SIFAT ALAMI DARI IDE-IDE ILMIAH: STRUKTUR TEORI

  • Published on
    26-Jan-2017

  • View
    222

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<ul><li><p>Oleh:</p><p>SRI MARHANAH </p></li><li><p>Pendahuluan Produk dari ilmu pengetahuan merupakan beberapa</p><p>jenis dari generalisasi konsep tentang pengalaman,yang berarti dapat diinterpretasikan secara realistisatau melalui pengujian.</p></li><li><p>Karakteristik Umum dari Teori Teknologi dipahami sebagai aplikasi dari ilmu</p><p>pengetahuan dan hasil yang dirasakan dari produk ituadalah hasil yang secara tidak langsung.</p><p> Pada dasarnya produk-produk dari ilmu pengetahuanadalah teori.</p><p> Teori-teori ditemukan dalam tingkat yang abstrak danumum.</p><p> Teori-teori ilmiah menjadi abstrak karenamenggambarkan pengalaman yang intangible.</p></li><li><p> Hukum traffic mengatakan bahwa kita harusmelakukan apa yang harus kita lakukan meskipunseringkali tidak menggambarkan apa yang oranglakukan. Hukum ilmiah mengatakan apa yangdilakukan alam dan tidak pernah mengatakan apayang alam harus lakukan.</p></li><li><p>Apa yang Dimaksud Ide-ide Ilmiah? Produk-produk ilmu pengetahuan bersifat abstrak,</p><p>umum dan gambaran dari sebuah pengalaman, yangdisebut sebagai theorics.</p><p> Berbagai jenis ide-ide ilmiah tergantungbagaimana jauhnya pergeseran dari tingkatobservasi khusus.</p><p> Pada tingkat yang terendah ada persamaanatau formula yang diturunkan dari prosespemikiran dengan observasi yang berulang-ulang.</p></li><li><p> Pada tingkatan yang paling tinggi dapat berisi hukum.Perbedaan hukum dan formula bersifat samar dan halini diilustrasikan dalam hukum Kepler.</p><p> Perbedaan penting yang lain antara formuladan masing-masing hukum newton.Hukum-hukum ini tidak hanya lebih umumtetapi termasuk menggunakan konsep yangtidak secara langsung diobservasi.</p></li><li><p> Teori kemudian dimengerti sebagai sesuatu yangberisi kumpulan hukum yang memiliki hubungan satudengan yang lain dalam sebuah kerangka kerja. Hal inimenyarankan bahwa teori-teori tidak hanyamenyangkut terminology teoritis tetapi juga berisiprinsip-prinsip yang terstruktur.</p></li><li><p>Prinsip-prinsip tersebut ada 21. Prinsip internal meliputi hukum teori yang</p><p>berbentuk logis, polos, dan tidak diinterpretasikanyang berkaitan dengan terminology teoritis.</p><p>2. Prinsip-prinsip dalam permainan bridge adalahpernyataan-pernyataan yang terkait denganterminology teoritis dan proses yang digambarkandalam hukum teori terhadap tingkat observasi.</p></li><li><p> Dalam kesimpulan, kita dapat mengatakan bahwateori adalah sistem hukum dan berisi terminologyteoritis, prinsip internal dan prinsip permainan kartu.</p></li><li><p>Hukum Alam Versus Generalisasi Suatu Kecelakaan</p><p> Mendefinisikan hukum harus bersifat empiris, dengankata lain hukum harus dapat mengatakan pada kitatentang dunia.</p><p> Secara umum aplikasi hukum dapat diterima tetapiharus tetap terbuka untuk dimodifikasi dalam hal-halyang tidak jelas.</p></li><li><p>Mempertimbangkan dua pernyataan yang benar dibawah ini:</p><p> Semua laki-laki yang berada di meja adalah BangsaPakistan</p><p> Semua tubuh di dekat bumi yang tidak disangga, akanjatuh.</p><p> Hanya pernyataan kedua yang disebut hukum. Pernyataan pertama disebut generalisasi aksidential.</p><p>Pernyataan pertama tidak memberikan dukunganuntuk mengatakan bahwa jika seseorang harus dudukdi meja, meja itu mungkin orang Pakistan. Akan tetapipernyataan kedua mengijinkan untuk berkata: jikadekat bumi tubuh tidak ditunjang, maka akan jatuh.Pernyataan ini disebut counterfactual conditionals.</p></li><li><p> Pernyataan umum menjadi hukum dari alam adalahbahwa pernyataan harus didukung conterfactualconditionals. Hukum dari alam diperkirakan akanterjadi di semua situasi dan waktu sementarageneralisasi mungkin akan berlaku pada suatu waktuatau tempat saja.</p></li><li><p>Apa yang dimaksud dengan ideilmiah?</p><p> Terminology digunakan untuk membedakan antarahukum dan teori terhadap formula. Tujuanterminology teoritis berkaitan dengan observasi, halini mengatakan pengalaman dengan hukum teoribersifat ideal.</p></li><li><p>Teori Pandangan Realis</p><p> Pandangan realis mengambil terminologi teoritis yangmerujuk pada entitas fisik (propertinya) yang benar-benar ada.</p><p> Entitas dibagi menjadi 21. Mereka dapat secara langsung diobservasi dan</p><p>terikat pada terminologi teoritis dengan definisiyang eksplisit.</p><p>2. Entitas yang menjadi referensi atas terminologyteiritis menjadi tidak secara langsung dapatdiobservasi dan dapat dibagi hanya secaraimplicit oleh konteks dimana teori dariterminology teoritis muncul.</p></li><li><p> Yang penting adalah untuk realis, terminology teoritismenjadi benar-benar merujuk pada sesuatu diluarteori tanpa memandang bagaimana merekadijelaskan, semua itu merujuk pada entitas yang adaatau property.</p><p> Pandangan realis pertama bahwa teori dalamilmu pengetahuan bisa benar atau salah.</p><p> Termonilogy teoritis secara umum harus bisaditerjemahkan pada pernyataan menggunakanhanya terminology observasi, karena diasumsikanbahwa termonilogy ini merujuk pada entitas fisikyang riil atau propertinya. Implikasi dari masing-masing ini bermuara pada masalah tertentu.</p></li><li><p> Versi lain dari pandangan realis disebut pandangandeskriptifis. Pandangan ini memunculkan ide bahwailmu pengetahuan tidak menjelaskan apapun tetapihanya semata-mata menggambarkan sesuatu.</p><p> Terminology teoritis kemudian hanyasemata-mata menjadi sebuah kesimpulanyang memberikan kenyamanan ataupernyataan yang diobservasi.</p></li><li><p>Teori Pandangan Instrumentalis</p><p> Pandangan instrumentalis mengasumsikan bahwatermonilogy teoritis tidak merujuk pada entitas atauproperty yang benar-benar ada. Sebaliknya,merupakan alat semata yang memberikankenyamanan untuk mengorganisir pengalaman kita.</p><p> Teori merujuk pada pengalaman tetapihanya untuk tujuan mengorganisirnya.</p></li><li><p> Masalah instrumentalis adalah: mereka harusmengakui bahwa entitas yang digambarkan olehterminology teoritis mereka tidak benar-benar ada.</p><p> Instrumentalis membuat pernyataan yangberlawanan dan kukuh denganpendapatnya bahwa entitas itu ada.</p><p> Instrumentalis harus menghadapi kenyataanatas pandangannya yang relativisme, yaitu jikateori tidak benar kemudian kemajuan dalamilmu pengetahuan harus dijelaskan padatingkat manfaatnya.</p></li><li><p>Ter i ma Kasi h</p></li></ul>