REDAKSI Antara Berkah Musibah ISI : Pelemahan Rupiah 1 ... No. Penyelenggara Pelabuhan Nama Pelabuhan Jumlah 1. ... Pemberdayaan Daerah dan Bulog Natsir Mansyur mengatakan,

  • Published on
    06-Feb-2018

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  • katan biaya produksi harus dima-

    sukkan dalam komponen harga

    jual jika mereka tidak mau rugi. Di

    sisi lain, ini bisa menurunkan daya

    saing di tengah kompetisi bisnis.

    Keempat, berkaitan dengan

    proses pengiriman ke pasar

    ekspor, selama ini distribusi pro-

    duk nasional menggunakan tarif

    dalam bentuk dolar. Hal ini mem-

    pengaruhi penambahan biaya atau

    ongkos produksi yang lari ke

    harga jual produk.

    Sementara itu Menteri Koordina-

    tor Bidang Perekonomian Hatta

    Rajasa masih otmisitis nilai tukar

    rupiah akan membaik. Dia menga-

    takan, pelemahan nilai tukar ter-

    hadap dolar AS tidak hanya terjadi

    pada rupiah, melainkan pada mata

    uang lainnya. Karena itulah, dia

    meminta semua pihak untuk tidak

    panik dan terlalu mengkha-

    watirkan pelemahan rupiah yang

    sudah menembus kisaran Rp.

    10.000/USD.

    Jangan anggap Rp 10.000 itu

    angka psikologis. Enggak ada itu

    angka psikologis. Fenomena ini

    bukan hanya di Indonesia, jadi

    S ejumlah kalangan teru-

    tama para pengusaha

    mengharapkan Pemerin-

    tah segera mengantisipasi

    pelemahan nilai tukar Rupiah

    terhadap dolar Amerika Serikat

    (AS) yang saat ini dinilai menjadi

    sangat dilematis. Saat ini, nilai

    tukar Rupiah terhadap dolar AS

    sudah menyentuh angka di atas

    Rp 10.000 per USD per Senin

    (15/7). Pelemahan nilai tukar

    rupiah membawa keuntungan

    bagi para eksportir tetapi justru

    sebaliknya untuk para importir.

    Ketua Umum Kamar Dagang dan

    Industri (Kadin) Indonesia Suryo

    Bambang Sulisto mengatakan,

    pelemahan ini memang menjadi

    kabar baik bagi para eksportir.

    Menurutnya, dengan melemahnya

    Rupiah, maka penyerapan dolar

    AS dari penerimaan negara akan

    naik. "Namun, berakibat buruk

    apabila pemerintah Indonesia

    melakukan impor besar-besaran.

    Jadi saya pikir kita perlu berhati-

    hati dengan situasi yang dilema-

    tis.

    Menurut Ketua Umum, para

    pelaku industri lebih terbiasa

    dengan nilai tukar Rupiah terha-

    dap dolar AS sebesar Rp 9.500

    per USD. Dia berharap, pemerin-

    tah bisa menjaga Rupiah pada

    level tersebut. "Apalagi, cadangan

    devisa kita menurun sehingga

    memprihatinkan. Banyak membu-

    tuhkan dolar AS, impor tentu

    semakin berat," katanya.

    Lebih lanjut dia mengungkapkan,

    seharusnya pemerintah Indonesia

    bisa menjaga kepercayaan inves-

    tor, sehingga apabila investasi

    masuk ke Indonesia maka

    diperkirakan Rupiah akan kem-

    bali menguat. "Kita harapkan

    demikian investasi kita jaga tetap

    deras masuk ke Indonesia, kon-

    sumsi domestik penting, ini kita

    jaga jangan sampai investasi

    melambat," tandasnya.

    Sedikitnya ada 4 alasan yang

    mendasari kekhawatiran pen-

    gusaha atas pelemahan nilai

    tukar rupiah diantaranya per-

    tama, industri nasional masih

    bergantung pada pembelian

    bahan baku impor. Dolar ber-

    peran penting pada transaksi

    pembelian bahan baku ini. Sebab

    itu jika dolar menguat maka

    pengusaha harus mengeluarkan

    dana pembelian bahan baku

    lebih besar.

    Kedua, penguatan dolar menye-

    babkan pengusaha yang memiliki

    fasilitas kredit yang mengguna-

    kan dolar, secara otomatis

    harus membayar cicilan lebih

    besar lagi setiap bulannya.

    Ketiga, terkait dengan biaya

    pembelian bahan baku maka

    dipastikan akan mempengaruhi

    biaya produksi. Karena pening-

    Your headline is an important part of the newsletter and should be

    considered carefully.

    In a few words, it should accurately represent the contents of the

    story and draw readers into the story. Develop the headline before

    you write the story. This way, the headline will help you keep the

    story focused.

    Examples of possible headlines include Product Wins Industry

    Award, New Product Can Save You Time!, Membership Drive Ex-

    ceeds Goals, and New Office Opens Near You.

    Pelemahan Rupiah

    Antara Berkah & Musibah

    D AFT AR I S I :

    Pelemahan Rupiah 1

    Kadin Minta Masalah

    Pelabuhan Segera Diatasi

    2

    Event 3

    Kartel Komoditas Strate-

    gis

    4

    Hadapi Pasar Bebab Asean,

    Asosiasi Bisnis Nasional Harus

    Solid

    5

    Regulasi 5

    Revitalisasi Pasar Tra-

    disional

    6

    B U S I N E S S N A M E

    J U L I 2 0 1 3 V O L U M E I

    R E DAK S I

    Diterbitkan : Sekretariat Kadin Indonesia

    Pelindung :

    Ketua Umum Kadin Indonesia

    Penanggungjawab :

    Rahardjo Jamtomo

    Suprayitno

    Sutrisno

    Iesye S. Latief Ade Widaya

    Pemimpin Redaksi :

    Miftahul Hakim

    Pelaksana Teknis : Ari Kristiana K

    Nurdin

    Kontributor :

    Sekretaris Penghubung Dewan Pengurus Kadin

    Direktorat Sekretariat Kadin Indonesia

    Lembaga Dalam Naungan Kadin Indonesia

    Alamat Redaksi : Menara Kadin Indonesia lt.29

    Jl. H.R. Rasuna Said X-5 Kav 2-3, Jakarta

    12950 - Indonesia

    Tlp. (021) 527 4484 ext 111,

    Fax. (021) 5274331/2

    Email. Mr.ari21@yahoo.com www.kadin-indonesia.or.id

    Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto (kiri) dan Gubernur BI

    Agus Matowardojo (kanan) dalam sesi foto Rakornas Perbankan dan

    Finansial Kadin.

    ACTIVE PROGRAMME 7

    Perkuat Ekonomi Daerah, Kadin

    Genjot Pembiayaan Ekspor 9

    Konsep Industrialisasi Na-

    sional Harus Terintegrasi

    8

    Berita Daerah & Luar

    Negeri

    10

    Newsletter Bisa Diperoleh di www.kadin-indonesia.or.id

    Galeri 12

  • P A G E 2

    Nilai tukar Rupiah

    mengacu pada

    Jakarta Interbank

    Spot Dollar Rate

    (Jisdor) per 23 Juli

    ditutup di level Rp

    10.220 per USD

    Kadin Minta Masalah Pelabuhan Segera Diatasi

    bukan karena fundamental

    kita tidak baik. Ini lebih

    karena penguatan dolar dan

    situasi makro ekonomi

    dunia, kata Hatta.

    Bank Indonesia (BI) masih

    memandang pelemahan

    rupiah terhadap dollar AS

    masih sesuai dengan kondisi

    fundamental dalam negeri.

    Gubernur BI Agus

    Martowardojo mengatakan,

    penguatan dollar AS ini

    dipengaruhi oleh tingginya

    permintaan valas oleh

    nasabah korporasi atau ritel,

    termasuk untuk membayar

    repatriasi dividen dan hasil

    investasi.

    Nilai tukar Rupiah mengacu

    pada Jakarta Interbank Spot

    Dollar Rate (Jisdor) per 23

    Juli ditutup di level Rp

    10.220 per USD. Jika

    dibandingkan dengan awal

    tahun hingga saat ini, nilai

    tukar rupiah melemah 5,71

    persen. Meski mengalami

    depresiasi, nilai tukar rupiah ini

    masih searah dengan depresiasi

    mata uang negara-negara lain

    di kawasan. "Dalam beberapa

    hari terakhir, pergerakan rupiah

    mulai konvergen ke level

    keseimbangan baru yang

    mencerminkan kondisi

    fundamental perekonomian

    Indonesia," kata Agus.

    Agus menambahkan, pasar

    valuta asing semakin bergairah

    dengan mekanisme pasar yang

    bekerja dengan lebih baik.

    Sehubungan dengan hal itu,

    Gubernur Bank Indonesia

    juga meminta agar

    masyarakat dan pelaku

    pasar tetap tenang. Dia

    juga menekankan bahwa

    Bank Indonesia akan tetap

    melakukan pemantauan

    secara cermat dan menjaga

    stabilitas nilai tukar rupiah

    sesuai kondisi fundamental

    perekonomian.

    han, termasuk pelayaran, baik

    jalur maupun kapalnya, dis-

    erahkan kepada swasta dan

    mekanisme pasar. Menyusul

    adanya indikasi ekspansi bisnis

    Pelindo yang memperkecil

    peran swasta dalam usaha

    kepelabuhan.

    Menurut Wakil Ketua Umum

    Kadin Bidang Logistik Carme-

    lita Hartoto, peran swasta di

    sektor kepelabuhanan di Indo-

    nesia sangat vital karena se-

    lama ini mereka telah berkon-

    stribusi besar dalam menjaga

    pertumbuhan dan ketahanan

    perekonomian nasional me-

    lalui aktivitas di pelabuhan.

    Perusahaan penyedia jasa

    usaha pelabuhan dari swasta

    itu meliputi usaha bongkar

    Kamar Dagang dan Industri

    (Kadin) Indonesia mendesak

    pemerintah untuk segera turun

    tangan guna menuntaskan kisruh

    yang terjadi di pelabuhan mulai

    dari masalah persaingan usaha,

    dwelling time (waktu tunggu

    bongkar muat), infrastruktur,

    hingga daya tampung pelabuhan

    yang sudah terbatas.

    Terkait persaingan usaha, Kadin

    Indonesia telah mendesak pe-

    merintah untuk mengambil lang-

    kah penting dengan menata ulang

    bisnis pelabuhan dimana bisnis

    Pelindo berkonsentrasi kepada

    usaha pokok yakni penyediaan

    prasarana pelabuhan dan pen-

    yediaan jasa yang belum bisa

    disediakan oleh swasta, sedang-

    kan penyediaan sarana pelabu-

    muat, angkutan khusus pelabu-

    han, logistik, forwarder, per-

    gudangan, hingga depo kon-

    tainer. Sedangkan asosiasi

    pengguna jasa pelabuhan antara

    lain importir, eksportir dan

    pelayaran jumlahnya lebih dari

    5.000 unit perusahaan, ungkap

    Carmelita.

    Untuk itu, kata dia, pemerintah

    seyogianya mendengar aspirasi

    dunia usaha. Jika swasta di

    pelabuhan bersama BUMN

    pelabuhan dapat disinergikan

    dengan cara mereposisi bisnis

    pelabuhan BUMN, Indonesia

    akan lebih siap mengamankan

    potensi domestik pada era

    integrasi pasar Asean 2015.

    Carmelita menyayangkan aksi

    korporasi Pelindo yang banyak

  • P A G E 3

    membentuk anak usaha di luar

    bisnis pengelolaan pelabuhan.

    Seharusnya BUMN dapat melaku-

    kan kegiatan usaha sesuai porsinya,

    tetapi tidak menyulitkan atau

    bahkan mematikan usaha swasta

    nasional, kata dia.

    Pada gilirannya, pihaknya justru

    mengkhawatirkan kualitas pelaya-

    nan logistik di Pelabuhan Tanjung

    Priok dan pelabuhan lainnya di

    Indonesia akan terus memburuk

    selama belum ada perubahan

    dalam penyelenggaraan pelabuhan

    dari praktik monopoli oleh PT

    Pelindo.

    Indikator ketidakefisienan itu dapat

    dilihat dari tingginya tingkat

    antrean kapal di berbagai pelabu-

    han di Indonesia, kongesti kenda-

    raan, waiting time kapal yang

    tinggi, lamanya waktu bongkar

    muat (dwelling time) hingga keti-

    dakpastian biaya logistik dan waktu

    barang di pelabuhan.

    Penyelenggaraan pelabuhan di Indo-

    nesia masih dimonopoli, padahal UU

    No. 17/2008 tentang Pelayaran mene-

    gaskan pengaturan penyelenggaraan

    pelabuhan di Indonesia memuat

    penghapusan monopoli, memisahkan

    regulator dan operator serta melibat-

    kan pemerintah daerah dan swasta,

    ungkap Carmelita.

    Meski demikian, dari 25 pelabuhan

    strategis di Indonesia yang tercatat di

    Kementerian Perhubungan, hingga kini,

    belum ada satu pun yang dikelola oleh

    swasta, sementara pemerintah daerah,

    dalam hal ini Otorita Batam memiliki 1

    pelabuhan di Batam. Carmelita menje-

    laskan, pemerintah harus menata kem-

    bali penyelenggaraan pelabuhan di

    Indonesia dengan mengacu kepada UU

    No. 17 tahun 2008, dimana se-

    benarnya pemerintah daerah dengan

    swasta atau pemerintah daerah dan swasta sendiri-sendiri,

    bisa membuat pelabuhan tanpa mengikut sertakan Pelindo,

    sama halnya dengan pelabuhan udara tanpa harus mengi-

    kutsertakan Angkasa Pura.

    Undang-undangnya sudah jelas mengatur demikian, tapi

    pelaksanaannya masih ada praktik monopoli yang bisa men-

    gendalikan dibangun atau tidaknya pelabuhan-pelabuhan

    baru yang banyak melibatkan sektor swasta seperti Pelabu-

    han Cilamaya yang terkatung-katung karena harus

    menunggu Kalibaru selesai dibangun, tandas Carmelita.

    Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik Carmelita Hartoto

    Pengelola 25 Pelabuhan Strategis di Indonesia

    Sumber : Kementerian Perhubungan

    No. Penyelenggara Pelabuhan Nama Pelabuhan Jumlah

    1. PT Pelindo I Belawan, Dumai, Lhokseumawe, Pekanbaru dan Tanjung Pinang.

    5

    2. PT Pelindo II Banten, Palembang, Panjang, Pontianak, Teluk Bayur, Tanjung Priok.

    6

    3. PT Pelindo III Banjarmasin, Benoa, Tena, Tjg. Emas dan Tjg. Perak.

    5

    4. PT Pelindo IV Ambon, Balikpapan, Biak, Bitung, Jayapura, Makassar, Samarinda dan Sorong.

    8

    5 Otoritas Batam Pelabuhan Batam 1

    JUMLAH 25

    EVENT 11 Juni 2013, di IPB International Convention Center Bogor Jawa Barat

    RAKERNAS BIDANG KOORDINATOR ASOSIASI

    13 Juni 2013, di Hotel Clarion Makassar

    KLINIK BISNIS PEMBIAYAAN UKM

    18 Juni 2013, di Hotel Grand Hyatt Jakarta

    KUNJUNGAN PM PAPUA NUGINI

    19 & 24 Juni 2013, di Hotel Bidakara Jakarta

    FOCUS GROUP DISCUSSION KEBIJAKAN INDUSTRI

    25 OKTOBER 2013, di Nusa Dua, Bali

    APEC CEO SUMMIT

  • This story can fit 75-125 words.

    P A G E 4

    Kontrol

    DPR

    Terhadap

    Pangan

    Masih

    Lemah

    Kamar Dagang dan Industri (Kadin)

    Indonesia meminta Menteri Koordina-

    tor Perekonoimian Hatta Rajasa untuk

    merombak tata niaga impor pangan

    nasional karena adanya ketidakseim-

    bangan antara suplay dan demand

    sehingga rentang dengan spekulasi

    dan kartel.

    Wakil Ketua Umum Kadin Bidang

    Pemberdayaan Daerah dan Bulog

    Natsir Mansyur mengatakan, selama

    ini pangan nasional tidak seimbang

    karena demandnya banyak sementara

    suplaynya kurang. Berdasarkan cata-

    tan Kadin, potensi kartel dari 6 ko-

    moditas strategis seperti daging sapi,

    daging ayam, gula, kedelai, jagung

    dan beras nilainya mencapai Rp.

    11,34 triliyun. Nilai potensi kartel ini

    belum termasuk dengan komoditas

    lainnya yang juga berpengaruh pada

    tata niaga pangan.

    Bila dirinci, perkiraan kebutuhan kon-

    sumsi nasional dengan nilai potensi

    kartel bisa diperkirakan, kebutuhan

    daging sapi yang mencapai 340 ribu

    ton nilai kartelnya diperkirakan men-

    capai Rp 340 milyar, daging ayam 1,4

    juta ton mencapai Rp 1,4 trilyun, gula

    4,6 juta ton mencapai Rp 4,6 trilyun,

    kedelai 1,6 juta ton mencapai Rp 1,6

    trilyun, jagung 2,2 juta ton mencapai

    Rp 2,2 trilyun dan beras impor 1,2

    juta ton kartelnya diperkirakan

    mencapai Rp 1,2 trilyun.

    Menurut Natsir, gambaran seperti

    itu diakibatkan karena penataan

    managemen pangan nasional yang

    sangat lemah dari aspek pro-

    duksi,distribusi dan perdagan-

    gannya. Pengelolaan kebijakan pan-

    gan oleh pemerintah dinilai masih

    sangat sentralistik dimana Ke-

    mendag, Kementan dan Kemen-

    perin tidak ikhlas menyerahkan

    kebijakan tata niaga pangan ke

    pemerintah daerah yang se-

    benarnya lebih tahu akan kebutu-

    han daerahnya.

    Kontrol DPR terhadap pangan ini

    juga lemah, sehingga perlu DPR

    memberikan sanksi kepada Kemen-

    trian yang tidak dapat menjaga

    kenaikan pangan yang berdampak

    ke rakyat. Sanksinya bisa berupa

    pengurangan anggaran di Kemen-

    trian itu, kata Natsir.

    Selain itu, kata dia, tidak adanya

    logistik pangan ikut menyebabkan

    persoalan pangan nasional sehingga

    setiap kebijakan yang dikeluarkan

    Ke men dag d an Ke men t an

    cenderung spekulatif dan pada

    gilirannya data pangan tidak bisa

    tepat dan akurat. Jadi wajar kalau

    presiden kita marah terhadap Ke-

    mendag dan Kementan karena tidak

    mampu mengatur pangan nasional

    yang juga kerap kali terjadi kelang-

    kaan, ungkap Natsir yang juga me-

    rupakan Ketua Asosiasi Pengusaha

    Gula dan Terigu Indonesia (Apegti).

    Pihaknya berharap agar Menkopere-

    konomian bisa merombak tata niaga

    pangan ke arah yang tepat, teru-

    tama komoditas pangan yang strate-

    gis seperti gula konsumsi/rafinasi

    yang perlu dibuka pabrik-pabrik baru,

    kedelai, jagung, daging sapi, ayam,

    hingga bawang putih.

    Kartel Komoditas Strategis Mencapai Rp 11,34 Trilyun

    INDIKASI KARTEL PANGAN NASIONAL UNTUK 6 KOMODITAS

    No Jenis Komoditi Perkiraan Kebutuhan-Konsumsi Nasional

    PerkiraanKonsumsi/Kapita/Tahun

    Perkiraan Nilai Kartel/Tahun (X)

    1 Daging Sapi 340 ribu ton 1,7 Kg/Kapita/tahun Rp 340 Miliar

    2 Daging Ayam 1,4 juta ton 7 Kg/Kapita/tahun Rp 1,4 Trilyun

    3 Gula Kristal Putih (GKP) & Gula Kristal Rafinasi (GKR)

    2,5 juta ton (GKR) 2,1 juta ton (GKP) Total 4,6 juta ton

    12,5 Kg/kapita/tahun Rp 4,6 Trilyun

    4 Kedelai 1,6 juta ton 8 Kg/Kapita/Tahun Rp 1,6 Trilyun

    5 Jagung 2,2 juta ton 11 Kg/Kapita/tahun Rp 2,2 Trilyun

    6 Beras 1,2 juta ton (Impor) 130 kg/Kapita/tahun Rp 1,2 Trilyun

    Jumlah Rp 11,34 Trilyun

    Sumber : Diolah...

Recommended

View more >