Resum Buku

  • Published on
    11-Nov-2015

  • View
    16

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

dinamika kelompok resum buku

Transcript

<p>BAB 1PENGENALAN TERHADAP DINAMIKA KELOMPOK</p> <p>A. SEJARAH DINAMIKA KELOMPOK1. Zaman YunaniPada masa ini berkembang ajaran Planto, bahwa daya-daya pada individu tercermin dalam struktur masyarakat dengan karakteristik yang berbeda satu sama lain.Masing-masing struktur masyarakat merupakan kelompok yang terpisah satu sama lain dan tiap-tiap golongan memilki norma yang berfungsi sebagai pemersatu dan pedoman dalam interaksi sosial antaranggota masing-masing golongan. 2. Zaman LiberalismePengaruh cara berfikir bebas mengakibatkan individu bebas menentukan segala sesuatu bagi dirinya sendiri tidak untuk orang lain. Kebebasan ini membawa malapetaka bagi tiap-tiap individu karena individu merasa tidak mempunyai pedoman dalam kehidupan sehingga mereka tidak merasa memiliki kepastian.Pada hakikatnya Leviathan/Negara merupakan suatu bentuk pengelompokan yang telah memiliki norma, struktur, dan pemimpin yang belum tentu ada di dalam suatu kelompok.3. Zaman Ilmu Jiwa Bangsa-bangsaPada masa ini Moritz Lazarus dan Stanley Hall memelopori untuk mengadakan suatu penyelidikan terhadap bangsa primitif yang memiliki ciri khas di dalam kehidupannya.Mereka mengadakan penyelidikan terhadap adat dan bahasa rakyat dalam hubungannya dengan tingkah laku masyarakat primitif yang menimbulkan homogenitas pada masyarakat sehingga setiap sikap dan tingkah laku anggotanya tidak berbeda satu sama lain.Disebabkan karena adat dan bahasa rakyat menimbulkan kesamaan psikologi, dan ini tercermin dalam sikap dan tingkah laku. Inilah yang kemudian terkenal dengan teori sosial.4. Zaman Gerakan MassaHasil penyelidikan Gustave le Bon dirumuskan dalam The Crowd menunjukkan bahwa dalam gerakan massa timbul apa yang dinamakan sugesti yang mengakibatkan gerakan massa tersebut dalam setiap individu kehilangan control terhadap dirinya.5. Zaman Psikologi SosialPenyelidikan terhadap massa telah memberikan motivasi kepada para ahli untuk mengadakan penyelidikan lebih mendalam terhadap massa walaupun dengan risiko yang besar.Namun, permulaan abad ke-20, para ahli mengubah arah penyelidikannya pada penyelidikan terhadap gejala-gejala psikis dalam situasi tertentu yang dipandang dapat memberi hasil.Edward A.Ross mengadakan penyelidikan terhadap hubungan psikis antara individu dengan lingkungannya yang ditulis dalam bukunya Social Psychology. Yang dapat mendorong ahli lain untuk merumuskan tentang objek psikologi sosial yang mempelajari tingkah laku individu dalam hubungannya dengan situasi sosial.</p> <p>6. Zaman Dinamikan KelompokErich Fromm mengawali kegiatan penyelidikan yang disusun dalam buku Escape From Freedom untuk menunjukkan perlunya individu itu bekerja sama dengan individu lain, hingga timbul solidariteit di dalam kehidupannya.Moreno mengemukakan bahwa perlunya kelompok-kelompok kecil seperti keluarga, klik, regu belajar, ketika di dalam kelompok itu terdapat suasana saling menolong, hingga kohesi menjadi kuat, dan kelompok yang makin kuat kohesinya, makin besar moralnya.Kurt Lewin telah menyimpulkan bahwa tingkah laku individu sangat dipengaruhi oleh kelompok yang menjadi anggotanya. Jadi, jelaslah bahwa kelompok itu memang benar-benar mempunyai pengaruh terhadap kehidupan individu.B. STATUS DINAMIKA KELOMPOK1. Cabang SosiologiAhli-ahli sosiologi seperti Homans, Moreno, dan Mitschell berpendapat bahwa masalah kelompok/grup dan stuktur kelompok yang menjadi objek dinamika kelompok merupakan sebagian bahan yang menjadi objek sosiologi.Moreno berpendapat bahwa dalam kelompok terdapat social distance (jarak sosial), Herbert Spencer dan konsepsinya nation (bangsa), Karl Marx dengan konsepnya class,Toynbee dengan konsepnya civilization, Emile Durheim dengan konsepsinya group spirit, namun diantar mereka terdapat perbedaan pandangan.2. Cabang PsikologiRobert F. Balesdi dalam bukunya interaction analysis memasukkan dinamika kelompok ke dalam cabang psikologi.Alasannya adalah di dalam dinamika kelompok titik beratnya bukan masalah kelompok itu sendiri tetapi yang pokok adalah proses kejiwaan yang terjadi/timbul pada individu danpengaruhnya terhadap kelompok.Sprott dalam bukunya Human Group mencoba menganalisis persoalan interrelasi/hubungan yang terjadi antaranggota suatu kelompok.3. Cabang Psikologi SosialPara ahli psikologi sosial seperti Otto Klineberg berpendapat bahwa dinamika kelompok lebih ditekankan kepada peninjauan psikologi sosial karena terpenting sampai sejauh mana pengaruh interaksi sosial individu di dalam kelompok terhadap masing-masing individu sebagai anggota suatu kelompok.4. Bidang EksperimenCartwright dan Zender dalam buku Group Dynamic, bahwa dinamika kelompok sebenarnya adalah bidang eksperimen, walaupun sifatnya cenderung mengarah kepada persoalan psikologi.C. DEFINISI DINAMIKA KELOMPOK1. Pengertian Dinamika Kelompoka. Pengertian DinamikaDinamika berarti tingkah laku warga yang satu secra langsung memengaruhi warga yang lain secara timbal balik.Dinamika kelompok berarti suatu kelompok yang teratur dari dua individu atau lebih yang mempunyai hubungan psikologis secara jelas antara anggota yang satu dengan yang lain.b. KelompokKebutuhan individu menurut A. Maslow dikenal sebagai:1) Kebutuhan fisik,2) Kebutuhan rasa aman,3) Kebutuhan kasih sayang,4) Kebutuhan prestasi dan prestise, dan5) Kebutuhan untuk melaksanakan sendiri.Individu memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan di atas, namun potensi yang ada pada individu yang bersangkutan terbatas sehingga individu harus meminta bantuan kepada individu lain yang sama-sama hidup satu kelompok.Individu berusaha mengatasi kesulitan melalui prinsip escapism, artinya salah satu bentuk pelarian diro dengan mengorbankan pribadinya dan mempercayakan pada orang lain yang menurutnya memiliki suatu yang tidak ada pada dirinya.2. Persoalan dalam Dinamika KelompokRuth Benedict menjelaskan bahwa persoalan yang ada dalam dinamika kelompok dapat diuraikan sebagai berikut:a. Kohesi/peraturan: akan dilihat tingkah laku anggota dalam kelompok.b. Motif/dorongan: berkisar pada interes anggota terhadap kehidupan kelompok.c. Struktur: terlihat pada bentuk pengelompokan, bentuk hubungan, perbedaan kedudukan antaranggota, pembagian tugas.d. Pimpinan: terlihat pada bentuk-bentuk kepemimpinan, tugas pemimpin, sistem kepemimpinan.e. Perkembangan kelompok: terlihat pada perbahan dalam kelompok, senangnya anggota tetap berada dalam kelompok, perpecahan kelompok.</p> <p>3. Pentingnya Mempelajari Dinamika KelompokPentingnya mempelajari dinamika kelompok:a. Individu tidak mungkin hidup sendiri di dalam masyarakatb. Individu tidak dapat pula bekerja sendiri dalam memenuhi kehidupannya.c. Perlu adanya pembagian kerja agar pekerjaan dapat terlaksana dengan baik.d. Masyarakat yang demokratis dapat berjalan baik apabila lembaga sosial dapat bekerja dengan efektif.e. Semakin banyak diakui manfaat dari penyelidikan yang ditujukan kepada kelompok-kelompok.</p> <p>D. PENDEKATAN-PENDEKATAN DINAMIKA KELOMPOKStatus dinamika kelompok menjadi bahan perdaingan dari para ahli psikologi, ahli sosiologi, ahli psikologi sosial, maupun ahli yang menganggap dinamika kelompok sebagai bidang eksperimen saja.1. Pendekatan oleh Bales dan HomansDengan konsep adanya aksi, interaksi, dan situasi yang adadalam suatu kelompok.Homans menamnahkan, dengan adanya interaksi dalam kelompok maka kelompok yang bersangkutan marupakan sistem interdependensi, dengan sifat-sifat:a. Adanya stratifikasi kedudukan warga,b. Adanya diferensiasi dalam dukungan dan pengaruh antara anggota kelompok yang satu dengan yang lain,c. Adanya perkembangan pada sistem intern kelompok yang diakibatkan adanya pengaruh faktor-faktor dari luar kelompok.</p> <p>2. Pendekatan oleh StogdillMenekankan pada sifat-sifat kepemimpinan dalam bentuk organisasi formal. Stogdill menambahkan bahwa yang dimaksudkan kepemimpinan adalah suatu proses yang memengaruhi aktivitas kelompok yang terorganisasi sebagaiusaha untuk mencapai tujuan kelompok.Kelompok yang terorganisir ialah suatu kelompok yang tiap-tiap anggotanya mendapat tanggungan dalam hubungannya dengan pembagian tugas untuk mencapai kerja sama dalam kelompok.3. Pendekatan dari Ahli Psycho Analysis oleh Sigmund Freud dan ScheidlingerScheidlinger berpendapat bahwa aspek-aspek motif dan emosional sangat memegang peranan penting dalam kehidupan kelompok. Sigmund Freud berpendapat bahwa setiap kelompok perlu adanya cohesiveness/kesatuan kelompok, agar kelompok tersebut dapat bertahan lama dan berkembang.4. Pendekatan dari Yennings dan MorenoYennings mengemukakan konsepsinya tentang pilihan bebas, spontan, dan efektif dari anggota kelompok yang satu terhadap anggota kelompok yang lain dalam rangka pembentukan ikatan kelompok.Moreno dengan sosiometrinya hasil membedakan psikhe group dan socio group.a. Psikhe group artinya suatu kelompok yang terbentuk atas dasar suka/tidak suka, simpati, atau antipasti antaranggota.b. Socio group artinya suatu kelompok yang terbentuk atas dasar tekanan dari pihak luar.</p> <p>BAB 2INTERAKSI SOSIAL</p> <p>A. DEFINISI DAN ASPEK INTERAKSI SOSIAL1. Definisi Interaksi SosialPada hakikatnya manusi memiliki sifat:a. Manusia sebagai makhluk individu,b. Manusia sebagai makhluk sosial,c. Manusia sebagai makhluk berkebutuhan.Manusia sebagai makhluk sosial, dituntuk untukmelakukan hubungan sosial antar sesamanya dalam hidupnya di samping tuntutan untuk hidup berkelompok.Hubungan sosial merupakan salah satu hubungan yang harus dilaksanakan dalam hubungan itu setiapindividu menyadari tentang kehadirannya di samping kehadiran individu lain. Manusia sebagai makhluk sosial menuntut adanya kehidupan berkelompk sebagai keadaan ini mirip sebuah community.Harold bethel menjelaskan bahwa the basic condition of a common life dapat tercermin pada faktor-faktor berikut ini:1. Group of people, artinya kumpulan orang-orang.1. Definite place, artinya adanya wilayah/tempat tinggal tertentu.1. Mode of living, artinya adanya pemilihan cara-cara hidup.Atas dasar faktor di atas, disimpulkan bahwa setiap individu dalam suatu kehidupan harus menjalin interaksi sosial.Dalam hal ini menurut S.S. Sargent, mengemukakan bahwa pada pokoknya, tingkah laku sosial yang selalu dalam kerangka kelompok seperti struktur dan fungsi kelompok merupakan interaksi sosial.Sementara itu, H. Bonner merumurkan bahwa interaksi sosial merupakan hubungan antara dua individu atau lebih ketika kelakuan individu yang satu memengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain, atau sebaliknya.Dengan demikian, kedua definisi tersebut satu sama lain tidak berbeda pengertian dan saling melengkapi sehingga hal ini akan memudahkan untuk mengetahui aspek-aspek yang ada dalam interaksi sosial.2. Aspek-aspek interaksi sosialDengan diketahui definisi interaksi sosial di atas, aspek-aspek dalam interaksi sosial adalah sebagai berikut.1. Adanya hubungan1. Adanya individu1. Adanya tujuan1. Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok.</p> <p>3. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam interaksi sosialDi samping aspek-aspek tersebut di atas, dalam interaksi sosial terdapat faktor-faktor yang ikut memengaruhi interaksi sosial tersebut , yang menentukan berhasil/tidaknya interaksi sosial. Faktor-faktor yang dimaksud yaitu sebagai berikut.1. The nature of the social situation ( situasi sosial yang memberi bentuk tingkah laku).1. The norms prevailing in any given social group ( kekuasaan norma kelompok berpengaruh terhadap terjadinya interaksi sosial).1. Their own personality trends ( tujuan pribadi individu memengaruhi tingkah laku).1. A persons transtory tendencis ( reaksi individu sesuai dengan kedudukan dan kondisinya yang mana bersifat sementara).1. The process of perceiving and interprenting a situation (situasi berpengaruh dan memancing individu untuk menafsirkan situasi).</p> <p>B. DASAR- DASAR INTERAKSI SOSIALDi dalam mlakukan interaksi sosial, selain dipengaruhi oleh faktor-faktor di atas, sudah barang tentu individu memiliki dasar-dasar interaksi sosial yang datang dari dalam individu maupun dari luar individu. Berikut uraiannya:0. Imitasi0. Tumbuhnya imitasi sebagai dasar interaksi sosialGabriel tarde seorang ahli ukum menyimpulkan bahwa tindakan dan kehidupan sosial dilakukan atas dasar imitasi. Di mana hal tersebut akan menimbulkan penemuan baru atau invention bagi orang-orang tertentu. Dua tokoh lain Trotter &amp; Walter Bogehot, juga berpendapat bahwa tingkah laku imitasi timbul dari hasil principe attraction.0. DefinisiImitasi yang dilaksanakan individu serupa dengan idio-motor action, yaitu adanya tingkahlaku yang brsifat otomatis sehingga menimbulkan tingkah laku yang seragam.0. Syarat-syarat imitasiChoros membagi beberapa persyaratan dalam berimitasi adalah sebagai bertikut:1. Harus ada minat/perhatian terhadap sesuatu yang akan diimitasi1. Harus ada sikap menjunjung tinggi atau mengagumi pada hal-hal yang diimitasi.1. Harus adaa penghargaan sosial yang tinggi.1. Harus ada pengetahuan dari individu.0. Macam-macam imitasiMenurut cara yang dilakukan individu untuk mengimitasi, imitasi menurut Baldwin terbagi atas:1. Nondeliberate imitation, meniru tanpa mengetahui maksud dan tujuannya.1. Deliberate imitation, meniru dengan maksud dan tujuan tertentu.0. Tahap dalam proses imitasiDalam imitasi yang tidak disengaja ada beberapa tahap, diantaranya:1. Tahap proyeksi, tahap perolehan kesan dari sesuatu yang diimitasi.1. Tahap subjektif, tahap menerima sesuatu yang diimitasi.1. Tahap objektif, tahap menguasai apa yang diimitasi.0. Hukum-hukum imitasiMenurut Gabriel Tarde hukum imitasi diantaranya:1. The law of descent, suatu golongan atas menjadi objek golongan yang di bawahnya.1. The law of geomatrial progression, proses peniruan sudah barang tentu dimulai dari sumber asalnya.1. The law of the internal before the exotic, peniruan kebudayaan sendiri lebih mudah dari pada kebudayaan asing.0. Akibat imitasiDalam hubungannya dengan interaksi sosial, imitasi berakibat diantaranya:1. Akibat positif:1. Dapat diperoleh kecakapan dengan segera1. Adanya tingkah laku yang seragam1. Dapat mendorong individu atau kelompok untuk bertingkahlaku.1. Akibat negatif:1. Apabila yang diimitasi hala yang salah dapt mengakibatkan kesalahan massal.1. Terhambatnya cara berpikir kritis.</p> <p>0. Sugesti1. Timbulnya sugestiTimbulnya sugesti sebagai interaksi sosial didahului oleh pandangan para ahli yang rata-rata memiliki kesamaan.1. Masmer dengan konsepsinya Animal Magtism, bahwa orang-orang apabila seseorang yang berpengaruh saling menyentuh, mereka akan mengikuti suaranya.1. Baid dengan konsepsinya Idio Motor Response, bahwa hypnotism untuk menggambarkan gejala di bawah imbal kata/diskusi hypnotism tersebut dibatasi oleh lapangan kesadaran.1. Kesadaran yang kacau, konsepsi dari Gustave Ie Bon, bahwa tingkahlaku individu dalam suasana massa berbeda dengan tingkah laku individu biasa, sepertinya individu lebih impulsif , mudah tersinggung, agresif, muah terbawa arus sentimen, kurang rasional, tersugesti dan sebagainya.Dari hasil penyelidikannya, sampailah Gustave Ie Bon pada kesimpulan bahwa dalam situasi massa terdapat ciri-cir...</p>