Resensi Novel "Secret life of bees" Terjemahan "Rahasia Kehidupan Lebah"

  • Published on
    30-Nov-2015

  • View
    125

  • Download
    11

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Resensi novel "Secret Life of Bees" karya Sue Monk Kidd

Transcript

<p>Resensi Novel</p> <p>SMAN 2 BogorResensi NovelThe Secret Life of Bees (Rahasia Kehidupan Lebah)</p> <p>Disusun oleh:Puspa Djuhaini NastitiPavita MusiRizky ZulkarnaenShafira Medina C.XI IPA I</p> <p> R SMA BI NEGERI 2 BOGOR Jl. Keranji Ujung 1 Budi Agung, Tanah Sareal Bogor 16165 Indonesia Telp./Fax (0251) 8318761 . E-mail :semandabogor@yahoo.co.id Website : www.sman2bogor.sch.id</p> <p>Judul buku: The Secret Life of Bees (Rahasia Kehidupan Lebah)Penulis: Sue Monk KiddAlih bahasa: Wita LestariPenerbit: PT TransmediaTahun terbit: 2006Jumlah halaman: 434 halamanUkuran: 1319 cmKetebalan: 1, 5cmHarga buku: Rp 47.500,00</p> <p> Buku ini mengisahkan kehidupan seorang anak berumur 14 tahun bernama Lily Owens yang tinggal di South Carolina dengan setting tahun 60-an yang pada saat itu rasisme antara kulit hitam dan putih masih mendasari kehidupan di Amerika. Sue Monk Kidd, novelis kelahiran Sylvester, Georgia ini awalnya adalah penulis essay yang dipublikasikan di sebuah media cetak bernama Readers Digest. Sue yang ternyata memiliki latar belakang pendidikan sebagai instruktur perawat ini tidak disangka membuat gebrakan dalam karya sastra. Karyanya yang berjudul "The Secret Life of Bees" ini telah diangkat ke dalam layar lebar yang diperankan oleh Dakota Fanning, Queen Latifah, Alicia Keys, Jennifer Hudson dan Sophie Okonedo. Kidd telah diakui ole dunia, terbukti dari tulisannya yang dipublikasikan dengan hardcover oleh Guideposts Book.Cerita ini mengambil setting di daerah South Carolina pada tahun 1964, The Secret Life of Bees bercerita tentang Lily Owens, yang seluruh hidupnya terbentuk oleh kenangan buram saat ibunya terbunuh pada suatu siang. Lily Owens melalui pencarian panjang untuk menemukan sosok seseorang Ibu yang selalu dihalangi oleh ayahnya T. Ray. Sosok ibu yang sempurna telah hancur ketika T. Ray memberitahukan kenyataan dibalik kematian Ibunya. Lily yang putus asa ini akhirnya melarikan diri dengan pembantunya yang berkulit hitam dan berkemauan teguh, Rosaleen. Karena Rosaleen menghina tiga pria paling rasis dikota, dia dihakimi orang-orang kulit putih dengan membuat Rosaleen babak belur dan sempat ditahan di kantor polisi. Setelah berhasil melarikan diri bersama Lily mereka kabur keTiburon,South Carolinasebuahkotayang menyimpan rahasia masa lalu ibunya. Dalam pelarian ini, bukan hanya pelarian mencari tempat berlindung dari kejaran polisi tetapi juga awal dari pencarian Lily akan sosok Ibunya. Dituntun oleh peninggalan Ibunya melalui gambar The Black Madonna, Lily menemukan 3 orang perempuan yang mempunyai hubungan masa lalu dengan ibunya, yaitu August, July, dan May. August merupakan tipe ibu sejati, dan ternyata ia dulunya pengasuh ibu Lily, Deborah. August sangat baik hati dan ialah yang mau menerima Lily tinggal dirumahnya. Sedangakan July, sejak bertemu Lily, tidak suka dengan Lily karena ia sangat mirip dengan ibunya, dan July sendiri mempunyai kenangan yang buruk dengan Deborah, ibu Lily. Tetapi, setelah kematian May, July akhirnya mau menerima Lily dan dia meminta maaf atas kelakuannya terhadap Lily.Sedangkan May, merupakan gadis manis yang pandai memasak, namun ia mempunyai gangguan jiwa disebabkan trauma saudara kembarnya yang bunuh diri, April. May sehari-harinya seperti orang normal, tapi jika ia melihat berita pembunuhan, perampokan, pemerkosaan atau kecelakaan atau mendengar hal yang sedih ia akan mulai menangis dan yang paling parah ketika ia mendengar pekerjanya yang ia anggap adik sendiri, Zachary, ditangkap polisi. May bunuh diri di sungai dengan meletakkan batu di dadanya. Di saat itulah Lily menyadari tentang sebuah penderitaan, cinta, dan kasih sayang bukan hanya diungkapkan melalui kata, tetapi dengan hati. Dia menyadari di peternakan lebah inilah Lily menemukan hati perempuan-perempuan yang menumbuhkan hubungan baru Ibu dan anak yang selalu diimpikan oleh Lily Owens. Lily diajak memasuki sebuah dunia lebah dan madu yang memikat, beternak madu, memahami hati orang lain dan Black Madonna.Novel ini bertemakan kekeluargaan yang menceritakan pencarian Lily Owen untuk menemukan suasana keluarga yang ia idamkan karena hilangnya sosok ibu dalam kehidupannya.Alur yang digunakan dalam novel ini adalah maju-mundur-maju yang diawali dari kehidupan Lily Owens secara kronologis dimulai dari kehidupannya di Sylvan bersama ayahnya, T. Ray, yang diselingi dengan cerita masa lalu kehidupannya dengan ibunya hingga akhirnya ia menetap di Tiburon, South Carolina bersama August, July dan May yang ternyata memiliki hubungan dengan ibunya, Deborah.Penokohan dalam cerita ini digambarkan secara tidak langsung melalui tingkah laku dan dialog antara para tokoh. Lily Owens yang merupakan tokoh utama dalam novel ini merupakan seorang anak yang memiliki tekad yang besar untuk menemukan kisah dibalik peninggalan ibunya. T. Ray yang merupakan ayah dari Lily merupakan sosok yang keras setelah ditinggal istrinya, Deborah. August adalah seorang yang penyayang dibuktikan oleh sikapnya terhadap Lily. June yang merupakan saudara dari August mengalami gangguan kejiwaan yang menyebabkan ia tidak dapat membedakan antara perasaannya sendiri dengan perasaan orang lain. May yang merupakan saudara dari August dan June merupakan tokoh yang tegas.Kelebihan dari novel ini yaitu bahwa novel ini menceritakan pencarian Lily akan seorang ibu dengan cara yang sangat memesona dengan karakter yang begitu realistis. Di setiap awal bab dari novel ini juga dicantumkan kutipan mengenai kehidupan dan perilaku lebah secara filosofis yang dikaitkan dengan isi cerita dari tiap bab. Bahasa yang digunakan pun lugas dan jelas meskipun novel ini bergenre fiksi. Kekurangan dari novel ini yaitu banyak menggunakan istilah yang diterjemahkan dari bahasa inggris ke bahasa indonesia sehingga ada beberapa istilah yang sulit dipahami.Novel yang dibalut dengan percintaan dan penderitaan ini sangat menarik untuk dibaca oleh segala kalangan usia. Novel ini menggugah pembaca untuk membuka mata terhadap masalah yang ada di sekitar kita, yakni rasisme. Novel ini menceritakan sisi lain kaum minoritas di South Carolina yang menyentuh rasa kemanusiaan kita, bahwa perbedaan dapat memicu pertumpahan darah, tetapi perbedaan pula dapat mempersatukan kita.</p>