Siapakah Yesus

  • Published on
    05-Jul-2015

  • View
    356

  • Download
    24

Embed Size (px)

Transcript

<p>Siapakah Yesus ?</p> <p>BAB I . PENDAHULUAN1. Latar BelakangSebuah pertanyaan yang pantas diajukan sebelum kita membahas makalah ini secara menyeluruh. Siapakah Yesus menurut anda ? Ada orang yang mengatakan Ia guru yang termashyur. Orang lain menyebut Dia nabi, filsuf, allahdunia Barat, atau seorang baik yang patut dicontoh. Memang Yesus adalah orang termahsyur dan guru yang baik, namun Ia lebih dari itu. Ia bukan sekadar filsuf ataupun seorang teladan yang patut kita contoh. Yesus bukan allah dunia barat pula, karena itu kita tidak dapat menyebut Dia allah dunia barat. Yesus lahir di timur tengah hampir 2000 tahun yang lalu.Dia tidak melakukan hal-hal yang biasanya membuat orang terkenal, namun kehidupan-Nya telah mempengaruhi seluruh dunia. Dia tidak pernah membangun tugu-tugu peringatan. Dia tidak pernah memimpin pasukan. Lalu siapakah Dia ?</p> <p>1</p> <p>Siapakah Yesus ?</p> <p>2. Rumusan MasalahPada makalah ini, saya akan menggunakan sumber berdasarkan Alkitab untuk membahas Siapakah Yesus ? . Para penulis Alkitab adalah orang yang berbeda-beda. Mereka adalah dokter, raja, nabi, imam, usahawan, petani, gembala, pegawai pemerintah dan nelayan. Allah mencegah orang- orang ini melakukan kesalahan dalam menulis kejadian-kejadian di masa silam, nubuat di masa depan, ataupun pesan -Nya untuk umat manusia setiap zaman dan keadaan. Bertahun-tahun yang lalu, tulisan-tulisan ini dihimpun dan menjadi sebuah Alkitab. Matius, Markus, Lukas, Yohanes menulis kitab -kitab sesuai dengan nama mereka. Kita menyebutnya Injil yang berarti kabar baik. Kabar baik tentang bagaimana Yesus dating ke dunia untuk menyelamatkan kita adalah kabar terbaik yang pernah ada. Allah mengilhami Matius, Markus, Lukas dan Yohanes untuk menulis kabar baik tentang Yesus dari sudut pandang yang berbeda. Matius memperlihatkan Yesus sebagai Raja memerintah dunia dengan kebenaran. keturunan Raja Daud yang akan</p> <p>Markus memperlihatkan Yesus sebagai Hamba Allah yang melakukan kehendak Allah Hamba yang menderita, yang digambarkan dalam nubuat perjanjian lama, yang dating untuk mati karena dosa-dosa kita. Lukas, seorang dokter Yunani memperlihatkan Yesus sebagai Anak Manusia wakil yang sempurna dan penyembuh penyakit segala umat manusia.Yohanes menuliskan Injilnya untuk memperlihatkan Yesus sebagai Anak Allah Juruselamat Dunia. Kitabnya mengisahkan seseorang yang dikenalnya. Ia mempunyai hubungan yang erat dengan Dia. Yohanes menuliskannya untuk membuktikan sesuatu membuktikan siapa Yesus itu. Tujuannya adalah meyakinkan semua orang yang membaca kitabnya bahwa orang ini, Yesus, adalah lebih dari sekedar manusia Dialah Allah yang dating dalam rupa manusia. Dan Yohanes bahwa sekalian orang yang percaya Yesus akan menerima hidup kekal. Pernyataan itu luar biasa sekali dan sulit dipercaya. Tetapi apabila kita membaca hal mengenai Yesus yang ditulis dalam Alkitab oleh pengikut-pengikut lainnya, kita melihat bahwa tidak ada yang bertentangan. Semua yang tertulis dalam Alkitab mengenai Yesus adalah benar.</p> <p>Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah perse kutuan dengan Bapa dan Anak -Nya, Yesus Kristus (1 Yohanes 1 : 3) .</p> <p>2</p> <p>Siapakah Yesus ?</p> <p>3. TujuanPenulisan makalah ini bertujuan untuk mengenal lebih jauh sosok Yesus Kristus agar kita bisa mengetahui siapakah Allah yang kita sembah dalam wujud Manusia, Yesus anak Daud. Banyak orang yang beribadah kepada-Nya namun belum mengenal secara pribadi siapakah Allah yang Ia sembah. Melalui makalah ini diharapkan penulis agar pembaca maupun penulis dapat lebih mengenal Yesus Kristus secara pribadi. Selain itu, makalah berjudul Siapakah Yesus ini bertujuan pula untuk memenuhi tugas mata kuliah Agama.</p> <p>3</p> <p>Siapakah Yesus ?</p> <p>BAB II . PEMBAHASAN1. Yesus, Mesias yang DijanjikanJanji merupakan bagian dari kehidupan kita sekalian. Orang tua berjanji untuk melakukan hal-hal bagi anak-anak mereka. Para politikus, usahawan, bahkan pemilik toko pun membuat janji-janji. Kita semua pernah mengalami menunggu orang lain menepati janjinya kepada kita. Allah pun telah membuat janji bagi kita jauh sebelum kelahiran Yesus Kristus. Allah berjanji bahwa Mesias, Yang Diurapi akan datang. Allah berbicara melalui para nabi-Nya, menerangkan tentang Orang ini dan apa yang akan Dia lakukan. Ketika Yesus datang, banyak orang yang sudah mengetahui tentang nubuatnubuat ini memperhatikan sesuatu yang penting sekali. Mereka memperhatikan bahwa apa yang Yesus lakukan dan katakana cocok sekali dengan nubuat-nubuat para nabi. Mereka menyadari bahwa sungguh Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah. Allah telah menggenapi janji-Nya. Nabi-nabi perjanjian lama meramalkan banyak sekali hal penting tentang Mesias. Beberapa di antaranya akan dijelaskan pada bagian berikut ini. Manusia dan Ilahi Janji pertama tentang Mesias tertulis dalam Kitab pertama dalam Alkitab. Allah menyebut Dia sebagai benih atau keturunan dari perempuan. Ia a kan lahir dari seorang perempuan. Adam dan Hawa, laki-laki dan perempuan pertama telah berbuat dosa. Iblis, musuh Allah telah membujuk mereka untuk tidak menaati perintah Allah. Perbuatan itu memisahkan mereka dari Allah dan menjadikan Iblis berkuasa atas mereka. Tetapi Allah berjanji bahwa seorang Juruselamat akan lahir yang akan menghancurkan kuasanya. Allah berfirman kepada Iblis :</p> <p>Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukan tumitnya (Kejadian 3 : 15).Dalam abad-abad berikutnya, Allah memberitahukan umat-Nya lebih banyak lagi rincian tentang Juruselamat itu. Ia akan lahir di Betlehem, di negeri Palestina. Namun Ia bukanlah manusia biasa. Ia adalah kekal. Ia selalu sudah ada, akan tetapi Ia akan datang ke dunia untuk lahir sebagai manusia. Nabi Mikha bernubuat :</p> <p>4</p> <p>Siapakah Yesus ?</p> <p>Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, daripadamu akan bangkit bagi -Ku seseorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala (Mikha 5 : 1).Sekitar 700 tahun sebelum Yesus lahir, Allah menyatakan kepada nabi Yesaya bahwa Juruselamat yang akan datang bersifat manusiawi dan ilahi. Ia akan lahir dari seorang perawan, tanpa bapa manusiawi. Salah satu gelar-Nya adalah Imanuel, yang berarti Allah menyertai kita.</p> <p>Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel (Yesaya 7 : 14) . Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (Yesaya 9 : 5).Kurban dan Juruselamat Allah menyatakan kepada beberapa nabi bahwa Juruselamat itu akan memberikan nyawa-Nya sebagai kurban karena dosa-dosa kita. Semua binatang yang dipersembahkan kepada Allah sebelum kedatangan Yesus Kristus adalah gambaran tentang Dia. Penggunaan kurban sebagai tanda atau simbol permohonan untuk pengampunan dosa kepada Allah. Yesaya pasal lima puluh tiga menjelaskan dengan sempurna bagaimana Allah akan menjadikan Juruselamat itu sebagai korban untuk menebus dosa-dosa kita, tetapi bagaimana pula Ia akan hidup pula dan bersukacita melihat orang-orang yang selamat karena kematian-Nya. Yesus menjadi korban karena dosa kita dan Ia menjadi Juruselamat kita. Para nabi memberitahukan bilamana, dimana dan bagaimana Ia akan dikhianati oleh sahabat karib-Nya, mendapat tuduhan palsu, ditahan, diejek, diadili, dicambuk dan disalibkan. Tetapi Ia akan bangkit pula. Sesuai dengan hal yang dinubuatkan nabi pada Perjanjian Lama. Nabi, Imam dan Raja Nubuat-nubuat Perjanjian Lama menunjukkan bahwa Mesias itu akan diurapi oleh Roh Allah untuk menjadi Nabi, Imam dan Raja kita. Sebagai Nabi, Ia akan menjadi juru bicara Allah kepada kita. Sebagai Imam, Ia akan menjadi suara kita kepada Allah. Sebagai Raja, Ia akan menjadi tangan Allah untuk menolong dan memimpin kita. Ia akan menetapkan patokan yang harus kita patuhi dan5</p> <p>Siapakah Yesus ?</p> <p>meneguhkan pemerintahan Allah dalam kehidupan kita. Ketika Yesus memulai pelayanan-Nya di depan umum Ia membacakan nubuat tentang Mesias di hadapan orang banyak dan menyatakan bahwa mereka sedang menyaksikan penggenapan nubuat tersebut di dalam diri-Nya :</p> <p>Roh Tuhan Allah ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan kebebasana kepada orang -orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara , untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan (Yesaya 61 : 1 -2).Sebagai nabi, Yesus meramalkan banyak peristiwa, antara lain : kematian-Nya sendiri melalui penyaliban, kebangkitan-Nya setelah tiga hari, kembali-Nya ke surga, apa yang akan dilakukan oleh para pengikut-Nya, kedatangan Roh Kudus, penyebaran Injil dan kebinasaan Bait Allah di Yerusalem. Semua itu terjadi persis dengan yang dikatakan Yesus.</p> <p>Tuhan telah bersumpah dan Ia tidak akan menyesal : Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek (Mazmur 110 : 4). Besar kekuasaanya dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daun dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya.Yesus adalah raja sesungguhnya dari alam semesta. Suatu hari Ia akan kembali ke dunia untuk mereka yang menjadi milik-Nya. Dia akan mendirikan kerajaan-Nya untuk dilihat semua orang dan akan memerintah selama-lamanya. Nubuat-nubuat Perjanjian Lama tentang Mesias adalah seperti benang-benang yang terpisah. Barulah setelah Yesus datang orang dapat melihat bahwa di dalam Dia, Nubuat-nubuat itu ditenun dengan indah dan heran.</p> <p>6</p> <p>Siapakah Yesus ?</p> <p>2. Yesus, Anak AllahBeberapa fakta tentang Allah lebih mudah dimengerti dari pada yang lain. Misalnya, kita dapat lebih mudah mengerti bagaimana Allah adalah seperti seorang ayah, sebenarnya memiliki ayah ataupu menjadi seorang ayah adalah hal yang kita semua alami. Kita tahu bahwa ayah yang baik akan menyediakan semua kebutuhan anak-anaknya. Fakta-fakta lain tentang Allah tidak begitu mudah dimengerti. Hal ini tidak perlu mengherankan kita. Allah kita adalah pencipta yang agung, kekal dan termulia. Pikiran-pikiran-Nya adalah jauh melebihi pikiran yang kita miliki. Salah satu fakta yang tidak begitu mudah dimengerti yaitu bahwa Yesus adalah Anak Allah. Allah adalah Allah yang esa namun Ia memiliki seorang Anak yang setara dengan Dia dalam kuasa dan kemuliaan.</p> <p>Sebelum Yesus lahir di Betlehem, Ia selalu bersama-sama dengan Allah, BapaNya. Mikha telah menunjukkan asal-usul Mesias :</p> <p>yang permulaannya sejak purbakala, sejak dahulu kala (Mi kha 5 : 1) .Pada malam sebelum kematian-Nya, Yesus berdoa :</p> <p>ya Bapa, permuliakanlah Aku pada -Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat -Mu sebelum dunia ada (Yohanes 17 : 5) .</p> <p>7</p> <p>Siapakah Yesus ?</p> <p>Yesus ada bersama-sama Allah, bekerja bersama Dia dalam menciptakan dunia. Yohanes menyebut Yesus sebagai Firman dan ia memulai Injilnya dengan memberitahukan kita :</p> <p>Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Al lah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan (Yohanes 1 : 1 3) .Ada suatu misteri dalam Perjanjian Lama yang telah membuat bimbang banyak pembaca. Allah mengatakan :</p> <p>Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita. (Kejadian 1 : 26)Kepada siapakah Allah berbicara ? Yang ditulis Yohanes menolong menerangkan misteri ini. Yesus, Anak Allah, ada bersama dengan Allah pada waktu penciptaan. Alkitab mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah yang benar, yaitu sang Pencipta. Namun lebih dari 2700 kali Perjanjian Lama memakai nama berbentuk jamak untuk Dia Elohim. Elohim yang diterjemahkan sebagai Allah, kadang-kadang dipakai bersama kata ganti jamak untuk melukiskan pekerjaan Allah. Demikianlah halnya dalam uraian tentang penciptaan. Kadang-kadang kata itu dipakai dengan kata kerja untuk bentuk tunggal seolah-olah lebih dari satu orang bertindak seperti satu orang. Alkitab menggunakan kata esa untuk menyatakan kesatuan. Kesatuan ilahi, yang kita sebut Allah, terdiri atas lebih dari satu oknum. (Kejadian 1 : 1, 2, 26) . Ketika pernyataan Allah kepada manusia semakin banyak dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, kita mempelajari tiga oknum sebagai Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Kita menyebut mereka Allah Tritunggal, atau Trinitas yang Kudus yang berarti tiga oknum kudus dalam satu. Mereka satu dalam maksud, kuasa dan kodrat. Mereka selalu bekerja bersama-sama dalam persatuan dan keselarasan yang sempurna. Mereka berbuat demikian dalam penciptaan. Mereka berbuat demikian ketika Yesus ada di dunia. Dan Mereka akan selalu demikian. Nama Allah, sebagai nama keluarga, dipakai untuk Bapa, Anak dan Roh. Untuk membedakan, kita menyebut Bapa itu Allah, menyebut Anak dengan nama-Nya, yaitu Yesus, ketika berada di dunia dan menyebut Roh sebagai Roh Kudus. Yesus berbicara tentang persatuan-Nya dengan Bapa-Nya sebagai hal menjadi satu, atau sebagai hal berada di dalam Bapa-Nya dan Bapa-Nya berada di dalam Dia.8</p> <p>Siapakah Yesus ?</p> <p>Sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita menjadi satu : Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku (Yohanes 17 : 21-23).Allah Bapa menjawab doa Yesus yang dapat kita baca dalam Yohanes 17 : 5. Setelah Yesus mati karena dosa kita, Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya banyak orang yang menyaksikan Dia kembali ke surga. Sesudah itu Allah mengizinkan beberapa orang melihat Yesus di surga dalam kemuliaan-Nya bersama sang Bapa, di antaranya Stefanus.</p> <p>Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah (Kisah para Rasul 5 : 77) .Yesus mengakui Allah sebagai Bapa-Nya Yesus mengetahui bahwa Allah adalah Bapa-Nya. Hal itu diberitahukan-Nya kepada orang lain. Ia selalu menyebut Allah sebagai Bapa-Nya (bahkan ketika Ia berumur 12 tahun). Dalam doa-doa-Nya Ia menyebut Allah itu Bapa. Yesus memberitahukan kepada orang banyak bahwa Allah mengutus Dia untuk memberikan hidup yang kekal kepada orang yang percaya Dia. Yesus mengatakan :</p> <p>Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3 : 16) .Yesus menghormati Bapa-Nya dengan jalan melakukan semua perintah Allah kepada-Nya...</p>