Sim Presentasi MATERI KEDUA

  • Published on
    27-Dec-2015

  • View
    3

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

MM

Transcript

<p>BAB II</p> <p>PEMBAHASAN2.1 KOMPUTER SEBAGAI BAGIAN DARI SISTEM FISIK2.1.1 Computer-aided design</p> <p>Computer-aided design (CAD) yang semakin sering disebut Computer aided engeneering (CAE) melibatkan penggunaan komputer unutk membantu rancangan produk yang akan dimanufaktur CAD peertama-pertama muncul dalam industri dirgantara sekitar tahun 1960-an dan kemudian diadopsi oleh pembuat mobil. CAD kemudian digunakan untuk merancang segala sesuatu dari struktur rumus seperti bangunan dan jembatan hingga bagian-bagian kecil.2.1.2 Computer-Aided Manufacturing</p> <p>Computer-Aided Manufacturing (CAM) adalah penerapan kopute dalam proses produksi. Mesin produksi khusus yang dikendalikan komputer seperti bor dan mesin bubut menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi yang diperoleh dari database rancangan. Sebagian msin produksi memiliki mikroprosesor yang telah terpasang (built-in microprcessors) dan sebagian dikendalikan oleh komputer mini. Satu komputer bisa mengendalikan beberapa mesin produksi sekaligus.2.1.3 Robotik</p> <p>Robotik melibatkan pengguna robot industrial (industrial robots-IR), alat yang secara otomatis melaksanakan tugas-tugas tetentu dalam proses manufaktur. IR diperkenalkan dalam industri mobil sekitar tahun 1974 dan menyebar ke banyak industri lain. Apliaksi robotik yang populer adalah pengisian bahan bak ke dalam peralatan mesin yang diotomatiskan oleh CAM.2.2 KOMPUTER SEBAGIAN BAGIAN DARI SISTEM INFORMASI</p> <p>Istilah sistem informasi manufaktur uantuk menjelaskan subsistem CBIS yang menyediakan informasi mengenai operasi produksi.2.2.1 Sistem titik pemesanan kembali</p> <p>Setelah komputer pertama diterapkan secara berhasil dalam area akuntansi komputer diberikan tugas mengendalikan persediaan. Pendekatan paling sederhana adalah pendekatan reaktif yaitu menunggu hingga saldo suatu jenis barang mencapai tingkat tertentu dan kemudian memicu pesanan pembelian atau suatu proses produksi. Tingkat barang yang berfungsi sebagai pemicu disebut titik pemesanan barang dan sistem yang mendasarkan keputusan pembelian pada titik pemesanan kembali disebut sistem titik pemesanan kembali.Rumus titik pemesanan kembali :</p> <p>Manajer manufaktur tidak perlu menebak untuk menentukan ROP.ROP dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut :</p> <p>R = LU + SDimana :</p> <p>R : titik pemesana kembali</p> <p>L : lead time pemasokU : tingkat pemakaian (jumlah Unit yang digunakan atau terjual per hari)</p> <p>S : tingkat safety stock (dalam unit)2.2.2 Material requirement planning</p> <p>Pada awal 1960-an Joseph Orlicky dari J.I. Case company membuat suatu pendekatan baru untuk manajemen material yang disebut perencanaan kebutuhan bahan baku (material Requirements planing -MRP). MRP adalah suatu strategi material proaktif</p> <p>2.2.3 Manufakturing resource planning</p> <p>Oliver Wight dan george plossl konsultan yang diakui mengembangkan konsep MRP diluar area manufaktur sehingga dapat meliputi seluruh perusahaan hasilnya disebut MRP II dan kepanjangan huruf-huruf tersebut telah dirubah menjadi Manufakturing resource planing</p> <p>Mamfaat MRP II Perusahaan dapat mengharapkan mamfaat satu atau dalam beberapa area. Penggunaan sumber daya yang efisien Pererencanaa prioritas yang lebih baik Pelayangan pelanggan yang meningkat Informasi manajemen yang lebih baik2.3 MODEL SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR</p> <p>Manufaktur,dalamartiyang paling luas, adalah prosesmerubahbahan bakumenjadiproduk.Prosesinimeliputi:perancanganproduk,pemilihanmaterialdantahaptahapprosesdimanaproduktersebutdibuat.</p> <p>Definisimanufaktur secaraumumadalahsuatuaktifitasyangkompleks yangmelibatkanberbagaivariasisumberdayadanaktifitasperancanganproduk,pembelian,pemasaran,mesindanperkakas,manufacturing,penjualan,perancanganproses,productioncontrol,pengirimanmaterial,supportservice,dancustomerservice.</p> <p>Sistem Informasi Manufaktur adalah suatu sistem berbasis komputer yang bekerjadalam hubungannya dengan sistem informasi fungsional lainnya untuk mendukungmanajemen perusahaan dalam pemecahanmasalahyangberhubungandenganmanufakturprodukperusahaanyangpadadasarnya tetapbertumpupadainput,prosesdanoutput.</p> <p>Sisteminidigunakanuntukmendukungfungsiproduksiyang meliputi seluruh kegiatan yang terkaitdenganperencanaandanpengendalianprosesuntukmemproduksi barang attaujasaRuang lingkup sistem informasi manufaktur meliputi Sistem perencanaan manufaktur,Rencana produksi, Rencana tenaga kerja, Rencana kebutuhan bahan baku dan Sistempengendalianmanufaktur.InputData/Informasi</p> <p>Inputdataberupadatainternaldandataeksternal,datainternalmerupakandatainternsistemkeseluruhan yang mendukung proses pengolaha data menjadi informasi yang berguna. Dataini meliputi sumber daya manusia (SDM), material, mesin, dan hal lainnya yang mendukung proses secara keseluruhan seperti transportasi, spesifikasi kualitas material, frekuensi perawatan,danlainlain.</p> <p>DataEksternalperusahaanmerupakandatayang(environment), yangmendukungprosespengolahandatamenjadiinformasiyangberguna untukperhitungancostdalammanufakturmulaidariawalhinggaakhirproses. Contohdataeksternaladalahdatapemasok(supplier),kebijakanpemerintahtentangUMR,listrik,dll.</p> <p>1. SUB SISTEM INPUT </p> <p>Subsisteminputterdiridari:A. Sisteminformasiakuntansi</p> <p>Mengumpulkandata intern yangmenjelaskanoperasimanufaktur dandatalingkunganyangmenjelaskantransaksiperusahaandenganpemasok.Sebagaicontoh,pegawaiproduksimemasukandatakedalamterminaldenganmenggunakankombinasimediayangdapatdibacamesindankeyboard.Mediaberbentukdokumendenganbarcodeyangdapatdibaca secara optik ataudengantandapensilyangdapatdibacasecaraoptik,dankartuplastik dengangarisgariscatatanyangdapatdibacasecaramagnetis.Setelahdibacadatatersebutditransmisikankekomputerpusatuntukmemperbaruidatabase.B. Subsistemindustrialengineering(IE)</p> <p>IndustrialEngineeringmerupakananalisissistemyangterlatihkhusus yangmempelajarioperasimanufaktur dan membuat saransaranperbaikan. Industrial engineering terdiridari proyekproyek pengumpulan data khususdaridalamperusahaanyangmenetapkanberapalamawaktuyangdibutuhkanuntuksuatuproduksi.C. Subsistemintelijenmanufaktur</p> <p>Subsistem intelijen manufaktur berfungsi agar manajemen manufaktur tetap mengetahui perkembangan terakhir mengenai sumbersumberpekerja,materialdanmesin.Adapunyangtermasukdalam subsistemintelijenmanufakturadalah: Informasi pekerja, manajemen manufaktur harus memperhatikan serikat pekerja yangmengorganisasikan para pekerja perusahaan. Baik dalam sistem kontrak, tak berjangkamaupunborongan. Sistemformal,manajemenmanufakturmemulaiarusinformasipekerja denganmenyiapkanpermintaanpekerjayangdikirimkankedepartemen sumberdayamanusiadandatadariberbagaielemenlingkunganyang menghubungkankepadapihakpelamar. Sisteminformal,arusinformasiantar pekerja dan manajemenmanufaktur sebagaian besar bersifat informal arusitu berupakontak harian antarapekerjadanmanajermereka.</p> <p>Kegiatankegiatanyangterjadididalamintelijenmanufaktur: Pengumpulan(pendokumentasian)datadarilingkungan Pengujiandata, Pemeliharaandata,untukmenjaminakurasidankemutakhirandata. Keamanandata,untukmenghindarikerusakansertapenyalahgunaan data.Pengambilandatadalambentuklaporan,untukmemudahkanpengolahandatayanglain.</p> <p> 2. SUB SISTEM OUTPUT</p> <p>Adalah informasi yang dihasilkan dari hasil pengolahan data yang dapatdibagimenjadi3bagianyaituproduksi,persediaandankualitas,dimana ketiganyainitidakmeninggalkan unsurbiayayangterjadididalamnya.</p> <p>A. SubSistemProduksi</p> <p>Adalah segala hal yang bersangkutan dengan proses yang terjadi disetiap divisi kerja ataupun departemen yang mengukur produksi dalam hal waktu, menelusuri arus kerja dari satu langkah ke langkah berikutnyaB. SubSistemPersediaan</p> <p>Tingkat persediaan perusahaan sangat penting karena menggambarkan investasi yang besar dimana suatu barang dipengaruhi oleh jumlah unit yang dipesan dari pemasok setiap kalinya, dan tingkat persediaan ratarata dapat diperkirakan dari separuh kuantitas pesanan ditambah safety stock. Subsistem persediaan memberikan jumlah stok, biaya holding, safety stock , dan lainlain berdasarkan hasil pengolahan data dari input, biasanya memiliki proses pembelian (purchasing) dan penyimpanan (inventory). Dan fungsi dari sub sistem persediaan adalah mengukur volume aktifitas produksi saat persediaan diubah dari bahan mentah menjadi bahan jadiC. SubSistemkualitas</p> <p>adalah semua hal yang berhubungan dengan kualitas, baik waktu, biaya, performa kerja, maupun pemilihan supplier. Fungsi dari sub sistem kualitas adalah mengukur kualitas material saat material diubah. Banyak hal lain yang bukan unsur mutlak kualitas namun perlu masuk dalam unsur kualitas seperti proses (Process Control), Perawatan (Maintenance), dan Spesifikasi (Specification) baik produk jadi maupun material. Subsistem kualitas mempunyai pendekatan khusus untuk meningkatkan kualitas produksinya dengan menggunakan total quality management (TQM) yaitu manajemen keseluruhan perusahaan sehingga perusahaan unggul dalam semua dimensi produk dan jasa yang penting bagi semua pelanggan. Keyakinan dasar yang melandasi TQM adalah : Kualitas ditentukan oleh pelanggan dan manajemen yang digunakan </p> <p> Kualitas dicapai oleh manajemen </p> <p> Kualitas adalah seluruh tanggung jawab penghuni perusahaan</p> <p>D. SubSistemBiaya</p> <p>Komponen biaya termasuk dalam semua subsistem yang ada. Tujuan perusahaanmanufaktur secara umum adalah mencapai keuntungan dari hasil penjualan produknya.Oleh karena itu, sebuah sistem informasi tidak akan pernah terlepas unsur biaya yangterjadi di dalamnya. Sub sistem biaya berfungsi untuk mengukur biaya yang terjadi selama proses produksi terjadi. Unsurunsur pengendalian biaya ada dua yaitu standar kerja yang baik dan sistem untuk melaporkan rincian kegiatan saat terjadinya proses produksi yang akurat. Sub sistem biaya dibagi menjadi dua yaitu : Biaya Pemeliharaan</p> <p>Biaya pemeliharaan / biaya penyimpanan biasanya dinyatakan sebagai presentase biaya tahunan dari barang, mencakup kerusakan, pencurian, keusangan, pajak dan asuransi.</p> <p> Biaya Pembelian</p> <p>Mencakup biayabiaya yang terjadi saat material dipesan, waktu pembelian, biaya telp, biaya sekretaris, biaya formulir pesanan pembelian dan sebagainya.Manfaat Sistem Informasi Manufaktur</p> <p>Manfaat digunakannya sistem informasi manufaktur di dalam perusahaan adalahsebagaiberikut:</p> <p>a) Hasil produksi perusahaan lebih cepat dan tepat waktu karena sistem informasimanufakturmenggunakankomputersebagaialatprosesnya.</p> <p>b) Perusahaanlebihcepatmemperolehinformasiyangakuratdanterpercaya.</p> <p>c) Arsiplebihterstrukturkarenamenggunakansistemdatabase</p> <p>d) Sisteminformasimanufaktur yang berupa fisik robotik, hasil produksi semakincepat,tepatdanberkurangnyajumlahsisabahanyangtidakterpakai.</p> <p>2.4 PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR OLEH MANAJER</p> <p>Sistem informsi manufaktur digunakan baik dalam operasi sistem produksi fisik. Informasi itu digunakan oleh eksekutif perusahaan. Manajer diarea manufaktur dan juga manajer diarea lain. Para eksekutif termasuk wakil presiden direktur manufaktur menerima informasi dari semua subsistem out put. Superintendent pabrik juga menggunakan ikhtisar output yang menjelsakan seluruh operasi.</p> <p>Manajer dalam pemsaran dan keungan juga menggunakan output itu pemasar tertarik pada aspek produksi seperti biaya, kualitas dan penyediaan karena faktor-faktor tersebut mempengaruhi penjualan produk. Manajer keuangan memiliki perhatian khusus pada subsistem persediaan karena diguanakan dalam menentukan investasi persediaan dan pada subsistem persediaan karena digunakan dalam menentukan investasi persediaan dan pada subsistem produksi karena digunakan untuk membuat keputusan penting mengenai konstruksi atau perluasan pabrik</p>