Sandiego hills Management Operational

  • Published on
    30-Jun-2015

  • View
    360

  • Download
    13

Embed Size (px)

Transcript

<p>MAKALAH MANAJEMEN OPERATIONAL UNTUK MEMENUHI TUGAS MANAJEMEN OPERASI PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN</p> <p>PROSES OPERASIONAL DAN PENGELOLAAN SAN DIEGO HILLS MEMORIAL PARK and FUNERAL HOME</p> <p>DOSEN : Dr. Hary Agus Rahardjo, Ph.D.,MBA</p> <p>Disusun oleh : Satria Priatna - 101120131 Yuli Lestari - 101120042</p> <p>Manajemen Operasional</p> <p>1</p> <p>BAB I PENDAHULUAN Manajemen Operasi dan San Diego HillsBidang manajemen operasional termasuk konsep yang sejarahnya amat menarik. Peningkatan dalam konsep dan disiplin ilmu manajemen operasional didukung adanya penemuan baru dan sumbangan pemikiran banyak para ahli. Dalam hal ini akan dipaparkan secara singkat, beberapa contoh sumbangan para pemikir yang antara lain adalah: Ely Whitney (1800) adalah ahli manajemen yang mempopulerkan konsep standardisasi dan pengendalian mutu dengan menghasilkan produk yang dapat dibungkar pasang untuk jenis produk senjata yang dapat dijual dengan harga tinggi. Frederick W. Taylor (1881) beliau dianggap sebagai bapak ilmu manajemen, yang memberikan kontribusi pada keyakinannya bahwa manajemen bisa menjadi lebih kuat dan agresif dengan cara memperbaiki metode kerja. Taylor dan mitra kerjanya, Henry L. Gantt serta Frank dan Lillian Gilberth termasuk yang pertama kali mencari cara yang sistematis dan terbaik untuk memproduksi. Henry Ford dan Charles Sorensen (1913) berhasil memadukan pengetahuan mereka akan komponen yang distandarisasi dengan lini produksi sehingga memberikan sumbangan penting tentang mail order. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai kejadian penting dalam perkembangan manajemen operasional Dalam setiap lembaga, semua kegiatan harus dilaksanakan sebaikbaiknya atau seoptimal mungkin. Artinya jika memperoleh manfaat, keuntungan, atau kebaikan selalu diusahakan sebanyak mungkin, sedangkan jika harus menanggung pengorbanan, membayar atau menanggung pengorbanan, membayar atau menanggung kerugian sebaiknya diusahakan sesedikit mungkin. Dasar pemikiran inilah yang dianut dalam manajemen operasi. Manajemen operasi terdiri dari dua kata , yaitu manajemen dan operasi. Kata manajemen sudah sangat terkenal di masyarakat. Ada beberapa macam pengertian untuk menjelaskan manajemen, tetapi yang paling populer adalah tindakan untuk mencapai tujuan yang dilakukan dengan mengkoordinasi kegiatan orang lain. Fungsi-fungsi atau kegiatan manajemen meliputi perencanaan, organisasi, staffing, koordinasi, pengarahan, dan pengawasan. Operasi atau operations adalah kegiatan untuk mengubah masukan (yang berupa faktor-faktor produksi/operasi) menjadi keluaran sehingga lebih bermanfaat daripada bentuk aslinya. Dengan kata lain, operasi adalah kegiatan mengubah bentuk untuk menambah manfaat atau menciptakan manfaat baru dari suatu barang atau jasa. Keluaran dapat berupa barang atau jasa. Operasi merupakan salah satu dari fungsi-fungsi yang ada dalam suatu lembaga. Fungsi lain selain operasi adalah keuangan, personalia, pemasaran, dan lain-lain. Operasi inilah yang menentukan suatu lembaga melayani pihak luar. Pengertian manajemen operasi adalah penerapan ilmu manajemen untuk mengatur kegiatan produksi atau agar dapat dilakukan secara efisien (Subagyo: 2000: 2) Manajemen Operasional 2</p> <p>Forgaty dalam (Heryanto : 1999:2) mendefinisikan manajemen produksi dan operasi sebagai : suatu proses yang secara berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber dan secara efisien dalam rangka mencapai tujuan. Schroeler (1994) memberikan penekanan terhadap definisi kegiatan produksi dan operasi pada tiga hal, yaitu pengelolaan fungsi organisasi dalam menghasilkan barang dan jasa, adanya system informasi yang menghasilkan barang dan jasa, serta adanya pengambilan keputusan sebagai elemen penting dalam manajemen operasi. Dahulu manajemen operasi itu dinamakan Manajemen produksi. Penggantian istilah ini kadang-kadang produksi diartikan sebagai kegiatan untuk menghasilkan barang. Bahkan, banyak yang menganggap bahwa produksi itu hanya kegiatan menghasilkan barang untuk mencari laba. Ini pengertian yang sempit sebab produksi seharusnya juga dapat menghasilkan jasa, dan juga dapat dilakukan oleh lembaga yang tidak mencari laba. Oleh karena itu, sekarang digunakan istilah operasi, yang pengertiannya lebih luas. Kadangkadang ada juga yang menggunakan istilah Manajemen Produksi/Operasi. Tekanan dalam operasi adalah pada kegiatan perubahan bentuk, bukan pada hasilnya. Operasi tidak hanya dilakukan oleh lembaga yang mencari laba, misalnya perusahaan roti, jasa angkutan, toko. Akan tetapi, juga dilakukan oleh organisasi yang tidak mencari laba, misalnya panti asuhan, pengaturan lalu lintas dan penghijauan. Untuk menghindari keraguan pengertian, biasanya digunakan istilah manajemen produksi dan operasi untuk menyebutkan manajemen operasi. Sayang sekali contoh-contoh operasi yang paling mudah untuk menjelaskan adalah kasus perusahaan sehingga sebagian besar contoh dalam buku ini menggunakan kasus perusahaan.</p> <p>Manajemen Operasional</p> <p>3</p> <p>Gambaran Umum San Diego Hills Memorial Park</p> <p>PT Lippo Karawaci Tbk membangun kawasan pemakaman mewah tersebut seluas 500 hektar di Karawang, Jawa Barat. Kuburan yang dinamakan San Diego Hills Memorial Park and Funeral Homes itu dilengkapi dengan taman yang asri, pepohonan yang rimbun, padang rumput yang hijau, danau seluas 8 ha, bunga-bunga, patung-patung artistik yang indah, arsitektur dan interior elegan. San Diego Hills menyediakan tiga kategori areal memorial park yaitu Earth (wilayah kuburan yang dirancang dengan posisi kiblat yang sempurna ke Mekkah), Physical Homes (area kuburan yang memperbolehkan struktur yang dirancang dengan perhitungan yang sesuai dengan keharmonisan lingkungan), dan Universal (area kuburan modern yang banyak dilakukan di negara-negara maju dengan sistem rapi, efisien dan mementingkan kualitas lingkungan yang tinggi). Di sini terdapat beragam fasilitas yang tidak pernah dijumpai di taman pemakaman mana pun di dunia. Betapa tidak? Di dalamnya terdiri dari bangunan dengan model arsitektur bergaya Mediteranian pada gedung yang diberi nama Forest Chapel. Selain ada bangunan bernuansa Turki kuno yang diberi nama Heavenly Dome. Kedua gedung ini berfungsi sebagai gedung serbaguna. Masih di Chapel Square, berdiri restoran Italia, La Colina dengan kapasitas 200 kursi. Masih di Chapel Square, berdiri bangunan untuk florist dan toko cinderamata serta toko yang menjual keperluan lainnya seperti pernak-pernik. Letaknya bersebelahan dengan gedung perkantoran San Diego Hills. Taman rerumputan yang indah pun terbentang untuk melangsungkan acara atau kegiatan luar ruang, fasilitas berolahraga seperti kolam renang,lapangan bola, jogging track dan olahraga bersepeda. Manajemen Operasional 4</p> <p>Dua kultur besar seolah bersatu dalam arsitektur kompleks pemakanan di lahan berbukit tersebut. Kultur Barat membuat taman pemakaman tidak berkesan angker, tapi justru bersih, aman, dan berkonsep taman. Orang dewasa bisa lepas menikmati pemandangan, sementara anak-anak dapat bermain leluasa di areal yang luas. Dari kultur Timur, pergi ke pemakaman biasanya dalam rombongan keluarga besar. Nah, kehadiran mereka perlu difasilitasi agar tidak merasa bosan. Salah satu obat pengusir rasa bosan adalah Lake Angeles seluas delapan hektare lengkap dengan fasilitas permainan air.</p> <p>Tiga keuntungan sekaligus, dengan memilih, memutuskan, dan memiliki tempat terbaik untuk tempat peristirahatan terakhir : 1.Ketenangan (Peace of Mind). Lahan pemakaman yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari, melenyapkan kekhawatiran jika saatnya tiba bagi yang meninggal, tanpa membebani keluarga yang ditinggalkan. 2.Kepuasan (Satisfaction) Temukan kepuasan dengan menentukan lokasi lahan pemakaman sesuai keinginan, harga, dan tata cara pemakaman. 3.Harga Terjangkau (Low Cost). Pembelian lahan pemakaman saat ini sebagai persiapan (sebelum meninggal), merupakan solusi jitu terhadap masalah tingginya harga lahan pemakaman di masa depan. Program pre-need ini bahkan bisa menjadi investasi karena harga jualnya yang terus meningkat.</p> <p>Manajemen Operasional</p> <p>5</p> <p>Manajemen Operasional</p> <p>6</p> <p>BAB II MANAJEMEN OPERASI SAN DIEGO HILLS MEMORIAL PARKManajemen Operasional (MO) merupakan suatu ilmu yang dapat diterapkan pada berbagai jenis bidang usaha seperti pemakaman modern yang terdapat pada San Diego Hills Memorial Park (SDH) Karena jenis usaha seperti yang disebutkan diatas menghasilkan produk yang bisa berupa barang maupun jasa, yang mana untuk kegiatan proses produksinya yang efektif dan efisien memerlukan berbagai konsep, peralatan serta berbagai cara mengelola operasinya yang akan secara singkat dipaparkan dalam modul ini. Berkaitan dengan alasan mengenai pemahaman dan pengertian yang benar tentang apa yang seharusnya dilakukan manajer operasional, maka proses manajemen operasional harus konsisten dengan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan serta pengawasan kegiatan operasional. Secara lebih terperinci, penjelasan mengenai tugas atau aktifitas San Diego Hills tergambar dalam sepuluh keputusan utama yaitu: 1. Desain barang dan jasa. Keputusan ini menyangkut hubungan antara barang dan jasa yang dihasilkan oleh SDH dimana : - Barang berupa produk nyata tersebut berupa lahan luas yang dibagi menjadi lahan untuk fasilitas umum dan fasilitas pribadi dalam bentuk pemakaman ter-kluster. - Jasa berupa produk tidak nyata yang diberikan berupa jasa pemeliharaan makam , tempat rekreasi, olah raga dan jasa pengadaan pesta atau jamuan. Dengan kata lain keputusan operasional yang diterapkan dengan hasil atau output terhadap hasil produk SDH adalah tidak terpisahkan antara produk barang dan jasa. Barang Nyata dengan Jasa Tambahan (Product Related Service) Merupakan barang-barang nyata yang mempunyai wujud nyata secara fisik yang ditunjang jasa untuk menambah penampilannya kepada konsumen. Apabila digambarkan dalam mapping klasifikasi jenis usaha SDH adalah sebagai berikut :</p> <p>Manajemen Operasional</p> <p>7</p> <p>2. Manajemen Kualitas. Menyangkut komponen utama seperti perencanaan kualitas - kualitas bangunan pemakaman yang selalu di jaga pemakaian komponen material dan fasilitas gedung-gedung pelayanan. - kualitas pelayanan dan jasa yang telah memiliki SOP, sejak pelanggan masuk ke gedung pemasaran , pelayanan terhadap prosesi pemakaman, perawatan pemakaman yang selalu dikerjakan setiap periodik.3. Alur Kegiatan Desain Proses dan Kapasitas.</p> <p>Menentukan proses yang akan digunakan dalam kegiatan operasional dan kapasitas / yang akan digunakan merupakan hal penting dalam manajemen operasional karena berkaitan dengan berbagai hal. Seperti apa saja inputnya, prosesnya apa saja dan output yang dihasilkan sehingga memiliki nilai tambah yang tinggi. Input : Lahan berbukit-bukit seluas 500 ha dan tidak jauh dari Jakarta dengan harga relatif murah, tenaga kerja, modal. Proses : Menciptakan danau seluas 8 ha Menciptakan layout kluster-kluster pemakaman Membuat Kapel pernikahan, gedung pertemuan Restaurant dengan kapasitas 200 kursi Menciptakan taman rerumputan yang indah untuk acara doa Fasilitas kolam renang, olah raga jogging track, bersepeda. Gift Shop, Florist, Mini mart Output : Produknya adalah tempat pemakaman yang tertata rapi dan indah dengan fasilitas penunjang untuk pengunjung, membuat harga jual pemakaman memiliki nilai yang tinggi. 4. Strategi lokasi. Lokasi yang dipilih SDH untuk melakukan kegiatan operasional perusahaan tidak jauh dari Jakarta dan Bandung, hal tersebut mendorong penjualan dan respon yang baik dari masyarakat khususnya masyarakat tingkat menengah keatas.</p> <p>Manajemen Operasional</p> <p>8</p> <p>5. Strategi Tata Letak (layout).</p> <p>Layout atau tata letak akan berdampak pada efisiensi dan efektifitas kegiatan operasional. Layout dari SDH telah dipersiapkan dengan baik sehingga pada saat prosesi pemakaman , kluster-kluster makam SDH tidak sulit untuk dicapai oleh tamu atau pengunjung.</p> <p>Manajemen Operasional</p> <p>9</p> <p>6. Sumber daya manusia dan desain pekerjaan. Karena tenaga kerja merupakan bagian integral dan paling penting dari seluruh input yang digunakan dalam perusahaan maka keputusan yang berkaitan dengan hal ini adalah sesuatu yang paling penting. Konsep desain pekerjaan dari setiap petugas di SDH dijelaskan dalam SOP pekerjaan masing-masing tugas. Contoh salah satu pekerjaan petugas SDH seperti dibawah ini : Contoh petugas front desk officer (FDO) : Prosedur penyambutan dan pelayanan customer : 1. Mengucapkan salam (pagi / siang / sore) dan selamat datang di SDH kepada customer yang datang ke Marketing Office. 2. Mengajukan beberapa pertanyaan kepada customer a. Sudah ada janji dengan petugas atau marketing SDH? b. Mengenal SDH dari mana? c. Sudah pernah dipresentasikan oleh petugas SDH? d. Apakah ada anggota keluarga yang berduka saat ini? 3. Mempersilahkan customer duduk di Arrangement Room dan mengisi buku tamu. 4. Memberitahukan kepada Family Service Counselor (FSC) yang bertugas sesuai dengan ketentuan tugas FSC. Prosedur Pelayanan Customer Call In Tugas-Tugas Lain FDO : 1. Menyalin data customer dari buku tamu ke Contact Log (diisi sesuai dengan status kontaknya) 2. Mencatat semua telepon masuk di Contact log. 3. Memantau atau melihat semua arrangement room dan ruang tunggu marketing office harus dalam keadaan bersih.7. Perawatan (Maintenance).</p> <p>Perawatan dalam pengelolaan fasilitas-fasilitas terus dilakukan untuk menjaga kwalitas produk SDH seperti pengelolaan danau, kolam renang, restoran, tempat ibadah dan ruang serbaguna. Yang terpenting adalah produk utama yang harus tetap dilakukan perawatan dan perbaikan yaitu produk pemakamannya.</p> <p>Manajemen Operasional</p> <p>10</p> <p>TINJAUAN KHUSUS SAN DIEGO HILLS MEMORIAL PARK Wilayah SDH Wilayah telah dipesan Wilayah telah ditempati Strategis Wilayah: Kerjasama strategis Cara pembelian kavling 500 ha 60 ha (20.000 makam) 1.425 makam (per tgl 27 Desember 2010) 45 menit dari Jakarta dan 1 jam dari Bandung Menandatangani MoU dengan Pensiunan BI untuk pembelian kavling Sistem preneed (pembelian dimuka) secara tunai maupun kredit.</p> <p>Keuntungan Pembelian Makam di SDH : - Tempat Pemakaman Permanen - Tidak dikenakan Biaya Perawatan - Kepemilikan yang bisa dialihkan / dijual - Keamanan 24 jam, 7 hari seminggu. - Pembayaran bisa dicicil sampai 50 kali. - Gratis Asuransi maksimum usia 60 tahun. - Akses mudah 1 jam dari wilayah jabodetabek dan bandung. - Pemakaman Semua Golongan Iman dan Kepercayaan di Indonesia Fasilitas Jasa Rekreasi Terlengkap memiliki Family Center sbb: - Danau, Seluas 8 Ha dengan Fasilitas perahu dayung - Heavenly Dome &amp; Forest Chapel, untuk acara / ibadah, dengan kapasitas 300 kursi. - Assembly Hall &amp; Marketing Gallery, Ruang Pertemuan dengan kapasitas 250 kursi. - La Collina Italian Restaurant, kapasitas 250 kursi, dilengkapi dengan Kolam Renang. - Gift Shop (Toko Bunga dan Cindermata). - Fasilitas untuk berolahraga, seperti Jogging Track dan bersepeda. Produk SDH sebagai berikut : Berpegang pada pandangan semua agama, bahwa mengantar dan mengenang orang-orang yang telah...</p>