RISALAH QCC SRITI 2

  • Published on
    27-Oct-2015

  • View
    110

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

  • RISALAH QCC SRITI 2

    Meniadakan Ketidakefektifan Cara Pencampuran ( Mixed )

    Obat Injeksi Serbuk Antibiotika di IRNA I

    Sebesar 100 % Selama 6 Bulan

    QCC Sriti 2

    IRNA I Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang

    Jln. Jaksa Agung Suprapto No. 2 Malang2012

  • 1RISALAH QCC SRITI 2

    TEMA :

    Menurunkan Ketidakefektifan Pencampuran ( Mixed )

    Obat Serbuk Injeksi di IRNA I Dr. Saiful Anwar Malang

    JUDUL :

    Meniadakan Ketidakefektifan Pencampuran ( Mixed )

    Obat Injeksi Serbuk Antibiotika di IRNA I

    Sebesar 100 % Selama 6 Bulan

    QCC Sriti 2

    IRNA I Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang

    Jln. Jaksa Agung Suprapto No. 2 Malang

  • 2QCC SRITI 2

    IRNA I RUMAH SAKIT UMUM Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

    Jl. JAKSA AGUNG SUPRAPTO No.2 MALANG JAWA TIMUR

    Tema : Menurunkan ketidakefektifan pencampuran ( Mixed ) obat serbuk

    injeksi di IRNA I RSUD dr. Saiful Anwar Malang.

    Judul : Meniadakan ketidakefektifan pencampuran (Mixed ) obat serbuk

    Injeksi Antibiotika di IRNA I selama 6 bulan

    Visi IRNA I : Mampu melaksanakan kesehatan prima dan paripurna serta pendidikan

    dan penelitian.

    Misi IRNA I :

    Mewujudkan pelayanan kesehatan prima dan paripurna sesuai

    standar pelayanan kesehatan yang bermutu.

    Mewujudkan program unggulan pemberantasan penyakit infeksi

    nosokomial.

    Mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional

    melalui usaha pendidikan dan penelitian bidang kesehatan.

  • 3MOTTO KBKSRITI II IDENTITAS GUGUS JADWAL PERTEMUAN

    - S = Sigap

    - R = Rasional

    - I= Ilmiah

    - T = Terpadu

    - I = Intensif

    Penanggung jawab :

    dr.Putu Moda Arsana, SpPD

    (KEMD)

    Pembimbing :

    Ketua :

    Eko Suratman, S.Kep, Ns

    Sekretaris :

    Yusuf Elmadi, S.Kep, Ns

    Anggota :

    - Kristiyati, AMK

    - Samsul Arifin, AMK

    - Achmat Choiru, AMK

    Usia rata-rata :

    41 tahun

    Pendidikan rata-rata:

    D3 Keperawatan

    KBK dibentuk :

    November 2003

    Jumlah pertemuan :

    6 kali

    Lama pertemuan :

    1 2 jam

    Rata- rata kehadiran :

    80 %

    Periode kegiatan :

    Desember 2011 Juli 2012

  • 4KBK SRITI II IRNA I

    Fasilitator :dr. Syahdevi Nandar Kurniawan, Sp.S

    Ketua:Eko Suratman, S.Kep, Ns

    Anggota:1. Yusuf Elmadi, S.Kep, Ns

    2. Kristiyati, AMK3. Samsul Arifin, AMK

    4. Achmat Choiru, AMK

    STRUKTUR ORGANISASIKBK SRITI II

    WADIR PELAYANAN MEDIK DAN PERAWATAN

    dr. Hanief Noersjahdu Sp.S

    DIREKTUR

    DR. dr. Basuki Bambang Purnomo, Sp.U

    KA.IRNA I

    dr. Putu Moda Arsana, SpPD (KEMD)

    KETUA TIM PENILAI GUGUS KENDALI MUTU

    Drg. Robinson Pasaribu, Sp BM

  • ALUR PERSOALAN

    Obat di suntikkanke pasien

    Pasien MRS /dirawat

    Advis Dokter Pasien dapat terapiobat serbuk injeksi

    Jumlah Obat serbukinjeksi yangdilakukan

    pencampurandalam jumlah

    banyak

    1. Terjadi plebitis

    2. Rasa sakit saat obatdimasukkan

    Perawat melakukan pencampuranobat serbuk injeksi :

    1. Membutuhkan waktu yanglama

    2. Pencampuran kurangmaksimal

    1. Masih ada sisa obat serbukinjeksi yang tidak larut

    2. Jadwal pemberian obatserbuk injeksi terlambat

  • 6JADWAL RENCANA DAN REALISASI KEGIATAN

    1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 41 Menentukan tema

    dan judul

    JuliTAHUN 2011 - 2012

    LANGKAH JuniDesember Januari

    PLAN

    Pebruari Maret April

    4 4

    MeiRencana

    Realisasi

    1

    2

    3

    Menentukan temadan judul

    Menganalisapenyebab

    Menentukanpenyebab dominan

    Membuat rencanadan melaksanakanperbaikanD

    O4

    PLAN

    4 4

    4 4

    5 5

    6 6

    Meneliti hasil

    Membuat rencanadan melaksanakanperbaikanD

    O

    CHEC

    K 5

    46 6

    5

    ACTIO

    N

    Meneliti hasil

    Standarisasi6CH

    ECK 5

    2

    5

    ACTIO

    N

    Standarisasi

    Mengumpulkandata & membuatrencana berikutnya

    7

    6 2

    3

    Keterangan : = Rencana Kegiatan = Realisasi Kegiatan

  • LANGKAH I

  • 8LANGKAH 1

    MENENTUKAN TEMA DAN JUDUL(Periode 24 Desember 2011 20 Januari 2012)

    1. INVENTARISASI PERSOALAN

    Pada tema sekarang ini QCC Sriti 2 menentukan masalah baru sebagai berikut:

    a. Ketidakefektifan cara pencampuran ( Mixed ) obat serbuk injeksi sebanyak 166

    kejadian dari 367 Kejadian ( 45,2 % ).

    b. Ketidakefektifan cara pemindahan pasien dari tempat tidur ke brancard atau

    sebaliknya sebanyak 23 kejadian dari 138 kasus (16,7 % )

    c. Banyaknya penggunaan alat slang penghubung nebulizer kit berulang pada pasien di

    IRNA I sebanyak 37 kejadian dari 178 kasus (20,8% ).

    Data sheet 1 : Pencampuran obat serbuk injeksiPeriode data : 26 Des 2011 20 Jan 2012Sumber data : Ruang : 24 A, 24 B, 26, 05Pengumpul data : Kristiyati + Choiru + Eko SuratmanMetode : Wawancara dan observasiPenanggung jawab data : Ka UPP IRNA I

    RuangJml obat injk yangdiaplos /dicampurdengan aquabides

    Kondisi obat serbuk yang sdhdiaplos/dicampur dng aquabides

    Larut semuaMasih ada sisa

    serbuk

    24A 109 71 38

    24B 111 48 63

    26 105 52 53

    05 42 30 12

    Jumlah 367 201 166

  • 9Data sheet 2 : Ketidakefektifan pemindahan pasien dari tempat tidurke brancard atau sebaliknya.

    Periode data : 26 Des 2011 20 Jan 2012Sumber data : Ruang : 24 A, 24 B, 26, 05Pengumpul data : Yusuf + SamsulMetode : ObservasiPenanggung jawab data : Ka UPP IRNA I

    Ruang Jumlahpasien

    Pasien yang dipindah

    Tempat tidur ke brancard Brancard ke tempat tidur

    Tidak Tepat tepat Tidak Tepat tepat

    24 A 20 1 9 3 7

    24 B 23 2 7 3 11

    25 55 2 20 4 29

    26 40 3 15 5 17

    Jumlah 138 8 51 15 54

    Data sheet 3 : Penggunaan slang nebulizer kit yang berulangPeriode data : 26 Des 2011 20 Jan 2012Sumber data : Ruang 24A, 24B, 26, 05Pengumpul data : Samsul + YusufMetode : ObservasiPenanggung jawab data : Ka UPP IRNA I

    Ruang Jumlah pasien yangmemakai nebulizer

    Alat slang nebulizer

    Lebih dari satupasien Digunakan satu pasien

    24A 73 16 5724B 78 13 6526 25 6 1905 2 2 0

    Jumlah 178 37 141

  • 10

    A. Ketidakefektifanpencampuran obatserbuk injeksi

    B. Ketidakefektifan carapemindahan pasienke brancard dansebaliknya

    C. Penggunaan slangnebulizer kit berulang

    0

    50

    100

    150

    200

    AB

    C

    166

    23 37

    2. PRIORITAS PENENTUAN TEMA BERDASARKAN DIMENSI MUTU

    2.1. Berdasarkan jumlah kejadian

    Kode Persoalan Kejadian

    AKetidakefektifan cara pencampuran ( Mixed ) obat

    serbuk injeksi 166

    BKetidakefektifan cara pemindahan pasien dari tempat

    tidur ke brancard atau sebaliknya 23

    CBanyaknya penggunaan alat slang penghubung nebulizer

    kit berulang 37

    Diagram Batang Frekuensi Kejadian

    Keterangan:

    Dari diagram batang frekuensi kejadian diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah

    kejadian Banyaknya keluhan nyeri dilokasi penyuntikan pada pasien yang mendapatkan terapi

    injeksi di IRNA I RSUD dr. Saiful Anwar menempati urutan tertinggi sebesar 166 kejadian.

  • 11

    0

    0,5

    1

    1,5

    2

    2,5

    3

    3,5

    4

    A B C

    4

    3

    1

    A. Ketidakefektifan carapencampuran obatserbuk injeksi

    B. Ketidakefektifan carapemindahan pasienke brancard dansebaliknya

    C. Penggunaans langnebulizer kit berulang

    2.2. Berdasarkan Keselamatan Pasien ( Safety )

    No Kode Uraian Persoalan NilaiKeselamatan

    pasien

    1. AKetidakefektifan cara pencampuran( Mixed )obat serbuk injeksi 4 Mayor

    2. BKetidakefektifan cara pemindahanpasien dari tempat tidur ke brancardatau sebaliknya

    3 Moderate

    3. CBanyaknya penggunaan alat slangpenghubung nebulizer kit berulang 1 Minimum

    Diagram batang keselamatan pasien (Safety)

    Kesimpulan:

    Dari diagram diatas tampak bahwa Banyaknya keluhan nyeri dilokasi penyuntikan

    pada pasien yang mendapatkan terapi injeksi di IRNA I merupakan persoalan

    prioritas pertama dengan nilai 4.

  • 12

    0

    100000

    200000

    300000

    400000

    500000

    600000

    700000

    800000

    900000

    A B C

    900000

    500000

    400000

    A. Ketidakefektifan carapencampuran obatserbuk injeksi

    B. Ketidakefektifan carapemindahan pasienke brancard dansebaliknya

    C. Penggunaan slangnebulizer kit berulang

    2.3. Berdasarkan pemborosan ( Waste ) bagi pasien

    No Kode Uraian Persoalan Pemborosan

    1. A Ketidakefektifan cara pencampuran obat serbukinjeksi Rp. 900.000

    2. B Ketidakefektifan cara pemindahan pasien daritempat tidur ke brancard atau sebaliknya Rp. 500.000

    3. C Banyaknya penggunaan alat slang penghubungnebulizer kit berulang Rp. 400.000

    Diagram batang pemborosan

    Kesimpulan:

    Dari diagram batang diatas tampak bahwa Ketidakefektifan pencampuran

    ( Mixed ) obat serbuk injeksi (Kode A) merupakan urutan pertama karena

    mengalami pemborosan paling tinggi yaitu Rp. 900.000,-

  • 13

    Pemborosan / kerugian biaya apabila kesalahan tidak diperbaiki

    No Jenis Tindakan

    Kerugian (waste) akibat

    Belumoptimalnya cara

    pencampuranobat serbuk

    injeksi

    Ketidakefektifancara pemindahan

    pasien kebrancard dan

    sebaliknya

    Penggunaanslang nebulizer

    kit berulang

    1. Perawatan Rp. 150.000 Rp. 150.000 -2. Blood set Rp. 10.000 - -3. Venflon Rp. 8.000

    4. Zalf thrombopop Rp. 20.000 - -5. Laboratorium DL Rp. 50.000 - Rp. 50.0006. Antibotika Rp. 500.000 Rp. 225.0007. Tindakan pemasangan

    infusRp. 38.000 - -

    8. Visite Dokter Rp. 40.000 - -9. Spuit Rp. 25.000 Rp. 25.000 Rp. 25.00010. Cairan Infus Rp. 9.000 - -11. Analgesik - Rp. 50.000 -12. Rehabilitasi Medik - Rp. 275.000 -13. Cek Sputum - - Rp. 100.000

    JUMLAH Rp. 900.000 Rp. 500.000 Rp. 400.000

  • 14

    3. KESIMPULAN

    Berdasarkan Analisa Pareto Diagram Batang :

    1. Dari frekuensi kejadian

    Jumlah kejadian Ketidakefektifan cara pencampuran obat serbuk injeksi di IRNA I

    RSUD dr. Saiful Anwar menempati urutan tertinggi

    2. Dari keselamatan pasien (safety)

    Ketidakefektifan cara pencampuran obat serbuk injeksi di IRNA I RSUD dr. Saiful

    Anwar merupakan persoalan prioritas pertama

    3. Dari pemborosan

    Ketidakefektifan cara pencampuran obat serbuk injeksi merupakan urutan pertama

    karena mengalami pemborosan paling tinggi

    Maka berdasarkan Analisa Pareto Diagram Batang diatas, QCC menetapkan bahwa prioritas

    persoalan adalah Ketidakefektifan cara pencampuran obat serbuk Injeksi.

    Dengan demikian SRITI 2 memutuskan untuk memilih tema :

    Adapun alasan pengambilan tema adalah sebagai berikut:

    1. Meningkatkan kualitas pelayanan perawat di rumah sakit dengan

    memperhatikan keamanan dan kenyamanan pasien

    2. Menurunkan rawat inap pasien

    Menurunkan Ketidakefektifan Cara Pencampuran ( Mixed ) obat serbuk injeksi

    di IRNA I RSUD dr Saiful Anwar Malang

  • 15

    0

    50

    100

    150

    AB

    C

    108

    3127

    A. Pencampuran obat serbukinjeksi obat antibiotik tidakefektif

    B. Pencampuran obat serbukinjeksi anti ulsertidak efektif

    C. Pencampuran obat serbukinjeksi anti hipertensi tidakefektif

    4. PENENTUAN JUDUL

    Dalam menentukan judul kita lakukan stratifikasi terhadap cara pencampuran obat serbuk

    injeksi yang tidak efekfif terdiri dari :

    1. Pencampuran obat serbuk injeksi antibiotika yang tidak efektif

    2. Pencampuran obat serbuk injeksi anti ulser yang tidak efektif

    3. Pencampuran obat serbuk injeksi anti hipertensi yang tidak efektif

    Tabel sub stratifikasi judul :

    Kode Jenis obat injeksi serbuk yang dioplos Jumlah kejadian

    APencampuran obat serbuk injeksi obatantibiotik tidak efektif

    108

    BPencampuran obat serbuk injeksi anti ulsertidak efektif 31

    CPencampuran obat serbuk injeksi antihipertensi tidak efektif

    27

    Total 166

    Diagram Batang Stratifikasi Judul

  • 16

    Kesimpulan:

    Berdasarkan diagram batang diatas pencampuran obat serbuk injeksi antibiotika yang

    tidak efektif menempati ururtan tertinggi . Dengan demikian maka QCC Sriti 2 sepakat

    mengambil judul:

    ALASAN PEMILIHAN JUDUL:

    a. Intangible

    a) Menurunkan kepercayaan pasien / keluarga terhadap pemberian obat serbuk

    injeksi

    b) Menurunkan kualitas pelayanan pemberian obat serbuk injeksi

    c) Membahayakan keselamatan pasien dimungkinkan beresiko terjadi plebitis

    b. Tangible

    a) Terjadi penambahan biaya perawatan sebesar Rp. 900.000,- per pasien

    b) Menghambat proses penyembuhan selama 5 hari

    ALASAN PENETAPAN INISIAL GOAL

    QCC Sriti II sepakat untuk menetapkan inisial Goal 100% dengan pertimbangan :

    1. Pengalaman anggota QCCsudah cukup.

    2. Adanya kemauan yang kuat dari anggota QCC untuk melakukan perbaikan.

    Menghilangkan Ketidakefektifan Cara Pencampuran ( Mixed ) obat

    serbuk injeksi antibiotika di IRNA I RSUD dr. Saiful Anwar Malang

    sebesar 100% selama 6 bulan

  • 17

    . Malang, 20 Januari 2012

    Fasilitator Ketua GKM SRITI II

    Dr. Syahdevi Nandar K Sp. S Eko suratmanNIP. 1975 1202 200812 1 008 NIP. 1962 1224 1988 03 1 001

  • 18

    LEMBAR DISPOSISI PIMPINAN

    No Jabatan Nama terang dan Tanda tangan1 Kepala Intalasi Rawat Inap I

    Rumah Sakit Dr. Saiful AnwarMalang

    dr. Putu Moda Arsana, SpPD (KEMD)NIP. 1956 0503 198403 1 008

    KOMENTAR :

  • 19

    LEMBAR DISPOSISI PIMPINAN

    No Jabatan Nama terang dan Tanda tangan

    1 Wakil Direktur PelayananMedik dan KeperawatanRumah Sakit Dr. Saiful AnwarMalang

    Dr. Hanief Noersjahdu, Sp.SPembina Tingkat I

    NIP.19600530 198709 1 001

    KOMENTAR :

  • 20

    LEMBAR DISPOSISI PIMPINAN

    No Jabatan Nama terang dan Tanda tangan1 Direktur

    Rumah Sakit Dr. Saiful AnwarMalang

    DR. dr. Basuki B Purnomo Sp. UPembina Utama Madya

    NIP.19540731 198201 1 002

    KOMENTAR :

  • 21

    LANGKAH 2

  • 22

    LANGKAH 2

    MENGANALISA PENYEBAB(Periode 24 Januari 2012 23 Pebruari 2012)

    Kegiatan pada langkah ini adalah mencari faktor-faktor yang diduga dapat menjadi

    penyebab timbulnya persoalan. Agar dapat memperoleh gambaran yang menyeluruh dari

    suatu susunan sebab akibat, maka upaya untuk menentukan faktor-faktor penyebab persoalan

    dengan menggunakan alat bantu diagram Ishikawa. Hasil pengumpulan ide (brain storming)

    didapatkan data sebagai berikut:

    1. FAKTOR-FAKTOR DALAM DIAGRAM ISHIKAWA:

    A. Faktor Manusia

    C1. Keterbatasan tenaga

    C2. Banyaknya obat yang harus dicampur

    C3. Petugas bekerja tergesa-gesa

    C4. Obat serbuk yang dicampur tidak dicek ulang

    C5. Masih banyak obat serbuk yang diberikan pasien belum larut semua

    C1. Perawat bekerja sesuai kebiasaan

    C1. Banyaknya pasien yang mendapat obat serbuk injeksi

    B. Faktor Metode

    C1. Petugas dalam melakukan cara pencampuran obat serbuk injeksi masih

    menggunakan pedoman instruksi kerja yang belum direvisi

    C. Faktor Material

    C1. Masih ada obat serbuk injeksi yang sulit larut

    C2. Waktu yang dibutuhkan dalam pencampuran lebih lama

    D. Faktor Mesin

    C1. Belum ada alat khusus cara pencampuran obat serbuk injeksi

    C2. Petugas melakukan cara pencampuran obat serbuk injeksi dengan

    cara manual dan satu persatu

  • 2. DIAGRAM ISHIKAWA

    KetidakefektifanPencampuran obat

    serbuk injeksi

    METODE

    MESIN

    MANUSIA

    LINGKUNGANMATERIAL

    Perawat bekerja sesuai dengankebiasaan

    Keterbatasantenaga

    Petugas bekerjatergesa-gesa

    Obat serbuk yang sudahdicampur tidak dicek ulang

    Masih banyak obat serbukyang akan diberikan pasien

    belum larut semua

    Belum ada alat khususuntukpencampuran obat

    serbuk injeksi

    Petugas melakukanpencampuran obat serbukinjeksi dengan cara manual

    dan satu persatu

    Masih ada obat serbukinjeksi yang sulit larut

    Waktu yang dibutuhkandalam mencampur obat

    lebih lama

    Banyak obat serbukyang dicampur

    Petugas dalam melakukanpencampuran obat serbuk

    injeksi masih menggunakanpedoman instruksi kerja

    yang belum direvisiBanyaknya pasien yang mendapat injeksi

    obat serbuk

  • 3. Nominal Group Tehnik ( NGT )

    II5 6 4 5 6 26

    2 2 8 VI

    4

    Masih ada obat serbuk yang sulitlarut

    3 4 3

    1 1

    3

    4 3 5 4

    7

    III

    Banyaknya pasien yangmendapat obat serbuk injeksi

    Keterbatasan tenaga 2 2

    R

    1

    Samsul Choiru No Persoalan Eko Yusuf Kris

    1 2 2 VI1 1

    6

    Perawat bekerja sesuaikebiasaan

    Belum ada alat khusus untukpencampuran obat serbuk

    TANDA TANGAN

    Perawat dalam pencampuranobat serbuk injeksi masihberpedoman pada instruksi kerjayang belum direvisi

    5

    3 19 IV

    3 4 17

    5 28 I6 5 6 6

    Kesimpulan:

    Berdasarkan rumus NGT 1/2 N + 1 maka QCC mendapatkan 4 faktor yang diduga sebagai

    penyebab :

    1. Belum ada alat khusus untuk pencampuran obat serbuk injeksi

    2. Perawat dalam cara pencampuran obat serbuk injeksi masih berpedoman pada instruksi

    kerja yang be...

Recommended

View more >