuti, masa remaja adalah masa transisi yang ditandai oleh adanya perubahan fisik, psikis, dan emosi. Masa remaja adalah periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Masa ini antara usia 10-19 tahun, merupakan suatu periode masa pematangan organ reproduksi manusia, dan sering disebut masa pubertas.3. Fungsi paruFungsi paru dalam penelitian iniakan dinilai dari Vital Capacity, Force Expiratory Volume 1, Exipiratory Reserve Volume Inspiratory Reserve Volume. Force Expiratory Volume one second adalah jumlah maksimal udara yang dapat diehalasi dengan cepat dan kuat oleh seseorang dalam satu detik, setelah sebelumnya melakukan inspirasi maksimal. Vital Capacity (VC) pada penelitian ini diukur dengan spirometri. Hasil perhitungan akan dikategorikan normal, gangguan obstruksi, gangguan refriksi, dan gangguan campuran.</p> <p>F. Defenisi Operasional </p> <p>Variabel IndiktorAlat UkurJenis dataHasil ukur</p> <p>Independen</p> <p>Fungsi Paru</p> <p>Dependen</p> <p>1) jumlah isapan rokok2) lama merokok3) jenis isapan rokok yang berfilter dan tidak berfilterKonfoding</p> <p>Usia</p> <p>Jenis kelamin</p> <p>Berat Badan </p> <p>(BB)</p> <p>Tinggi Badan</p> <p>(TB)</p> <p>Usaha tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen untuk proses metabolisme dan mengeluarkan karbondioksida sebagai hasil metabolisme, yang ditunjukkan dengan hasil pemeriksaan arus puncak ekspirasi (APE).</p> <p>Peak expiratory flow meter (PEF meter)</p> <p>Nilai APE 0%-100%</p> <p>G. Kerangka Pemikiran</p> <p>BAB II</p> <p>TINJUAN PUSTAKA</p> <p>A. Rokok1. Pengertian Rokok</p> <p>Rokok menurut kamus bahasa Indonesia adalah gulungan tembakau (kira-kira sebesar kelingking) yang dibungkus (daun nimpah, kertas, dsb). Menurut Jaya rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah.2. Jenis Rokok</p> <p>Di Indonesia rokok dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:</p> <p>a. Rokok Berdasarkan Bahan pembungkus </p> <p>1) Klobot</p> <p>Rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung</p> <p>2) Kawung</p> <p>Rokok yang bahan pembungkusnyaberupa daun aren </p> <p>3) Sigaret</p> <p>Rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas</p> <p>4) Cerutu</p> <p>Rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembangkau</p> <p>b. Rokok Berdasarkan Bahan Baku</p> <p>1) Rokok Putih</p> <p>Rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.</p> <p>2) Rokok Kretek</p> <p>Rokok yang bahan baku atau isinya daun tembakau dan cengkeh yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.</p> <p>3) Rokok Klembak</p> <p>Rokok yang bahan bakunya atau isinya daun tembakau, cengkeh dan kemeyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.</p> <p>c. Rokok Berdasarkan Penggunaan Filter</p> <p>1) Rokok Filter</p> <p>Rokok yang bagian pangkalnya terdapat gabus.2) Rokok Non Filter</p> <p>Rokok yang bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.3. Komponen Rokok</p> <p>Kandungan kimia tembakau yang sudah teridentifikasi jumlahnya mencapai 2.500 komponen. Dari kompone kimia ini telah diidentifikasi yang membahayakan kesehatan adalah tar, nikotin, gas CO, dan NO yang dihasilkan oleh tanaman tembakau, dan beberapa bahan-bahan residu pupuk dan pestisida, TSNA, B-a-P, dan NTRM (nontobacco related material).4. Derajat Merokok</p> <p>Menurut indeks Brinkman (IB), derajat berat merokok dapat dilihat dari perkalian jumlah rata-rata batang rokok dihisap sehari dikalikan lama merokok dalam tahun1) Ringan : 1-199 batang2) Sedang : 200-599 batang3) Berat : &gt;600 batangB. Pengaruh Rokok Terhadap RespirasiRokok dapat menimbulkan berubahnya struktur dan fungsi jaringan paru-paru, saluran pernapasan, kerusakan jaringan yang lain seperti jantung dan pembuluh darah. Pada pernapasan kecil, terjadi peradangan ringan hingga adanya penyempitan sebagai akibat adanya penumpukan lendir dan bertambahnya sel. Pada saluran pernapasan besar, ukuran sel mukosa membesar dan bertambahnya kelenjar mukus menjadi banyak. Pada jaringan paru-paru, jumlah sel radang mengalami peninngkatan dan alveoli mengalami kerusakan. Rokok dapat mengurangi penggunaan efesiensi oksigen, dikarenakan terjadinya peningkatan resitensi paru akibat bronkhokonstriksi yang distimulasi oleh nikotin. Selain itu, Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) merupakan masalah kesehatan yang banyak diderita oleh perokok berat, dimana pada penderita ini terjadi kerusakan sekitar empat perlima dari membran respirasi, sehingga penderita merasakan kesulitan bernafas pada saat melakukan aktifitas. C. Remaja1. Pengertian Remaja</p> <p>Menurut Widyastuti, masa remaja adalah masa transisi yang ditandai oleh adanya perubahan fisik, psikis, dan emosi. Masa remaja adalah periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Masa ini antara usia 10-19 tahun, merupakan suatu periode masa pematangan organ reproduksi manusia, dan sering disebut masa pubertas.2. Tahap perkembangan remaja</p> <p>Menurut Sarwono, ada tiga tahap perkembangan remaja, yaitu </p> <p>1) Remaja Awal (early adolescent)Seorang remaja pada tahap ini masih terheran-heran akan perubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan dorongan yang menyertai perubahan itu. Pada umumnya dimulai pada usia 10-13 tahun. Remaja mengembangkan pikiran-pikiran baru, cepat tertarik pada lawan jenis, dan mudah terangsang secara erotiss. Namun orang remaja sulit dimengerti orang dewasa akibat dari kurangnya kendali terhadap ego.</p> <p>2) Remaj Madya (middle adolescent)Dimulai dari usia sekitar 13-15 tahun. Remaja madya berada dalam kondisi kebingungan karena tidak tahu memilih yang mana peka atau tidak peduli, optimistis atau pesimistis, idealis atau mkaterialis, dan lain sebagainya.</p> <p>3) Remaja Akhir (late adolescent)Dimulai pada usia 16-19 tahun, tahap ini adalah masa konsolodasi menuju periode dewasa dan ditandai dengan pencapaian lima hal, yaitu:</p> <p>a. Fungsi intelektual yang makin mantapb. Egonya mulai menurun untuk berrsatu dengan orang lain dan mencari pengalaman baru.c. Egosentrisme diganti dengan keseimbangan antara kepentingan diri sendiri dengan orang lain. d. Terbentuk identitas seksual yang tidak akan berubah lagie. Tumbuh dinding yang memisahkan diri pribadinya (private self) dan masyarakat umum.D. Sistem KardiorespirasiSistem kardiorespirasi secara garis besar melibatkan jantung, paru-paru dan pembuluh darah. Udara dari atmosfer masuk kedalam paru melalui ventilasi paru dengan cara inspirasi karena adanya perbedaan tekanan. Oksigen yang masuk ke paru-paru akan menembus menuju pembuluh kapiler melewati membran alveolar-kapiler dengan cara berdifusi yang nantinya oksigen akan berikatan dengan hemoglobin pada sel darah merah. Pada saat yang bersamaan, kapiler yang membawa darah yang mengandung karbon dioksida dari jaringan akan mengeluarkan karbon dioksida dari alveoli melewati membran alvolar-kapiler dengan cara difusi juga akan dikeluarkan ke luar tubuh dengan cara ekspirasi.Tahap selanjutnnya adalah pengantaran darah yang kaya akan oksigen menuju jaringan darah. Darah yang mengandung kaya akan oksigen akan dipompakan keseluruh tubuh oleh ventrikel kiri jantung. Pada saat darah mencapai jaringan, oksigen akan berdifusi menuju sel-sel otot melewati membran jaringan-kapiler, disinilah terjadi pertukaran gas yang kedua kalinya. Oksigen akan masuk ke dalam sel, kemudian karbon dioksida akan keluar dari sel menuju darah dengan cara bedifusi melewati membran jaringan-kapiler. Kemudian darah yang kaya akan karbon dioksida akan kembali ke jantung sebelah kanan, yang nantinya darah pun masuk ke paru-paru dan terulang kembali siklus yang sudah dijelaskan sebelumnya.E. Anatomi Fisiologi Paru1. Anatomi Paru</p> <p>Paru-paru merupakan organ respirasi utama. Paru-paru pada orang hidup yang normal bersifat ring soft, dan kenyal, dan memenuhi rongga paru. Paru juga bersifat elastis dan seperti pegas, bisa membentuk sampai 1/3 dari ukurannya ketika dinding thorak dibuka. Paruparu dipisahkan satu sama lain oleh jantung, pembuluh darah besar antara lain aorta dan trunkus pulmonalis serta struktur lain dalam mediastinum. Paru-paru terdapat dalam rongga pleuranya sendiri dan dilekatkan ke mediastinum oleh radiks pulmonalis.Setiap paru memiliki apeks (bagian akhir superior yang tumpul memuncak di atas tulang iga pertama yang dilapisi oleh cervical pleura), dasar (permukaan inferior yang cekung, berkebalikan dengan apeks, memgakomodasi kubah diafragma ipsilateral), 2/3 lobus yang dibentuk oleh fisura, 3 permukaan (costal, mediatinal, diafragma) dan 3 batas (anterior, inferior, dan posterior).</p> <p>P...</p>