Refrat Sleep Apnea

  • View
    216

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

word

Transcript

REFERATSLEEP APNEADisusun oleh:FENLY MASWATY SIMANJUNTAK1161050060Pe!i!in":D# Yoh$nes S% S&'PKEPANITERAAN ILMU PENYAKIT DALAMFAKULTAS KED(KTERANUNI)ERSITAS KRISTEN IND(NESIAPERI(DE 11 Mei * +5 Juli +015JAKARTA +0150,A, IPENDA-ULUAN1'1 L$.$# ,el$/$n"Obstructive Sleep Apnea(OSA) merupakan bentuk gangguan napas dalam tiduryang palingseringdijumpai. OSAmerupakan bagiandarisleepdisorder breathingsyndromeyang kompleks.1Sleep disorder breathing syndromediartikan sebagaiterhentinya aliran udara di hidung dan mulut pada saat tidur lebih dari 10 detik disertaipenurunan oksigen lebih dari 4%, terjadi berulang kali per jam. Sindrom henti napas saattidur dibagi menjadi ! tipe yaitu tipe sentral, tipe obstruksi, dan tipe "ampuran.

OSA adalah keadaan terjadinya obstruksi jalan napas atas se"ara periodik selamatidur yang menyebabkan napas berhenti se"ara intermiten,baik se"ara komplit (apnea)atau parsial (hypopnea).1#ejala OSAsering terjadi, namun sulit untuk dideteksi.$iagnosis OSAdapat ditegakkanjikajumlah%rekuensi penurunanaliranudarayangberhubungan dengan kolapsnya saluran napas atau apnea-hypopnea index (A&'), lebihdari ( kali dalam 1 jam tidur. &al tersebut dapat menyebabkan terjadinya periode arousal(terbangun atau gelisah dalam tidur) dan tidur kembali.1)erdasarkan penelitian dilaporkan 4% pria dan *% +anita de+asa mempunyaiangka kejadian atau A&' lebih dari (,-jam.$ilaporkan 4% pria,% +anita dan 1.!%anakmempunyai gejalaOSA, termasukadanyagejaladaytimehypersomnolenceyangdiakibatkan oleh kejadian apnea-hypopnea.1/mpat penelitian pre0alensi berskala besarmenyatakan satu dari lima orang de+asa kulit putih yang memiliki rata.rata indeks massa1tubuh ('12)(.3 kg-m

memiliki A&' 4(,-jam.$ilaporkan satu dari 1( pasien OSAmemiliki A&' 1( atau lebih.15anitapas"a.menopausememiliki risikoOSAlebihtinggi yangdihubungkandengan %a"tor hormonal dan usia lanjut memiliki pre0alensi OSA lebih tinggi dari de+asamuda. #ejala daytime hypersomnolence lebih jarang mun"ul pada orang usia lanjut.1'+ Ruus$n M$s$l$h1. Apa de%inisi, klasi%ikasi, pre0alensi, pato%isiologi, diagnosis sleep apnea6. )agaimana penatalaksaan sleep apnea61'0 Tu1u$n1.1ampumenjelaskande%inisi, pre0alensi, pato%isiologi dandiagnosis sleepapnea. 1engetahui dan menjelaskan tatalaksana pada sleep apnea,A, II

TINJAUAN PUSTAKA+'1 An$.oi J$l$n N$&$sOrgan pernapasan merupakan organ yang mempunyai peranan penting dalammemenuhi kebutuhanoksigendi dalamtubuh.!Sistempernapasandapat dibagi kedalamsystem pernapasan bagian atas dan pernapasan bagian ba+ah71.8ernapasan bagian atas meliputi hidung, rongga hidung, sinus paranasal dan %aring.8ernapasan bagian ba+ah meliputi laring, trakea, bronkus, bronkiolus dan al0eolus.4#ambar 1. Anatomi 8ernapasan8ergerakandari dalamkeluar paruterdiri dari duaproses, yaituinspirasi danekspirasi. 'nspirasi adalahpergerakandari atmos%er kedalamparu, sedangkanekspirasiadalah pergerakan dari dalam paru ke atmos%er. Agar proses 0entilasi dapat berjalan lan"ardibutuhkan%ungsi yangbaikpadaotot pernapasandanelastisitasjaringanparu. Otot.ototpernapsan dibagi menjadi dua yaitu,!1. Otot inspirasi yang terdiri atas otot interkostalis eksterna,sternokleidomastoideus, skalenus dan dia%ragma.. Otot.otot ekspirasi adalah rektus abdominis dan interkostalis internus.+'1'1 Ron""$ -i2un"9dara dari luar akanmasuk mele+ati rongga hidung ("a0umnasalis). ronggahidung berlapis selaput lendir, didalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dankelenjar keringat (kelenjar sudori%era). Selaput lendir ber%ungsi menangkap benda asing yangmasuk le+at saluran pernapasan. 2erdapat rambut pendek dan tebal yang ber%ungsimenyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. :uga terdapat konka yangmempunyaibanyak kapiler darah yang ber%ungsi menghangatkan udara yang masuk.8adapermukaan rongga hidung terdapat rambut.rambut halus dan selaput lendir yang ber%ungsiuntuk menyaring udara yang masuk ke dalam rongga hidung.!+'1'+ F$#in" 3 Ten""o#o/$n49dara dari rongga hidung masuk ke %aring. ;aringmerupakan per"abangan saluranyaitu saluranpernapasannaso%aringpada bagiandepandansaluranpen"ernaanoro%aringpadabagianbelakang. 8adabagianbelakang%aring(posterior) terdapat laringtempat terletaknya pita suara (pita 0o"alis). 1asuknya udara melalui %aring akanmenyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara. 1akan sambil berbi"ara akanmengakibatkan makanan masuk ke saluran pernapasan karena saluran pernapasan pada saatitu sedang terbuka. 5alaupun demikian, sara% kita akan mengatur agara peristi+a menelan,bernapas, dan berbi"ara tidak terjadi bersamaan sehingga mengakibatkan gangguan. ;ungsiutama %aring adalah menyediakan saluran bagi udara yang keluar masuk dan juga sebagaijalan makanan dan minuman yang ditelan, %aring juga menyediakan ruang dengung(resonansi) untuk suara per"akapan.!4+'1'0 T#$/e$2enggorokan berupa pipa yang panjangnya kurang lebih 10 "m, terletak sebagian dileher dansebagiandi ronggadada. $indingtenggorokantipis dankaku, dikelilingi oleh"in"in tulang ra+an, dan pada bagian dalamrongga bersilia. Silia.silia ini ber%ungsimenyaring bennda.benda asing yang masuk ke saluran pernapasan. 2rakea terletak didepankerongkongan. $idalamrongga dada, trakea ber"abang menjadi dua "abang bronkus.$idalam paru.paru, bronkus ber"abang."abang lagi menjadi saluran yang sangat ke"il yaitubronkiolus. 9jungbronkiolusberupagelembungke"il yangdisebut gelembungparu.paru(al0eolus).!+'1'5 L$#in".

Hypopneaobstrukti% adalah berkurangnya (0% atau lebih udara pernapasan selamapaling sedikit 10 detik selama penurunan saturasi oksigen 4% atau lebih dengan pergerakantipikal dindingdadadandindingperut sedangkanapneaobstrukti% merupakanhilangnyaudara pernapasan selama 10 detik atau lebih disertai usaha akti% untuk bernapas yang ditandaioleh pergerakan tipikal dinding dada dan perut.

Adatiga%aktor yangberperanpadapatogenesis OSA7 pertama, obstruksi salurannapas daerah %aring akibat pendorongan lidah dan palatum kebelakang yang dapatmenyebabkan oklusi naso%aring dan oro%aring, yang menyebabkan terhentinya aliran udara,meskipun pernapasan masih berlangsung +aktu tidur. &al ini menyebabkan apnea, as%iksiasampai periode arousal.;aktor kedua adalah ukuran lumen %aring yang dibentuk oleh ototdilator %aring (m. 8terigoid medial, m. 2ensor 0eli palatini, m. #enioglosus, m. #eniohioiddan m. Sternohioid) yang ber%ungsi menjaga keseimbangan tekanan %aring pada saatterjadinyatekanan negati%intratorakalakibatkontraksi dia%ragma.Aelainan%ungsi kontrolneuromuskularpadaotot dilator%aringberperanterhadapkolapsnyasalurannapas. $e%ekkontrol 0entilasi di otak menyebabkan kegagalan atau terlambatnya re%leks otot dilator %aring,saat pasien mengalami periode apnea-hypopnea. ;aktor ketiga adalah kelainan kranio%asialmulai dari hidungsampai hipo%aringyangdapat menyebabkanpenyempitanpadasalurannapas atas. Aelainan daerah ini dapat menghasilkan tahanan yang tinggi.2ahanan ini jugamerupakanpresdiposisi kolapsnyasalurannapasatas. Aolapsnaso%aringditemukanpada31% dari ?4 pasien OSA dan B(% diantaranya memiliki lebih dari satu penyempitan salurannapas atas.18eriodeapneaadalahterjadinya henti napas selama10detikataulebih. 8eriodehypopnea adalah terjadinya keadaan reduksi aliran udara sebanyak lebih.kurang !0% selama1010detikyangberhubungandenganpenurunansaturasi oksigendarahsebesar4%.Apneaterjadi karenakolapsnya salurannapas atas se"aratotal, sedangkanhypopneakolapsnyasebagian, namun jika terjadi se"ara terus.menerus dapat menyebabkan apnea.1#ambar . Obstruksi jalan napas pada pasien OSA+'8 Di$"nosis$iagnosis OSAditegakkan dengan melakukan anamnesis mengenai pola tidur,pemeriksaan %isik, pemeriksaan radiologi dan pemeriksaan penunjang khusus. #abungan datayangakurat dari anamnesis danpemeriksaan%isikyangbaikdapat mengarahkankepadaindikasi untuk melakukan pemeriksaan baku emas OSA.1Auisioner //S dan SSS dapat digunakan untuk menanyakan keluhan yangberhubungan dengan gejala OSA. /SS digunakan untuk menilai bagaimana kebiasaan tidurdanrasamengantukpasiendalamkegiatansehari.hari, sedangkanSSSuntukmengetahuiseberapa mengantuknya pasien pada kegiatan tersebut. 1ultiple sleep laten"y testing (1Sol.41 Do.17!B.4(. ;ebriani $, Eunus ;, Antariksa ), Andrianto &. Celationship )et+een Obstru"ti0e SleepApnea and @ardio0as"ular. 011. :urnal Aardiologi 'ndonesia= >ol.! Do.174(.(!. 8ear"e /0elyn @. Anatomi dan %isiologi untuk paramedis. :akarta. #ramedia. 00*. 4. #uyton A@, &all :/. )uku Ajar;isiologi Aedokteran. /disi 11. 8enerjemah7 'ra+ati,Camadani $, 'ndriyani ;. :akarta. 8enerbit )uku Aedokteran /#@, 00?.(. Ameri"anA"ademyo% Sleep1edi"ine. 003. Obstru"it0esleepapnea. $iunduhdari+++.aasmnet.org 1ei 01(?. Obstru"ti0e Sleep Apnea or Sleep $isorder )reathing. 010. $iunduh dari+++.lungusa.org 1.300.