Serenade of Love

  • View
    103

  • Download
    8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Antologi Puisi Irma Garnesia

Transcript

2011

Serenade of Love 2011Naskah Antologi Puisi Irma GarnesiaRindu karena cinta itu lebih dahsyat daripada penyakit yang diderita oleh orang gila.

Irma Garnesia [Type the company name] 1/1/2011

Sebuah Cerita Tentang Rindu A : aku merindukanmu sayang! B : Aku juga sangat merindukanmu, seperti bulan yang tak pernah bertemu dengan matahari. A : Aku sedang sakit. B : Cepatlah mati! A : Kenapa begitu?????? B : Karena mati tak mengharuskan rindu, pun rasa sakit. 01-04-2011

Cuma Begitu cuma begitu. aku tak dapat menahan beban waktu. jam berderak patah, suara gergaji di luar. sound system yang menyanyikan lagu, pun air di kamar mandi yang belum kumatikan. cuma begitu, aku tak dapat bertahan. menjadi batu yang tahan terik, sebab matahari selalu akan bersinar kecuali waktu berhenti berdetak. cuma begitu, aku tak dapat membaca, aku tak dapat menulis, dan bernapas. 16032011

Menjadi Puisi aku bermimpi engkau menjadi puisi, dan aku bisa memainkannya sesuka hati. aku bermimpi tentang engkau, kafe, mobil, dan jalan itu. aku tau segala tentangmu adalah sebuah imajinasi. maafkan karena aku menyimpanmu begitu jauh dalam benakku. aku lupa menaruhmu di mana, sehingga kau selalu hilang dengan mudahnya. begitu juga dengan pengembalianmu, kau datang dan pergi sesukamu. aku berharap aku bisa menjadi imajinasi dan menelusup ke pikiran engkau. merusak saraf pusat, saraf tepi, dan koordinasi. sehingga engkau diam-diam menjadi puisi dan aku menjadi lakonnya. 06-02-2011

Di Hp ia berharap sebuah nada tanda pesan masuk akan datang. sebab telah berhari-hari ia tidak membeli pulsa elektrik, dan berhutang di warung kopi. listrik juga tak mau kompromi dengan mati dari pagi sampai pagi, membuat signal semakin buruk dan tiada pesan yang masuk. namun ia tetap menanti sampai waktu melapuk, wajah menua dan rasa beringsut padam. ia pegangi dadanya, ada yang hilang, detakkah jantungnya atau hanya getar di hp? 07-04-2011

Placebo mencintai bukan untuk disakiti. purnama jatuh, kuning telur jadi koloid, kopi jadi suspensi, dan aku jadi heterogen. mencintaimu membutuhkan konsekuensi. bunyi hujan atau air kran kah yang jatuh satu-satu? suara ketukan pintu ataukah suara televisi di luar itu? tapi getar di hp-ku belum juga ada, sementara dadaku bedug magrib yang siap dipukul. dan badanku thermometer 40 derajat celcius. tapi mencintai memberi keberanian. keberanian dari sekedar berlari, berucap, atau menghindar. mencintai pula memberi arti dari : mati. 21052001

Sedikit Saja sedikit saja kuminta kau mengerti, bahwa bulan mei tidak jauh lebih gurun dari hatimu. daun-daun berguguran, pasir beterbangan, begitupun cinta. rumput dipangkas, awan menghitam, hujan tak pernah turun, dan kamu masih duduk di sampingku. sedikit saja kuminta kau mengerti, matamu memang tak bisa membaca tanda-tanda. aku bukanlah segala, cuma angin yang berada disekitarmu, tapi kau tak tahu. sering aku mencuri pandanganmu, sering aku memperhatikanmu, tapi kau tak peduli. sering aku mati, sering aku luruh, sering aku retak, tapi kau buta, tuli, bisu, punah mata hati. 15-05-2011

Masa Putus! yang ia ingat hari itu adalah ia berada di ruang akustik. memakai baju batik, dan sedang memainkan musik. tapi dering di telepon sungguh menghancurkan setiap nada yang ada, menghancurkan dentuman dari bass yang sedang ia mainkan. membuat air mukanya menjadi merah padam, dan dirinya jadi naik pitam. tapi ia hanya tertawa pasrah, sebab ia yakin bahwa perasaan hanya masalah mainan, dan ia akan melupakan segenap kejadian, segenap momen hanya dalam waktu sehari. lalu diam-diam ia menuliskan itu dalam diari agar bisa dibaca suatu hari, dan memandangi matanya sendiri yang tengah menelan air mata. 07-04-2011

Jadi Hantu jika ada masa reinkarnasi kedua, aku ingin sekali menjadi hantu. sebab hantu begitu bebas, tak ada yang mengekang, tak ada yang memburu (kecuali orang-orang tak berilmu yang hanya ingin tahu), tak ada aturan hantu harus memakai apa, makan apa, minum apa. jika aku benar-benar jadi hantu, pasti aku menjagamu. karena aku hantu yang berbudi, setidaknya seperti casper. aku bisa jadi temanmu ya? tapi bahkan kini kau sudah memanggilku hantu ya? apa wajahku sudah seperti hantu pula? 220611

Things, I satu-satunya yang kuingat tentangmu adalah air mata. dan banyak hal yang kusaksikan darimu hanyalah sebuah dusta. aku merindukanmu, dan aku berdusta. aku mencintaimu, dan aku berdusta. kau menatapku sangsi, dan mengalihkan pandangan. dan itu dusta. tahukan kau? aku trauma pada setiap mobil yaris berwarna hitam. sebab aku selalu berharap engkau akan menurunkan kaca mobil dan menyapaku. tapi mobil itu bukan kau. dan sesungguhnya kamu tak pernah berada di sana. aku juga trauma pada jalan, sepatu, mata, dan darah. aku coba membuangmu, jauh. jauh sekali. dan dusta! aku tak pernah melakukannya. 06-02-2011

Kehilangan Tanpa Pernah Memiliki apa kita bisa kehilangan tanpa pernah memiliki? burung jatuh dari terbangnya, angin bertiup dan menerbangkan gugur daun. aku lupa mematikan televisi dan radio di rumah. .lupa pula mematikan hatiku yang sepertinya kalut pada setiap kata-katamu, khawatir kehilanganmu yang tak pernah merasa ingin dimiliki. apa kita bisa memiliki setelah kehilangan? foto-fotomu masih kusimpan, suaramu masih terdengar dari telepon di seberang sana.tapi aku telah kehilanganmu lebih jauh dari rumahku ke rumahmu, mataku ke matamu, hatiku ke hatimu. 030711

Merasa Bersalah

tak ada gunanya engkau merasa bersalah atas kejadian yang lalu itu. sebab waktu kian menua, usia melapuk, wajah mulai keriput, dan berusaha menahan penyakit yang kian mengamuk. tak ada gunanya engkau merasa bersalah sebab aku telah melupakanmu, jauhjauh sebelum engkau membaca surat-surat itu. jauh sebelum toko yang kerap menjajakan mimpi itu tutup. jauh sebelum hatiku membeku dan kubuang entah kemana. tak ada gunanya merasa bersalah, sebab waktu tak akan kembali. sebab doraemon telah mati, tak ada lagi kantong ajaib, ataupun pintu kemana saja yang bisa membawa kita ke masa lalu. membawa hatiku ke hatimu. hatimu! 220611

Di Tempat Paling Jauh di sana, di tempat paling jauh. aku telah mati layaknya hatimu. tak bisa kompromi dengan hipotermia, menderita hipokondria, dan dilanda gila. dan engkau akan mengigau, di sana, di tempat paling jauh pula, mengigaukan aku yang tak kunjung kembali membawa secangkir kopi untuk diminum berdua. sebab kopi di sana itu, di tempatmu sangat mahal. tapi kopi itu terlalu pahit, sebab aku tak biasa memakan gula. di sana, di tempat paling jauhaku telah mati, kematianku akan dipampang di surat kabar, televisi lokal dan internasional dengan headline orang gila telah mati sambil menggenggam cangkir kopi. lalu kau akan tertawa, menyusulku ke tempat paling jauh sambil mengigaukan namaku dan membawa secangkir kopi. 07-04-2011

Jarak aku pernah bilang, jarak harusnya bukanlah jurang yang membuat mata kita saling bertaut, lalu hilang begitu saja. tetapi tidak kini. matahari terbit selama 96 hari dan semua itu berubah. meskipun bunga Eugenia jambos tetap tumbuh dengan indahnya, dan Banar tetap merambat sesukanya. semua hal bisa berubah. jarak, pisahkan kami! pisahkan kami dari rasa sakit hati! doa seorang pendosa yang sangat biasa. jarak seharusnya bisa menghapus segala kesedihan, menghapus nama, wajah, mata, atau bahkan hati? 06-04-2011 pukul 20.42

Di Masa SMP

Yang di ingatnya di masa putih biru ini hanyalah buku yang bertumpuk-tumpuk, tas yang berat, dan wajahmu. satu-satunya alasan ia tak pernah menyapamu adalah karena ketakutannya. segala yang ia sembunyikan dibalik matanya adalah kenangan tentangmu. tentang angkot yang lewat pagi itu, tentang coklat, bakso, tas, jam tangan, dan puisi. Bertahun-tahun ia belajar menulis tentangmu, tapi tak pernah berhasil. Kini ia hanya takut, ia takut pada segala hal. takut pada matamu, bibirmu, dadamu, tanganmu, wajahmu, dan hatimu. 23-01-2011

Hipokondria aku menderita hipokondria. tidak sama dengan mitokondria. tidak sama dengan sitoplasma, atau hal lainnya yang berhubungan dengan sel. aku cemas pada setiap gerakanmu, pada setiap tingkah laku, dan detak jantungmu. aku sedih, kelabu, murung dan gila tanpa alasan yang jelas. aku bukan orang pesimis yang selalu bersedih dan gundah, sebab kesedihan yang kualami hanya akan dialami beberapa orang dan kesedihanku itu sangat menyakitkan. aku tidak akan ceritakan di sini, karena siapapun tak boleh tahu (definisi dosakah?) aku hipokondria. dan aku bukan mitokondria. aku cemas pada kesedihan ini. cemas suatu saat ini aku akan tenggelam ditimpa lautan kesedihan ini dan berujung pada kamar segi empat bercat putih. 06-04-2011 pukul 20.34

Curcoll: Galau aku ingin mengutuk telepon genggam, facebook, dan twitter. aku ingin menghapus diari, puisi, dan hati. jarum jam berdetak tapi tak ada dering di hape, tidak ada mention di twitter, dan tak ada notification di facebook. Mengapa dunia begitu singkat sehingga setiap pertemuan hanya menyajikan satu tatapan? kita terpisah di antara rak makanan di kantin, aku tidak dapat menjangkaumu, sementara makanan ini belum kubayar. segerombolan orang menyeruduk, menyerbu, dan mengusik kegelisahan. sementara mata kita belum bertatapan, tangan kita belum bergenggaman. lima belas menitku habis untuk menunggumu di antara rak makanan itu, sementara perut mulai berbunyi sampai ke ulu hati. dan aku tak pernah menemukanmu di antara rak makanan itu. 30-05-2011

Suatu Hari Di Koridor seseorang tengah menatapi rasa gelisahmu. semalam kau menangis karena tak ada dering di telepon, drama korea, dan surat yang tak sempat kau baca. seseorang tengah menatapimu yang tiba-tiba menjadi batu. tapi kau tak pernah membaca tanda-tanda. angin, kertas, pena, dan lantai hanya menjadi sesuatu yang tak berharga. kupu-kupu, jangkrik, dan bunga sepatu hanya menjadi benda mati di matamu, begitu juga dia. tapi kau tak akan pernah tahu, bagaimana dia memandangimu, memikirkanmu, memimpikanm