Referat Obstruksi Saluran Kemih

  • Published on
    01-Nov-2015

  • View
    9

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

a

Transcript

DAFTAR ISIKata Pengantar...................................................................................................i

Daftar Isi1Pendahuluan 2Tinjauan Pustaka3

Definisi3

Anatomi3

Etiologi8

Manifestasi Klinis12

Pemeriksaan Diagnostik12

Penatalaksanaan14

Prognosis20Penutup21Daftar Pustaka22PENDAHULUAN

Obstruksi traktus urinarius adalah masalah yang sering ditemukan oleh dokter spesialis urologi, dokter umum dan dokter emergency. Obstruksi traktus urinarius dapat terjadi pada daerah di sepanjang traktus urinarius, dari ginjal sampai meatus urethra. Yang secara sekunder dapat menjadi calculi, tumor, striktur, dan menyebabkan anatomi menjadi abnormal. Manifestasi klinisnya dapat berupa nyeri, infeksi traktus urinarius, penurunan fungsi ginjal, atau, mungkin sepsis atau meninggal. Sehingga, setiap kasus yang dicurigai dengan obstruksi traktus urinarius sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter spesialis urologi untuk segera dievaluasi.1,2TINJAUAN PUSTAKAI. DefinisiObstruksi traktus urinarius merupakan terhambatnya aliran urin dari ginjal yang bisa disebabkan oleh berbagai macam etiologi. Obstruksi ini dapat terjadi pada seluruh bagian traktus urinarius, termasuk pelvis renalis, ureter, buli-buli dan urethra.2II. AnatomiTraktus urinarius manusia terdiri dari ginjal, ureter, buli-buli dan urethra.

Gambar 1: Anatomi Traktus Urinarius.Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak dirongga retroperitoneal bagian atas. Bentuknya menyerupai kacang dengan sisi cekungnya menghadap ke medial. Pada sisi ini terdapat hilus ginjal yaitu tempat struktur-struktur pembuluh darah, sistem limfatik, sistem saraf, dan ureter menuju dan meninggalkan ginjal.3,4Besar dan berat ginjal sangat bervariasi ; hal ini tergantung pada jenis kelamin, umur, serta ada tidaknya ginjal pada sisi yang lain. Pada autopsi klinis didapatkan bahwa ukuran ginjal orang dewasa rata-rata adalah 11.5 cm x 6 cm x 3.5 cm. Beratnya bervariasi antara 120-170 gram atau kurang lebih 0.4% dari berat badan.Ginjal dibungkus oleh jaringan fibrous tipis dan mengkilat yang disebut kapsula fibrosa (true kapsul) ginjal dan diuar kapsul ini terdapat jaringan lemak perirenal. Di sebelah kranial ginjal terdapat kelenjar anak ginjal atau glandula adrenal / suprarenal yang berwarna kuning. Kelenjar adrenal bersama-sama ginjal dan jaringan lemak perirenal dibungkus oleh fasia Gerota. Fasia ini berfungsi sebagai barier yang menghambat meluasnya perdarahan dari parenkim ginjal serta mencegah ekstravasasi urine pada saat terjadi trauma ginjal. Selain itu fasia Gerota dapat pula berfungsi sebagai barier dalam menghambat penyebaran infeksi atau menghambat metastasis tumor ginjal ke organ sekitarnya. Di luar fasia Gerota terdapat jarinagan lemak retroperitoneal atau disebut jaringan lemak pararenal.

Di sebelah posterior, ginjal dilindungi oleh otot-otot punggung yang tebal serta tulang rusuk ke XI dan XII sedangkan disebelah anterior dilindungi oleh organ-organ intraperitoneal. Ginjal kanan dikelilingi oleh hepar, kolon, dan duodenum; sedangkan ginjal kiri dikelilingi oleh lien, lambung, pankreas, jejunum, dan kolon.3,4Secara anatomis ginjal terbagi menjadi dua bagian yaitu korteks dan medulla ginjal. Di dalam korteks terdapat berjuta-juta nefron sedangkan di dalam medula banyak terdapat duktuli ginjal. Nefron adalah unit fungsional terkecil dari ginjal yang terdiri atas, tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distalis, dan duktus kolegentes. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang. Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan arus dan kotranspor. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urin.

Sebuah nefron terdiri dari sebuah komponen penyaring yang disebut korpuskula (atau badan Malphigi) yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus).

Setiap korpuskula mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam kapsula Bowman. Setiap glomerulus mendapat aliran darah dari arteri aferen. Dinding kapiler dari glomerulus memiliki pori-pori untuk filtrasi atau penyaringan. Darah dapat disaring melalui dinding epitelium tipis yang berpori dari glomerulus dan kapsula Bowman karena adanya tekanan dari darah yang mendorong plasma darah. Filtrat yang dihasilkan akan masuk ke dalan tubulus ginjal. Darah yang telah tersaring akan meninggalkan ginjal lewat arteri eferen.3,4,5Tubulus ginjal merupakan lanjutan dari kapsula Bowman. Bagian yang mengalirkan filtrat glomerular dari kapsula Bowman disebut tubulus kontortus proksimal. Bagian selanjutnya adalah lengkung Henle yang bermuara pada tubulus kontortus distal.

Lengkung Henle menjaga gradien osmotik dalam pertukaran lawan arus yang digunakan untuk filtrasi. Sel yang melapisi tubulus memiliki banyak mitokondria yang menghasilkan ATP dan memungkinkan terjadinya transpor aktif untuk menyerap kembali glukosa, asam amino, dan berbagai ion mineral. Sebagian besar air (97.7%) dalam filtrat masuk ke dalam tubulus kontortus dan tubulus kolektivus melalui osmosis.3,4,5Cairan mengalir dari tubulus kontortus distal ke dalam sistem pengumpul yang terdiri dari:

tubulus penghubung

duktus kolektivus kortikal

duktus kolektivus medularis

Tempat lengkung Henle bersinggungan dengan arteri aferen disebut aparatus juxtaglomerular, mengandung macula densa dan sel juxtaglomerular. Sel juxtaglomerular adalah tempat terjadinya sintesis dan sekresi renin. Cairan menjadi makin kental di sepanjang duktus kolektivus yang kemudian dibawa ke kandung kemih melewati ureter. Urine yang terbentuk di dalam nefron disalurkan melalui piramida ke sistem pelvikalikes ginjal untuk kemudian disalurkan ke dalam ureter. Sistem pelvikalikes ginjal terdiri atas kaliks minor, infundibulum, kaliks mayor, dan pielum/pelvis renalis. Mukosa sistem pelvikalikes terdiri atas epitel transisional dan dindingnya terdiri atas otot polos yang mampu berkontraksi untuk mengalirkan urine sampai ke ureter. Setiap hari tidak kurang 180 liter cairan tubuh difiltrasi di glomerulus dan menghasilkan urine 1-2 liter.3,4,5Ginjal mendapatkan aliran darah dari arteri renalis yang merupakan cabang langsung dari aorta abdominalis, sedangkan darah vena dialirkan melalui vena sentralis yang bermuara ke dalam vena kava inferior. Sistem arteri ginjal adalah end arteri yaitu arteri yang tidak mempunyai anstomosis dengan cabang-cabang dari arteri lain, sehingga jika terdapat kerusakan pada salah satu cabang arteri ini, berakibat timbulnya iskemia/nekrosis pada daerah yang diperdarahinya.Ureter adalah organ yang berbentuk tabung yang berfungsi mengalirkan urine dari pielum ginjal ke dalam buli-buli. Pada orang dewasa panjangnya kurang lebih 20 cm. Dindingnya terdiri atas mukosa yang dilapisi oleh sel-sel transisional, otot-otot polos sirkuler dan longitudinal yang dapat melakukan gerakan peristaltik guna mengeluarkan urine ke buli-buli. Sepanjang perjalanan ureter dari pielum menuju buli-buli, secara anatomis terdapat beberapa tempat yang ukuran diameternya relatif lebih sempit daripada ditempat lain, sehingga batu atau benda-benda lain yang berasal dari ginjal seringkali tersangkut di tempat itu. Tempat-tempat penyempitan itu antara lain adalah : pada perbatasan antara pelvis renalis dan ureter, tempat arteri menyilang arteri iliaka di rongga pelvis, dan pada saat ureter masuk ke buli-buli (intramural). Keadaan ini dapat mencegah terjadinya aliran balik urine dari buli-buli ke ureter pada saat buli-buli berkontraksi. Di samping itu secara radiologis ureter dibagi dalam tiga bagian, yaitu ureter 1/3 proksimal mulai dari pelvis renalis sampai batas atas sakrum, ureter 1/3 medial mulai dari batas atas sakrum sampai pada batas bawah sakrum, dan ureter 1/3 distal mulai batas bawah sakrum sampai masuk ke buli-buli.3,4,5

Gambar 2: Anatomi Ureter.

Buli-buli adalah organ berongga yang terdiri atas tiga lapis otot detrusor yang saling beranyaman. Di sebelah dalam adalah otot longitudinal, di tengah merupakan otot sirkuler, dan paling luar merupakan otot longitudinal. Mukosa buli-buli terdiri atas sel-sel transisional yang sama seperti pada mukosa-mukosa pada pelvis renalis, ureter, dan urethra posterior. Pada dasar buli-buli kedua muara ureter dan meatus urethra internum membentuk suatu segitiga yang trigonum buli-buli.

Secara anatomis bentuk buli-buli terdiri atas 3 permukaan, yaitu permukaan superior yang berbatasan dengan rongga peritoneum, dua permukaan inferolateral, dan permukaan posterior. Permukaan superior merupakan likus minoris dinding buli-buli. Pada saat kosong, buli-buli terletak di belakang simfisis pubis dan pada saat penuh berada di atas simfisis sehingga dapat dipalpasi dan diperkusi. Buli-buli yang terisi lebih dari 1500 cc memberikan rangsangan pada saraf aferen dan menyebabkan aktivasi pusat miksi di medula spinalis segmen sakral S2-4. Hal ini akan menyebabkan kontraksi otot detrusor, terbukanya leher buli-buli, dan relaksasi sfingter urethra sehingga terjadilah proses miksi.3,4,5Urethra adalah saluran yang dimulai dari orifisium urethra interna pada buli-buli sampai orifisium urethra eksterna, dengan panjang yang bervariasi. Urethra pria dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian anterior dan bagian posterior. Urethra posterior dibagi menjadi urethra pars prostatika dan urethra pars membranasea. Urethra anterior dibagi menjadi meatus urethra, pendulare urethra dan bulbus urethra. Dalam keadaan normal lumen urethra pria 7,2 mm, dan wanita 9 mm. Panjang urethra normal pada pria 20 c, sedangkan pada wanita 3,5 cm. Pria memiliki dua otot sphincter yaitu m.sphincter interna (otot polos terusan dari m.detrusor dan bersifat involunter) dan m.sphincter externa (di uretra pars membranos