1 PENDAHULUAN Penggunaan sabun dalam kehidupan sehari-hari sudah tidak asing lagi, terutama sesuai dengan fungsi utamanya, yaitu sebagai pencuci. Berbagai jenis sabun ditawarkan oleh produsen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mulai dari sabun cuci (krim dan bubuk), sabun mandi (padat dan cair), sabun tangan (cair), serta sabun pembersih peralatan rumah tangga (cair dan krim). Membuat sabun sebetulnya bukanlah suatu pekerjaan yang terlalu sulit untuk dilakukan karena selain mudah pengerjaannya, biaya pembuatannya pun relatif murah dengan bahan-bahan yang mudah pula didapat. Mengingat hal tersebut dan perannya yang begitu penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari membuat sabun sendiri dapat dipandang sebagai suatu kegiatan ekonomi yang bisa cukup menguntungkan, baik untuk penghematan maupun untuk menambah penghasilan bila dikelola d dengan baik dalam bentuk industri rumah tangga. 2 PENGGOLONGAN SABUN Ditinjau dari bahan dasarnya sabun dapat digolongkan ke dalam dua k kelompok besar, yaitu: 1) Sabun yang dibuat dari asam lemak dan logam yang digaramkan. Logam yang digunakan biasanya dari jenis logam alkali, misalnya natrium dan kalium. Jenis sabun yang dihasilkan di antaranya a adalah sabun mandi padat dan krim. 2) Sabun yang dibuat dari bahan dasar zat aktif permukaan (ZAP). Jenis ZAP yang digunakan biasnya dari jenis anionik dan menghasilkan sabun dalam bentuk cair. Makalah ini akan menjelaskan cara pembuatan sabun dari golongan yang kedua, yaitu dari zat aktif permukaan. Zat aktif yaitu dari zat aktif permukaan. Zat aktif mengubah tegangan permukaan suatu larutan. Sifat-sifat khusus ZAP adalah pembasahan, daya busa, dan daya emulsi. Zat aktif permukaan anionik adalah zat aktif permukaan yang akan terionisai dan membawa muatan negatif bila dilarutkan dalam air. Salah satu contohnya adalah alkil benzena sulfonat. Senyawa ini memiliki rantai lurus panjang yang bercabang dan dibuat dengan mereaksikan parafin dengan benzena. Beberapa sifatnya yang terpenting adalah : tahan sadah karena tidak mengandung gugus karboksilat dan tahan asam maupun alkali. Sebagai contoh misalnya alkil benzo natrium sulfonat. 3 PENCUCIAN Pencucian adalah proses membersihkan suatu permukaan benda padat dengan bantuan larutan pencuci melalui suatu proses kimia-fisika yang disebut deterjensi. Sifat utama dari kerja deterjensi adalah membasahi permukaan yang kotor kemudian melepaskan kotoran. Pembasahan berarti penurunan tegangan muka padatan-cair. Pencucian ataupermukaan dan antar penglepasan kotoran berlangsung dengan jalan mendispersikan dan mengemulsi kotoran, lalu dengan bantuan aksi mekanik kotoran menjadi terlepas dari permukaan benda padat. Kotoran padat dapat melekat karena adanya pengaruh: ikatan minyak, gaya listrik statik, dan ikatan hidrogen. Penambahan sedikit alkali membantu daya deterjensi dari sabun, tetapi dapat mendorong terjadinya hidrolisa. Alkali digunakan untuk menjaga pH larutan. Deterjen cair biasanya menggunakan bahan pelarut organik sebagai pelengkap dan penambah daya deterjensi dan diperlukan untuk kotorank kotoran yang sulit dihilangkan atau berlemak. 4 ZAT PEMBANTU DAN PENGISI Dalam pembuatan sabun peran zat pembantu dan pengisi sangat besar karena akan sangat menentukan mutu dan kenampakan sabun yang a akan dijual. Zat-zat yang biasa digunakan adalah: 1) Garam, berfungsi sebagai pengental.Semakin banyak jumlah garam yang Semakin banyak jumlah garam yang sabun maka sabun yang dihasilkan akan semakin kental.2) Alkali, pengatur pH larutan sabun dan penambah d daya deterjensi. 3) Zat pemberi busa, untuk meningkatkan pencucian yang bersih, sebab t tanpa busa kemungkinan besar sabun telah mengendap sebagai sabun kalsium atau sabun tidak larut lainnya. 4) EDTA, sebagai pengikat logam sadah dan pengawet. 5) Pewangi, untuk memberikan aroma tertentu sesuai selera dan meningkatkan daya tarik serta daya jual sabun. 6) Zat warna, memberi warna pada sabun agar mempunyai penampilan m menarik. 5 PEMBUATAN SABUN 5 5.1 Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan adalah alat-alat sederhana seperti: piala gelas atau wadah apapun yang dapat digunakan untuk mencampur larutan persiapan sabun asalkan bersih, alat timbangan, pengaduk, dan wadah bersih, alat timbangan, pengaduk, dan wadah untuk mengemas sabun yang dihasilkan (botol-botol). Bahan yang digunakan adalah: 1 1) Alkil benzena sulfonat (ABS) 2) Soda kostik (NaOH) 3) Zat pemberi busa 2 ( (Texapon) 4) Garam dapur (NaCl) 5) Zat warna direk 6) EDTA 7) Pewangi: 4 5 6 Jasmine, Blueberry, Lemon, Rose 5 5.2 Cara Kerja 5.2.1 Sabun Pencuci Cair Resep L Larutan induk : 67% Zat pembusa : 7% Garam dapur : 1% Zat warna : Z G s secukupnya Pewangi : 0,5% Air : 24,5% Total 100% P A L Larutan induk ABS : 24% Soda kostik : 6% Air : 70% Total 100% A S A C Cara Kerja 1) Mula-mula larutan induk disiapkan sebanyak 1000 ml. 240 ml larutan ABS dimasukkan ke dalam 700 ml air sambil diaduk-aduk, lalu ditambahkan ke dalamnya larutan soda kostik sebanyak 60 ml. Pengadukan dilanjutkan hingga diperoleh larutan homogen. 2) Untuk membuat sabun mula-mula zat warna dimasukkan ke dalam air sesuai dengan resep yang telah ditetapkan dan diaduk hingga terlarut sempurna. 3) Selanjutnya ke dalam larutan zat warna ditambahkan berturut-turut zat pembusa, garam dapur, larutan induk, dan pewangi sambil terus diaduka aduk hingga diperoleh larutan homogen. 6 HASIL DAN DISKUSI Beberapa hal yang dapat dikemukakan dari hasil pembuatan sabun sebagaimana diterangkan di atas adalah bahwa penggunaan ABS ternyata kurang memberikan hasil yang memuaskan karena ABS memiliki warna dasar (coklat) yang mengganggu penampilan warna sabun yang dihasilkan. Disamping itu, penggunaan ABS juga kurang baik ditinjau dari aspek pelestarian lingkungan karena senyawa ini sulit didegradasi oleh alam sehingga akan tinggal dan menumpuk di badan-badan sungai menimbulkan pencemaran lingkungan. Sebagai gantinya bisa digunakan lauril alkil sulfonat (LAS) yang lebih mudah dibiodegradasi. Pengujian pH memperlihatkan bahwa sabun yang dihasilkan ternyata memiliki pH asam, padahal sabun seharusnya bersifat alkalis. Untuk memperbaikinya perlu penambahan alkali atau larutan induk. Terlepas dari kekurangan-kekurangan tersebut hasil percobaan telah menunjukkan bahwa membuat sabun tidak sesulit yang dibayangkan. Bahan-bahannya pun relatif mudah didapat dan murah. Dengan menggunakan bahan dasar yang lebih ramah lingkungan dan sedikit modifikasi resep untuk mendapatkan sifat dan kenampakan yang diinginkan, membuat sabun cair baik untuk cuci pakaian maupun cuci tangan sangat mungkin untuk dilakukan pada skala rumahtangga sebagai usaha penghematan maupun industri rumahtangga untuk menambah penghasilan. =============== Sabun cair ini merupakan produk yang strategis, karena saat ini masyarakat modern suka p prodak yang praktis dan ekonomis.Untuk mengawali bikin sabun cair cukup mudah dengan mengetahui sifat dan fungsi masing-masing bahan sabun cair dan cukup dengan modal awal 100.000 rupiah bisa menghasilkan lebih dari 30 liter sabun cair kwalitas baik. Untuk pembelian bahan-bahan kimia yang tertera dibawah ini dapat di beli toko-toko kimia terdekat. P Pada umumnya sabun cair mengandung bahan-bahan sebagai berikut: * Texapon 10%* S Sodium sulfat secukupnya* Camperlan secukupnya* Asam sitrid 1%* EDTA 0,1%* Parfum s secukupnya* Propilin glikol secukupnya* Pewarna secukupnya* Air P Peralatan yang dibutuhkan: Ember, Gelas ukur dan pengaduk kayuCara membuat: C 1 1. Texapon + sodim sulfat diaduk rata sampai memutih 2. (1) + masukkan air sedikit demi s sedikit sampai 50% nya3. (2) + masukkan camperlan aduk rata4. (3) + sisa (20-30)% air 3 d dimasukkan sedikit demi sedikit5. (4) + sodium sulfat dimasukkan sedikit demi sedikit h hingga terlihat mengental6. (5) + pewarna secukupnya aduk rata7. (6) + parfum 6 s secukupnya8. Siap dikemas C Catatan:* Pemberian parfum pada sabun cair dengan perbandingan 1ml parfum berbanding 5 500 ml sabun cair.* Propilin glikol berbanding parfum ( 1 : 2 ) A Analisis BahanTexapon ini nama merk dagang dengan nama kimia Sodium Lauril Sulfat ( SLS). Senyawa ini adalah surfaktan. Texapon ini bentuknya jel yang berfungsi sebagai pengangkat kotoran. Sodium sulfat (Na2SO4) bentuknya serbuk yang berfungsi mempercepat pengangkatan kotoran dan juga sebagai pengental. Camperlan ini bentuknya cairan kental yang berfungsi sebagai pengental dan penambah busa menjadi gelembunggelembung kecil. Asam sitrit bentuknya serbuk yang berfungsi sebagai pengangkat lemak. EDTA ini bentuknya serbuk berfungsi sebagai pengawet sabun cair. Parfum ini bentuknya cair fungsinya sebagai pewangi sabun cair. Propilin glikol ini bentuknya cair fungsinya sebagai pengikat parfum. Pewarna ini bentukya serbuk fungsinya sebagai pemberi warna pada sabun cair. B Biaya OperasionalUntuk memasarkan suatu produk ke masyarakat harus diperhitungkan b biaya produksinyauntuk mengetahui keuntungan suatu produk dalam setiap kemasan atau l liternya. Biaya operasional untuk sekali produksi di antaranya meliputi:1. Biaya bahan per liter atau per kemasan dgn rumus = total biaya pembelian bahan di bagi jumlah berapa liter a atau kemasan yang dihasilkan.2. Biaya kerja per liter atau per kemasan.3. Bila dalam 2 b bentuk kemasan dihitung biaya kemasan dan stikernya. 4. Biaya penyusutan alat artinya p peralatan yang digunakan akan di ganti berapa lama untuk membeli peralatan baru5. Biaya p promosinya6. Biaya transportasi Dari komponen-komponen biaya operasional dijumlahkan kemudian ditambah laba setiap kemasan atau liternya, sehingga kita akan mengetahui berapa keuntungan dalam setiap k kemasan atau liternya.Kiat-kiat pemasaran Pemasaran merupakan ujung tombak dari suatu usaha baik dalam bentuk produk maupun jasa. Sebaik apapun suatu produk jika pemasarannya mlempem akan tidak berkembang. A Ada beberapa jurus yang dapat kita gunakan:1. Percaya dan bangga terhadap produk yang k kita pasarkan.2. Paham dan mengerti tentang produk tersebut. 3. Buat kartu nama, kop 2 s surat dan brosur produk dan perusahaan yang menarik dan mencerminkan citra profesional. 4 4. Tampilkan kesan pertama yang baik.5. Biasakan membawa kartu nama dan brosur p perusahaan kemanapun anda pergi, untuk di perlukan sewaktu-waktu. 6. Pelajari karakter k konsumen yang akan menjadi target pasar produk.7. Buat jaringan kerja atau network d dimanapun, untuk menambah panjang relasi anda.8. Sabar, disiplin da konsisten. SELAMAT MENCOBA SEMOGA SUKSES iwanmalikblogspot
Please download to view
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
...

sabun cuci piring

by findlay-ohio

on

Report

Category:

Documents

Download: 0

Comment: 0

349

views

Comments

Description

Download sabun cuci piring

Transcript

1 PENDAHULUAN Penggunaan sabun dalam kehidupan sehari-hari sudah tidak asing lagi, terutama sesuai dengan fungsi utamanya, yaitu sebagai pencuci. Berbagai jenis sabun ditawarkan oleh produsen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mulai dari sabun cuci (krim dan bubuk), sabun mandi (padat dan cair), sabun tangan (cair), serta sabun pembersih peralatan rumah tangga (cair dan krim). Membuat sabun sebetulnya bukanlah suatu pekerjaan yang terlalu sulit untuk dilakukan karena selain mudah pengerjaannya, biaya pembuatannya pun relatif murah dengan bahan-bahan yang mudah pula didapat. Mengingat hal tersebut dan perannya yang begitu penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari membuat sabun sendiri dapat dipandang sebagai suatu kegiatan ekonomi yang bisa cukup menguntungkan, baik untuk penghematan maupun untuk menambah penghasilan bila dikelola d dengan baik dalam bentuk industri rumah tangga. 2 PENGGOLONGAN SABUN Ditinjau dari bahan dasarnya sabun dapat digolongkan ke dalam dua k kelompok besar, yaitu: 1) Sabun yang dibuat dari asam lemak dan logam yang digaramkan. Logam yang digunakan biasanya dari jenis logam alkali, misalnya natrium dan kalium. Jenis sabun yang dihasilkan di antaranya a adalah sabun mandi padat dan krim. 2) Sabun yang dibuat dari bahan dasar zat aktif permukaan (ZAP). Jenis ZAP yang digunakan biasnya dari jenis anionik dan menghasilkan sabun dalam bentuk cair. Makalah ini akan menjelaskan cara pembuatan sabun dari golongan yang kedua, yaitu dari zat aktif permukaan. Zat aktif yaitu dari zat aktif permukaan. Zat aktif mengubah tegangan permukaan suatu larutan. Sifat-sifat khusus ZAP adalah pembasahan, daya busa, dan daya emulsi. Zat aktif permukaan anionik adalah zat aktif permukaan yang akan terionisai dan membawa muatan negatif bila dilarutkan dalam air. Salah satu contohnya adalah alkil benzena sulfonat. Senyawa ini memiliki rantai lurus panjang yang bercabang dan dibuat dengan mereaksikan parafin dengan benzena. Beberapa sifatnya yang terpenting adalah : tahan sadah karena tidak mengandung gugus karboksilat dan tahan asam maupun alkali. Sebagai contoh misalnya alkil benzo natrium sulfonat. 3 PENCUCIAN Pencucian adalah proses membersihkan suatu permukaan benda padat dengan bantuan larutan pencuci melalui suatu proses kimia-fisika yang disebut deterjensi. Sifat utama dari kerja deterjensi adalah membasahi permukaan yang kotor kemudian melepaskan kotoran. Pembasahan berarti penurunan tegangan muka padatan-cair. Pencucian ataupermukaan dan antar penglepasan kotoran berlangsung dengan jalan mendispersikan dan mengemulsi kotoran, lalu dengan bantuan aksi mekanik kotoran menjadi terlepas dari permukaan benda padat. Kotoran padat dapat melekat karena adanya pengaruh: ikatan minyak, gaya listrik statik, dan ikatan hidrogen. Penambahan sedikit alkali membantu daya deterjensi dari sabun, tetapi dapat mendorong terjadinya hidrolisa. Alkali digunakan untuk menjaga pH larutan. Deterjen cair biasanya menggunakan bahan pelarut organik sebagai pelengkap dan penambah daya deterjensi dan diperlukan untuk kotorank kotoran yang sulit dihilangkan atau berlemak. 4 ZAT PEMBANTU DAN PENGISI Dalam pembuatan sabun peran zat pembantu dan pengisi sangat besar karena akan sangat menentukan mutu dan kenampakan sabun yang a akan dijual. Zat-zat yang biasa digunakan adalah: 1) Garam, berfungsi sebagai pengental.Semakin banyak jumlah garam yang Semakin banyak jumlah garam yang sabun maka sabun yang dihasilkan akan semakin kental.2) Alkali, pengatur pH larutan sabun dan penambah d daya deterjensi. 3) Zat pemberi busa, untuk meningkatkan pencucian yang bersih, sebab t tanpa busa kemungkinan besar sabun telah mengendap sebagai sabun kalsium atau sabun tidak larut lainnya. 4) EDTA, sebagai pengikat logam sadah dan pengawet. 5) Pewangi, untuk memberikan aroma tertentu sesuai selera dan meningkatkan daya tarik serta daya jual sabun. 6) Zat warna, memberi warna pada sabun agar mempunyai penampilan m menarik. 5 PEMBUATAN SABUN 5 5.1 Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan adalah alat-alat sederhana seperti: piala gelas atau wadah apapun yang dapat digunakan untuk mencampur larutan persiapan sabun asalkan bersih, alat timbangan, pengaduk, dan wadah bersih, alat timbangan, pengaduk, dan wadah untuk mengemas sabun yang dihasilkan (botol-botol). Bahan yang digunakan adalah: 1 1) Alkil benzena sulfonat (ABS) 2) Soda kostik (NaOH) 3) Zat pemberi busa 2 ( (Texapon) 4) Garam dapur (NaCl) 5) Zat warna direk 6) EDTA 7) Pewangi: 4 5 6 Jasmine, Blueberry, Lemon, Rose 5 5.2 Cara Kerja 5.2.1 Sabun Pencuci Cair Resep L Larutan induk : 67% Zat pembusa : 7% Garam dapur : 1% Zat warna : Z G s secukupnya Pewangi : 0,5% Air : 24,5% Total 100% P A L Larutan induk ABS : 24% Soda kostik : 6% Air : 70% Total 100% A S A C Cara Kerja 1) Mula-mula larutan induk disiapkan sebanyak 1000 ml. 240 ml larutan ABS dimasukkan ke dalam 700 ml air sambil diaduk-aduk, lalu ditambahkan ke dalamnya larutan soda kostik sebanyak 60 ml. Pengadukan dilanjutkan hingga diperoleh larutan homogen. 2) Untuk membuat sabun mula-mula zat warna dimasukkan ke dalam air sesuai dengan resep yang telah ditetapkan dan diaduk hingga terlarut sempurna. 3) Selanjutnya ke dalam larutan zat warna ditambahkan berturut-turut zat pembusa, garam dapur, larutan induk, dan pewangi sambil terus diaduka aduk hingga diperoleh larutan homogen. 6 HASIL DAN DISKUSI Beberapa hal yang dapat dikemukakan dari hasil pembuatan sabun sebagaimana diterangkan di atas adalah bahwa penggunaan ABS ternyata kurang memberikan hasil yang memuaskan karena ABS memiliki warna dasar (coklat) yang mengganggu penampilan warna sabun yang dihasilkan. Disamping itu, penggunaan ABS juga kurang baik ditinjau dari aspek pelestarian lingkungan karena senyawa ini sulit didegradasi oleh alam sehingga akan tinggal dan menumpuk di badan-badan sungai menimbulkan pencemaran lingkungan. Sebagai gantinya bisa digunakan lauril alkil sulfonat (LAS) yang lebih mudah dibiodegradasi. Pengujian pH memperlihatkan bahwa sabun yang dihasilkan ternyata memiliki pH asam, padahal sabun seharusnya bersifat alkalis. Untuk memperbaikinya perlu penambahan alkali atau larutan induk. Terlepas dari kekurangan-kekurangan tersebut hasil percobaan telah menunjukkan bahwa membuat sabun tidak sesulit yang dibayangkan. Bahan-bahannya pun relatif mudah didapat dan murah. Dengan menggunakan bahan dasar yang lebih ramah lingkungan dan sedikit modifikasi resep untuk mendapatkan sifat dan kenampakan yang diinginkan, membuat sabun cair baik untuk cuci pakaian maupun cuci tangan sangat mungkin untuk dilakukan pada skala rumahtangga sebagai usaha penghematan maupun industri rumahtangga untuk menambah penghasilan. =============== Sabun cair ini merupakan produk yang strategis, karena saat ini masyarakat modern suka p prodak yang praktis dan ekonomis.Untuk mengawali bikin sabun cair cukup mudah dengan mengetahui sifat dan fungsi masing-masing bahan sabun cair dan cukup dengan modal awal 100.000 rupiah bisa menghasilkan lebih dari 30 liter sabun cair kwalitas baik. Untuk pembelian bahan-bahan kimia yang tertera dibawah ini dapat di beli toko-toko kimia terdekat. P Pada umumnya sabun cair mengandung bahan-bahan sebagai berikut: * Texapon 10%* S Sodium sulfat secukupnya* Camperlan secukupnya* Asam sitrid 1%* EDTA 0,1%* Parfum s secukupnya* Propilin glikol secukupnya* Pewarna secukupnya* Air P Peralatan yang dibutuhkan: Ember, Gelas ukur dan pengaduk kayuCara membuat: C 1 1. Texapon + sodim sulfat diaduk rata sampai memutih 2. (1) + masukkan air sedikit demi s sedikit sampai 50% nya3. (2) + masukkan camperlan aduk rata4. (3) + sisa (20-30)% air 3 d dimasukkan sedikit demi sedikit5. (4) + sodium sulfat dimasukkan sedikit demi sedikit h hingga terlihat mengental6. (5) + pewarna secukupnya aduk rata7. (6) + parfum 6 s secukupnya8. Siap dikemas C Catatan:* Pemberian parfum pada sabun cair dengan perbandingan 1ml parfum berbanding 5 500 ml sabun cair.* Propilin glikol berbanding parfum ( 1 : 2 ) A Analisis BahanTexapon ini nama merk dagang dengan nama kimia Sodium Lauril Sulfat ( SLS). Senyawa ini adalah surfaktan. Texapon ini bentuknya jel yang berfungsi sebagai pengangkat kotoran. Sodium sulfat (Na2SO4) bentuknya serbuk yang berfungsi mempercepat pengangkatan kotoran dan juga sebagai pengental. Camperlan ini bentuknya cairan kental yang berfungsi sebagai pengental dan penambah busa menjadi gelembunggelembung kecil. Asam sitrit bentuknya serbuk yang berfungsi sebagai pengangkat lemak. EDTA ini bentuknya serbuk berfungsi sebagai pengawet sabun cair. Parfum ini bentuknya cair fungsinya sebagai pewangi sabun cair. Propilin glikol ini bentuknya cair fungsinya sebagai pengikat parfum. Pewarna ini bentukya serbuk fungsinya sebagai pemberi warna pada sabun cair. B Biaya OperasionalUntuk memasarkan suatu produk ke masyarakat harus diperhitungkan b biaya produksinyauntuk mengetahui keuntungan suatu produk dalam setiap kemasan atau l liternya. Biaya operasional untuk sekali produksi di antaranya meliputi:1. Biaya bahan per liter atau per kemasan dgn rumus = total biaya pembelian bahan di bagi jumlah berapa liter a atau kemasan yang dihasilkan.2. Biaya kerja per liter atau per kemasan.3. Bila dalam 2 b bentuk kemasan dihitung biaya kemasan dan stikernya. 4. Biaya penyusutan alat artinya p peralatan yang digunakan akan di ganti berapa lama untuk membeli peralatan baru5. Biaya p promosinya6. Biaya transportasi Dari komponen-komponen biaya operasional dijumlahkan kemudian ditambah laba setiap kemasan atau liternya, sehingga kita akan mengetahui berapa keuntungan dalam setiap k kemasan atau liternya.Kiat-kiat pemasaran Pemasaran merupakan ujung tombak dari suatu usaha baik dalam bentuk produk maupun jasa. Sebaik apapun suatu produk jika pemasarannya mlempem akan tidak berkembang. A Ada beberapa jurus yang dapat kita gunakan:1. Percaya dan bangga terhadap produk yang k kita pasarkan.2. Paham dan mengerti tentang produk tersebut. 3. Buat kartu nama, kop 2 s surat dan brosur produk dan perusahaan yang menarik dan mencerminkan citra profesional. 4 4. Tampilkan kesan pertama yang baik.5. Biasakan membawa kartu nama dan brosur p perusahaan kemanapun anda pergi, untuk di perlukan sewaktu-waktu. 6. Pelajari karakter k konsumen yang akan menjadi target pasar produk.7. Buat jaringan kerja atau network d dimanapun, untuk menambah panjang relasi anda.8. Sabar, disiplin da konsisten. SELAMAT MENCOBA SEMOGA SUKSES iwanmalikblogspot
Fly UP