Rangkuman Biostatistik

  • Published on
    29-Jan-2016

  • View
    214

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

metpen

Transcript

PENERAPAN STATISTIK DALAM

STATISTIKA KESEHATAN1. STATISTIK DESKRIPTIF

2. STATISTIK INFERENSIAL

I. KONSEP DASAR

1. DataAdalah himpunan angka yang merupakan nilai dari unit sample sebagai hasil pengamatan atau pengukuran.

a. Berdasarkan jenisnya, data dibedakan menjadi:

1) Data diskrit, yaitu data yang berbentuk bilangan bulat (hasil penghitungan). Misalnya jumlah anak dalam keluarga, jumlah penderita TBC, dll.2) Data kontinu, yaitu data yang bias berbentuk decimal (hasil pengukuran). Misalnya tinggi badan 165,7 cm, dll.b. Berdasarkan bentuknya data dibedakan menjadi:

1) Data kualitatif, yaitu data yang berbentuk kualitas, misalnya baik, buruk, setuju, dll.

2) Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk bilangan

c. Berdasarkan sumbernya data dibedakan menjadi:

1) Data primer

2) Data sekunder

2. Variabel

Variabel adalah fenomena yang dapat diamati, dan nilainya berubah-ubah .

Pada dasarnya, variable terdiri dari :a. Variabel Independent/bebas/ sebab/ faktor resikob. Variabel Dependent/terikat/akibat/ respon3. Pengukuran Pengukran adalah proses mengidentifikasi besar kecilnya fenomena.

Skala pengukuran terdiri dari :

a. Skala Nominal, biasa juga disebut sebagai kategori.Pengukuran paling lemah tingkatannya, bilangan atau lambang digunakan untuk mengklasifikasikan objek pengamatan. Contoh, agama dikelompokan menjadi Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha.b. Skala OrdinalPengukuran tidak hanya membagi objek menjadi kelompok yang tidak tumpang tindih, tetapi antara kelompok tersebut ada hubungan (ranking), hubungannya bisa lebih kecil ().Contoh, pangkat anggota ABRI, status ekonomi.c. Skala IntervalSelain membagi objek dalam kelompok tertentu dan dapat diurutkan berdasarkan ranking, dalam skala interval juga dapat ditentukan jarak dari urutan kelompok tersebut.Contoh, pengukuran panas dengan thermometer.d. Skala RasioSelain membagi objek dalam kelompok tertentu, dapat diurutkan berdasarkan ranking, dapat ditentukan jarak dari urutan kelompok tersebut, dalam skala ratio juga dapat diperbandingkan (ratio) karena mempunyai titik nol mutlak.Contoh berat badan, umur, dll.

Tabel 1. Struktur Tingkatan Skala

NoSifat SkalaJenis Skala

NominalOrdinalIntervalRatio

1Persamaan pengamatan (pengelompokan), klasifikasi pengamatan dapat dilakukanyayayaYa

2Urutan tertentu, urutan pengamatan dapat dilakukan.tidakyayaYa

3Jarak antara kelompok dapat ditentukantidaktidakyaYa

4Perbandingan antara kelompok (adanya titik 0 mutlak(tidaktidakyaYa

4. Parameter a. Ukuran-ukuran yang diterapkan pada populasi.( N, ) b. Ukuran-ukuran yang diterapkan pada sampel. _

( X, S2, S, r , b, n, p )

5. Populasi dan Sampela. Populasi adalah eseluruhan obyek yang diteliti

Terdiri dari :1) Populasi Finit yaitu populasi yang dapat diketahui jumlahnya dan atau dapat diperoleh dengan batasan waktu dan tempat.

2) Populasi Infinit yaitu populasi yang tidak dapat diketahui jumlahnya dengan pasti disebabkan tidak adanya batasan waktu dan tempat, berlaku berlaku untuk populasi besar ( N > 10000).

b. Sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk diteliti.Teknik Pengambilan Sampel

1) Secara Random ( Probability Sampling), dapat digunakan untuk generalisasi.

2) Non Random ( Non Probability Sampling ), tidak dapat digunakan generalisasi

II. Pembagian Statistik1. Berdasarkan kegiatannya, statistic dibagi menjadi :

a. Statistik DeskriptifMenggambarkan ciri-ciri suatu kelompok pengamatan.

Kegiatannya terdiri dari : 1) Pengumpulan data 2) Pengolahan data3) Penyajian data 4) Analisis data ( Mean, SD, persentase, rate, rasio, dsb) b. Statistik InferensialMenafsirkan populasi berdasarkan hasil pada sampel (generalisasi) melalui estimasi/uji hipotesis.Kegiatan terdiri dari : 1) Analisis data2) Univariat (satu variable), Bivariat (dua variable), Multivariat (> 2 variabel). 3) Parametrik, Nonparametrik 2. Berdasarkan jenis datanya, statistic dibagi menjadi :

a. Statistik Parametrik.Melakukan analisa pada data yang bersifat :1) Data mempunyai skala pengukuran rasio/interval.

2) Sampel besar >= 30

3) Distribusi data normal

b. Statistik Non parametrik.

Melakukan analisa pada data yang bersifat :1) Data mempunyai skala pengukuranordinal/nomnal

2) Sampel kecil ( < 30 )

3) Distribusi data tidak normal

III. Ukuran-Ukuran Pada Sampel 1. Ukuran Pemusatan (Tendenci Central )Untuk mengetahui nilai yang secara umum dimiliki oleh obyek pengamatan, terdiri dari :a. Rata-rata Hitung

b. Modus

c. Median

2. Ukuran Penyebarana. Untuk mengetahui homogenitas data

b. Untuk mengetahui sampai sejauhmana data menyebar.

c. Untuk mengetahui sampai sejauhmana rata-rat hitung mewakili kelompok pengamatan

3. Ukuran PosisiUntuk mengetahui nilai yang terkait dengan posisi/letak, terdiri dari :a. Median

b. Kwartil

c. Desil

d. Persentil

4. Ukuran Kemencengan (Skewness) Dan Keruncingan (Kurtosis)a. Apakah kemencengan suatu kurva sesuai kurva normal

b. Apakah ketinggian suatu kurva sesuai kurva normal

KemencenganKeruncingan

Sk =0 (normal)Kt=0 (normal)

Sk > 0 (positip)Kt>0 (runcing)

Sk 25/100 x 360 = 90

3. DIAGRAM GARIS ( LINE DIAGRAM )

Menggambarkan suatu keadaan yang berurutan dalam skala waktu, misal tahun, bulan dll.

4. DIAGRAM PENCAR/TITIK (SCATER PLOT )

- Merupakan kumpulan titik yang berpencar

Berasal dari pengukuran yang terkait dengan dua variable , misal X dan Y

Data rasio/interval

Dapat digunakan untuk menunjukkan pola hubungan antara dua variable.

5..DIAGRAM BOX AND WHISKER

Menggambarkan distribusi data ( tunggal atau

dua distribusi akan dibandingkan )

Melibatkan 5 macam ukuran : minimum , maximum, median, kwartil 1 dan kwartil 3.

Box dibagi oleh suatu garis yang menunjukkan median. Bagian atas box menunjukkan kwartil 3, bagian bawah menunjukkan kwartik ke 1.

Garis keatas menunjukkan nilai terbesar , garis kebawah menunjukkan nilai terkecil.

HIPOTESIS DAN

TINGKAT SIGNIFIKANSIHipotesis :

Suatu pernyataan yang disusun berdasarkan teori akan tetapi perlu diuji mengenai kebenarannya .

1. Hipotesis Statistik

Hipotesis yang dipergunakan dalam analisis statistik (uji statistik).

a. Hipotesis Alternatif ( Ha )

Hipotesis yg isinya mengandung pernyataan yang tidak menyangkal .

b. Hipotesis Nol ( Ho )

Hipotesis yang isinya mengandung pernyataan yang menyangkal

Ha : Ada hubungan umur dengan berat badan

Ho : Tidak ada hubungan umur dengan berat badan.

Ha : Ada perbedaan berat badan antara kelompok gizi buruk dengan

kelompok gizi baik.

H0: : Tidak ada perbedaan berat badan antara kelompok gizi buruk

dengan kelompok gizi baik.

2. Hipotesis Berdasarkan Arah

a. Hipotesis Satu arah

Bila umur bertambah tua frekuensi sakit semakin besar

b. Hipotesis Dua Arah

Ada pengaruh umur terhadap frekuensi sakit .

2. Hasil Pengujian Hipotesis

1. Ho ditolak, Ha diterima

2. Ho diterima, Ha ditolak

4. Kesalahan Dalam Uji Hipotesis

1. Kesalahan Tipe I ( )

Menolak hipotesis nol yang sesungguhnya benar.

2. Kesalahan Tipe II ( )

Menerima hipotesis nol yang sesungguhnya salah

Situasi HoKeputusan

Menerima Ho

Keputusan

Menolak Ho

BenarTdk ada kesalahan

Kesalahan tipe I ( ( )

SalahKesalahan tipe II ( ( )Tidak ada kesalahan

5. Tingkat Kemaknaan ( )

Besarnya resiko kesalahan yang harus ditanggung oleh Peneliti untuk menolak Ho ketika Ho benar .

6. Aturan Penerimaa / Penolakan Hipotesis

1. Didasarkan pada nila p

p = besarnya probabilitas untuk terjadinya kesalahan tipe I , p = degree of uncertainity.

Nilai p berharga antara 0 s/d 0,05, semakin kecil nilai p semakin mantap dalam menolak hipotesis, sebaliknya semakin besar nilai p maka semakin mantap dalam menerima Ho. p ( 0,05 , Ho ditolak Ha diterima2. Berdasarkan harga tabel

Hasil uji statistik dibandingkan harga tabel

Z ( hitung ) > Z table , Ho ditolak, Ha diterima

0,05 0,01

Z satu ekor

+ 1,64 + 2,33

Z dua ekor

+ 1,96 + 2,58

Daerah Kritis Pengujian Hipotesis. Ditentukan berdasarkan confidence interval ( 1- ( ) yang terkait dengan ( .- untuk ( = 5 % --- > ( 1- ( ) = 95 % .- untuk ( = 1 % --- > ( 1- ( ) = 99 % .Daerah kritis daerah tempat penerimaan Ha . Titik batas disebut titik kritis.

PAGE 24

_1215796455.xlsChart5

30

60

10

Gambar 2Sebaran Responden Berdasarkan Pendidikan Di Daerah X Th 1990

Sheet1

MandiriNon Mandiri

19804035

19815040

19826050

19833027

19847067

19854543

Rendah30

Sedang60

Tinggi10

Sheet1

0

0

0

Sebaran Responden Berdasarkan Pendidikan Di Daerah X Th 1990

Sheet2

Sheet3

_1215796520.xlsChart2

3534

4640

2515

6766

3433