Sejarah Australia

  • Published on
    14-Jul-2015

  • View
    4.669

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

<p>SEJARAH AUSTRALIA</p> <p>Anggota Kelompok: Putri Ayu A. L. Suci Patmasari Sri Utaminingrum Jefri Adiasmoro 09416241002 09416241008 09416241014 09416241025</p> <p>PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2011</p> <p>1</p> <p>KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselesaikannya makalah yang berjudul Sejarah Australia. Makalah yang masih perlu dikembangkan lebih jauh ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang membacanya. Makalah ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Negara dan Bangsa, yang secara garis besar memuat tentang penemuan benua Australia, pembentukan koloni Inggris di New South Wales, pembentukan koloni-koloni lain Di Australia, perkembangan menuju pemerintahan demokrasi, lahirnya Commonwealth Of Australia, struktur masyarakat dan sistem pemerintahan, perkembangan politik luar negeri, dan budaya serta politik Australia. Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan, bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak, penulis tidak mungkin menyelesaiakan penyusunan makalah ini, untuk itu ucapan terima kasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif, terutama dari Ibu Taat Wulandari, M. Pd. dan teman-teman prodi IPS.</p> <p>Yogyakarta, 11 Oktober 2011</p> <p>Penulis</p> <p>2</p> <p>DAFTAR ISI Halaman Judul .................................................................................................................. 1 Kata Pengantar .................................................................................................................. 2 Daftar Isi........ ........... 3 Bab I Pendahuluan A. Latar Belakang .................................................................................................... 4 B. Rumusan Masalah ............................................................................................... 4 C. Tujuan ................................................................................................................. 4 Bab II Pembahasan A. Penemuan Benua Australia .................................................................................. 5 B. Pembentukan Koloni Inggris Di New South Wales .............................................. 6 C. Pembentukan Koloni-Koloni Lain Di Australia ................................................... 7 D. Perkembangan Menuju Pemerintahan Demokrasi ................................................ 10 E. Lahirnya Commonwealth Of Australia ................................................................ 11 F. Struktur Masyarakat Dan Sistem Pemerintahan ................................................... 13 G. Perkembangan Politik Luar Negeri ...................................................................... 15 H. Budaya Dan Politik Australia ............................................................................. 16 Bab III Penutup A. Kesimpulan ......................................................................................................... 23 B. Saran ................................................................................................................... 23 Daftar Pustaka .................................................................................................................. 24</p> <p>3</p> <p>AB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Auatralia adalah sebuah Negara benua yang Lokasi 3515 LS 14928 BT. Australia beribu kota Canberra tetapi memiliki Kota terbesar Sydney. Austrlia mengunakan Bahasa resmi Inggris hal ini dikarenakan Australia merupakan salah satu negara persemakmuran Inggris (Commonwelth). Pemerintahan negara Australia masih menyatu pada kerajaan Inggris sehigga Ratu merupakan simbol pemerintahaan dan untuk mewakilinya di Australia pemerintahaan Inggris diwakili oleh Gubernur Jendral. Bentuk negara australia adalah negara yang berbentuk monarki konstitusional. Sejarah Australia dimulai ketika manusia pertama migrasi ke Australia dari utara, sekitar 40.000-50.000 tahun yang lalu. Periode ini disebut sebagai prasejarah Australia. Sejarah tertulis pertama Australia dimulai ketika orang-orang Eropa pertama kali melihat negara ini. Dan kemudia dibagi lagi menjadi dua periode: sebelum dan sesudah dia menjadi dominion dari Kekaisaran Britania pada 1901. Untuk mengetahui lebih lanjut sejarah australia dan terbentuknya negara serta bangsa Australia, maka dari itu makalah ini akan membahas lebih lanjut sejarah negara dan bangsa Australia. B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana penemuan Benua Australia dan pembentukan koloni-koloni? 2. Bagaimana perkembangan menuju pemerintahan demokrasi hingga terbentuknya Commonwealth Of Australia? 3. Bagaimana struktur masyarakat dan sistem pemerintahan dan budaya serta politik Australia? C. Tujuan 1. Mengetahui penemuan Benua Australia dan pembentukan koloni-koloni. 2. Mengetahui perkembangan menuju pemerintahan demokrasi hingga terbentuknya Commonwealth Of Australia. 3. Mengetahui struktur masyarakat dan sistem pemerintahan dan budaya serta politik Australia.</p> <p>4</p> <p>BAB II PEMBAHASAN A. PENEMUAN BENUA AUSTRALIA1 Penduduk asli Australia (aborigines atau aboriginal) memiliki ciri-ciri fisik yang berbeda dengan ciri-ciri fisik empat ras utama lainnya, sehingga Elkin mengelompokkan penduduk asli Australia pada kelompok khusus yang disebut Australoid. Diduga mereka memasuki benua Australia pada 40.000 tahun lalu dari arah utara. Mereka berkembang dengan sangat lambat sehingga mereka masih hidup dalam zaman batu dengan corak kehidupan food gathering ketika rombongan kolonis pertama dari Inggris tiba di Australia. Dalam pertemuan antara kebudayaan penduduk asli dengan kebudayaan pendatang baru itu, kebudayaan penduduk asli akhirnya tersisihkan, sehingga kebudayaan pendatang barulah yang akhirnya dominan. Kebudayaan yang berkembang di Australia pada akhirnya adalah kebudayaan yang berakar pada kebudayaan Eropa walaupun secara fisik Australia terletak jauh dari Eropa. Sejarah Australia dalam seluruh aspeknya merupakan sejarah bangsa yang secara sosio budaya berasal dari Eropa. Sementara penduduk asli sudah menduduki Australia puluhan ribu tahun, bagi orangorang di Eropa eksistensi benua itu masih dalam taraf spekulasi (hipotesis). Orang-orang Eropa masih berbeda pendapat tentang adanya antipodes. Para ahli geografi dari zaman klasik sejak permulaan abad masehi telah menduga adanya daratan selatan yang disebut Terra Australia Incognita. Pandangan ini ditentang oleh para ahli agama yang sekaligus juga ahli geografi pada masanya. Golongan yang terakhir ini beranggapan bahwa dunia berbentuk rata seperti tikar, sehingga mereka menganggap bahwa pendapat yang membenarkan adanya antipodes adalah pendapat yang keliru. Selama Zaman Pertengahan pendapat yang terakhir inilah yang menang, namun setelah zaman itu berakhir orang mulai memikirkan lagi tentang Terra Australia Incognita. Perubahan politik yang terjadi di pantai timur Laut Tengah mendorong orang-orang Portugis dan Spanyol berusaha mencari jalan laut ke Dunia Timur. Mulailah era penjelajahan samudra yang juga melahirkan era baru dalam sejarah bangsa-bangsa di Eropa, yaitu era penemuan daerah-daerah baru, yang dipelopori oleh Bangsa Portugis dan Spanyol. Keberhasilan Bangsa Portugis dan Spanyol menemukan jalan laut ke Dunia Timur, membuka</p> <p>1</p> <p>Point A-G dirangku dari Siboro, J. 1989. Sejarah Australia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.</p> <p>5</p> <p>jalan bagi penemuan Benua Australia oleh orang-orang Eropa. Namun, sejauh yang dapat diketahui Bangsa Portugis maupun Spanyol tidak berhasil menemukan Benua Australia. Reformasi dengan segala akibatnya memaksa Belanda mencari jalan sendiri ke Indonesia. Keberhasilan Belanda dalam membangun pos-posnya di Indonesia sangat memungkinkan penemuan Benua Australia, baik secara tidak sengaja maupun sebagai hasil penyelidikan. Sejak tahun 1606, pada saat pelaut Belanda untuk pertama kali menemukan daratan Australia, sampai tahun 1644, yaitu saat berakhirnya ekspedisi Tasman yang kedua, orang-orang Belanda telah berhasil menemukan dan memetakan sebagian besar pantai Australia, yaitu pantai utara, barat, dan setengah pantai selatan. Semula mereka menyebut daratan itu Het Land van de Eendracht, namun setelah pelayaran tasman mereka menyebutnya New Holland. Dilihat dari segi keuntungan materiil yang menjadi tujuan seluruh kegiatan Belanda di Indonesia, New Holland tidak menarik bagi Belanda. Mereka tidak mengklaim apalagi menduduki daratan itu. Pelaut Inggris yang pertama kali sampai di Australia adalah William Dampier, wilayah yang dikunjungi Dampier sama dengan yang dikunjungi oleh pelaut-pelaut Belanda, sehingga tidak menghasilkan dampak baru bagi benua itu. Penemuan Inggris yang paling berarti bagi benua itu adalah penemuan James Cook atas pantai timur Australia pada tahun 1770. Berbeda dengan kesan Belanda, Cook memandang daratan yang ditemukannya itu memberikan harapan kehidupan yang cerah, sehingga ia mengklaim daratan itu menjadi milik Inggris, dan diberi nama New South Wales. Laporan-laporan Cook, Joseph Banks, Solander, dan James Maria Matra, membangkitkan niat pemerintah Inggris untuk mendudukinya. Dengan demikian Cook dipandang sebagai penemu Australia yang sebenarnya, karena penemuannya itulah yang mengubah perjalanan sejarah Australia hingga mencapai bentuk yang sekarang menuju masa depam yang akan datang. B. PEMBENTUKAN KOLONI INGGRIS DI NEW SOUTH WALES Keputusan pemerintah Inggris membuka koloni di New South Wales lahir ditengahtengah kesibukan pemerintah mengatasi masalah-masalah akibat kemiskinan, pengangguran, dan kejahatan yang diperhebat oleh ekses Revolusi Industri. Revolusi Amerika yang pada hakekatnya merupakan peristiwa politik dalam kehidupan pemerintahan Inggris pada waktu itu, ikut menambah beban yang harus dihadapi pemerintah Inggris di bidang sosial, terutama berkaitan dengan American loyalists. Secara tradisional orang mengatakan bahwa motif utama yang mendorong pemerintah Inggris mengambil keputusan itu adalah kebutuhan tempat pembuangan narapidana yang tidak disukai di Inggris. Dalam penelaahan lebih lanjut, para sejarawan mengajukan</p> <p>6</p> <p>argumentasi bahwa mendapat tempat pembuangan bukan satu-satunya motif kuat. Ditemukan motif lain yang tidak kalah pentingnya seperti naval supply and maritime base theory yang dikaitkan dengan Swing to the East dan peningkatan pelayaran dan perdagangan Inggris dengan Cina. Dari sejak awal berdirinya koloni di New South Wales sampai tahun 1809, koloni itu dipimpin oleh gubernur yang berasal dari Angakatan laut, dan sejak tahun 1790 untuk menjaga keamanan koloni itu dibentuk pasukan khusus yang disebut New South Wales Corps. Gubernur pertama Arthur Phillip, berusaha sekuat tenaga menjadikan koloni itu selfhelp. Pengalamannya memberi landasan baginya untuk berkesimpulan bahwa untuk menjadikan koloni itu mampu berdiri sendiri jumlah free settler harus ditingkatkan di koloni itu, sebab tenaga kerja narapidana tergolong tenaga kerja yang tidak produktif. Masa Letnan Gubernur sesudah Arthur Philip (1792-1795), memberi peluang kepada para perwira Corps melakukan kegiatan-kegiatan yang hanya menguntungkan kelompoknya. Untuk mendapatkan uang dalam jumlah yang lebih besar, mereka memonopoli perdagangan yang mulai tumbuh di koloni itu. Perdagangan yang paling menguntungkan mereka adalah perdagangan rum. Setiap usaha yang dianggapnya merugikan mereka selalu ditentang, sekalipun berasal dari gubernur koloni itu. Akibatnya para perwira pedagang itu berselisih dengan tiga gubernur secara berturut-turut. Hunter dituduh tidak layak menjadi gubernur, sementara King juga dihina. Puncak perselisihan itu terjadi ketika masa pemerintahan gubernur William Bligh. Tindakan keras yang dilakukan Bligh melahirkan reaksi yang justru menjatuhkannya. Bligh bukan saja dijatuhkan, tetapi dimasukkan ke dalam penjara. Peristiwa ini terkenal dengan nama Rum Rebellion. Pemberontakan ini ternyata merupakan awal proses berakhirnya pengaruh dan kekuasaan para perwira Corps tersebut. Di bawah pemerintahan Lachian Macquarie, seorang perwira dari Angkatan Darat Inggris, dilakukan konsolidasi yang berhasil memacu koloni itu mencapai kemajuan pesat. Pengetahuan tentang garis besar pantai Australia sudah banyak dicapai pada masa sebelum Macquarie, terutama atas jasa pelaut-pelaut ulung seperti George Bass dan Matthew Flinders. Namun, pengetahuan mengenai pedalaman Australia baru bisa bertambah setelah pada tahun 1813 Great Dividing Range atau The Blue Mountains dapat ditembus oleh Gregory Blaxland, Lawson, dan Wenworth. Eksplorasi pedalaman yang berhasil itu, meletakkan jalan bagi kemungkinan perluasan koloni itu selanjutnya bahkan membuka jalan bagi terwujudnya Australia seperti sekarang ini. C. PEMBENTUKAN KOLONI-KOLONI LAIN DI AUSTRALIA 1. Tasmania</p> <p>7</p> <p>Koloni Tasmania mulai berkembang dari pemukiman yang dimulai di daerah Sungai Derwent yang kemudian berpusat di Hobart dan di Port Dalrymple yang kemudian berpusat di Launceston. Pada awal pertumbuhannya kedua pemukiman ini masing-masing dipimpin oleh seorang Letnan Gubernur yang mewakili Gubernur New South Wales. Sejak tahu 1813 kedua pemukiman itu (Launceston dan Hobart) ditempatkan di bawah seorang Letnan Gubernur, dan Letnan Gubernur pertama yang berkuasa atas kedua daerah pemukiman itu adalah Kolonel Davey. Dengan mendorong kemajuan pertanian serta menjadikan Hobart sebagai pelabuhan bebas, Davey berusaha menjadikan Tasmania sebagai koloni yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Dalam usahanya ini ia berhasil. Sayang sekali ia kurang disenangi oleh Gubernur New South Wales karena Davey adalah orang yang kurang berdisiplin, dan suka minum-minum sampai mabuk. Sebagai bagian dari New South Wales, Tasmania pernah dijadikan sebagai tempat pembuangan narapidana yang berkelakuan paling buruk. Bahkan di Tasmania sempat dibangun satu penjara khusus, Macquarie Harbour, di pantai barat pulau itu. Sejarah Tasmania sebagai koloni diisi dengan berbagai kekerasan yang meliputi: a. Kekerasan perlakuan yang dialami oleh para narapidana. b. Kekerasan berupa teror-teror yang dilakukan oleh para bushranger, dan sebaliknya kekerasan tindakan pemerintah untuk memberantas bushranger tersebut. c. Kekerasan perlakuan masyarakat kulit putih terhadap penduduk asli. d. Kekerasan usaha pemerintah dan para imigran menjadikan koloni itu bisa berswasembada. Pada tahun 1825 Tasmania dipisahkan dari New South Wales. Dalam perkembangan selanjutnya Tasmania mempunyai kedudukan setara dengan New South Wales, dan berhak mempunyai legislative council seperti New South Wales. Ketika New South Wales mulai mempersoalkan transportasi narapidana, Tasmania pun mengajukan tuntutan agar sistem narapidana dihapuskan. Tuntutan mereka ini menjadi kenyataan pada tahun 1852. Pada tahun 1855 koloni ini menyelenggarakan pemerintahan sendiri, dan secara resmi sejak itu mengubah n...</p>