REZIM PARIS AGREEMENT 2015 DALAM KERANGKA sil.ui.ac.id/wp-content/uploads/Rezim-Paris-Agreement-2015-dalam... ·…

  • Published on
    06-Mar-2019

  • View
    213

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>REZIM PARIS AGREEMENT 2015DALAM KERANGKA MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN </p> <p>RENDAH KARBON DAN PERTUMBUHAN HIJAU</p> <p>ANDREAS PRAMUDIANTO, SH,M.SiPUSAT PENELITIAN SUMBERDAYA MANUSIA DAN LINGKUNGAN (PPSML)</p> <p>DEPARTEMEN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL-FISIPUNIVERSITAS INDONESIA (PPSML-UI)</p> <p>DAFTAR RIWAYAT HIDUP SINGKAT Nama : Andreas Pramudianto, SH,MSi Pekerjaan : Peneliti /Dosen Tempat,Tgl Lahir /Born : Kutoarjo,Kab. Purworejo, 16 Juli 1967 Alamat Kantor/ Office : Pusat Penelitian Sumberdaya</p> <p>Manusia dan LingkunganUniversitas Indonesia (PPSML-UI) Gedung C Lantai V Kampus UI Salemba Telp. 021 31930309</p> <p> Alamat Rumah/Home : Jl. Kemuning II No.41 Rt 004/04 Utankayu Utara Jakarta Timur13120 HP 08159117163</p> <p> Email/Blog : andreas.pramudianto@gmail.comhttp://ui.academia.edu/AndreasPramudiantohttp://wwwpram.blogspot.comhttps://www.researchgate.net/profile/Andreas_Pramudianto</p> <p> Pendidikan/Education : Tamat SMA Kolese Kanisius (1986) Tamat Fakultas Hukum Universitas Parahiyangan, Bandung (1991) Tamat Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (2003)</p> <p>mailto:andreas.pramudianto@gmail.comhttp://ui.academia.edu/AndreasPramudiantohttp://wwwpram.blogspot.com/https://www.researchgate.net/profile/Andreas_Pramudianto</p> <p>I. PENGANTARII. TINJAUAN PUSTAKAIII. METODOLOGIIV. HASIL PENELITIAN DAN DISKUSIV. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI</p> <p>I. PENGANTAR</p> <p>KONDISI IKLIM GLOBAL Kondisi iklim global saat ini </p> <p>mengalami krisis yang cukup penting. Menurut WRI carbon budget sudah digunakan lebih dari separuh dari yang ada. (http://www.wri.org/ipcc-infographics). </p> <p> Jika emisi tidak diturunkan lebih dalam (deep cut) maka akan terjadi bencana bagi planet bumi. </p> <p>http://www.wri.org/ipcc-infographics</p> <p>PENDAHULUAN</p> <p>- Sementara itu di masa depan rata-rata suhu bumi akan naik antara0,3C ke 0,7C pada periode 2016-2035. </p> <p>- Pada periode 2081-2100, rata-rata suhu di permukaan bumi akanmelampaui masa pra industri ataunaik 1,5C setara dengankenaikan 2C (tergantung padakonsentrasi emisi gas rumah kaca) (IPCC Report Assessment 5thdalamwww.hijauku.com/2013/09/28/laporan-ipcc-kini-saatnya-beraksi/)</p> <p>http://www.hijauku.com/2013/09/28/laporan-ipcc-kini-saatnya-beraksi/</p> <p>Maka</p> <p>Adanya bukti ilmiah ini maka negosiasi untuk membentuk kerangka rezim perubahan iklim melalui hukum internasional yang lebih mengikat yaitu Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim (United Nations Framework of Climate Change Convention-UNFCCC) mulai dilakukan..</p> <p>IDENTIFIKASI PERMASALAHAN </p> <p>1. Apakah rezim Paris Agreement 2015 mengatur ketentuan pembangunan rendah karbon dan pertumbuhan hijau ?</p> <p>2. Bagaimana cara rezim Paris Agreement 2015 agar dapat mewujudkan pembangunan rendah karbon dan pertumbuhan hijau ? </p> <p>3. Bagaimana Paris Agreement 2015 harus diantisipasi oleh Indonesia terutama dalam kerangka pembangunan rendah karbon dan pertumbuhan hijau ? </p> <p>MAKSUD DIADAKANNYA PENELITIAN INI</p> <p>Untuk mengetahui, memahamidan menganalisis ketentuanmengenai pembangunan rendahkarbon (low carbon development)dan pertumbuhan hijau (greengrowth) yang tercantum dalamParis Agreement 2015.</p> <p>TUJUAN PENELITIAN</p> <p>Mengidentifikasi ketentuan pembangunanrendah karbon dan pertumbuhan hijau dalamParis Agreement 2015.Mengetahui, memahami danmendeskripsikan ketentuan pembangunanrendah karbon dan pertumbuhan hijau dalamParis Agreement 2015.Menganalisis Paris Agreement 2015 terkaitpembangunan rendah karbon danpertumbuhan hijau terutama dalam kerangkaIndonesia.</p> <p>MANFAAT PENELITIAN</p> <p>Memberikan informasi dasar untuk menambah kajianatau studi perubahan iklim khususnya yang menyangkutParis Agreement 2015 dengan pembangunan rendahkarbon dan pertumbuhan hijau.Secara ilmiah pnelitian ini akan bermanfaat bagipengembangan ilmu hukum, ilmu hubungan internasionaldan ilmu lingkungan terutama terkait dengan ketentuandalam Paris Agreement 2015.Bagi pengambil keputusan, penelitian ini akanbermanfaat untuk menentukan apakah suatu perjanjianinternasional khususnya Paris Agreement 2015 mampumewujudkan pembangunan berkelanjutan khususnyapembangunan rendah karbon dan pertumbuhan hijau.</p> <p>LINGKUP PENELITIAN</p> <p>Telah banyak studi mengenaiperubahan iklim, namun untuk studimengenai perjanjian internasionalkhususnya Paris Agreement 2015terkait pembangunan rendah karbonbelum banyak dilakukan. Karena itustudi ini hanya membatasiketentuan-ketentuan yangberhubungan dengan pembangunanrendah karbon dan pertumbuhanhijau dalam Paris Agreement 2015.</p> <p>II. TINJAUAN PUSTAKA</p> <p>TEORI REZIM Menurut Krasner (1982) dalam</p> <p>Hennida (2015) reziminternasional merupakanserangkaian prinsip, norma, peraturan dan prosedurpembuatan keputusan dimanaekspektasi dari para aktornyabertemu pada area tertentudalam hubungan internasional. </p> <p>UNFCCC SEBAGAI REZIM</p> <p> United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) merupakan salah satu rezim perubahan iklim yang hasilnya dicapai dalam United Nations Conference on Environmental and Development (UNCED) atau Earth Summit yang juga dikenal sebagai KTT Bumi yang diselenggarakan di Rio De Janerio pada tahun 1992. (UNEP: 2000). </p> <p>KONFERENSI PBB MENGENAI </p> <p>LINGKUNGAN HIDUP MANUSIA </p> <p>(UNITED NATIONS CONFERENCE ON </p> <p>HUMAN ENVIRONMENT) </p> <p>Stockholm, Swedia1972</p> <p>KONFERENSI NAIROBI </p> <p>(STOCKHOLM PLUS 10)</p> <p>Nairobi , Kenya1982</p> <p>KONFERENSI TINGKAT TINGGI BUMI (KTT BUMI)</p> <p>(UNITED NATIONS CONFERENCE ON </p> <p>ENVIRONMENT AND DEVELOPMENT </p> <p>(UNCED OR EARTH SUMMIT)</p> <p>Rio De Janerio, Brazil1992</p> <p>KONFERENSI NEW YORK </p> <p>(RIO PLUS 5)New York, </p> <p>Amerika Serikat1997</p> <p>???2022</p> <p>KONFERENSI TINGKAT </p> <p>TINGGI RIO PLUS 20 </p> <p>(RIO SUMMIT 20) </p> <p>Rio De Janerio 2012</p> <p>KONFERENSI TINGKAT TINGGI PEMBANGUNAN </p> <p>BERKELANJUTAN </p> <p>(WORLD SUMMIT ON SUSTAINABLE </p> <p>DEVELOPMENT (WSSD OR RIO PLUS </p> <p>10)Johanesburg , Afrika</p> <p>Selatan 2002</p> <p>MILLSTONE : KONFERENSI TINGKAT TINGGI </p> <p>KETERKAITAN ANTAR REZIM</p> <p>Rezim UNFCCC 1992 sebagairezim perubahan iklim menjadisangat penting kedudukannyadalam proses pencapaianpembangunan berkelanjutanyang tujuannya telah disepakatibaik ditahun 2000 maupun dibulan September 2015</p> <p>TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN</p> <p>KAITAN REZIM DENGAN PEMBANGUNAN RENDAH KARBON DAN PERTUMBUHAN HIJAU</p> <p> Agar tercapai pembangunan berkelanjutan, maka diperlukan perubahan paradigma pembangunan yang diantaranya mengarah pada pembangunan yang rendah karbon (low carbon development)dan pertumbuhan hijau (green growth).</p> <p> Sedangkan dukungan untuk melaksanakan pertumbuhan hijau (green growth) telah dicanangkan melalui OECD Ministerial Green Growth Declaration tahun 2009 (http://www.oecd.org/ greengrowth/towards-green-growth-9789264111318-en.htm</p> <p> UNFCCC 1992 sebagai rezim internasional saat ini telah berhasil membentuk prinsip, norma, peraturan dan prosedur agar tercapai tujuan UNFCCC 1992 yaitu menstabilkan gas rumah kaca.</p> <p> Karena itu pembangunan rendah karbon dan pertumbuhan hijau dalam rezim harus dibentuk melalui prinsip, norma, peraturan dan prosedur.</p> <p>http://www.oecd.org/%20greengrowth/towards-green-growth-9789264111318-en.htm</p> <p>TUJUAN UNFCCC Menstabilkan gas-gas rumah</p> <p>kaca untuk mencapai tingkatyang tidak membahayakansistem iklim global. Agar tujuanUNFCCC 1992 tercapai, makadiperlukan tindak lanjut melaluiperangkat hukum yang bersifatlegally binding baik berupaAmandemen maupunProtokol.(United Nations -UNFCCC Secretariat : 2015).</p> <p>PROTOKOL KYOTO (11 Desember 1997 )</p> <p> Definisi Kebijakan-kebijakan dan tindakan-tindakan Pembatasan emisi yang ditentukan dan komitmen-</p> <p>komitmen pengurangan Pemenuhan bersama atas komitmen Isu-isu metodologi Transfer dan Perolehan unit-unit pengurangan emisi Komunikasi informasi Tinjauan informasi Tinjauan protokol Melanjutkan untuk memajukan komitmen yang ada Mekanisme keuangan Mekanisme pembangunan bersih Konferensi Para Pihak yang merupakan pertemuan dari </p> <p>Para Pihak Protokol Sekretariat Badan-badan pelengkap Proses konsultasi multilateral</p> <p> Perdagangan emisi Ketidak patuhan Penyelesaian sengketa Perubahan Persetujuan dan Perubahan atas lampiran Hak suara Penyimpanan Tandatangan ratifikasi, penerimaan, persetujuan atau </p> <p>aksesi Mulai berlaku Reservasi Penarikan diri Teks otentik</p> <p> Lampiran A : Gas-gas rumah kaca dan sektor-sektor kategori sumber</p> <p> Lampiran B : Pembatasan emisi yang ditentukan atau komitmen-komitmen pengurangan oleh pihak.</p> <p>MEKANISME PENURUNAN EMISI BERDASARKAN </p> <p>PROTOKOL KYOTO 1997PASAL 8 JOINT </p> <p>IMPLEMENTATION (JI)ANTAR NEGARA MAJU</p> <p>PASAL 12</p> <p>CLEAN DEVELOPMENT MECHANISM (CDM)</p> <p>NEGARA MAJU-NEGARA BERKEMBANG</p> <p>PASAL 17</p> <p>EMISSION TRADING (ET)</p> <p>ANTAR NEGARA MAJU</p> <p>Kesepakatan Paris (Paris Agreement) Sasaran global untuk menjaga</p> <p>pemanasan antara 2 dan 1.5 C (Art. 2) </p> <p> Kuota emisi ke atmosfer (Carbon Budget) 2oC ~ 1000-1200 Gt CO2e (20-24 </p> <p>tahun lagi bisa emisi seperti saat inibelanjut terus)</p> <p> 1.5 oC ~ 500-600 Gt CO2e (10-12 tahun lagi)</p> <p> Puncak emisi global tercapai secepatmungkin (Art. 4.1) </p> <p> Tercapai keseimbangan antara emisidan rosot pada pertengahan abad 21 (Art. 4.1) </p> <p> Global stocktake untuk mengevaluasikemajuan untuk mencapai sasaran di atas setiap 5 tahun dari tahun 2023 (Art. 14.1 and 2) </p> <p>Sandford et al . 2014</p> <p>4.9oC(4.1-6.9)</p> <p>3.0oC(2.6-3.7)</p> <p>2.4oC(2.0-3.0)</p> <p>1.5oC(1.3-1.9)</p> <p>III. METODOLOGI</p> <p>METODOLOGI PENELITIAN (1)</p> <p>Metode yang digunakandalam studi ini adalahpenelitian deskriptif dengandengan pendekatan historical normative documents dandesk study. </p> <p>METODOLOGI (2) Penelitian ini juga akan </p> <p>mengidentifikasi dan mengkaji bagaimana ketentuan pembangunan rendah karbon dan pertumbuhan hijau dapat ditemukan dalam Paris Agreement 2015 dan bagaimana konsep tersebut diarahkan untuk dikembangkan.</p> <p>IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN</p> <p>ARTICLE 2 (2) PARIS AGREEMENT 2015</p> <p>This Agreement will be implemented to reflect equity and the principle of common but differentiated responsibilities and respective capabilities, in the light of different national circumstances. </p> <p>(Kesepakatan ini akan diimplementasikanuntuk mencerminkan kesetaraan dan prinsiptanggung jawab bersama yang dibedakandan kapabilitas Negara Pihak yang bersangkutan, mempertimbangkan kondisinasional yang berbeda-beda).</p> <p>PASAL 5 PARIS AGREEMENT 2015</p> <p> Para pihak seharusnya mengambil tindakan untukmemelihara dan meningkatkan penyerapan danpenyimpanan untuk gas rumah kaca termasuk hutan. Parapihak didorong untuk mengambil tindakan dalam menerapkandan mendukung pendekatan kebijakan dan insentif untukkegiatan yang berhubungan dengan REDD, perankonservasi, pengelolaan hutan berkelanjutan,meningkatkan stok karbon hutan di negara-negaraberkembang, pendekatan alternatif kebijakan seperti mitigasibersama dan pendekatan adaptasi untuk pengelolaan hutanyang terintegrasi dan berkelanjutan, pentingnya insentif,keuntungan non-karbon sesuai dengan berbagai pendekatan.</p> <p>ISTILAH Istilah pembangunan rendah karbon (low carbon </p> <p>development) sering dipersamakan dengan istilahpembangunan emisi rendah (low emission development).</p> <p> Istilah development juga sering dipersamakan antarapembangunan dengan pertumbuhan. </p> <p> Bahkan sebagai istilah baru, pertumbuhan hijau(green growth),pembangunan hijau (green development) dan ekonomi hijau (green economy)menjadi istilah yang sering dipertukarkan diantaraketiga istilah ini. </p> <p>Tabel 1Ketentuan Pembangunan Rendah karbon dan Tindakan yang </p> <p>harus diwujudkan</p> <p>Ketentuan Paris Agreement 2015</p> <p>Intepretasi terhadapPembangunan RendahKarbon</p> <p>Tindakan yang dapatdilakukan</p> <p>Pasal 4 (6) danPasal 4 (19)</p> <p>Membuat strategi,rencana dantindakan</p> <p>Komunikasi</p> <p>FormulasiTeknologiPendanaanPenelitian danPengembangan</p> <p>Tabel 2Ketentuan Pertumbuhan Hijau dan Tindakan yang harus diwujudkan</p> <p>Ketentuan ParisAgreement 2015</p> <p>Intepretasi PertumbuhanHijau</p> <p>Tindakan yang dapatdilakukan</p> <p>Pasal 10 (5) Mempercepat, mendorongdan meningkatkan inovasi.</p> <p>Teknologi</p> <p>Keuangan danPendanaan,</p> <p>Penelitian danPengembangan,</p> <p>Fasilitasi</p> <p>Akses</p> <p>V. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI</p> <p>KESIMPULAN Paris Agreement 2015 telah</p> <p>memberikan arahan normatif bagipembangunan rendah karbon danpertumbuhan hijau dimana Indonesia berkomitmen dengan pembangunanberkelanjutan.</p> <p>REKOMENDASI Diperlukan tindakan lebih lanjut pasca penandatanganan Paris </p> <p>Agremeement 2015 melalui ratifikasi dalam bentuk Undang-undang dikarenakan ratifikasi Protokol Kyoto 1997 dalambentuk Undang-undang. </p> <p> Diperlukan penyesuaian kebijakan, rencana dan program sertaperangkat hukum nasional agar sesuai dan terimplementasinyatujuan Paris Agreement 2015. </p> <p> Diperlukan studi lebih lanjut terutama dari aspek teknis besertacontoh-contoh praktek pembangunan rendah karbon danpertumbuhan hijau yang sesuai dengan tujuan UNFCCC 1992 dan Paris Agreement 2015.</p> <p>SUMBER DAN BAHAN BACAAN (1) Bahan Presentasi Rencana Aksi nasional Dalam Menghadapi Perubahan Iklim, Deputi III, KLH Bahan Presentasi Perubahan Iklim, REDD dan Hukum Lingkungan Internasional, Andreas Pramudianto, 2010 Bahan Presentasi Mempertimbangkan Gagasan Dan Usulan Pembentukan</p> <p>Rancangan Undang-undang (Ruu) Perubahan Iklim, Andreas Pramudianto, 2013 Bahan Presentasi Strategi Nasional Perubahan Iklim, Wahjuningsih D, Bappenas, 2012 Bahan Presentasi Aspek Legalitas Dalam Mempersiapkan Posisi Nasional, Andreas Pramudianto, 2014 Bahan Presentasi Setting Program Dan Kegiatan Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan IKLIM Reshaping Current Condition To </p> <p>Win The Future, dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, 2015 Bahan Presentasi Post-COP21 Climate Change: What Lies Ahead for Southeast Asian Countries and the ASEAN Region, Andreas </p> <p>Pramudianto, 2015. Bahan Presentasi Strategi dan Agenda Riset Nasional untuk Mendukung Implementasi Kebijakan Perubahan Iklim: Mitigasi dan Adaptasi</p> <p>Perubahan Iklim , Rizaldi Boer, 2016 Mudiyarso, Daniel, Sepuluh Tahun Perjalanan Negosiasi Konvensi Perubahan Iklim, Jakarta, KOMPAS, 2003. Pramudianto, Andreas 2008. Diplomasi Lingkungan, Penerbit UI Press ___________________2014. Hukum Perjanjian Lingkungan Internasional, Setara Press Sands, P. 2013. Principle of International Environmental Law, Manchsester University Press, London Starke, JG. 2006. Hukum Internasional, Sinar Grafika, Jakarta htttp://www.UNFCCCsecretariat.com/ Allaby, M. 1996. Basics of Environmental Science, Routledge, London Anbumozhi, Venkatachalam, Masahiro Kawai and Bindu L Lohani. 2015. Managing the Transition to A Low-Carbon Economy : </p> <p>Perspective, Policies and Practise from Asia, Asia Development Bank,Hongkong. Ari, Mochamad. 2014. Merespon Ancaman Perubahan Iklim : Adaptasi Sebuah Pilihan Mendesak dan Prioritas, Dewan nasional</p> <p>Perubahan Iklim, Jakarta. Benedickson, Jamie et al (eds). 2011. Environmental Law and Sustainability after Rio, IUCN Academy of Environmental Law Series, </p> <p>Edward Elgar Publisher, USA. Bernie, W Patricia and Alan E Boyle. 1992. International Law and the Environment, Clarendon Press, Oxford. Bram, D. 2016. Hukum Perubahan Iklim : Perspektif Global dan Nasional, PT Setara Press, M...</p>