Self Medication

  • Published on
    07-Jul-2015

  • View
    388

  • Download
    5

Embed Size (px)

Transcript

A. Pengertian Polifenol Istilah senyawa fenol, meliputi aneka ragam senyawa yang berasal dari tumbuhan, yang mempunyai ciri sama yaitu cincin aromatik yang mengandung satu atau dua penyulih hidroksil. Polifenol memiliki spektrum luas dengan sifat kelarutan pada suatu pelarut yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh gugus hidroksil pada senyawa tersebut yang dimiliki berbeda jumlah dan posisinya. Dengan demikian, ekstraksi menggunakan berbagai pelarut akan menghasilkan komponen polifenol yang berbeda pula . Senyawa fenol cenderung mudah larut dalam air karena umumnya sering kali berikatan dengan gula sebagai glikosida, dan biasanya terdapat dalam vakoula sel. Senyawa fenolik dapat di definisikan secara kimiawi oleh adanya satu cincin aromatik yang membawa satu (fenol) atau lebih (polifenol) substitusi hidroksil, termasuk derivat fungsionalnya. Polifenol adalah kelompok zat kimia yang ditemukan pada tumbuhan. Zat ini memiliki tanda khas yakni memiliki banyak gugus fenol dalam molekulnya. Polifenol berperan dalam memberi warna pada suatu tumbuhan seperti warna daun saat musim gugur. Polifenol memiliki spektrum luas dengan sifat kelarutan pada suatu pelarut yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh gugus hidroksil pada senyawa tersebut yang dimiliki berbeda jumlah dan posisinya. Polifenol adalah kelompok zat kimia yang ditemukan pada banyak tumbuhan,dan juga banyak terdapat pada kacang-kacangan, teh hijau, teh

putih, anggur merah, anggur putih, minyak zaitun, cokelat hitam, dan delima. Zat ini memiliki tanda khas yakni memiliki banyak gugus fenol dalam molekulnya. Kadar polifenol yang lebih tinggi dapat ditemukan pada kulit buah seperti pada anggur, apel, dan jeruk. Polifenol berperan dalam memberi warna pada suatu tumbuhan seperti warna pada daun, selain itu polifenol juga berperan sebagai antioksidan yang dapat mengurangi resiko kanker dan sangat baik untuk kesehatan. (Poli)fenol dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu senyawa dengan berat molekul kecil serta oligomer dan polimer yang berat molekulnya relatif tinggi. Fenol dengan berat senyawa rendah (LMP) biasanya terdapat pada pohon yang tinggi, beberapa diantaranya biasanya terdapat pada spesies pohon yang bervariasi dan yang lainnya terdapat pada spesies yang spesifik. Proanthocyanida (PA) dengan berat molekul tinggi adalah senyawa polifenol yang banyak ditemukan pada batang pohon, tetapi biasanya tidak ditemukan pada pohon herbeceous. Beberapa ribu senyawa fenol alam telah diketahui strukturnya. Flavonoid merupakan golongan terbesar, tetapi fenol monosiklik

sederhana, fenilpropanoid, dan kuinon fenolik juga terdapat dalam jumlah besar. Beberapa golongan bahan polimer penting dalam tumbuhan-lignin, melanin, dan tanin- adalah senyawa polifenol dan kadang-kadang satuan fenolik dijumpai pada protein, alkalis, dan di antara terpenoid.

B. Sifat Polifenol Bagi kimiawan tumbuhan, senyawa fenol tumbuhan dapat

menimbulkan gangguan besar karena kemampuannya membentuk kompleks dengan protein melalui ikatan hidrogen. Bila kandungan sel tumbuhan bercampur dan membran menjadi rusak selama proses isolasi, senyawa fenol cepat sekali membentuk kompleks dengan protein. Akibatnya, sering terjadi hambatan terhadap kerja enzim pada ekstrak kasar. Sebaliknya, fenol sendiri sangat peka terhadap oksidasi enzim dan munkin hilang pada proses isolasi akibat kerja enzim fenolase yang

terdapat dalam tumbuhan. Ekstraksi senyawa fenol-tumbuhan dengan etanol mendidih biasanya mencegah terjadinya oksidasi enzim, dan prosedur ini seharusnya dilakukan secara rutin. Fenol menyerap di daerah UV pendek dan dapat dideteksi pada pelat silika gel yang mengandung indikator fluoresensi gelombang 254 nm, terlihat sebagai bercak gelap dengan latar berfluoresensi. Akan tetapi biasanya lebih baik mendeteksinya dengan pereaksi yang lebih khas,yang terbaik pereaksi folin ciocalteu. Beberapa ribu senyawa fenol alam telah diketahui strukturnya. Flavonoid merupakan golongan terbesar, tetapi fenol monosiklik

sederhana, fenilpropanoid, dan kuinon fenolik juga terdapat dalam jumlah besar. Beberapa golongan bahan polimer penting dalam tumbuhan lignin, melanin, dan tanin yang berasa pahit dan mempunyai kemampuan menyamak kulit. Tanin digunakan sebagai astringent, baik untuk saluran

pencernaan, maupun kulit. Selain itu tanin juga dapat digunakan sebagai obat antidiare. Tanin dapat menghambat kerja enzim topoisomerase I dan II (T1 clan T2), viral reverse transkriptase (RT) pada konsentrasi 0,01 g/ml. Polifenol cenderung mudah larut dalam air karena umumnya berikatan dengan gula sebagai glikosida dan biasanya terdapat dalam vakuola sel. Untuk mendeteksi senyawa fenol sederhana ialah dengan menambahkan larutan besi (III) klorida 1% dalam air dan etanol kedalam larutan cuplikan, yang menimbulkan warna hijau, merah, ungu, biru atau hitam yang kuat. Ekstraksi senyawa fenol tumbuhan dengan etanol mendidih biasanya mencegah terjadinya oksidasi enzim (Harborne, 1987). Polifenol merupakan senyawa dengan inti benzen lebih dari satu.Polifenol mudah larut dalam air karena bersifat polar. Polifenol dapat dideteksi dengan penambahan besi yaitu dengan penambahan (III) klorida dan uji daya reduksi, dan Fehling B pada ekstrak

Fehling A

sehingga membentuk endapan merah bata (Harborne, 1973).

C. Sumber Polifenol Berdasarkan Klasifikasinya Polifenol dapat diklasifikasikan menjadi 4 berdasarkan strukturnya, yaitu: 1. Asam Fenol

Gambar 1. Struktur asam fenol.

Asam fenol terdiri dari 2 kelas yaitu turunan asam benzoat dan turunan asam sinamat. Asam hidroksibenzoat terdiri dari Protocatechuic acid, Gallic acid Blackberry dan p-hydroxybenzoic acid sedangkan asam hidroksicinnamic terdiri dari caffeic acid, chlorogenic acid, coumaric acid, ferulic acid, sinapic acid yang sumber makanannya terdapat pada blackberry, raspberry, black currant, strawberry, blueberry, kiwi, cherry, pudding, aubergine, apel, pear, kentang, jagung, gandum, nasi, oat, cider (Manac, et al, 2004).

2. Flavonoid

Gambar 2. Struktur flavonoid.

Flavonoid terdiri dari flavonol, antosianin, flavon, flavonon, isoflavon yang sumbernya terdapat pada Bawang, buah cery, apel, brokoli, sayur hijau (bayam dan kangkung), tomat, buah berry, teh, red wine, gandum, kacang soya, kacang polong, apel, the, jeruk,anggur, limon, aurantium. Senyawa ini biasanya memilki struktur phenylbenzopyrone (C6 C3 C6) (Manac, et al, 2004). 3. Lignan

Gambar 3. Struktur lignan.

Lignan dibentuk dari 2 unit phenilpropana. Yang sumbernya terdiri dari biji rami yang mengandung secoisolariciresinol dan matairesinol rendah. Yang lainnya terdapat pada sereal, buah-buahan, biji padi-padian

dan tentunya pada sayuran. Lignan dimetabolisme menjadi enterodiol dan enterolakton oleh mikroflora usus halus (Manac, et al, 2004). 4. Stillbene

Gambar 4. Struktur stillbene.

Stillbene hanya ditemukan dalam kadar rendah pada manusia. Salah satunya yaitu resveratrol yang memiliki efek antikarsinogenik, sumbernya terdapat pada kadar rendah di wine (Manac, et al, 2004). Stillbene tidak tersebar luas pada tanaman (Scalbert dan Williamson, 2000). 5. Tannin Tannin merupakan salah satu komponen utama dalam tanaman obat yang sering digunakan. Senyawa Tannin terdiri dari dua golongan utama yaitu : a. Tannin Terhidrolisis Merupakan ester yang terbentuk dari gula dan asam fenolat dan biasa disebut Gallotannin (Ester Galloyl dari glukosa), contohnya Pentagalloyl glukosa atau ellagitannins (asam

hexahydrodiphenic, derivat dari dua unit asam gallat yang

membentuk ester dengan glukosa) contohnya agrimoniin dari agrimony. b. Non Hidrolisis Tannin (Tannin Terkondensasi) Disebut juga sebagai Tannin terkondensasi atau proanthocyanidin, merupakan polymer dari catechin atau memiliki ikatan CC, contohnya cola tannins. gallocatechin yang

D. Manfaat Polifenol Polifenol memiliki banyak manfaat bagi manusia, diantaranya: 1. Antioksidan Turunan polifenol sebagai antioksidan dapat menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektron yang dimiliki radikal bebas, dan menghambat terjadinya reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas. Polifenol merupakan komponen yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antioksidan dalam buah dan sayuran. Senyawa polifenol berfungsi sebagai antioksidan dengan menghambat langkah propagasi, yaitu memutus rantai autoksidasi atau disebut juga Chainbreaking antioxidants (AH). Berupa molekul dengan ikatan dengan hidrogen yang lemah sehingga mudah diserang pada reaksi propagasi, tapi hasil reaksinya merupakan radikal yang stabil yang tdk mempropagasi rantai reaksi. Antioksidan fenolik juga sering disebut sebagai antioksidan primer atau antioksidan sejati (true antioxidant). reaksi pemutusan rantai autooksidasi senyawa polifenol :

Gambar 6. Pemutusan reaksi autooksidasi oleh senyawa polifenol membentuk prodik radikal nonreaktif.

Senyawa fenol pada gambar, mendonasikan satu atom hIdrogen pada senyawa radikal peroksil (ROO.) diikuti oksidasi lebih lanjut membentuk produk akhir yang stabil nondekstukstif. Produk akhir yang dihasilkan tidak akan mempropagasi lebih lanjut rantai reaksi, sehingga tahap propagasi terputus dan pembentukan radikal selanjutnya dapat dicegah. Dibawah ini skema pemutusan reaksi autooksidasi:

Gambar 7. Skema pemutusan reaksi autooksidasi oleh Chain-breaking antioxidants (AH)

Chain-breaking antioxidants (AH) bisa bereaksi dengan radikal peroksil dan alkoksil, sehingga dapat menghambat pembentukan, isomerisasi dan dekomposisi hidroperoksida (Restya, 2008).

2. Aktivitas menurunkan kadar kolesterol Polifenol mampu menurunkan dan menjaga kadar serum kolestrol total agar tetap berada pada kisaran normal. Hal ini disebabkan karena aktivitas antioksidan polifenol yang dapat mencegah terjadinya stres oksidatif yang dapat memicu aterosklerosis (Widiati, 2009). 3. Aktivitas dalam men

Recommended

View more >