SEGMEN PASAR, PREFERENSI DAN PERSEPSI KONSUMEN ?· karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan…

  • Published on
    23-Mar-2019

  • View
    214

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>a </p> <p>SEGMEN PASAR, PREFERENSI DAN PERSEPSI KONSUMEN </p> <p>TERHADAP 4Ps SAYURAN ORGANIK </p> <p>EFFI BINA </p> <p>DEPARTEMEN AGRIBISNIS </p> <p>FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN </p> <p>INSTITUT PERTANIAN BOGOR </p> <p>2014 </p> <p>b </p> <p>PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN </p> <p>SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA </p> <p>Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Segmen Pasar, </p> <p>Preferensi dan Persepsi Konsumen terhadap 4Ps Sayuran Organik adalah benar </p> <p>karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam </p> <p>bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang </p> <p>berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari </p> <p>penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di </p> <p>bagian akhir disertasi ini. </p> <p>Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut </p> <p>Pertanian Bogor. </p> <p>Bogor, Februari 2014 </p> <p>Effi Bina </p> <p>NIM H34114004 </p> <p> Pelimpahan hak cipta atas karya tulis dari penelitian kerja sama dengan pihak </p> <p>luar IPB harus didasarkan pada perjanjian kerja sama yang terkait. </p> <p>c </p> <p>ABSTRAK </p> <p>EFFI BINA. Segmen Pasar, Preferensi dan Persepsi Konsumen terhadap 4Ps </p> <p>Sayuran Organik. Dibimbing oleh SUHARNO. </p> <p>Program go organic 2010 memberikan dampak positif dalam kegiatan </p> <p>pemasaran sayuran organik. Salah satu produk hasil pertanian organik yang </p> <p>semakin diminati oleh konsumen baik sebagai sumber vitamin dan serat, juga </p> <p>sebagai investasi kesehatan jangka panjang. Kesadaran masyarakat tersebut juga </p> <p>tidak lepas dari tingkat pendidikan dan pendapatan masyarakat yang semakin </p> <p>tinggi. Semakin tinggi kesadaran masyarakat akan kesehatan mendorong petani </p> <p>untuk berlomba menyediakan sayuran yang bebas dari berbagai macam bahan </p> <p>kimia berbahaya. Produk ditawarkan ke pasar dengan berbagai atribut yang </p> <p>berbeda dengan sayuran non-organik. Oleh sebab itu, perlu dikaji bagaimana </p> <p>segmen pasar dan preferensi yang terbentuk untuk komoditi sayuran organik. </p> <p>Kajian ini dianalisis dengan menggunakan k-means klaster dan analisis konjoin. </p> <p>Hasil yang diperoleh adalah konsumen potensial merupakan ibu rumah tangga </p> <p>yang berusia dewasa hingga tua dan memiliki tingkat ekonomi yang cukup </p> <p>mapan. Preferensi yang paling diharapkan oleh konsumen adalah jenis sayuran </p> <p>daun dan manfaat yang baik bagi kesehatan, sedangkan untuk atribut label yang </p> <p>paling diperhatikan konsumen adalah kata organik pada kemasan. Maka </p> <p>rekomendasi yang dapat diberikan berdasarkan hasil klaster dan preferensi dari </p> <p>segi bauran pemasaran diantaranya: 1) Menambah varian sayuran dan jaminan </p> <p>organik; 2) Menyesuaikan kembali strategi penetapan harga; dan 3) Menjaga </p> <p>kontuinitas produk, dan merambah pasar tradisional. </p> <p>Kata kunci : organik, sayuran, segmentasi, preferensi </p> <p>ABSTRACT </p> <p>EFFI BINA. Market Segment, Preference and Consumers Perception of 4Ps </p> <p>Organic Vegetables. Supervied by SUHARNO. </p> <p>'Go organic' program in 2010 had positive impact on the marketing activities of </p> <p>organic vegetables. A kind of organic agricultural products that increasing in </p> <p>demand is a source of vitamins, fiber, and also as long-term health investment. </p> <p>These awareness is also pushed by the education and income levels. As higher the </p> <p>public awareness of health gives motivation to farmers to provide this organic </p> <p>product that free from harmful chemicals. These products offered to the market </p> <p>with variety of different attributes with non-organic vegetables. Therefore it is </p> <p>necessary to study how the market segments and preferences are formed for the </p> <p>organic vegetable commodity. Through software of this study were analyzed </p> <p>using k-means cluster and conjoint analysis. The result shows a potential </p> <p>consumer is housewife with adult to old age that has levels of economic well-</p> <p>established. The most expected preference for consumers is the kind of </p> <p>d </p> <p>vegetables, it is leaves shape, the benefit is good for healthy life, and the attribute </p> <p>label for most consumer attention is the 'organic' word on the packaging. Then </p> <p>recommendations can be given based on the results of cluster and preferences in </p> <p>terms of the marketing mix are: 1) Adding variety of organic vegetables and </p> <p>assurance; 2) Readjusting pricing strategies; and 3) Maintain continous of </p> <p>products, and expanded to the traditional market. </p> <p>Keywords: organic, vegetables, segmentation, preference </p> <p>e </p> <p>SEGMEN PASAR, PREFERENSI DAN PERSEPSI KONSUMEN </p> <p>TERHADAP 4Ps SAYURAN ORGANIK </p> <p>EFFI BINA </p> <p>Skripsi </p> <p>sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar </p> <p>Sarjana Ekonomi </p> <p>pada </p> <p>Departemen Agribisnis </p> <p>DEPARTEMEN AGRIBISNIS </p> <p>FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN </p> <p>INSTITUT PERTANIAN BOGOR </p> <p>2014 </p> <p>f </p> <p>PRAKATA </p> <p>Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah yang Maha Kuasa atas segala </p> <p>karunia-Nya yang melimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah </p> <p>ini. Topik yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Mei 2013 </p> <p>ini ialah segmentasi dengan judul Segmen Pasar, Preferensi dan Persepsi </p> <p>Konsumen terhadap 4Ps Sayuran Organik. </p> <p>Terima kasih penulis ucapkan kepada Dr. Ir. Suharno, M.Adev selaku </p> <p>pembimbing, serta Ir. Popong Nurhayati, MM yang telah banyak memberi </p> <p>evaluasi pada saat kolokium. Terima kasih juga penulis sampaikan kepada dosen </p> <p>penguji sidang Ir. Netti Tinaprilla, MM dan Dra. Yusalina, M.Si yang telah memberikan koreksi dan saran demi perbaikan skripsi ini. </p> <p>Di samping itu, penghargaan penulis sampaikan kepada Ibu Kennita, </p> <p>manajer pemasaran Kuntum Nursery yang telah membantu selama pengumpulan </p> <p>data, teman sekaligus sahabat, Yurta Farida yang memberikan dukungan dan </p> <p>bantuan yang berarti dalam proses pengerjaan skripsi ini. Ungkapan terima kasih </p> <p>juga disampaikan kepada ibu, seluruh keluarga atas doa dan dukungannya. </p> <p>Semoga karya ilmiah ini bermanfaat. </p> <p>Bogor, Februari 2014 </p> <p>Effi Bina </p> <p>i </p> <p>DAFTAR ISI </p> <p>DAFTAR TABEL iii </p> <p>DAFTAR GAMBAR iii </p> <p>PENDAHULUAN 1 </p> <p>Latar Belakang 1 </p> <p>Perumusan Masalah 3 </p> <p>Tujuan Penelitian 4 </p> <p>Kegunaan Penelitian 5 </p> <p>Ruang Lingkup dan Keterbatasan 5 </p> <p>TINJAUAN PUSTAKA 6 </p> <p>Sayuran dan Sistem Pertanian Organik 6 </p> <p>Kegiatan Pemasaran Sayuran 8 </p> <p>Konsumen Sayuran Organik 9 Penelitian Mengenai Segmentasi dan Preferensi 9 </p> <p>KERANGKA PEMIKIRAN 11 </p> <p>Kerangka Pemikiran Teoritis 11 </p> <p>Konsep Pemasaran 11 </p> <p>Konsep Segmentasi Pasar 12 </p> <p>Konsep Perilaku Konsumen 13 </p> <p>Konsep Preferensi Konsumen 14 </p> <p>Kerangka Pemikiran Operasional 15 </p> <p>METODE PENELITIAN 17 </p> <p>Lokasi dan Waktu Penelitian 17 </p> <p>Sumber dan Jenis Data 17 </p> <p>Metode Pengumpulan Data 17 Metode Analisis Data 18 </p> <p>Analisis Deskriptif 18 </p> <p>Analisis Cluster 18 Analisis Konjoin 20 </p> <p>HASIL DAN PEMBAHASAN 21 </p> <p>Profil Lokasi Penyebaran Kuesioner 21 </p> <p>Karakteristik Konsumen Sayuran Organik 25 </p> <p>Karakteristik Demografis Konsumen Sayuran Organik 25 Karakteristik Perilaku Pembelian Sayuran Organik 32 </p> <p>Segmen Pasar dan Preferensi Konsumen Sayuran Organik 38 </p> <p>Segmentasi Konsumen Sayuran Organik 38 Analisis Preferensi Konsumen Sayuran Organik 42 </p> <p>Evaluasi Strategi Bauran Pemasaran (4P) Sayuran Organik 45 </p> <p>Evaluasi Strategi Product 45 </p> <p>Evaluasi Strategi Price 47 </p> <p>Evaluasi Strategi Place 47 </p> <p>Evaluasi Strategi Promotion 48 </p> <p>ii </p> <p>SIMPULAN DAN SARAN 50 </p> <p>Simpulan 50 </p> <p>Saran 51 </p> <p>DAFTAR PUSTAKA 52 RIWAYAT HIDUP 56 </p> <p>iii </p> <p>DAFTAR TABEL </p> <p> 1 Perbandingan sistem pertanian organik dan sistem konvensional 7 </p> <p>2 Lokasi dan waktu penyebaran kuesioner 17 </p> <p>3 Harga sayuran organik di outlet bogor permai 21 </p> <p>4 Harga sayuran organik pada outlet kuntum nursery 23 </p> <p>5 Jenis sayuran organik pada supermarket Yogya 24 </p> <p>6 Harga sayuran organik pada Superindo Jembatan Merah 24 </p> <p>7 Segmentasi Demografis Konsumen Sayuran Organik 42 </p> <p>8 Importance Value Menurut Responden Klaster 1 43 </p> <p>9 Utilility Faktor dan Level Klaster 1 43 </p> <p>10 Importance value menurut responden klaster 2 44 </p> <p>11 Utility faktor dan level klaster 2 44 </p> <p>12 Importance value menurut responden klaster 3 45 </p> <p>13 Utility faktor dan level klaster 3 45 </p> <p>14 Identifikasi elemen evaluasi strategi produk 46 </p> <p>15 Identifikasi elemen strategi price 47 </p> <p>16 Identifikasi elemen evaluasi strategi place 48 </p> <p>17 Identifikasi elemen evaluasi strategi promotion 49 </p> <p>DAFTAR GAMBAR </p> <p>1 Model perilaku konsumen 14 </p> <p>2 Kerangka pemikiran operasional 16 </p> <p>3 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin 26 </p> <p>4 Karakteristik responden berdasarkan usia 26 </p> <p>5 Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan 27 </p> <p>6 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan 28 </p> <p>7 Karakteristik responden berdasarkan status pernikahan 28 </p> <p>8 Karakteristik responden berdasarkan fungsi dalam keluarga 29 </p> <p>9 Karakteristik responden berdasarkan jumlah keluarga inti 30 </p> <p>10 Karakteristik responden berdasarkan pendapatan 31 </p> <p>11 Karakteristik responden berdasarkan pengeluaran konsumsi pokok 31 </p> <p>12 Karakteristik berdasarkan sumber informasi produk 32 </p> <p>13 Karakteristik berdasarkan rata-rata pembelian sayuran organik 33 </p> <p>14 Karakteristik berdasarkan alasan mengonsumsi sayuran organik 33 </p> <p>15 Karakteristik berdasarkan manfaat mengonsumsi sayuran organik 34 </p> <p>file:///D:\skripsi%20pie.docx%23_Toc377363508file:///D:\skripsi%20pie.docx%23_Toc377363509</p> <p>iv </p> <p>16 Karakteristik berdasarkan kurun waktu mengonsumsi sayuran organik 35 </p> <p>17 Karakteristik berdasarkan lokasi pembelian 35 </p> <p>18 Karakteristik berdasarkan jenis sayuran yang sering dikonsumsi 36 </p> <p>19 Karakteristik berdasarkan persepsi terhadap harga sayuran organik 37 </p> <p>20 Karakteristik berdasarkan kendala dalam memperoleh sayuran organik 37 </p> <p>21 Karakteristik berdasarkan pengetahuan mengenai iklan/promosi sayuran 38 </p> <p>1 </p> <p>PENDAHULUAN </p> <p>Latar Belakang </p> <p>Hortikultura merupakan salah satu subsektor petanian yang memberikan </p> <p>kontribusi cukup penting bagi perekonomian nasional dilihat dari Produk </p> <p>Domestik Bruto (PDB). Menurut data Deptan (2012), nilai PDB hortikultura pada </p> <p>tahun 2006 sebesar Rp 68638 Milyar meningkat menjadi Rp 86565 Milyar pada </p> <p>tahun 2010. Salah satu bagian subsektor hortikultura yang cukup penting adalah </p> <p>sayuran.Pada tahun 2006-2010, perkembangan PDB sayuran terus meningkat dari </p> <p>Rp 24694 Milyar pada tahun 2006 menjadi Rp 31244 Milyar pada tahun 2010 </p> <p>(Ditjen Hortikultura, 2012). Berdasarkan data Susenas, pada tahun 2007 hingga </p> <p>tahun 2011 konsumsi rata-rata per kapita perbulan pada komoditi sayuran terus </p> <p>meningkat dan mengalami pertumbuhan sebesar 17.32 %. </p> <p>Komoditas hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan merupakan sumber </p> <p>vitamin, mineral dan serat yang baik.Sayuran sebagai salah satu kelompok </p> <p>hortikultura yang memberikan manfaat terhadap peningkatan pendapatan dan </p> <p>kesejahteraan penduduk Indonesia.Selain sebagai salah satu komoditas yang </p> <p>bernilai ekonomis, dan mudah dibudidayakan, komoditas sayuran juga memiliki </p> <p>keunggulan sebagai salah satu sumber serat makanan, vitamin dan mineral yang </p> <p>penting untuk menjaga kesehatan.Idealnya, seseorang harus mengonsumsi sayuran </p> <p>sekitar 200 gram per hari agar metabolisme di dalam tubuh tidak terganggu akibat </p> <p>kekurangan serat.1 </p> <p>Melalui program revolusi hijau, produksi pangan dunia meningkat secara </p> <p>dramatis sehingga mampu mengatasi kerawanan pangan terutama di negara-</p> <p>negara Asia, Afrika dan Amerika Latin. Peningkatan produksi pangan tidak </p> <p>terlepas dari penggunaan produk teknologi modern seperti benih unggul, pupuk </p> <p>kimia, pestisida, herbisida, zat pengatur tumbuh dan pertanaman </p> <p>monokultur.Penggunaanobat-obatan kimiawi secara berlebihan, telah menjadikan </p> <p>sektor pertanian sebagai salah satu sumber pencemaran utama, produknya </p> <p>membahayakan kesehatan, serta menghambat upaya ekspor produk-produk </p> <p>pertanian itu sendiri (Soetrisno 2002).Perubahan diperlukan untuk memperbaiki </p> <p>dan sekaligus mempertahankan produktivitas tanah akibat sudah semakin </p> <p>miskinnya unsur hara yang terkandung dalam tanah. </p> <p>Pertanian organik saat ini menjadi salah satu alternatif usaha untuk </p> <p>mewujudkan perubahan tersebut. Kegiatan pertanian yang menolak input seperti </p> <p>pupuk dan pestisida kimiawi digunakan sama sekali ataupun dikurangi, </p> <p>merupakan langkah baik untuk menghasilkan produk pertanian yang lebih ramah </p> <p>lingkungan serta baik bagi kesehatan masyarakat. </p> <p>Pangan organik adalah pangan yang berasal dari suatu sistem pertanian </p> <p>organik yang menerapkan praktek-praktek manajemen yang bertujuan untuk </p> <p>memeliharaekosistem dan mencapai produktivitas yang berkelanjutan, dan </p> <p>melakukan pengendalian gulma, hama dan penyakit, melalui berbagai cara seperti </p> <p>daur ulang residu tanaman dan ternak, seleksi dan pergiliran tanaman, manajemen </p> <p> 1 Berapa Jumlah Ideal Konsumsi Buah Per Hari. http://food. detik.com/read /2012/02/17/101924/ </p> <p>1844821 /900/ [10 maret 2013] </p> <p>2 </p> <p>pengairan, pengolahan lahan dan penanaman serta penggunaan bahan-bahan </p> <p>hayati (SNI No. 6729- 2010). 2Menurut National Organik Standard Boardtujuan </p> <p>utama pertanian organik adalah untuk mengoptimalkan kesehatan dan </p> <p>produktivitas komunitas tanah, tanaman, hewan dan manusia yang saling </p> <p>terkait.3Ada berbagai alasan pertanian organik menjadi kebijakan pertanian </p> <p>unggulan atau pendekatan penghidupan berkelanjutan. Pertanian organik </p> <p>mendorong perbaikan lima sumber daya yang dimiliki manusia, yaitu perbaikan </p> <p>sumber daya alam, perbaikan sumber daya sosial, perbaikan sumber daya </p> <p>ekonomi, dan perbaikan sumber daya infrastruktur (Saragih dalam Nasution </p> <p>2009).Hal inilah yang menjadi dasar mengapa kegiatan sistem pertanian </p> <p>berkelanjutan perlu untuk terus dikembangkan. </p> <p>Pertanian organik berkembang secara cepat terutama di negara-negara </p> <p>Eropa, Amerika, dan Asia Timur (Jepang, Korea dan Taiwan). Wilayah Asia </p> <p>terutama di dataran Cina, pertanian organik dilaksanakan sebelum pupuk kimia </p> <p>diperkenalkan secara meluas pada tahun 1960. Sistem ini selama berabad-abad </p> <p>mampu mencukupi kebutuhan pangan penduduk dunia (Sutanto 2002). Pertanian </p> <p>organik telah berkembang cukup pesat di Indonesia. Berdasarkan data Statistik </p> <p>Pertanian Organik Indonesia, total luas area lahan pertanian organik di Indonesia </p> <p>pada 2010 seluas 238872.24 hektar dan terus meningkat 10% dari tahun </p> <p>sebelumnya.Peningkatan pertanian organik di Indonesia itu, tumbuh seiring </p> <p>dengan peningkatan luas lahan organik di seluruh dunia yang mencapai dua juta </p> <p>hektar. Kualitas hidup manusia Indonesia akan semakin baik dengan memberikan </p> <p>dukungan bagi petani-petani organik. Indonesia memiliki potensi yang cukup </p> <p>besar untuk bersaing di pasar internasi...</p>