Save ulang

  • Published on
    23-Jul-2015

  • View
    84

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

59

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangDalam pembukaan undang-undang dasar negara republik Indonesia tahun 1945 dinyatakan bahwa tujuan negara republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai minat dan bakat yang dimiliki tanpa memandang status sosial, ras, etnis, agama, dan gender.Untuk mewujudkan tersebut pemerintah mengeluarkan kebijakan undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 5 ayat (4) yang berbunyi: warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus. Perlunya perhatian khusus kepada anak CIBI (Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa) itu dengan sebuah pemikiran penyelenggaraan program akselerasi pembelajaran menjadi kebutuhan yang mendesak untuk memproduksi generasi emas yang otonom, mandiri, kreatif, inovatif, produktif, bermoral dan bertanggung jawab. Dengan penyelenggaraan program akselerasi mewadahi bakat dan minat peserta didik agar dapat dikelola secara berimbang dan selaras, untuk itu peserta didik yang memiliki bakat dan kecerdasan luar biasa jauh di atas normal (yang memiliki skor IQ 125 ke atas) harus mendapat perhatian khusus artinya peserta didik kelompok ini dapat menyelesaikan pendidikan di SD / MI dalam jangka waktu 5 tahun, di SMP / MTs atau SMA / MA dalam jangka waktu 2 tahun. Pada aplikasi riilnya, pelaksanaan program akselerasi selalu dibarengkan dengan program eskalasi atau pengayaan / pemberian waktu belajar tambahan untuk memperluas dan memperdalam materi pelajaran (Direktorat Pembinaan Pendidikan Luar Biasa, Dirjenmandikdasmen, Depdiknas RI, 2007: 33).Dalam mengelola pembelajaran program akselerasi disinilah administrasi pendidikan mempunyai peranan penting dalam membuat konsep design model pembelajaran yang bisa mengembangkan potensi peserta didik, menciptakan kedepannya output peserta didik bisa diinput keberbagai instansi serta dapat menciptakan generasi emas untuk itu dibutuhkan pelayanan pendidikan berbasis bakat & minat untuk memberikan pelayanan pendidikan efektif dan efesien. Adapun pada kenyataannya bakat & minat peserta didik sangat ditentukan oleh berbagai faktor. Secara garis besar faktor tersebut terbagi dalam faktor internal peserta didik dan faktor eksternal peserta didik. Faktor internal meliputi motivasi, kedisiplinan, bakat, minat, persepsi, intelelengensi dan kemandirian. Sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan alam, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan budaya dan lingkungan sosial masyarakat.Muncul persoalan lebih lanjut dari peran kedua faktor tersebut, mana yang lebih dominan dari dua faktor tersebut didalam diri peserta didik terhadap perkembangan personality peserta didik. Apakah faktor internal yang berasal dari dalam diri peserta didik, ataukah faktor eksternal yang berasal dari luar diri peserta didik. Untuk menjawab persoalan ini menyebabkan munculnya dua aliran pemikiran dalam ilmu jiwa, dalam hal ini ilmu jiwa pembelajaran atau pendidikan.Aliran yang pertama (behaviorisme) berpendapat lingkungan dalam arti faktor eksternal lebih mendominasi daripada faktor internal. Sedangkan aliran kedua (kognitif) berpendapat sebaliknya, bahwa peran peserta didik dalam bentuk ilmu pengetahuan atau pengalaman masa lalu lebih mendominasi dari pada faktor eksternal.Diperjelas dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. bab iv pasal 5 ayat (2) yang berbunyi: warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan / atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Untuk itu perluhnya pengelolaan pembelajaran penyelenggaraan program akselerasi.Adapun sekolah yang menyelenggarakan program percepatan belajar atau akselerasi salah satu sekolah menengah atas negeri yang ada di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia telah diselenggarakan yaitu di Sekolah Menengah Atas Negeri 17 Makassar.Gambaran hasil pengamatan pembelajaran pada kelas akselerasi di SMA Negeri 17 Makassar yaitu suasana pada kelas akselerasi yang beriklim positif peserta didik didalamnya senantiasa merasa cakap, diikutsertakan, dan aman. Keseimbangan antara arahan guru dengan pilihan siswa terus dijaga, peserta didik mendapat kebebasan dengan batasan-batasan yang jelas, dan tanggung jawab siswa ditekankan di atas kepatuhan mereka yang kaku pada aturan-aturan. Pada kelas akselerasi siswa lebih banyak menghabiskan waktunya untuk belajar dan mengurangi waktu siswa yang tidak diorientasikan pada tujuan.Gaya penataan tempat duduk dalam kelas akselerasi berganti-ganti penggunaannya sesuai dengan guru bidang studi lain atau sering beralih fungsi, pembangunan fisik ruang belajar kelas akseleresi dengan bentuk/model yang berbeda sehingga membuat manajemen kelas yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.Untuk kelas khusus dimana program belajar mengajarnya dibuat sedemikian rupa dari 6 (enam) semester menjadi 4 (empat) semester, memiliki program pendidikan khusus atau kurikulum khusus yang intinya disesuaikan dengan kebutuhan anak berbakat, sistem pembelajarannya yang berbasis multimedia sehingga bisa membuat anak-anak berbakat bisa mencapai prestasi maksimal sesuai dengan potensinya.Maka, untuk mengetahui gambaran perencanaan pembelajaran akselerasi, pelaksanaan pembelajaran akselerasi, dan evaluasi pembelajaran akselerasi di SMA Negeri 17 Makassar, dirasa perlu dilakukan kajian empirik untuk menjawab persoalan yang difokuskan pada perencanaan pembelajaran akselerasi, pelaksanaan pembelajaran akselerasi, dan evaluasi pembelajaran akselerasi.Untuk itu penulis mengangkat sebuah judul: Studi Tentang Pengelolaan Pembelajaran Kelas Akselerasi di SMA Negeri 17 Makassar.

B. Fokus MasalahBerdasarkan uraian latar belakang di atas, maka yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah : Bagaimana pengelolaan pembelajaran kelas akselerasi di SMA Negeri 17 Makassar. Dalam hal perencanaan pembelajaran akselerasi : perekrutan peserta didik dan guru akselerasi, merumuskan tujuan pembelajaran akselerasi, modifikasi alokasi waktu, modifikasi sarana prasarana, modifikasi lingkungan belajar (pengelolaan kelas), menyusun kurikulum pembelajaran, menyusun dan memodifikasi bahan/materi pembelajaran akselerasi, menentukan metode pembelajaran akselerasi, menentukan media pembelajaran akselerasi, merencanakan evaluasi akselerasi. pelaksanaaan pembelajaran akselerasi : menyampaikan bahan/materi pelajaran, penggunaan metode pelajaran, penggunaan media/alat pembelajaran, pengelolaan kelas, menutup pelajaran. Evaluasi Pembelajaran Akselerasi : penggunaan alat evaluasi, laporan hasil evaluasi, perbaikan/pengayaan

C. Tujuan PenelitianBerdasarkan fokus masalah di atas, maka tujuan penelitian secara umum adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan pembelajaran kelas akselerasi pada SMA Negeri 17 Makassar. Studi tentang pengelolaan ini secara khusus dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi hasil pembelajaran akselerasi.

D. Manfaat PenelitianBerdasarkan penelitian yang akan dilakukan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:1. Manfaat Teoritisa. Bagi lembaga pendidikan merupakan bahan informasi khususnya bidang administrasi pendidikan.b. Bagi peneliti untuk meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.c. Sebagai bahan informasi dan masukan bagi Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk mengambil kebijakan dalam pemilihan dan pengelolaan pembelajaran program akselerasi d. Bagi peserta didik untuk bertindak obyektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.e. Bagi guru untuk menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika.f. Bagi masyarakat untuk memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

2. Manfaat Praktisa. Bagi sekolah, agar langkah-langkah dan prosedur pengelolaan pembelajaran program akselerasi dapat ditindaklanjuti dengan penyediaan sarana dan prasarana.b. Bagi guru, menjadi bahan masukan dalam proses pelaksanaan pembelajaran program akselerasi, dengan mengikuti berbagai pelatihan.

BAB IIKAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

A. Kajian Pustaka1. Pengelolaan PembelajaranDalam kamus besar bahasa Indonesia (2002:534) kata dasar pengelolaan adalah kelola yang berarti mengendalikan, menyelenggarakan, dan mengurus. Kemudian ditambah awalan pe dan akhiran an sehingga menjadi pengelolaan yang berarti :(a) proses, cara, perbuatan mengelola, (b) proses melakukan kegiatan tertentu dengan mengerahkan tenaga orang lain, (c) proses yang membantu merumuskan kebijaksanaan dan tujuan organisasi, (d) proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan pencapaian tujuan

Istilah lain dari kata pengelolaan adalah manajemen. Kata manajemen sendiri berasal dari bahasa Inggris, yaitu management yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, pengelolaan. Dengan demikian secara umum manajemen atau pengelolaan menurut Suharsimi Arikunto (1990:2) adalah pengadministrasian, pengaturan atau penataan suatu kegiatan.Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa pengelolaan berhubungan dengan proses atau cara melakukan kegiatan tertentu dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan dan pencapaian tujuan. Proses atau cara tersebut tertata dan tercatat atau ada pengadministrasian di dalamnya. Dengan demikian pengelolaan sangat berkaitan dengan istilah manajemen. Dalam hal ini sistem pengelolaan berhubungan dengan rangkaian proses melakukan suatu pekerjaan. Selanjutnya dikemukakan mengenai pengertian pembelajaran itu sendiri. Corey (1986:195) merumuskan beberapa pengertian pembelajaran yang dikemukakan para ahli bahwa :Pembelajaran adalah su