SCIENCE TECHNO PARK PELALAWAN PROVINSI RIAU 1 DRN/Sesi_B_3__Mr__Zardewan... · merupakan techno park…

  • Published on
    23-Mar-2019

  • View
    215

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

09/08/2018

1

SCIENCE TECHNO PARK PELALAWANPROVINSI RIAU

SEBAGAI MODEL PERCONTOHAN PENGEMBANGAN STP BERBASIS PERTANIAN

OLEH :

H. ZARDEWAN(WAKIL BUPATI PELALAWAN)

DISAMPAIKAN PADA : SEMINAR NASIONAL MEMBANGUN EKOSISTEM INOVASI PANGAN DAN ENERGI MENGHADAPI ERA REVOLUSI 4.0

DEWAN RISET NASIONALPEKANBARU, 9 AGUSTUS 2018

SEJARAH DIBANGUNNYA STP PELALAWAN

2

Keputusan Rakor BPPT pada 7 Januari 2012

Dicanangkan pembangunannya pada Tanggal 10 April 2012 oleh Menko Perekonomian, Menristek dan Kepala BPPT, sebagai salah satu Pusat Unggulan implementasi Master Plan Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) saat itu.

2012 2014 Kajian dan Penyusunan Masterplan serta Pembangunan Jejaring.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Infrastruktur Kawasan STP Pelalawan.

Masuk ke dalam 1 dari 100 Techno Park di Indonesia (RPJMN 2014 2019)

09/08/2018

2

3

Kick Off STP

(60 STP)

RKP 2017

(5 STP)

RJPMN 2015-2019

(100 STP)

Self Evaluation

KemenkoPMK) (22 STP)

TP Pelalawan termasukDalam 100 STP Nasional

Kick Off Meeting/ LaunchingTP Pelalawan termasuk 60 STP Nasional

Self Evaluation yang difasilitasiKemenko PMK, 7 K/L, TP Pelalawan masuk salah satuyang dilanjutkan

TP Pelalawan termasuk salahsatu STP percontohan dari 5 STP dalam RKP 2017

8/1/2015 7/5/2015 14/5/20167/5/2016

KRONOLOGIS STATUS TEKNOPOLITAN PELALAWAN

VISI :Menjadi kawasan utama Pelalawan bagi pemajuan

dan pemanfaatan iptek dan inovasi yang berkelasdunia yang ramah lingkungan

MISI :

1. Mengembangkan SDM berkualitas

2. Mendorong pengembangan budaya kreatif inovatif masyarakatdaerah

3. Mengembangkan pusat-pusat keunggulan untuk mendorongpemajuan dan pemanfaatan iptek dan inovasi

4. Menumbuh kembangkan bisnis-bisnis inovatif

5. Mendukung pengembangan keunggulan (daya saing) khas daerah

6. Memberikan pelayanan berbasis iptek

7. Mengelola pembangunan hijau (green development) di kawasan

TECHNO PARK PELALAWAN MERUPAKANKAWASAN SENTRA PENGEMBANGANILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DANINOVASI YANG TERINTEGRASI DENGANKEGIATAN PRODUKTIF GUNAMENINGKATKAN NILAI TAMBAHEKONOMI PRODUK UNGGULAN YANGTERLETAK DI KABUPATEN PELALAWANPROVINSI RIAU.

TECHNO PARK PELALAWAN DENGANAKTIVITAS UTAMA MENDORONGPENGEMBANGAN INDUSTRI HILIR KELAPASAWIT MELALUI PENGUASAAN,PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN IPTEKYANG RELEVAN.

4

TEKNOPOLITAN KABUPATEN PELALAWAN

09/08/2018

3

5

1. RPJMN 2015 20192. RKP 20173. RPJMN PROVINSI RIAU 2014 20194. RPJPD KABUPATEN PELALAWAN 2005 20255. RTRW KABUPATEN PELALAWAN 2011 20316. RPJMD KABUPATEN PELALAWAN 2011 2016 DAN

2016 20217. KEPUTUSAN KEPALA BKPM ATAS NAMA MENTERI

LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN TENTANG PELEPASAN KAWASAN HUTAN UNTUK PEMBANGUNAN KAWASAN TEKNOPOLITAN ATAS NAMA BUPATI PELALAWAN SELUAS 3.754 HA.

8. PERATURAN BUPATI PELALAWAN NOMOR 32 TAHUN 2015 TANGGAL 5 MEI 2015 TENTANG PENGELOLAAN DAN PEMBANGUNAN KAWASAN TEKNOPOLITAN PELALAWAN.

9. RANPERDA PENGELOLAAN DAN PEMBANGUNAN KAWASAN TEKNOPOLITAN (DALAM PEMBAHASAN)

DASAR HUKUM DAN KEBIJAKAN PENDUKUNG

MERUPAKAN TECHNO PARK TERLUAS DI INDONESIA (LUAS 3.754 HA)

Zona lindung dan konservasi

(2228 HA)

Zona Perumahan

(502 Ha)

Zona Industri 1 (137,7Ha)

Zona Industri 2 (487,6Ha)

Zona perdaganan & jasa (146,5Ha)

Zona prasarana palayan umum

(99,9Ha)

Zona R&D (180)

Zona Pendidikan

(100 Ha)

Zona perdaganan &

jasa (96a)

Zona prasarana palayan umum

(51,7Ha)Zona prasarana palayan umum

(8,4Ha)

Zona Industri 3 (192,7Ha)

Zona perdaganan & jasa (39,5Ha)

6

09/08/2018

4

7

KAWASAN TECHNO PARK MEMILIKI LUAS 3.754 HA, DIBAGI MENJADI 7 ZONASI, YAITU :

3 ZONA UTAMA :1. ZONA PENDIDIKAN (100 HA)2. ZONA RISET (180 HA)3. ZONA INDUSTRI (625 HA).

4 ZONA PENDUKUNG :4. ZONA PEMUKIMAN (120 HA)5. ZONA KONSERVASI (2.228 HA)6. ZONA KOMERSIAL (99 HA)7. ZONA PUBLIK (110 HA).

TELAH DIBENTUK KELEMBAGAAN PENGELOLA BERBENTUK UNIT PELAKSANA TEKNIS(UPT) TEKNOPOLITAN PELALAWAN DI BAWAH BADAN PERENCANAANPEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KABUPATEN PELALAWAN.

SEBAGAI PENOPANG UTAMA PENDIDIKAN, TELAH BERDIRI DAN BEROPERASIONALSEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI PELALAWAN (ST2P).

DALAM UPAYA MENGINGKUBASI TEKNOLOGI DAN MENDORONG TUMBUH DANBERKEMBANGNYA PENGUSAHA PEMULA BERBASIS TEKNOLOGI DIBENTUK PUSATINOVASI DI BAWAH ST2P.

TENAGA AHLI DAN HASIL-HASIL PENELITIAN YANG SIAP DIKOMERSIALISASI BERASALDARI BPPT DAN PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT (PPKS) MEDAN.

7

KONSEP PEMBANGUNAN DAN RENCANA STRATEGIS

ORIENTASI WILAYAH DAN AKSESIBILITAS

JALAN LINTAS TIMUR SUMATERAJALAN TOL SUMATERAJALAN KERETA API SUMATERA

JALAN POROS MENUJU PANTAI TIMUR / SELAT MELAKA

8

09/08/2018

5

Gas, Sumber Air Baku dan Pembangkit Listrik di

Sekitar Kawasan

9

LUAS KEBUN (Ha)

% DI INDONESIA

PRODUKSI (CPO/TON)

JUMLAH PKS

RIAU 2.398.328 20,96 7.442.557 165

PELALAWAN 366.928 3,21 /15,30 (RIAU)

1.764.269 28

10

TECHNO PARK PELALAWAN BERADA PADA SENTRAL HAMPARAN LAHAN SAWIT DI PROVINSI RIAU

09/08/2018

6

11

JARINGAN KEMITRAAN PENGEMBANGAN TEKNOPOLITAN PELALAWAN

TELAH TERSEDIA MASTERPLAN DAN DED KAWASAN PENDIDIKAN.

TELAH DIBANGUN GEDUNG SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI PELALAWAN(ST2P) TIGA LANTAI DENGAN LUAS LANTAI 4.800 M2. SEMENTARA INIGEDUNG ST2P DIFUNGSIKAN SEBAGAI KAMPUS ST2P, PUSAT INOVASI, DANKANTOR PUSAT PENGELOLA KAWASAN.

ST2P TELAH MENDAPAT IJIN OPERASIONAL DARI KEMENRISTEKDIKTI PADATAHUN 2016, UNTUK 2 PROGRAM STUDI YAITU AGROTEKNOLOGI DANTEKNIK INDUSTRI. SAAT INI ADA 12 DOSEN TETAP, 6 DOSEN LUAR BIASA, 3DOSEN TAMU DARI PERUSUAHAAN, DAN 2 DOSEN KEAHLIAN KHUSUSKAJIAN ISLAM. ANGKATAN PERTAMA MAHASISWA TAHUN AJARAN2016/2017 SEBANYAK 33 ORANG DAN UNTUK TAHUN AJARAN 2017/2018SEBANYAK 70 ORANG. BIAYA OPERASIONAL KAMPUS BERASAL DARIPEMERINTAH KABUPATEN PELALAWAN, DAN BANTUAN CSR PERUSAHAANTERUTAMA MELALUI PEMBERIAN BEASISWA ST2P.

PADA KAMPUS ST2P INI TELAH BEROPERASI PUSAT INOVASI YANGBERFUNGSI SEBAGAI INKUBATOR BISNIS BERBASIS TEKNOLOGI, DIMANASAAT INI TELAH DILAKUKAN SELEKSI TENANT INKUBATOR DAN SEDANGMENGINKUBASI 3 CALON PERUSAHAAN PEMULA BERBASIS TEKNOLOGIDENGAN BISNIS TERKAIT PENGELOLAAN HILIR KELAPA SAWIT.

AKTIVITAS YANG TELAH DAN SEDANG BERLANGSUNGZONA PENDIDIKAN

09/08/2018

7

13

AKTIVITAS YANG TELAH DAN SEDANG BERLANGSUNGZONA RISET

TELAH TERSEDIA MASTERPLAN DAN DED ZONA RISET.

TELAH MULAI DIBANGUN INSTALASI PENELITIAN DARI PPKS MEDAN YANGDIMULAI DARI PEMBANGUNAN KEBUN BIBIT DAN KLINIK KELAPA SAWITPADA LAHAN SELUAS 5 HA DARI 50 HA YANG DIRENCANAKAN.

DENGAN DIBANGUNNYA PUSAT PEMBIBITAN INI, MAKA PETANI SAWIT DIPELALAWAN DAN DAERAH-DAERAH DI PROVINSI RIAU AKANMENDAPATKAN BIBIT ASLI KELAPA SAWIT DAN PRAKTEK BUDIDAYA SAWITYANG BAIK.

14

AKTIVITAS YANG TELAH DAN SEDANG BERLANGSUNGZONA KONSERVASI

ZONA INDUSTRI

PEMERINTAH KABUPATEN PELALAWAN BEKERJASAMA DENGAN LEMBAGAILMU PENGETAHUAN INDONESIA (LIPI) MULAI MEMBANGUN KEBUN RAYADAERAH PELALAWAN, YANG MASUK MENJADI BAGIAN ROADMAPPEMBANGUNAN KEBUN RAYA NON PERKOTAAN SE-INDONESIA TAHUN2015 2019.

SAAT INI SEDANG DILAKUKAN PENYIAPAN BIBIT UNTUK KEBUTUHANKEBUN RAYA DENGAN PUAS 100 HA DIMAKSUD.

TELAH TERSEDIA MASTERPLAN DAN DED ZONA INDUSTRI

PEMERINTAH KABUPATEN PELALAWAN BEKERJASAMA DENGAN 5 PIHAKLAINNYA YAKNI ; BPPT, PT. REKAYASA ENGINEERING, PT. PINDAD(PERSERO), DEWAN MINYAK SAWIT INDONESIA (DMSI) DAN PPKS MEDANSAAT INI SEDANG MEMPERSIAPKAN PEMBANGUNAN PABRIK KELAPASAWIT (PKS), PABRIK BIOPLASTIK, PABRIK PELLET UNTUK BAHAN BAKARPOWER PLANT LISTRIK, PERCONTOHAN INSTALASI PENGENDALIAN EMISIKARBON PADA PABRIK KELAPA SAWIT DI PELALAWAN, DENGANMEMBERDAYAKAN PETANI SWADAYA (SMALLHOLDERS), BERDASARKANMASTERPLAN KAWASAN INDUSTRI.

09/08/2018

8

15

AKTIVITAS YANG TELAH DAN SEDANG BERLANGSUNG

PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DASAR OLEH PEMERINTAH KABUPATENPELALAWAN, ANTARA LAIN :

PENINGKATAN JALAN MENUJU KAWASAN DAN PEMBUKAAN SERTAPEMBANGUNAN JALAN DI DALAM KAWASAN.

PERENCANAAN PEMBANGUNAN JARINGAN JALAN KERETA API DARIKAWASAN TECHNO PARK MENUJU PELABUHAN.

PERENCANAAN PEMBANGUNAN PELABUHAN DAN PEMBEBASANLAHAN UNTUK PELABUHAN DI BAGIAN TIMUR KABUPATENPELALAWAN MENGHADAP KE SELAT MELAKA YANG RELATIF DEKATDENGAN SINGAPURA, YAKNI PELABUHAN SOKOI SEBAGAIPELABUHAN PENDUKUNG TECHNO PARK PELALAWAN.

PERENCANAAN PEMBANGUNAN KERETA API DARI KAWASANTECHNO PARK KE PELABUHAN

PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MESIN GAS (PLTMG)OLEH BUMD DENGAN KAPASITAS 50 MW TAHAP I, DAN BISAMENCAPAI 500 MW.

PEMBANGUNAN JARINGAN LISTRIK DARI PLTMG KE KAWASANTECHNO PARK.

PEMBERDAYAAN PETANI SWADAYA (SMALLHOLDERS) DAN KERJASAMA 6 PIHAK DALAM PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN KAWASAN TECHNO PARK PELALAWAN

16

DALAM UPAYA MEWUJUDKAN VISI DAN MISI TECHNO PARK PELALAWAN YAKNIPEMBANGUNAN YANG BERBASIS MASYARAKAT, MAKA ATAS KERJASAMA 6 PIHAKAKAN MEMBERDAYAKAN DAN MEREVITALISASI KEBUN SAWIT MASYARAKAT(SMALLHOLDERS) DENGAN PERINCIAN SBB :

AKTIVITAS INDUSTRI DI KAWASAN TECHNOPARK PELALAWAN MEMERLUKANBAHAN BAKU YANG HARUS DIPEROLEH DARI LUAR SISTEM KARTEL INDUSTRISAWIT YANG SUDAH TERCIPTA SAAT INI.

DI SISI LAIN TERDAPAT PETANI SAWIT SWADAYA DAN TIDAK TERIKAT DENGANPERUSAHAAN BESAR DENGAN BERBAGAI PERMASALAHANNYA BISA MENJADIMITRA DAN SEKALIGUS PERLU DIBERDAYAKAN DAN DIREVITALISASI.

KARAKTEK PETANI DAN KEBUN SAWIT SWADAYA YANG PERLU DITANGANIANTARALA LAIN : TINGKAT PRODUKTIVITAS RENDAH. BELUM MEMILIKI TEKNIK BUDIDAYA SAWIT YANG BAIK (GOOD AGRICULTURAL

PRACTICE / GAP) JAMINAN BERUSAHA TIDAK PASTI BAIK KARENA TIDAK ADANYA KEPEMILIKAN

SERTIFIKAT LAHAN MAUPUN BELUM ADANYA SERTIFIKASI ISPO (INDONESIASUSTAINABLE PALM OIL).

MODAL USAHA YANG MINIM. HARGA JUAL PETANI YANG BERGANTUNG PADA PENENTUAN SEPIHAK DARI

PABRIK.

09/08/2018

9

PEMBERDAYAAN PETANI SWADAYA (SMALLHOLDERS) DAN KERJASAMA 6 PIHAK DALAM PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN KAWASAN TECHNO PARK PELALAWAN

17

DENGAN LATAR BELAKANG TERSEBUT, MAKA 6 PIHAK YAKNI PEMKAB.PELALAWAN, BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI (BPPT) RI, PT.REKAYASA ENGINEERING, PT. PINDAD (PERSERO), DEWAN MINYAK SAWITINDONESIA (DMSI), DAN PPKS MEDAN, BERSEPAKAT MELAKUKAN UPAYAPEMBERDAYAAN DAN REVITALISASI KEBUN SAWIT SWADAYA SEKALIGUSMEMBANGUN BERBAGAI PABRIK TERKAIT SEBAGAI WUJUD KEMANDIRIAN DANFUNGSIONALISASI KAWASAN TECHNOPARK PELALAWAN.

PENANDATANGANAN MoU 6 PIHAK TERSEBUT BERLANGSUNG DI JAKARTA PADAKESEMPATAN RAPAT KERJA BPPT TAHUN 2018 TANGGAL 31 FEBRUARI 2018, DANAKAN SEGERA DILAKUKAN TINDAKLANJUT DAN AKSI PELAKSANAANNYA.

PEMBERDAYAAN PETANI SWADAYA (SMALLHOLDERS) DAN KERJASAMA 6 PIHAK DALAM PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN KAWASAN TECHNO PARK PELALAWAN

18

ADAPUN LANGKAH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN REVITALISASI KEBUNSWADAYA TERSEBUT TERDIRI DARI :

MENGHIMPUN PETANI SWADAYA DI DALAM KOPERASI YANG KEMUDIANAKAN DIKORPORATISASI (SEPERTI YANG DISARANKAN BAPAK PRESIDEN JOKOWIDODO).

PENGELOLAAN KEBUN SAWIT SKALA KECIL DARI PERORANGAN KE DALAMMANAJEMEN KORPORASI, SEHINGGA LEBIH MUDAH DAN EFEKTIF DALAMMENERAPKAN GOOD AGRICULTURAL PRACTICE, GUNA MENINGKATKANPRODUKTUVITAS, PENCEGAHAN HAMA PENYAKIT, MEMPEROLEH PANENYANG BERKUALITAS, SERTA HARGA JUAL YANG LEBIH BAIK.

PENGURUSAN SERTIFIKAT LAHAN, YANG DISEJALANKAN DENGAN PROGRAMTORA.

PENGURUSAN DAN PENCAPAIAN PEROLEHAN ISPO.

PEMBANGUNAN PABRIK KELAPA SAWIT (PKS) OLEH KOPERASI BEKERJASAMADENGAN PIHAK KETIGA DENGAN SISTEM BOT (BUILT-OPERATE-TRANSFER),DENGAN TARGET 4 TAHUN PABRIK MENJADI MILIK KOPERASI.

MEMBANGUN BERBAGAI PABRIK YANG MENGOLAH LIMBAH DAN PRODUKIKUTAN SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN KOPERASI (PENGOLAHAN TANDANKOSONG DAN CANGKANG UNTUK BERBAGAI PRODUK).

09/08/2018

10

PEMBERDAYAAN PETANI SWADAYA (SMALLHOLDERS) DAN KERJASAMA 6 PIHAK DALAM PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN KAWASAN TECHNO PARK PELALAWAN

19

NILAI TUKAR DAN KESEJAHTERAAN PETANI AKAN MENINGKAT KARENA AKANTERWUJUD ;

ADANYA KEPASTIAN USAHA

KEUNTUNGAN PENJUALAN TANDAN BUAH SAWIT (TBS) DENGANMEMPERHITUNGKAN HARGA TANDAN KOSONG DAN CANGKANG SEBAGAIPRODUK IKUTAN.

KEUNTUNGAN DARI BAGI HASIL USAHA KOPERASI (JUAL BELI SAWIT,PUPUK, SARANA PRODUKSI LAINNYA, KEUNTUNGAN MANAJEMEN,KEUNTUNGAN USAHA PABRIK, DLL).

PEMBERDAYAAN PETANI SWADAYA (SMALLHOLDERS) DAN KERJASAMA 6 PIHAK DALAM PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN KAWASAN TECHNO PARK PELALAWAN

20

INI MERUPAKAN PRAKTEK PERTAMA DI INDONESIA YANG MELIBATKAN PETANIMULAI DARI HULU SAMPAI KE HILIR, DAN SEJALAN DENGAN KEBIJAKANPEMERINTAHAN JOKO WIDODO.

SUDAH TERBENTUK KOPERASI YANG SIAP MELAKSANAKAN TAHAPAN-TAHAPANREVITALISASI YAKNI KOPERASI PRODUSEN BERKAH SANGGAM SEJAHTERADENGAN PENGESAHAN AKTE PENDIRIAN KOPERASI OLEH MENTERI KOPERASIUKM NOMOR: 005158/BH/M.KUKM.2/IX/2017. JUNMLAH ANGGOTA 426 ORANGDENGAN LUAS LAHAN KEBUN SAWIT 2.700 HA.

PIHAK KETIGA YANG AKAN MENJADI PEMODAL AWAL UNTUK PEMBANGUNANPKS TELAH ADA. IZIN PRINSIP PEMBANGUNAN PKS TELAH TERBIT.

09/08/2018

11

KUNJUNGAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAANKE KAWASAN TECHNO PARK PELALAWAN

DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 14 MARET 2018, DENGAN AGENDA :

- PERESMIAN KAMPUS SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI PELALAWAN DI KAWASAN TECHNOO PARK.

- LAUNCHING PROGRAM PEMBERDAYAAN PETANI SAWIT SWADAYA.

- LAUNCHING PEMBANGUNAN PABRIK KELAPA SAWIT MILIK KOPERASI PETANI SAWIT SWADAYA DI KAWASAN TECHNO PARKPELALAWAN

- PENINJAUAN PUSAT EDUKASI TEKNOPRENEUR KELAPA SAWIT PPKS (PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT) MEDAN DI KAWASANTECHNOPARK PELALAWAN

21

TERIMA KASIH

22

Recommended

View more >