Pulse Amplitude Modulator

  • Published on
    26-Nov-2015

  • View
    50

  • Download
    6

Embed Size (px)

Transcript

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM SISTEM TELEKOMUNIKASISEMESTER IV TH 2010/2011

JUDUL

PULSE AMPLITUDE MODULATIONGRUP

6

4CPROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASIJURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

PEMBUAT LAPORAN : SITI LASTARI

NAMA PRAKTIKAN : 1. RIZKA AMELIA

2. SITI LASTARI

3. YUNIAR DWI E

TGL. SELESAI PRAKTIKUM : 2 Februari 2011

TGL. PENYERAHAN LAPORAN : 9 Februari 2011

N I L A I : . . . . . . . . . .

KETERANGAN : PULSE AMPLITUDE MODULATION

PULSE AMPLITUDE MODULATION

1. TUJUAN 1.1 Mengerti prinsip dari PAM1.2 Memberikan gambaran tentang fungsi dari pam1.3 Mengerti tentang fungsi rangkaian Hold dan pengaruh frequency sampling terhadap sinyal yang diterima.

2. DIAGRAM RANGKAIANGambar 2.1

Gambar 2.2

3. ALAT DAN KOMPONEN

Nama PeralatanJumlah Peralatan

PAM Modulator SO 3537-7G1 buah

Pulse Amplitude Modulator SO 3537-7H1 buah

DC Power Supply +15 VSO 3538-8D1 buah

Function Generator SO 5127-2R1 buah

Dual Trace Oscilloscope/Digital Storagg OSC VC-60411 buah

Kabel Bance to Banana3 buah

4. DASAR TEORIPada umumnya kita mengenal system analog untuk mentransmisikan suara. Misalnya pada jalur telepon. Dan informasilainnya, tetapi system analog semakin hari semakin terasa kkurangannya dengan meningkatnya jumlah permintaan sambungan serta jauhnya jarak antara pemancar dan penerima.Sebuah pemancar analog, misalnya sebuah microfon memancarkan sinyal yang jauh lebih besar daripada noise, umumnya 60 dB. Dengan merambatnya sinyal sepanjang saluran transmisi, sinyal teredam dan noise menjadi tinggi, sehingga perbandingan S/N semakin jauh semakin kecil. Bias juga digunakan penguat/amplifier pada jarak-jarak tertentu untuk menekan redaman, tetapi sebenarnya tiap amplifier menambahkan noise pada sinyal. Sehingga output dari amplifier memiliki S/N yang lebih buruk daripada S/N inputnya. Akibatnya S/N menurun terus sampai akhirnya sinyal lenyap dalam noise.Dalam pengembangannya dihasilkan system transmisi PAM(Pulse Amplitude Modulation) yang terdiri atas proses sampling.

Teori sampling dari Niquist menyatakan jika sebuah fungsi kontiyu f(t) tidak mengandung frekuensi lebih besar daripada f hz. Maka level-level dari fungsi itu dapat digambarkan dengan sempurna tidak cacat dalam interval waktu tidak kurang dari f/2 detik. Berarti jika spectrum sebuah sinyal mempunyai batas atas frekuensi sebesar f Hz, dan jika frekuensi sampling sekurang-kurangnya 2 f, tidak ada informasi yang hilang dalamproses sampling itu.Dalam prakteknya sebuah sinyal analog dilewatkan pada sebuah LPF sehingga frekuensi tertinggi yang dimilikinya adalah f. sinyal analog yang telah difilter ini kemudian disample oleh pulsa periodic dengan frekuensi sample sebesar 2 f. hasilnya adalah sinyal PAM.

5. LANGKAH PERCOBAAN :

5.1. hubungkan rangkaian seperti gambar 2.1.Set function Generator pada gel. Sinus 200 Hz, 2 VppSet generator clock (freq.sampling) dari PAM ke 2 KHz. 5.2.Gambarkan hasilnya :a. sinyal input (1)b. Sinyal PAM (2)c. Sinyal Sampling (3)5.3. Berikan keterangan atau komentar5.4.Hubungkan rangkaian seperti Gambar 2.2 Set freq. sampling 8KHz dan lebar pulsa 50 s. 5.5.Gambarkan hasilnya : a. Sinyal SYN (4)b. Sinyal Output (5)5.6 Berikan komentar tentang :a. Sinyal output (5) ( amati hubungan antara sinyal sampling (3) dan sinyal SYN (4) terhadap sinyal output (5).b. sinyal SYN (4).c. ubah lebar pulsa, amati pengaruhnya pada sinyal output (5).d. ubah frequency sampling, amati pengaruhnya pada sinyal output (5).5.7.Hubungkan rangkaian seperti Gambar 2.3, set freq. sampling ke posisi maksimum.5.8.Gambar hasilnya pada sinyal output (5)5.9.Beri komentar tentang :a. Fungsi Hold.b. Sinyal output (5) dengan frekuensi sampling 2 KHz, 8 KHz, dan posisi maksimum.

6. DATA PERCOBAANRangkaian Gambar 2.1a. Gambar Sinyal Input

b. Sinyal PAM

c. Sinyal Sampling

Rangkaian Gambar 2.2a. Sinyal SYN

b. Sinyal Output

7. ANALISA DATAPada percobaan pertama menggunakan rangkaian seperti Gambar 2.1, dimana function generator disetting pada gelombang Sinus dengan frekuensi 200Hz dan tinggi gelombangnya 2 VPP. Sedangkan generator clock (freq.sampling) dari PAM disetting 2KHz. Dapat dilihat pada oscilloscope sinyal inputnya berupa gelombang sinus yang terputus-putus dan yang sebenarnya masih terdapat garis lurus kebawah yang merupakan cuplikan sinyal sampling yang tercacah-cacah. Sinyal PAM terbentuk dari sinyal sampling yang berupa gelombang pulsa yang dikarenakan switchnya terbuka atau tertutup yang dihasilkan pada periode sebesar 50S. Percobaan yang kedua menggunakan rangkaian seperti Gambar 2.2, dimana freq.sampling di setting sebesar 8KHz dan lebar pulsanya 50S. sinyal SYN yang keluar pada oscilloscope tidak terdapat noise dan bentuk gelombang sinyalnya seperti pulsa-pulsa. Sedangkan sinyal output ketika lebar pulsa diubah, maka tidak ada pengaruh apapun pada keluaran sinyal outputnya. Hubungan yang dapat dilihat juga dari percobaan ini adalah hubungan antara sinyal SYN, sinyal sampling dan sinyal output adalah pada sinyal SYN bentuk gelombang sinyalnya itu tidak terdapat noise sedangkan pada sinyal sampling bentuk gelombang sinyalnya banyak terdapat noise yang disebabkan dari frekuensi tinggi sehingga pada sinyal output bentuk gelombang sinyalnya masih terdapat noise yang terbawa dari frekuensi sampling.

8. KESIMPULAN Dari percobaan PAM ini dapat diambil kesimpulan, sebagai berikut : Bentuk dari sinyal PAM berupa gelombang sinus yang terputus-putus. Dan terdapat cuplikan sinyal sampling yang tercacah-cacah. sinyal sampling yang berupa gelombang pulsa yang dikarenakan switchnya terbuka atau tertutup yang dihasilkan pada periode sebesar 50S. sinyal SYN bentuk gelombangnya tidak terdapat noise sinyal sampling bentuk gelombang sinyalnya terdapat banyak noise yang disebabkan dari frekuensi yang tinggi. Sinyal output bentuk gelombang sinyalnya masih terdapat noise dipuncak-puncak gelombang yang terbawa dari sinyal sampling. Tidak ada pengaruh apapun pada sinyal output ketika lebar pulsa diubah-ubah. Pengubahan frekuensi sampling menjadi semakin besar maka dampaknya adalah noise yang terdapat pada sinyal output akan semakin kecil. Begitu sebaliknya apabila frekuensi sampling diubah menjadi kecil, maka noise yang dihasilkan besar.

9. REFERENSI

PENGANTAR Pendekatanyang mungkintermasuk- Modulasilebarpulsa(PWM)- Pulseposisimodulasi(PPM)- Pulseamplitudemodulation(PAM)PAM PAMmerupakanteknikpensinyalanumumdimanaamplitudopulsadigunakan untukmenyampaikanpesan

Misalnya,pulsaPAMbisamenjadinilaiamplitudosampeldarisinyalanalog

tertarikpadaPAMdigital,dimanaamplitudopulsadibatasiuntukdipilihdarialfabettertentuditransmitterSkemaPAM DalamPAMbiner,setiapsimbolakhanya memerlukanduanilai, misalnya{A1 danA2} Dalamyaitu,bertingkat,sistemM-ary,simboldapatmengambilnilaiM{A1,A2,...AM}Signallingperiode,T Setiappulsayang dikirimkandiberikanoleh

DimanahT(t)adalahdomain waktubentukpulsa Untuk menghasilkansinyalkeluaranPAM,kitadapat memilihuntukmewakiliinputke transmitfilterhT(t) sebagaifungsiimpulskeretatertimbang

Akibatnya,filter outputx(t)adalahkereta apipulsa,masing-masingdenganbentukyang diperlukanhT(t)

Jelasbukanteknikpraktissehingga: Gunakan bentuk pulsa input praktis, kemudian saring untuk mewujudkan bentuk pulsa keluaran yang diinginkan. Menyimpan sample bentuk pulsa dam ROM dan membackan melalui D/A converter.

Sinyalditransmisikanx(t) melewatisaluranHC(w)danSDMfiltermenerima(w). Responfrekuensisecara keseluruhanH(w)=HT(w)HC(w)SDM(w)PAM-DataDeteksi Samplingy(t),biasanyaditinstanoptimum=nT+tdketikabesarnyapulsayang terbesarmenghasilkan

Dimanavn=v(nT+td)adalahnoisesampeldantdadalahdelaywaktu yang diperlukanuntuksamplingoptimal. Ynkemudiandibandingkandenganthreshold(s)untukmenentukansimboldatapulih.

Sinkronisasi Kitaperluuntukmenurunkansinyalclockyang akuratpadapenerimaagary(t) dapatsampelpada saat yangtepat Sinyaltersebutmungkin tidak tersediasecara langsung(biasanyabukankarenalimbahyang terlibatdalammengirimkansinyaltanpaisiinformasi)Biasanya,jamsampelharusdiambillangsungdarisinyal yangditerima. Kemampuanuntukmengekstrakjamwaktusimbolbiasanyatergantungpadaadanyatransisiataunolpenyeberangandisinyal yang diterima. Linecodingbertujuanuntukmeningkatkanjumlahkejadiantersebutuntuk membantuprosesekstraksi. Sayangnya,garissederhanaskema codingseringtidakmenimbulkantransisiketikaberjalanpanjangsimbolkonstanditerima. Beberapaskemalinecodingmenimbulkankomponenspektralpadatingkatsymbol SebuahBPFatauPLLdapatdigunakanuntukmengekstrakkomponeninisecara langsung Kadang-kadangdata yang diterimaharusdiprosesmisalnyanon-linear,menegakkan,untukmenghasilkankomponenfrekuensiyang benar.IntersymbolInterferensi Jikarespon sistemimpulsh(t)meluasselama lebihdari1periodesimbol,simbolmenjadisimboldioleskanke dalam periodeyang berdekatan Dikenalsebagaiinterferensiintersymbol(ISI) Sinyalpadamasukanalat pengirisdapatditulis ulangsebagai berikut :

Istilahpertamatergantunghanyapadasuatusaatsymbol Penjumlahanitu merupakan katagangguanyangtergantungpadasimbolsekitarnya Pulsaditerimadialat pengirissekarang meluasperiodesedikitlebih dari4menimbulkanISI.

Sinyal yang diterimasebenarnyaadalahsuperposisidaripulsaindividu Matlabdihasilkanplotmenunjukkansuperposisipulsa(akurat)

Mengirimurutandatalagiproduksi sesuaidenganmenerimagelombangpadamasukanalat pengirisDiagram Mata Kasuskinerjakesalahanterburukdalamkebisingandapatdiperolehdengan menghitungkasusterburukISIatassemuakemungkinan kombinasi darisimbolinput. Sebuahcaramudahuntuk mengukurISIadalahdiagrammata Praktis, hal inidilakukandenganmenampilkany(t)padaruang lingkup,yangdipicudengan menggunakansimboljam Pulsaoverlaydarisemuaperiod