Sistem Electronic Fuel Injection

  • Published on
    28-Nov-2015

  • View
    29

  • Download
    5

Embed Size (px)

Transcript

  • (1/1)

  • DeskripsiTipe EFI(1/1)Deteksi intake air massMesin ECUUdaraAir fRendahmeterIntake manifoldMesinKecepatan mesinInjeksiInjektorKontrol volume injeksiBahan bakarManifold pressure sensorDeteksi intake manifold pressureKecepatan mesinMesin ECUKontrol volume injeksiBahan bakarMesinInjeksiInjectorIntake manifoldAir

  • Sistem BahaBakarDeskripsi(1/1)Main components

  • Sistem Bahan BakarPompa Bahan Bakar (1/1)

  • Sistem Bahan BakarRegulator Tekanan(1/2)1. Type 1

  • Sistem Bahan BakarRegulator Tekanan (2/2)2. Tipe 2

  • Sistem Bahan BakarPulsation Damper(1/1)

  • Sistem Bahan BakarInjektor (1/1)O-ringGrommetValveKumparanPlungerInjektor

  • Sistem Bahan BakarSaringan Bahan Bakar/Saringan Pompa Bahan bakar (1/1)1. Saringan bahan bakar/ 2. Saringan pompa bahan bakar

    Saringan bahan bakarSaringan pompa bahan bakar

  • Sistem Bahan BakarKontrol Pompa Bahan Bakar (1/5)1. Basic operationrelay bukaan rangkai anrelay EFIPompa bahan bakarIGSTIgnition switchFCE1STANESinyal NEMesin ECUMicroprocessor

  • Sistem Bahan BakarKontrol Pompa Bahan Bakar (1/5)relay bukaan rangkaianrelay EFIPompa bahan bakarIGSTIgnition switchFCE1STANESinyal NEMesin ECUMicroprocessor

  • Sistem Bahan BakarKontrol Pompa Bahan Bakar (1/5)relay bukaan rangkaianrelay EFIPompa bahan bakarIGSTIgnition switchFCE1STANESinyal NEMesin ECUMicroprocessor

  • Sistem Bahan BakarKontrol Pompa Bahan Bakar (1/5)relay bukaan rangkai anrelay EFIPompa bahan bakarIGSTIgnition switchFCE1STANESinyal NEMesin ECUMicroprocessor

  • Sistem Bahan BakarKontrol Pompa Bahan Bakar (1/5)relay bukaan rangkai anrelay EFIPompa bahan bakarIGSTIgnition switchFCE1STANESinyal NEMesin ECUMicroprocessor

  • Sistem Bahan BakarKontrol Pompa Bahan Bakar (1/5)relay bukaan rangkai anrelay EFIPompa bahan bakarIGSTIgnition switchFCE1STANESinyal NEMesin ECUMicroprocessorDLC1+BFPSSTDLC1

  • Sistem Bahan BakarKontrol Pompa Bahan Bakar (2/5)relay bukaan rangka ianrelay EFIPompa bahan bakarIGSTIgnition switchFCE1STANESinyal NEMesin ECUMicroprocessorPompa bahan bakar control relayResistorFP2. Kontrol kecepatan pompa bahan bakar

    AB

  • Sistem Bahan BakarKontrol Pompa Bahan Bakar (3/5)2. Kontrol kecepatan pompa bahan bakarrelay EFIPompa bahan bakar ECUFP+FP-FPCD1Mesin ECUPompa bahan bakar

  • Sistem Bahan BakarKontrol Pompa Bahan Bakar (4/5)3. Sistem shut-off pompa bahan bakarrelay bukaan rangkaianrelay EFIPompa bahan bakarIGSTIgnition switchFCE1STANESinyal NEMesin ECUMicroprocessorGSFCGSWCenter airbag sensor assembly

  • Sistem Bahan BakarKontrol Pompa Bahan Bakar (5/5)Reset switchDiagram sistemPompa bahan bakar inertia switchBallContact pointLinkrelay utama EFI+BDIPompa bahan bakar ECUFP+FP-FPCPompa bahan bakarPompa bahan bakar inertia switchMesin ECUContact point (ON)LinkBallNormalContact point (OFF)AccelerationPegerakanMendeteksi tabrakanPompa bahan bakar inertia switch

  • Kontrol Durasi Injeksi Metode Injeksi Bahan Bakar dan Waktu Pengapian (1/1)Indipendent (Sequential)grupSimultan360720sudut Crankshaft

  • Kontrol Durasi InjeksiMetode Injeksi Bahan Bakar dan Waktu Pengapian(1/1)Independent (Sequential)Intake strokeIgnitionInjeksi bahan bakar012343607201080sudut Crankshaft

  • Kontrol Durasi InjeksiMetode Injeksi Bahan Bakar dan Waktu Pengapian(1/1)03607201080sudut Crankshaft grupIntake strokeIgnitionInjeksi bahan bakar2 grup153624153624184365723 grup4 grup

  • Kontrol Durasi InjeksiMetode Injeksi Bahan Bakar dan Waktu Pengapian(1/1)SimultanIntake strokeIgnitionInjeksi bahan bakar012343607201080sudut Crankshaft

  • Kontrol Durasi InjeksiKontrol Durasi Injeksi Bahan bakar. (1/1)Durasi injeksi Durasi injeksi dasar+durasi injeksi koreksiStart enrichment Warm-up enrichment Air-fuel ratio Koreksi feedback Acceleration enrichment Fuel cut-off ONStartPower enrichment koreksi temp. Intake airVarious corrections and signals

  • Kontrol Durasi InjeksiBerbagai Koreksi (1/11)Panjang1. Start enrichmentdurasi injeksiPendekSTART ON RendahCoolant temp.(C)Tinggi400rpmkondisi normal200rpmkeadaan startHysteresis

  • Kontrol Durasi InjeksiBerbagai Koreksi(2/11)Besar2. Warm-up enrichmentJumlah koreksi durasi injeksi Kecil RendahCoolant temp.(C)Tinggi0

  • Kontrol Durasi InjeksiBerbagai Koreksi(3/11)3. Air-fuel ratio Koreksi feedback (Untuk kebanyakan model)Sensor oksigenRich0.45 VECUPenentuan Mesin ECURichLeanLeanKoreksi feedbackMenurunMeningkatMenurunMeningkat

  • Kontrol Durasi InjeksiBerbagai Koreksi(4/11)Air-fuel ratio learned controlRasio koreksi1.21.00.8Rich mixtureLean mixtureaaa1.21.00.8Jangkauan koreksiNilai Central feedback kondisi normalOver life time

  • Kontrol Durasi InjeksiBerbagai Koreksi (5/11)Sensor rasio udara-bahan bakar AF+AF-3.3V3.0VMesin ECUData of A/F sensor(V)4.22.21114.719(V)10.1Sensor oksigen outputSensor rasio udara-bahan bakar Sensor oksigenAir-fuel ratiaOutput characteristicsRichRasio udara-bahan bakar teoritisLeanDisorderA/F sensorSensor oksigenInjection volumeSensor oksigenA/F sensorKoreksi pada proporsi konstanKoreksi cepat

  • Kontrol Durasi InjeksiBerbagai Koreksi(6/11)Mesin ECUVolume injeksiMenurunMeningkatRicherLeanerVariable resistorIdle mixture adjusting screwInjektorRich mixtureLean mixtureSST180

  • Kontrol Durasi InjeksiBerbagai Koreksi(7/11)4. Acceleration enrichmentBesarVolume koreksiKecilBesarKecilPerubahan jumlah intake airBesarVolume koreksiKecilWaktuAkselerasi tiba-tibaAkselerasi pelan

  • Kontrol Durasi InjeksiBerbagai Koreksi(8/11)5. Fuel cut-offKecepatan mesinInjection resumptionFuel cut-offRendahTemperatur pendinginTinggi

  • Kontrol Durasi InjeksiBerbagai Koreksi(9/11)6. Power enrichment

  • Kontrol Durasi InjeksiBerbagai Koreksi(10/11)7. Koreksi suhu intake udaraKoefisien koreksi1.0Rendah20 (68)Tinggitemperatur Intake air C (F)

  • Kontrol Durasi InjeksiBerbagai Koreksi(11/11)8. Voltage correctiondurasi injeksi koreksi (msec)OnOffTerbukaTertutupKoreksi voltaseSinyal inspeksiInjektor benar terbukawaktu delay operasi standarRendahBattery voltage (V)Tinggi14

  • Kontrol Durasi InjeksiBerbagai Koreksi dan Sinyal (1/1)SensorSignalDurasi injeksi dasarBerbagai koreksiStart enrichmentWarm-up enrichmentKoreksi feedback Rasio udara-bahan bakarAcceleration enrichmentFuel cut-offPower enrichment Meteran aliran udara/ Manifold pressure sensorSensor posisi CrankshaftSensor posisi camshaftSensor temperatur airSensor posisiThrottle Sensor oksigenVG / PIMNEGTHWIDLVTAOX1A, OX1B

    *Deskripsi Sistem EFI menggunakan beragam sensor untuk mendeteksi kondisi jalan mesin dan kendaraan. Dan ECU mesin menghitung volume injeksi bahan bakar optimal, dan menyebabkan injektor untuk menginjeksikan bahan bakar. Gambar menunjukkan konfigurasi dasar EFI.ECU mesin Ini mengkalkulasikan durasi injeksi bahan bakar optimal berdasarkan sinyal dari sensor. Air flow meter atau manifold pressure sensor Ini mendeteksi massa intake udara atau tekanan manifold. Crankshaft position sensor Ini mendeteksi sudut crank dan putaran mesin. Camshaft position sensor Ini mendeteksi sudut standar crank dan timing camshaft. Water temperature sensor Ini mendeteksi suhu pendingin Throttle position sensor Ini mendeteksi sudut bukaan throttle valve. Oxygen sensorIni mendeteksi konsentrasi oksigen dalam gas buangan. *Tipe EFIAda dua tipe sistem EFI yang diklasifikasikan dengan metode jumlah deteksi intake udara. 1. L-EFI (Tipe kontrol aliran udara) Tipe ini menggunakan air flow meter untuk mendeteksi jumlah udara yang mengalir di dalam intake manifold. Ada dua tipe metode pendeteksian: satunya langsung mengukur massa intake udara, dan satunya lagi membuat koreksi berdasarkan volume udara. 2. D-EFI (Tipe manifold pressure control) Tipe ini mengukur tekanan di dalam intake manifold untuk mendeteksi jumlah intake udara dengan menggunakan densitas intake udara.*Deskripsi Bahan bakar diambil dari tangki bahan bakar oleh pompa bahan bakar dan disemprotkan dengan tekanan oleh injektor. Tekanan bahan bakar dalam jalur bahan bakar harus diatur untuk menjaga injeksi bahan bakar yang stabil dengan pressure regulator dan pulsation damper. Komponen UtamaTangki bahan bakar Rakitan pompa bahan bakar Pompa bahan bakar Saringan pompa bahan bakar Saringan bahan bakar Pressure regulator Delivery pipe Injektor Pulsation damper *Pompa bahan bakarPompa bahan bakar dipasang dan digabungkan dengan saringan bahan bakar, pressure regulator, fuel delivery meter, dll. Pump impeller diputar oleh motor untuk memampatkan bahan bakar. Check valve memeriksa tertutup saat pompa dihentikan untuk menjaga tekanan dalam jalur bahan bakar dan memudahkan starter kembali mesin. Apabila tidak ada tekanan residual, penguncian uap dapat dengan mudah terjadi pada suhu tinggi, menyebabkan starter kembali sulit. Relief valve terbuka saat tekanan pada sisi outlet terlalu tinggi untuk mencegah tekanan bahan bakar menjadi terlalu tinggi. *Pressure Regulator Pressure regulator tekanan mengontrol tekanan bahan bakar ke injektor pada 324 kPa (3.3 kgf/cm2). (Nilai bisa berbeda tergantung pada model kendaraan) Sebagai tambahan, pressure regulator menjaga tekanan residual dalam jalur bahan bakar dengan cara yang sama dengan check valve pompa bahan bakar. Ada dua tipe metode regulasi bahan bakar. 1.Tipe 1 Tipe ini mengontrol tekanan bahan bakar pada tekanan konstan. Saat tekanan bahan bakar melewati gaya pegas pressure regulator, katup terbuka untuk mengembalikan bahan bakar ke tangki dan meregulasi tekanan. PETUNJUK: Port injeksi dari injektor divakum oleh vacuum manifold, yang menarik keluar bahan bakar. Kevakuman ini selalu berubah tergantung dari kondisi mesin. Karena itu, untuk tipe ini ECU mesin menghitung injeksi jumlah bahan bakar per durasi injeksi sesuai dengan perubahan dalam vacuum intake manifold untuk menjamin bahwa injektor menginjeksikan bahan bakar secara benar. *Pressure Regulator 2.Tipe 2 Tipe ini dilengkapi oleh pipa penyaluran yang terus mengatur tekanan bahan bakar untuk menjaga tekanan bahan bakar lebih tinggi dari tekanan yang ditentukan tekanan manifold. Cara kerja dasar sama dengan pada tipe 1, tetapi karena vacuum manifold diberikan ke ruang atas diafragma, tekanan bahan bakar dikontrol dengan mengubah tekanan ketika katup dibuka sesuai dengan vacuum manifold. Bahan bakar dikembalikan ke tangki melalui fuel return pipe.

    PETUNJUK: Port injeksi dari injektor divakum oleh vacuum manifold, yang menarik keluar bahan bakar. Kevakuman ini selalu berubah tergantung dari kondisi mesin. Karenanya, untuk tipe tekanan bahan bakar terus diregulasi sesuai dengan vacuum intake manifold untuk menjaga tekanan di atas tekanan yang ditentukan. Ini untuk menjaga jumlah injeksi per durasi injeksi. *Pulsation DamperPulsation damper menggunakan diafragma untuk menyerap sedikit denyut tekanan bahan bakar yang dihasilkan oleh injeksi bahan bakar dan kompresi pompa bahan bakar. PETUNJUK SERVIS: Tekanan bahan bakar dapat diperiksa dengan mudah dengan skrup pulsation damper. PETUNJUK: Beberapa jenis mesin tidak memiliki pulsation damper. *Injektor Injektor menginjeksi bahan bakar ke dalam intake port cyilinder sesuai dengan sinyal dari ECU mesin. Sinyal dari ECU mesin menyebabkan arus mengalir dalam kumparan solenoid, yang menyebabkan plunger ditarik, dan membuka katup untuk menginjeksikan bahan bakar. Karena ketukan plunger tidak berubah, jumlah injeksi bahan bakar dikontrol pada saat arus dialirkan ke solenoid.

    PETUNJUK SERVIS:Penanganan ring-O: Ring tidak boleh digunakan kembali. Sewaktu memasang ring, mula-mula lapisi dengan bensin. Sewaktu memasang injektor ke delivery pipe, jangan samapi merusak ring-O. Dengan injektor terpasang dalam delivery pipe, putar indikator dengan tangan. Bila tidak berotasi dengan mulus, maka ring-O sudah rusak. *Saringan Bahan bakar/Saringan Pompa Bahan bakar 1.Saringan Bahan bakar Saringan bahan bakar menyingkirkan debu dan kotoran lain dari bahan bakar yang dikompresi dalam pompa. 2.Saringan pompa bahan bakar Saringan pompa bahan bakar menyingkirkan debu dan kotoran lain dari bahan bakar sebelum memasuki pompa bahan bakar. PETUNJUK SERVIS: Bila saringan sampai tersumbat, ini akan mengurangi tekanan bahan bakar yang dikirim ke injektor, dan menyebabkan kesulitan starter atau kondisi berkendara yang tidak enak. PETUNJUK:Beberapa pompa bahan bakar dipasang di bagian luar tangki. Pada beberapa model, baut union atau beragam tipe konektor cepat (quick connector) digunakan untuk menghubungkan jalur bahan bakar. *Kontrol Pompa Bahan bakar 1.Pengoperasian Dasar Pompa bahan bakar hanya beroperasi saat mesin bekerja. Walaupun ignition switch berada pada posisi ON, apabila mesin tidak bekerja, pompa bahan bakar tidak bekerja.*Kontrol Pompa Bahan bakar (1) Ignition switch ON: Saat ignition switch di posisi IG, relay EFI menyala.*Kontrol Pompa Bahan bakar (2) Ignition switch pada posisi START: Saat mesin hidup, sinyal STA (sinyal starter) dikirim ke ECU mesin dari terminal ST pada ignition switch. Saat sinyal STA diinput ke ECU mesin, mesin menyalakan transistor dan circuit opening relay dinyalakan. Kemudian, arus dibiarkan mengalir ke dalam pompa bahan bakar untuk mengperasikan pompa bahan bakar.*Kontrol Pompa Bahan bakar (3) Mesin starter/hidup Seiring dengan hidupnya mesin, ECU mesin menerima sinyal NE dari crankshaft position sensor, transistor tetap menyala dan pompa terus bekerja.*Kontrol Pompa Bahan bakar 4) Apabila mesin dimatikan:Bahkan saat ignition switch berada pada posisi ON, apabila mesin dimatikan, sinyal NE tidak lagi diinput ke ECU mesin, sehingga ECU mesin mematikan transistor, mematikan circuit opening relay, dan menghentikan pompa bahan bakar.*Kontrol Pompa Bahan bakar PETUNJUK SERVIS: DLC 1 Beberapa model kendaraan dilengkapi dengan DLC1 seperti tampak di kiri. Saat terminal +B dan terminal FP diberi arus pendek menggunakan SST dengan ignition switch di posisi ON, arus akan mengalir ke pompa bahan bakar tanpa melalui opening relay. Dengan cara ini, pemeriksaan tekanan bahan bakar atau operasi pompa dapat dilakukan dengan memaksa pompa bahan bakar untuk bekerja. *Kontrol Pompa Bahan bakar 2. Kontrol kecepatan pompa bahan bakar Kontrol ini mengurangi kecepatan pompa bahan bakar untuk mengurangi keausan dan daya listrik apabila tidak diperlukan banyak bahan bakar, misalnya saat mesin bekerja dengan kecepatan rendah. Saat arus mengalir ke pompa bahan bakar melalui kontak B dari relay dan resistor, pompa bekerja dalam kecepatan rendah. Saat mesin starter, dan mesin bekerja dalam kecepatan tinggi, atau membawa beban berat, ECU mesin menggantikan kontak relay ke A agar mengoperasikan pompa bahan bakar dalam kecepatan tinggi. *Kontrol Pompa Bahan bakar PETUNJUK:Kontrol ON-OFF dengan kontrol kecepatan (dengan ECU mesin dan ECU pompa bahan bakar) Beberapa model mengontrol kecepatan pompa menggunakan ECU pompa bahan bakar. Dan juga, tipe kontrol ini memiliki fungsi diagnosa sistem pompa bahan bakar. Apabila kerusakan dideteksi, sinyal dkirim dari ECU pompa ke terminal DI dari ECU mesin. *Kontrol Pompa Bahan bakar 3. Sistem shut-off pompa bahan bakar Beberapa model kendaraan memiliki mekanisme dimana kontrol pompa bahan bakar menghentikan pompa pada kondisi-kondisi berikut, untuk menjaga keamanan. (1)Saat airbag mengembang: Saat SRS airbag pengemudi, penumpang depan a...