Self Awareness

  • Published on
    23-Dec-2015

  • View
    92

  • Download
    9

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Self Awareness

Transcript

  • BAB II

    KAJIAN TEORI

    2.1. Pengertian Self Awareness

    Solso (1998) mengemukakan bahwa kesadaran diri (self awareness) dari

    proses fisik mempunyai hubungan timbal balik dengan kehidupan mental yang

    terkait dengan tujuan hidup, emosi, dan proses kognitif yang mengikutinya.

    Santrock (2003b) mengemukakan kesadaran diri adalah keadaan sadar terjaga atau

    pengetahuan mengenai peristiwa yang terjadi di luar dan di dalam dirinya,

    termasuk sadar akan pribadinya dan pemikiran mengenai pengalamannya.

    Individu yang memiliki kesadaran diri adalah sadar akan persepsinya,

    perasaannya, angan-angannya, ataupun sadar akan dunia di luar dirinya (Hist;

    Posner dalam Matlin, 1998). Solso (1998) mengungkapkan kesadaran diri sebagai

    keadaan sadar terjaga akan lingkungan di sekitarnya dan proses kognitif yang

    terjadi dalam dirinya, seperti ingatan, pemikiran, emosi, dan reaksi fisiologisnya.

    Kesadaran diri adalah kesadaran pikiran yang berasal dari aliran persepsi terhadap

    sensasi, angan-angan, pemikiran, dan emosi yang terjadi secara terus-menerus

    (James dalam Santrock, 2003b).

    Kesadaran diri adalah komponen kecerdasan emosional yang pertama.

    Kesadaran diri berarti mempunyai satu pemahaman emosi, kekuatan, kelemahan,

    kebutuhan, dan pendorong diri sendiri. Orang-orang dengan kesadaran diri kuat

    bukan berarti sangat kritis atau sangat realistis. Namun mereka lebih cenderung

    jujur - dengan diri mereka sendiri dan dengan yang lain-lain.

    7

  • 2.1.1. Sumber Self Awareness

    Sebuah corak psikoterapi yang dikemukakan Victor Frank (1905)

    menggambarkan manfaat langsung dari proses kesadaran diri. Menurut Frank,

    seperti yang dikutip dalam makalahnya Hanna Djumhana Bastaman, kesadaran

    diri manusia mampu melepaskan diri dari berbagai macam pengaruh lingkungan

    dan bentuk kecenderungan alami ke arah suatu keadaan atau perkembangan

    tertentu dalam dirinya.

    Pendapat Frank tersebut sedikit berbeda dengan konsepsi kesadaran diri

    yang dibangun M. Iqbal. Yang dimaksud anfus (ego) oleh Iqbal adalah manusia

    yang merupakan kesatuan jiwa dan badan. Identitas manusia adalah individualitas

    yang mempunyai kesadaran, dan berkata aku (I am). Konsepsi kesadaran diri

    inilah yang menurut Iqbal menjadi tujuan manusia yang mencari tahu tentang

    sumber ilmu dan sumber informasi.

    Atkinson dkk (1999) mengemukakan dua macam kesadaran, yaitu :

    kesadaran aktif, menitikberatkan pada proses mental dalam membuat rencana,

    mengambil inisiatif, dan memonitor diri sehingga akan memunculkan regulasi

    diri; dan kesadaran pasif, seperti kesadaran sederhana dari pikiran, emosi,

    penginderaan, dan kesan. Buss (1995) dalam teori self-consciousness

    mengemukakan pula ada dua jenis kesadaran diri, yaitu : private self-

    consciousness, merupakan kesadaran akan diri sendiri yang tidak bisa diamati

    secara langsung oleh orang lain, seperti bagaimana rasanya otot mengencang,

    perasan marah, cinta, ataupun perasaan spiritual; dan public self-consciousness,

    8

  • kesadaran akan diri yang diamati pula oleh orang lain, seperti penampilan diri,

    bagaimana orang lain berpikir tentang diri, penghargaan terhadap orang lain,

    ataupun bagaimana individu berkomunikasi dengan orang lain.

    Solso (1998) mengemukakan bahwa kesadaran diri dari proses fisik

    mempunyai hubungan timbal balik dengan kehidupan mental yang terkait dengan

    tujuan hidup, emosi, dan proses kognitif yang mengikutinya. Santrock (2003b)

    mengemukakan kesadaran diri adalah keadaan sadar terjaga atau pengetahuan

    mengenai peristiwa yang terjadi di luar dan di dalam dirinya, termasuk sadar akan

    pribadinya dan pemikiran mengenai pengalamannya. Individu yang memiliki

    kesadaran diri adalah sadar akan persepsinya, perasaannya, angan-angannya,

    ataupun sadar akan dunia di luar dirinya (Hist; Posner dalam Matlin, 1998). Solso

    (1998) mengungkapkan kesadaran diri sebagai keadaan sadar terjaga akan

    lingkungan di sekitarnya dan proses kognitif yang terjadi dalam dirinya, seperti

    ingatan, pemikiran, emosi, dan reaksi fisiologisnya. Kesadaran diri adalah

    kesadaran pikiran yang berasal dari aliran persepsi terhadap sensasi, angan-angan,

    pemikiran, dan emosi yang terjadi secara terus-menerus (James dalam Santrock,

    2003b).

    Damasio (2000) menyatakan bahwa kesadaran diri didasari oleh keadaan

    sadar terjaga dan disertai oleh perhatian yang terpusat pada keadaan internal

    dalam dirinya (mind-body) dan lingkungan di luar sehingga mengetahui

    keberadaan dirinya di sini-saat ini. Kualitas kesadaran diri merupakan keadaan

    lebih jelas dan jernihnya pengalaman sadar individu mengenai keadaan di sini dan

    9

  • saat ini (here & now) dengan secara efektif menyadari ingatan masa lalu dan

    terlebih lagi memungkinkan mengantisipasi masa depan. Kualitas kesadaran diri

    oleh para praktisi meditasi timur dan para ahli neurofenomenologi menyebutnya

    sebagai mindfulness. Mindfulness adalah kualitas kesadaran diri diartikan sebagai

    meningkatnya perhatian dan keadaan sadar terjaga atas realitas pengalaman

    keberadaannya yang terjadi di sini-saat ini. Mindfulness adalah kualitas kesadaran

    diri (consciousness), yang mencakup keadaan sadar terjaga (awareness) dan

    perhatian (attention) dan harus dibedakan dari proses mental seperti kognisi

    (perencanaan-pengawasan), motivasi, dan keadaan emosi (Brown & Ryan, 2003).

    Mindfulness harus dibedakan dari beberapa teori self-awareness yang mendapat

    perhatian selama hampir 30 tahun belakang, seperti Duval dan Wicklunds (1972)

    yaitu teori objektif self-awareness, Busss (1980) yaitu teori self-consciousness,

    dan Carver dan Scheiers (1981) yaitu teori self-awareness pengetahuan mengenai

    diri (Bishop dkk, 2004; Brown & Ryan, 2003). Neurofenomenologi merupakan

    metodologi dengan pendekatan orang pertama dalam studi kesadaran diri yang

    menekankan pentingnya pengalaman orang pertama atas keadaan di sini-saat ini

    (Varela & Shear, 1999; Thompson & Lutz, 2003; Thompson dkk, 2004).

    Brown dan Ryan (2003, 2004) menjelaskan bahwa mindfulness adalah

    hasil meningkatnya keadaan sadar terjaga dan perhatian sehingga menghasilkan

    kesadaran penuh akan pengalaman keberadaannya di sini-saat ini secara lebih

    terbuka. Keadaan sadar terjaga adalah pengalaman subjektif dari fenomena

    internal dan eksternal yang merupakan apersepsi dan persepsi murni dari semua

    realitas peristiwa yang terjadi setiap saat. Perhatian merupakan pemusatan

    10

  • keadaan sadar terjaga untuk memperjelas aspek tertentu dari realitas. Pengalaman

    atas rasa kehidupan dan keberadaannya dialami sebagaimana adanya, sebagai

    realitas pengalaman di sini-saat ini.

    2.2. Cara Mengembangkan dan Meningkatkan Self Awareness

    2.2.1. Cara Mengembangkan Self Awareness

    Cara untuk mengembangkan self awareness dapat dilakukan dengan analisis

    diri.Analisis diri dengan meminta orang lain untuk menilai diri kita.Analisis diri

    dilakukan dengan cara refleksi diri (pikiran dan perasaan).

    Refleksi itu meliputi perilaku, pribadi, sikap dan persepsi kita.

    1. Prilaku berhubungan erat dengan tindakan-tindakan kita. Seseorang harus

    mengarahkan tiap tindakannya sendiri. Refleksi atau analisis perilaku itu

    mencakup 4 komponen, yakni: motivasi, pola berpikir, pola tindakan dan

    pola interaksi dalam relasi dengan orang lain.

    2. Kepribadian merupakan kondisi karakter atau temperamen diri yang relatif

    stabil sebagai hasil bentukan faktor sosial, budaya dan lingkungan

    sosial. Para ahli psikologi menggagas The Big Five Model untuk

    mengkategorikan kepribadian manusia (Ekstroversion atau Agreeableness,

    tipe orang yang emosinya stabil, Conscentiousness atau sifat hati-hati,

    orang yang terbuka pada pengalaman).

    3. Sikap merupakan cara respon kita terhadap terhadap rangsangan

    (stimulus) objek luar tertentu (menyenangkan/tidak menyenangkan).

    Emosi menentukan sikap kita.

    11

  • 4. Persepsi sebenarnya suatu proses menyerap informasi dengan panca indera

    kita lalu memberikan pemaknaan atasnya.

    2.2.2 Cara Meningkatkan Self Awareness

    Self awareness dijelaskan Mel model yang ditawarkan oleh Joseph Luft

    dan Johari Window dan Harry Ingham, self awareness berhubungan dengan

    komunikasi interpersonal. Makin tinggi kesadaran diri semakin mengetahui

    bagaimana orang berkomunikasi dengan orang lain. Sebaliknya, komunikasi

    dengan orang lain akan membantu meningkatkan pengetahuan tentang diri

    seseorang. Karenanya, kesadaran-diri adalah suatu hal yang harus ditingkatkan.

    De Vito menyebutkan empat hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan self-

    awareness:

    1. Bertanya tentang diri kepada diri sendiri. Self-talk (berbicara dengan diri

    sendiri), melakukan monolong dengan diri sendiri adalah salah satu cara

    mengetahui tentang diri dan pada gilirannya meningkatkan kesadaran-

    diri. Mendengarkan orang lain. Mendapatkan feedback dari orang lain

    dalam komunikasi interpersonal adalah hal yang membuat seseorang

    mendapatkan self-knowledge (pengetahuan tentang diri). Sehingga akan

    meningkatkan self-awareness pada diri seseorang.

    2. Secara aktif mencari informasi tentang diri sendiri. Tindakan ini akan

    memperkecil wilayah blind-self sekaligus meningkatkan self-awareness .

    3. Melihat dar